Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Menahan Hasrat



Saat ingin keluar rumah, Kavin melihat kehadiran Dimas. Mereka saling menyapa kemudian Kavin memperkenalkan Dimas dengan Ratu. Kavin yang baru melihat Ratu keluar rumah tiba - tiba menarik tangannya Ratu.


"Sayang...apaan sih? Kita mau kemana? Kamu kok tarik - tarik tangan aku sih?" Protes Ratu.


"Udah kamu ikut aja sayang, ntar juga kamu bakalan tau." Ucap Kavin sambil terus menarik tangan Ratu sambil terus berjalan untuk menghampiri Dimas.


Akhirnya Ratu hanya menuruti Kavin saja, walaupun Ratu juga masih sangat penasaran kemana Kavin akan membawanya.


"Dimas.. kenalin ini istri gue namanya Ratu, dan sayang kenalin ini teman kecil aku tepatnya tetangga aku dulu namanya Dimas." Ucap Kavin sambil tersenyum kepada keduanya.


Dimas yang melihat Ratu sangat kaget begitu pula dengan Ratu. Ia menatap Ratu terus - menerus. 'Gue gak lagi mimpi kan? Ini Ratu yang gue kenal dulu itu kan? Apa jangan - jangan gue salah orang lagi?' Batin Dimas yang merasa bingung.


Sebenarnya Ratu juga sangat kaget dengan apa yang dilihatnya, tapi ia berusaha lebih tenang dan tidak terlalu keliatan. 'Tenang Ratu tenang! Dunia ini begitu kecil ya? Kenapa gue harus selalu bertemu lagi dengan Dimas sih. Dan yang gue tidak habis pikir lagi kalau Dimas ini adalah teman kecilnya Kavin.' Batin Ratu.


Ratu dan Dimas terlihat begitu canggung satu sama lain, entah apa yang telah terjadi dengan mereka berdua dimasa lalu.


"Dim...lo kok malah diam aja sambil liatin Ratu begitu. Emangnya kalian udah saling kenal?" Tanya Kavin penasaran.


Dimas malah masih sibuk sendiri dengan pikirannya sampai - sampai dia tidak mendengarkan apa yang telah Kavin katakan barusan.


"Hei Dim...lo baik - baik aja kan?" Ucap Kavin lagi sambil menggoncang tubuh Dimas.


"Hah...i-iya Vin...gue baik - baik aja kok. Lo bilang apa tadi?" Tanya Dimas lagi.


"Lo dan Istri gue saling mengenal?" Tanya Kavin lagi.


Ratu langsung menjawab pertanyaan Kavin kepada Dimas dengan sangat cepatnya, sampai - sampai membuat keduanya  berganti menatap Ratu."Iya dia teman sekelas aku dulu sayang waktu di sekolah lama. Jadi kita gak perlu kenalan lagi ya kan Dim?" Jelas Ratu sambil senyum terpaksa kepada Dimas.


'Ternyata benar dia Ratu yang gue kenal. Gue pikir salah orang.' Batin Dimas.


"Iya vin, kita pernah sekelas waktu bokap gue pindah tugas ke Jakarta sementara. Waktu itu gue cuman 1 tahun aja disini kemudian ikut bokap pindah ke Yogyakarta lagi." Ucap Dimas.


"Oh iya? Kebetulan banget dong ya! Oh iya Dim, Ratu dulu seperti apa disekolah? Banyak yang naksir gak?" Tanya Kavin dengan sangat penasaran.


"Kavin kamu apaan sih sayang." Protes Ratu sambil menyenggol lengan Sang Suami.


"Iya kan aku hanya merasa sangat penasaran aja sih sayang..."


"Gimana Dim? Lo kok jadi mendadak menjadi pendiam seperti ini sih? Apa jangan - jangan lo pernah naksir atau bahkan sempat pacaran sama Ratu ya?" Tebak Kavin.


"Gak Vin..."


