
Kavin masih sibuk mengetik laporan di laptopnya, masih sebagian berkas yang sudah tersusun rapi di meja kerjanya. Cuti panjang membuatnya harus ektstra mengurus berbagai hal. Sebenarnya sudah banyak laporan kerja yang dikerjakan Putri. Tetapi tetap segala sesuatu harus dia yang mengambil alih tanggung jawab, bagaimanapun semua proyek dan berkas selama dia cuti membutuhkan tanda tangan persetujuannya. Dia harus membaca, mengerti maupun mempelajari isi laporan yang dibuat oleh karyawan-karyawannya.
Kavin berusaha setenang mungkin mengerjakan semuanya. Dia tidak ingin gegabah dalam hal mengambil keputusan. Beberapa berkas ada yang tersusun rapi ada juga yang terlihat berantkan dimana-mana. Ada yang diatas meja, ada juga berkas diatas kursi maupun ditempat printer miliknya.
Tidak terasa semakin larut malam saja, Kavin terlihat sangat lelah. Terlihat dari raut wajahnya yang sudah sangat lesuh serta matanya yang semakin kecil menatap laptop. Berulang kali ia mencuci muka untuk menyegarkan kembali wajahnya tapi sia-sia. Rasa kantuk yang luar biasa sudah ia rasakan. Dia mencoba memejamkan matanya untuk beristirahat sebentar. Niat hati untuk beristirahat sebentar tapi malah ia tertidur dengan lelapnya.
Setelah beberapa jam kemudian, Kavin tersentak dan mulai tersadar. Ia terlihat kaget saat menatap jam di tangannya...
'Shiittt...Udah jam 12 malam aja, jadi gue ketiduran selama 2 jam disini. Ratu pasti khawatir banget. Gue harus buru-buru pulang nih.'Bati Kavin
Kavin terlihat panik, dia menyusun rapi semua berkas kemudian mematikan laptop. Tak lupa ia mencuci mukanya kembali biar kembali fresh, dari pantulan cermin sangat jelas dia terlihat sangat berantakan. Dia merapikan baju serta dasinya. Setelah itu ia mengambil tas ...
Kavin mempercepat langkahnya.. sampai di parkiran ia segera mengendarai mobil.
Di sepanjang perjalanan, Kavin memutar musik di mobilnya agar tidak bosan. Sesekali dia juga ikut bernyanyi serta menggerakkan jarinya berulang kali pada setir mobil.
'Gue rasa sekarang Ratu udah tidur nyenyak. 'Batin Kavin.
Sampainya didepan rumah, Kavin yang sudah tahu akan lembur ...sudah membawa kunci cadangan dengan tujuan agar tidak menganggu Ratu kalau dia pulang larut malam seperti sekarang. Ia membuka pagar kemudian memsukkan mobil kedalam garasi.
Kemudian saat membuka pintu, Kavin ingin segera masuk kedalam kamar tidur, langkahnya terhenti saat menatap layar tv yang masih menyala. Kavin mengambil remote dan segera menekan tombol merah diremote tersebut. Saat berbalik badan, ia sangat terkejut mendapati Ratu ketiduran diruang tv. Terlihat Ratu tiduran di kursi memakai bantal dan selimut. Hampir saja Kavin teriak karena kagetnya. Dia memegangi dadanya serta mengelusnya perlahan. 'Astaga buat kaget aja !!!.Lagian kenapa Ratu malah tiduran disini sih. 'Batin Kavin.
Kavin mengelus lembut pipi istinya itu. Ratu perlahan membuka matanya karena dia merasa pipinya disentuh seseorang. Ratu yang masih ngantuk berusaha membuka matanya dengan perlahan. Dengan mata yang terbuka sedikit ia melihat kehadiran Kavin tepat disampingnya.
"Kamu udah pulang sayang?" Tanya Ratu.
"Iya sayang. Kamu kenapa malah tidur disini sayang ?" Mengelus rambut Ratu dengan lembut.
"Aku sengaja tidur disini untuk nungguin kamu..."
"Ya ampun sayang, lain kali kamu gak usah nungguin aku pulang kerja. Kamu langsung istirahat aja di kamar sayang."
"Aku gak janji sayang. Aku tetap akan nungguin kamu pulang biar aku tahu kamu pulang jam berapa."
"Ya udah terserah kamu aja sayang."
"Oh iya ! kamu udah makan malam sayang ? Atau kamu mau minum teh hangat biar aku siapin."
"Gak usah sayang, udah malam juga. Lagian juga aku udah makan kok. Sekarang kamu pindah tidur ya."
"Iya sayang."