"Apaan si kamu sayang, aku dan Dimas hanya teman sekolah aja dulu dan kami berdua tidak akrab satu sama lain. Jangan aneh - aneh deh kamu Vin." Omel Ratu dengan kesal.


"Iya lo aneh - aneh aja deh mikirnya, Ratu benar kalau kita bahkan saling menyapa satu sama lain, apalagi gue hanya sebentar saja satu sekolahan dengan Ratu."


"Iya kan gue hanya penasaran aja dengan sikap canggung kalian berdua. Ya kali Dim lo itu mantan pacarnya Istri gue gitu." Ucap kavin lagi.


"Ya enggaklah, lagian lo aneh banget sih kenapa bertanya seperti ini? Apa jangan - jangan lo cemburu sama gue ya?" Tebak Dimas sambil terus menatap Kavin dengan tatapan penuh selidik.


"Mana mungkin gue cemburu sama lo Dim. Ada -ada aja sih lo." Ucap Kavin sambil cengengesan gak jelas.


Padahal jauh didalam lubuk hati Kavin yang paling dalam dia benar - benar merasa cemburu dengan Dimas, apalagi tadi Kavin sangat jelas melihat kalau sikap Sang Istri dan Dimas sangat mencurigakan seperti itu.


"Oh iya sayang kamu tau tidak kalau Dimas juga loh orang yang bantuin aku untuk mendesign rumah serta membeli fasilitas maupun furniture di dalam rumah kita ini." Jelas Kavin sambil memuji Dimas.


"Ah lo apaan sih Vin, biasa aja dong, jangan terlalu memuji gue seperti itu dong." Ucap Dimas.


Ratu menatap Dimas sekedar lalu ia menatap kearah Kavin dengan manja sambil menjawab Kavin.


"Oh gitu. Kalau gitu thank you ya Dim udah buat rumah sebagus dan seindah itu." Ucap Ratu sambil tersenyum sekilas.


"Lagian lo gak perlu bilang makasih kok, ini udah tanggung jawab gue kok di pekerjaan harus profesional." Jawab Dimas.


'Nyesal gue ngucapin makasih sama lo. Ternyata lo gak berubah sama sekali.' Batin Ratu.


Dari tingkahnya dan gerak-gerik Ratu, Dimas sangat mengerti kenapa Ratu seperti itu. Iya sadar semua adalah kesalahannya di masa lalu. Dimas ingin sekali meminta maaf sekarang tapi ntah kenapa ia merasa sangat ragu. Saat ini adalah moment kebahagiaan Kavin dan Ratu maka ia tidak mau merusaknya.


'Sebaiknya gue urungi dulu niatan minta maaf gue ke Ratu. Nanti Kavin jadi salah paham karena gue kenal betul bagaimana sifatnya Kavin.' Batin Dimas.


"Oh iya Dim...maaf banget kita mau pergi keluar sekarang lain kali aja kita sambung obrolannya. Ya kan sayang?" Ucap Ratu.


"Iya sorry banget ya bro, gue mau keluar sama Ratu. Kita lanjut lain kali ya. Gue jadi gak enak sama lo." Kavin sambil memegang bahunya Dimas.


"Gue kali yang minta maaf bro, gue datang disaat yang gak tepat. Ohh iya Vin, gue juga minta maaf karena gak datang pas lo nikah kemarin."


"Iya Dim gue ngerti kok kenapa lo gak datang. Lagian santai aja kali Dim, kita kan kedepannya akan sering ketemu. Kan rumah lo dekat dengan rumah gue." Ucap Kavin.


"Iya Vin, lo benar. Kalau gitu gue pamit pulang ya Vin, Ratu, kalian berdua Have fun ya." Kemudian Dimas berjalan masuk kedalam mobilnya lalu menjalankan mobilnya dan langsung pergi.


"Ok Dim." Ucap Kavin.


Setelah kepergian Dimas, Kavin dan Ratu langsung pergi ke supermarket dekat dari rumahnya yang hanya memakan waktu 10 menit saja untuk keduanya akhirnya sampai di supermarket tersebut. Disana Kavin mendorong trolly untuk belanjaan sedangkan Ratu mengambil bahan makanan termasuk cemilan, ice cream, roti, snack, coklat, berbagai macam buah, daging, sayur, dan semua yang mereka butuhkan untuk isi kulkas dan rumah. Kemudian mereka membayar dan bergegas ke pakiran untuk menaruh semua belanjaan kedalam bagasi mobil. Sebelum pulang, mereka sempetin untuk makan lalu Kavin mengajak Ratu untuk berkeliling daerah sekitar dengan tujuan agar Ratu tahu sekalian mengajak Ratu jalan-jalan sore. Setelah mereka berdua capek kemudian mereka pulang kerumah.


*****


Kavin dan Ratu sampai rumah pada malam hari, sejujurnya tubuh Ratu sangat pegal semua. Apalagi baru tadi siang mereka sampai rumah dan langsung keluar lagi sampai malam. Kavin mengeluarkan barang belanjaan mereka dari bagasi mobil, sedangkan Ratu membuka pintu rumah dan langsung masuk tanpa membantu Kavin sama sekali.


Ratu masuk langsung menuju ke kamar tidur mereka. Ia duduk di depan meja rias lalu membersihkan makeup dari wajahnya. Kemudian Ratu langsung berjalan ke kamar mandi dan ia memutuskan untuk berendam air hangat untuk merilekskan tubuhnya yang pegal seharian ini. Ketika sedang berendam, Ratu teringat kembali saat Kavin memberikannya hadiah rumah. Tanpa sadar ia tersenyum sendiri. 'Thankyou ya Vin, kamu selalu bisa buat aku senang.' Batin Ratu.


Ratu kembali untuk memejamkan matanya kembali, lalu entah mengapa ingatan tentang Dimas tadi siang muncul lagi didalam ingatannya, yang sontak membuat Ratu mendadak menjadi sangat emosi. Ratu kembali lagi untuk menbuka matanya. "Kenapa malah gue kepikiran tuh orang sih?" Cetus Ratu dengan kesal.


Setelah merasa cukup lama untuk berendam, akhirnya Ratu memutuskan untuk menyudahinya. Ratu langsung memakai handuk lalu segera keluar dari kamar mandinya. Ratu langsung membuka tasnya yang masih tersusun rapi semua pakaiannya yang belum sempat untuk Ratu menyusunin semua pakaiannya didalam lemarinya itu.


Kemudian Ratu mengambil piyama tidurnya dengan asal saja lalu segera mengenakannya. Setelah merasa dirinya sudah wangi dan terlihat cantik, Ratu akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan bergegas melihat Kavin kembali.


"Sayang..." Panggil Ratu sambil terus berjalan.


"Kavin dimana sih?" Ucap Ratu yang merasa kesal karena tidak digubris oleh Kavin.


Setelah mengetahui keberadaan sang suami tercinta, Ratu langsung bergegas untuk menghampiri Ratu kembali. "Ternyata kamu disini sayang." Ucap Ratu dengan manja.


"Iya habisnya aku tau kamu pasti capek banget sayang, makanya aku bantuin kamu untuk menyusun semua barang belanjaan kita ini lalu menyusul kamu ke kamar. Kenapa kamu malah keluar? Aku kirain kamu udah beristirahat sayang." Ucap Kavin sambil terus menatap barang belanjaan mereka yang sangat banyaknya itu.


"Duh baiknya suamiku ini, aku gak mungkin dong membiarkan kamu sendirian sibuk begini sayang. aku memang berencana untuk menyusun barang belanjaan kita kok. Hanya saja aku ingin mandi dan berganti pakaian terlebih dahulu." Ucap Ratu sambil membantu Kavin.


"Gak usah sayang, kamu mendingan duduk manis aja disana ya, lagian aku udah mau selesai kok ini." Ucap Kavin.