Ratu yang masih ngantuk berjalan sambil menyender di lengannya Kavin dengan manja. Kavin merasa senang dengan tingkah manja istrinya itu. Kavin juga yang membawa selimut sekaligus bantal. Sampainya di kmar, Ratu langsung merebahkan dirinya ke tempat tidurnya yang empuk. Sedangkan Kavin menyelimuti istrinya itu.
"Makasih ya sayang udah mau nungguin aku. Jadi makin sayang deh sama kamu."kavin mencium kening istrinya dengan mesra.
"Iya sama-sama sayang. Kamu jangan terlalu diporsir banget kerjanya, ntar kalau kamu kecapekan bisa sakit lo."
"Aku usahakan ya sayang. Aku gak bisa janji karena banyak banget kerjaan yang sudah menumpuk. Semoga kamu bisa mengerti ya sayang."
"Iya sayang aku akan coba ngertiin kamu. Kamu bersih-bersih sana terus tidur.."Dorong Ratu perlahan.
"Ok sayang. Kamu lanjut tidur gih. Good Night Ratuku..."
"Good Night too my Kavin."
Ratu memeluk guling dengan erat kemudian memejamkan matanya kembali. Sedangkan Kavin membersihkan dirinya dan tak lupa mengganti baju kemudian merebahkan tubunh ketempat tidur. Kavin mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur. Sekilas ia melihat Ratu yang sudah tertidur pulas. Sebelum tidur, Kavin memandangi wajah istrinya sampai akhirnya ia terlelap.
*****
Keesokan harinya,
Ratu sudah memakai dress kantor warna biru dongker diatas lutut yang membuat tampilannya terlihat sexy. Gaya rambut yang hanya dirapikan dengan catokan rambut. Dipadukan dengan makeup simple dan sederhana tentunya. Kavin baru siap mandi langsung menghampiri Ratu.
"Sayang, kamu mau kemana ?" Tanya Kavin.
"Hari ini aku mulai masuk kantor sayang. Maaf aku lupa bilang...! Oh iya sarapan udah aku siapin dibawah. Kamu cepat siap-siap deh sayang biar kita bisa sarapan bareng."Ratu berdiri sambil menepuk bahu Kavin.
Kavin menatap Ratu dari atas sampai bawah. Tanpa menjawab pertanyaan Ratu...
"Kamu ke kantor pakai baju seperti ini sayang ? Lebih baik kamu ganti pakai baju yang lain deh."
"Iya ini kan dress untuk ke kantor sayang. Kenapa emang sama baju aku?"
"Aku suruh ganti ya ganti ! Aku gak suka lihat kamu pakai baju seperti ini."
"Apaan sih vin. Alasannya apa kamu gak suka? Kan gak ada yang salah sama baju aku."Protes Ratu.
"Kamu lihat sperti apa kamu dari cermin."Kavin membalikkan tubuh Ratu menghadap kedepan cermin.
"Bagus aja kok vin...cantik juga dress nya aku pakai."
Kavin menepuk keningnya.
"Astaga !!! Masak kamu gak paham juga maksud aku."
"Makanya kamu jelasin biar aku ngerti vin. Udah deh bagusan aku mau turun duluan aja kalau kamu belum siap juga."
Kavin mencegah Ratu pergi dan menarik kasar tangan Ratu.
"Ratu !!! Kamu itu kelihatan sexy banget pakai baju itu. Aku gak izinin kamu pakai baju seperti itu ke kantor. Aku juga gak suka kalau orang lain bisa lihat bentuk tubuh kamu. Baju itu terlalu ketat... "
"Ya ampun sayang. Baju ini itu baru aku beli dan belum pernah aku pakai sama sekali."
"Jadi kamu lebih sayang sama baju dibandingkan sama aku?"
"Bukan gitu sayang. Mubazir tau !!!"
"Aku bisa belikan kamu banyak baju yang lebih bagus daripada baju itu. Baju itu memang bagus kamu pakai tapi hanya aku yang boleh lihat."
"Suamiku posesif banget !!!"
"Aku juga begini untuk kebaikan kamu sayang."
"Iya bawel banget kamu pagi-pagi. Ya udah kalau gitu aku ganti baju dulu. Kamu juga cepetan siap-siap kalau gak aku tinggal kebawah"
Kavin buru-buru memakai kemeja serta celana hitam....
"Ok sayang. Makasih udah dengarin aku."
"Iya sayang."
Ratu mengganti memakai dress selutut dan tidak seketat dress sebelumnya. Ratu melihat Kavin kesusahan memakai dasi kemudian menghampirinya....
"Sini aku bantu kamu pakai dasi." Mengambil dasi serta membentuk dasi dengan serius.