"Istri macam apa aku ini yang membiarkan suamiku sibuk sendiri? Lagian ini harusnya aku yang lakukan sayang." Ucap Ratu yang masih berkeras untuk membantu Kavin.


"Ratu....." Panggil Kavin.


"Ya Kavin..." Jawab Ratu tanpa merasa bersalah.


"Kamu duduk aja sayang, beneran deh aku gapapa membereskan semuanya sendirian aja." Ucap Kavin.


"Gak Vin, aku mau bantuin kamu." Ucap Ratu tetap keras kepala.


Kavin yang merasa sangat geram akhirnya meletakkan semua barang belanjaan mereka dengan sangat cepat lalu segera menggendong Ratu, sontak saja membuat Ratu begitu terkejut karena perlakuan sang suaminya itu.


"Kavin....kamu apaan sih?" Protes Ratu.


"Ini hukuman untuk kamu karena kamu tidak mau mendengarkan perkataanku barusan sayang." Jawab Kavin sambil bermain mata dan tersenyum.


"Ih apaan sih Vin, turunin aku...!"


Akan tetapi Kavin tidak menggubris ucapan Ratu barusan, Kavin hanya terus berjalan membawa Ratu saja.


"KAVINNNN....!!" Teriak Ratu sambil memukul - mukul lengan Kavin.


Kavin terus berjalan membawa Ratu kedalam kamar mereka berdua, sesampainya didalam kamar, Kavin berjalan kembali kedalam kamar mandi lalu dengan tangan yang sangat kesusahan akhirnya membuka pintu kamar mandinya juga.


"Vin...turunin aku dong sayang." Ucap Ratu berusaha untuk merayu sang suami.


"Sabar dong sayang, pasti akan aku turunin kamu."


"Vin...Vin.. kenapa kamu malah bawa aku ke kamar mandi sayang? Aku udah mandi lho!" Ucap Ratu yang masih belum mengerti kenapa sang suami membawanya ke kamar mandi.


Setelah masuk kedalam kamar mandi kemudian Kavin langsung mengunci pintu kamar mandi.


"Aku mau mandi." Ucap Kavin.


"Ya udah kalau gitu aku keluar ya." Ucap Ratu berusaha untuk keluar dari sana dengan cepat, akan tetapi Ratu terlambat karena Kavin dengan cepat menahan lengannya Ratu.


"Aku bilang aku mau mandi." Kavin mengulangi perkataannya kembali.


Seketika pipi Ratu memerah karena merasa malu.


"Ya udah kamu mandi, aku mau keluar." Jawab Ratu dengan salah tingkah.


Kavin mendekat dan mulai mendekat terus kepada Ratu, Ratu berusaha untuk menghindar dengan berjalan mundur, Kavin mengikutinya dengan berjalan terus menuju ke Ratu, sampai pada akhirnya Ratu tidak dapat berjalan mundur lagi dikarenakan Ratu sudah berada diujung tembok.


Kavin yang merasa senang melihat sang istri yang salah tingkah dan malu - malu seperti itu, akhirnya semakin mendekat lalu berbisik kepada Ratu, "Kenapa kamu merasa semalu ini dengan suami kamu sendiri sayang?" Goda Kavin.


"Gak...gaaak kok Vin." Ucap Ratu.


Kavin tertawa penuh kemenangan.


Ratu yang sadar telah digoda dan dijahilin sang suami akhirnya mendorong tubuh Sang suami dengan keras lalu segera berlari keluar dari kamar mandi dengan sangat cepat.


Kavin hanya menggeleng - gelengkan kepalanya saja melihat sang istri merasa sangat malu seperti itu.


"Ratu...Ratu...! Kamu tau gak sih kalau sikap kamu itu imut sekali, aku malah semakin gemas dan geram sama kamu." Ucap Kavin lalu akhirnya memutuskan untuk membuka pakaiannya dengan cepat dan bergegas mandi.


Sedangkan diluar kamar mandi, Ratu yang masih merasa malu - malu dan merasakan suhu tubuhnya yang telah berubah menjadi sangat panas, Ratu kemudian menyetel suhu AC nya agar semakin dingin lagi, akan tetapi dia tetap merasakan panas, Ratu terus saja berjalan mondar mandir dikamarnya.


"Ceklek."


Saat Ratu mendengarkan kalau ada suara pintu yang terbuka, Ratu merasa begitu kaget saat melihat Kavin keluar dari kamar mandi dan hanya memakai balutan handuk dipinggangnya saja lalu berjalan menuju dirinya sambil tersenyum.


Tanpa berkedip sama sekali Ratu malah menikmati pemandangan yang ada didepan matanya itu, tanpa sadar Ratu menelan salivanya sendiri. Tubuh Kavin mampu untuk menghipnotis Ratu. 'Kavin ganteng banget.' Batin Ratu tanpa sadar.


"Ehemmm...sayang, udah liatinnya?" Goda Kavin.


"Apaan sih Vin, udah aku ngantuk mau tidur." Ucap Ratu yang sudah sangat malu lalu segera menutup dirinya sendiri.


Akan tetapi Kavin dengan cepat menahan tubuh Ratu, "Sayang kamu kok jadi sangat pemalu seperti ini sih?" Ucap Kavin.


Akan tetapi Ratu berhasil menarik dirinya lalu segera tiduran dan menarik selimutnya dengan cepat, "Aku ngantuk Vin." Ucap Ratu dengan perasaan malunya.


Kavin hanya mengeleng dan tersenyum penuh kemenangan menatap Ratu yang semakin salah tingkah seperti itu.


'Apa Kavin marah dan kecewa ya sama aku? Kok dia tidak berkata apapun lagi sih? Biarin aja deh, lagian salah sendiri kenapa terus saja menggoda aku?' Pikir Ratu didalam selimut.


Akan tetapi karena masih penasaran dengan Kavin, akhirnya Ratu memutuskan untuk mengintip Kavin, baru saja Ratu membuka selimutnya sedikit, Ratu sudah membelalakkan kedua matanya dengan sempurna karena menatap Kavin yang duduk diatas tempat tidur yang belum mengenakan pakaian tidurnya.


"Aaaaarrgghh! Kavin kamu apaan sih, cepat pakai pakaian tidur kamu sana." Ucap Ratu sambil kembali menutupi wajahnya.


"Apaan sih sayang teriak - teriak begitu, aku tidak tau pakaian tidur aku dimana, bukannya seharusnya kamu yang menyediakannya ya?" Ucap Kavin.


'Kavin sepertinya sangat sengaja deh melakukan ini semua! Awas kamu ya Vin.' Gerutu Ratu.


"Oke..oke!"


Ratu akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya itu lalu segera mencari tasnya Kavin, setelah berhasil menemukannya Ratu segera mencari pakaian tidur sang suami.


"Ini..! Cepat pakai." Ucap Ratu lalu segera naik kembali keatas ranjangnya.


"Sayang kamu pasti sengaja kan sedari tadi?" Tanya Ratu.


"Sengaja apa?"


"Iya kamu terus godain aku!" Ucap Ratu.


"Ihh siapa juga yang godain kamu. Ge-er banget kamu itu." Ucap Kavin langsung mengenakan piyama tidurnya dengan cepat.


"Iya aku yakin banget kalau kamu pasti sengaja kan terus menerus untuk menggoda aku sayang."


"Ya ampun Ratu, aku gak mungkin sengaja lah. Atau jangan bilang kalau kamu yang berpikiran yang aneh - aneh ya?" Goda Kavin.


"Eng...enggak kok." Jawab Ratu terbata - bata.


"Tuh kan kamu bohong, lihat tuh pipi kamu sudah merona banget." Goda Kavin lagi dan lagi.


"Kavin aku bilang enggak ya enggak, udah ah aku mau tidur aja. Kamu ngeselin banget tau gak sih sayang." Omel Ratu lalu membelakangi Kavin.


Kavin yang sudah selesai mengenakan piyama tidurnya akhirnya naik keatas ranjang mereka lalu dengan gerakan cepat langsung memeluk pinggang Ratu dari belakang.


"Aku tau kok kalau kamu malu sayang, kamu malam ini menggemaskan banget sih sayang, tapi sayangnya aku harus bersabar lagi. Malam ini aku akan membebaskan kamu sayang, Good Night Ratuku." Bisik Kavin sambil mencium punggung Ratu dengan perlahan.


Ratu hanya tersenyum malu saja lalu akhirnya Ratu mulai memejamkan matanya. Ratu dan Kavin akhirnya tertidur dengan sangat pulasnya. Kegiatan mereka hari ini sudah membuat keduanya merasa bergitu lelah.


*****


Keesokan harinya, Ratu bangun pagi untuk membuatkan sarapan. Ia membuat roti bakar isi coklat serta menggoreng omlete dan kentang, tak lupa ia membuat susu hangat kesukaan Kavin. Setelah siap ia hidangkan di meja makan kemudian ia membangunkan Kavin. Sebenarnya Kavin masih sangat ngantuk tapi ia tidak mau membuat Ratu marah. Akhirnya Kavinpun bangun, ia masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.


Kavin menghampiri Ratu yang menunggunya untuk sarapan bareng.


"Kamu yang masak semua ini sayang ?" Tanya Kavin.


Kemudian Kavin memakan omlete dan kentang goreng.


"Iya sayang. Kamu suka gak ?" Tanya Ratu.


"Suka sayang. Makasih udah siapin sarapan sayang. Padahal aku tahu kamu masih capek." Ucap Kavin.


"Kan udah kewajiban aku sebagai istri kamu sayang. Jadi mulai sekarang aku akan menyiapkan semua kebutuhan kamu. Lagian kan aku udah belajar masak sama mama kemarin."


Ratu memakan roti bakar dan meminum susu hangat buatannya.


"Iya sayang. Aku juga akan belajar menjadi suami yang menyenangkan kamu nantinya." Kavin mengedipkan matanya kepada Ratu.


"Itu tulus apa cuma gombal sayang?" Tanya Ratu.


"Tulus dong sayang." Ucap Kavin.


"Habisnya kalau seorang playboy yang ngomong aku kok ragu ya." Ledek Ratu sambil tertawa.


"Tuh kan kamu gak percayaan sama suami sendiri. Harusnya kamu aminkan sayang."


"Ya udah deh iya... Aminnn." Ucap Ratu.


Kavin dan Ratu menghabiskan sarapan, kemudian Ratu mencuci piring dan menyiram tanaman di samping rumah. Sedangkan Kavin sibuk menonton tv.


Ratu berencana mengajak pembantu yang udah ia anggap sebagai keluarga sendiri untuk tinggal bersama dirumah baru. Kavin menyetujui keputusan Ratu. Ia hanya ingin Ratu bahagia. Mereka sepakat akan menjemput bibinya itu sore ini. Tapi sebelum itu, Ratu menghubungi mamanya.


"Halo Ma." Sapa Ratu.


"Halo juga sayang. Apa kabar kamu dan Kavin?" Tanya Mama.


"Baik kok Ma, Mama sama Papa gimana ?" Tanya Ratu.


"Baik juga sayang. Oh iya Mama dan Papa akan pulang  ke Bandung satu minggu lagi sayang. Mau istirahat dulu disini, masih capek habis acara kamu kemarin." Ucap Mama.


"Iya Ma jangan lupa jaga kesehatan. Nanti Ratu panggilkan tukang pijat untuk Mama  sama Papa ya."


"Boleh sayang. Kebetulan badan Papa sama Mama pegal semua."


"Oke kalau gitu aku suruh sekarang tukang pijatnya datang ya." Ucap Ratu.


"Ok sayang. Mama tunggu ya. Makasih ya sayang." Ucap Mama


"Iya Ma. Ya udah deh Ratu hubungi dulu ya. Ntar Ratu kabari lagi, Bye Ma."


"Bye juga sayang". Ucap Mama kemudian mengakhiri panggilan teleponnya.


'Kalau gitu nanti saja sepulang Mama Papa ke Bandung aja baru gue sama Kavin jemput Bibi.' Batin Ratu.


Setelah itu Ratu menghubungi tukang pijat dan menyuruhnya datang. Ratu menghampiri Kavin untuk membatalkan niatnya sore ini menjemput Bibi. Tapi sore ini mereka tetap pergi kerumah lamanya untuk mengunjungi Papa Mamanya.


*****


Mama dan Papa Ratu merasa lebih enakan setelah dipijat. Mereka sedang berbincang-bincang dikagetkan dengan suara bel rumah.


"Siapa ya pa yang datang?" Tanya Mama.


"Ya Mana Papa tahu Ma." Ucap Papa.


Bibi memberitahukan bahwa Non Ratu dan Den Kavin berada di depan.


Papa Mama Ratu langsung menghampiri dan menyambut kehadiran Putri dan menantunya itu. Ratu langsung memeluk kedua orangtuanya itu sedangkan Kavin menyalami kedua mertuanya itu. Tak lupa Kavin memberikan cake dan buah yang mereka beli. Kemudian mereka berbincang-bincang sebentar.


"Gimana badan Mama dan Papa setelah dipijat?" Tanya Ratu.


"Lebih enakan sayang. Makasih sayang udah panggilin tukang pijat." Ucap Mama.


"Badan Papa juga jadi lebih baik gak sepegel sebelumnya." Ucap Papa.


"Baguslah kalau begitu. Ratu ikut senang mendengarnya. Yang penting Papa sama Mama sudah tidak capek-capek lagi ."


"Iya sayang kamu gak perlu khawatir, Papa sama Mama pasti akan jaga kesehatan. Oh iya !! Apa rencana kamu dan Kavin sekarang?" Tanya Mamanya.


"Rencananya 3 hari lagi Kavin akan mengajak Ratu untuk pergi honeymoon." Jawab Kavin sambil melirik kearah Ratu.


"Emang iya sayang? Kamu kok gak bilang sama aku ?" Tanya Ratu yang masih bingung.


"Iya benar sayang. Sebenarnya itu kado dari Papa Mama aku untuk kita honeymoon." Jelas Kavin.


"Oohhh gitu. Baiknya Papa Mama sampai kasih kita kado liburan." Ucap Ratu.


"Iya sayang. Sebenarnya aku mau bilangnya nanti aja ke kamu. Jadi kamu udah bisa pikirin untuk memperpanjang cuti di kantor. Kita akan honeymoon selama 1 minggu disana.


"Ok sayang nanti aku atur jadwal deh."


Setelah itu Kavin memberitahu mertuanya untuk membantu mereka membuat acara pembukaan rumah baru yang mereka tempati sekarang. Sekalian Kavin ingin menunjukkan kepada kedua mertuanya itu design rumah baru mereka. Tentu saja kedua mertuanya itu akan membantu mempersiapkan semuanya. Banyak hal yamg mereka bahas dari konsep, makanan, minuman, dll. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat acara barbeque yang hanya akan mengundang teman dekat dan keluarga saja. Ratu punya ide untuk menyewa jasa yang bekerja menyiapkan peralatan, kursi dan meja, memasak, serta menghidangkan dengan tujuan mempermudah semua acara. Kavin setuju dengan ide Ratu.


*****


Gimana gimana? Masih mau dilanjut lagi? hayo siapa yang masih ingin dilanjutkan lagi nih?


Kavin dan Ratu benar - benar gemesin banget gak sih? Heheh


Gitu kali ya pengantin baru...masih malu - malu...


Siapa yang setuju dengan author? Kalau begitu jangan lupa berikan like, komentarnya ya! Bagi yang ingin bergabung ke grup author, author akan menyambut kalian semuanya yaa! Ayo tunggu apalagi?


Happy Reading Guys!