Kavin malah iseng melihatin istrinya yang lagi serius memakaikannya dasi.
"Cantik banget nih istri aku." Puji Kavin.
Ratu yang lagi serius sampai hilang konsentrasi dibuat Ratu.
"Kavin !!! Aku lagi serius ini jangan diganggu dulu biar cepat selesai."Teriak Ratu.
"Aku kan lagi mandangin kecantikan istri aku sendiri sih."
"Ok udah... ayok buruan ntar kamu telat lo vin."
"Buru-buru amat sih sayang."
Tanpa menghiraukan perkataan Kavin, Ratu menarik tangan Kavin untuk mempercepat langkahnya.
Setelah mereka sarapan, mereka berjalan beriringan sampai depan rumah.
"Kamu hati-hati ya sayang. Jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya." Ucap Ratu.
"Kamu juga hati-hati sayang. Jangan lupa kabarin aku kalau sudah sampai kantor."Ucap Kavin.
Sebelum berpisah mobil, Ratu mencium pipi Kavin...
"Ciumnya yang lamaan dong sayang."Goda Kavin.
"Dasar kamu !!! Udah ya sayang. Bye ."Ucap Ratu.
"Bye juga sayang."Kavin melambai tangan yang dibalas lambaian oleh Ratu dengan senyuman.
Mereka berpisah dengan mobil masing-masing untuk pergi ke kantor. Ratu menolak pergi bareng dengan suaminya dengan alasan berbeda arah. Sebenarnya Kavin memaksa tetapi Ratu mampu meyakinkan suaminya.
*****
Sampainya di kantor , Tak lupa Ratu mengirim pesan kepada suaminya...
Ratu :
Aku udah sampek kantor ya sayang.
Kavin :
Iya sayang. Selamat mulai bekerja kembali Ratuku..
Ratu :
Kamu juga selamat bekerja sayang.
Kavin :
Ok. I Love you <3
Ratu :
I Love You too My Kavin <3
Tanpa menunda lagi, Ratu langsung menyuruh sekretarisnya untuk masuk keruangannya. Dengan tujuan untuk menjelaskan secara terperinci serta memberikan laporan saat dia cuti kemarin. Selama Ratu tidak masuk, semua hal ia percayakan kepada sekretarisnya bernama Tika. Ratu hanya mengecek ulang semua pekerjaan...
Sedabgjan disiisi lain, Kavin membaca satu-persatu berkas kemudian menandatanginya
"Tok Tok Tok!"
"Masuk." Ucap Kavin.
Putri memberikan beberapa dokumen yang harus ditandatangani. Tanpa melihat langsung kearah sekretarisnya, Kavin menyuruh Putri untuk kembali ke tempat duduknya karena Kavin akan membaca dokumen itu nanti. Sebenarnya saat ini Putri ingin menanyakan sesuatu tapi ia ragu karena melihat kalau bos nya sangat sibuk. 'Nanti aja deh gue bicarain ke pak Kavin. Gue takut malah jadi ganggu konsentrasinya lagi.'Batin Putri.
Ia segera keluar ruangan dan kembali mengerjakan pekerjaannya.
Selesai Kavin menandatangani semua berkas yang ada di mejanya, ia menelpon Putri untuk segera masuk mengambil kembali berkas tersebut...
"Tok Tok Tok!"
"Masuk..."Ucap Kavin.
Putri mengambil kembali semua berkas yang sudah ditandatangani oleh bos nya.
"Pak Kavin ...maaf ganggu sebentar."Ucap Putri
Kavin melihat kearah Putri.
"Ada apa put?"Tanya Kavin.
"Gini pak, tadi pagi klien kita yang bernama Pak Angga menghubungi untuk mempercepat meetingnya. Bapak udah pikirkan selama 2 minggu akan pergi keluar kota atau tidak?"
"Kapan jadwal keberangkatannya put ? Dan pertemuannya akan diadakan di kota apa ?"
"Jadwalnya masih ada 2 hari lagi pak. Pertemuannya diadakan di Bali pak."
"Pertemuannya tidak bisa diwakilkan sama sekali?"Tanya Kavin memastikan.
"Tidak bisa pak... Dari peusahaan Pak Angga ingin ketemu langsung sama bapak."
'Kan gue belum ceritain hal ini ke Ratu. Ntar malam gue harus izin ke dia. Kalau gitu gue akan kasih keputusannya besok.' Batin Kavin
"Mmmm...begitu. kalau gitu besok akan saya kabari keputusannya ke kamu."
"Baik pak." Kemudian Putri melangkah keluar ruangan.
*****
Semenja menikah, Ratu memutuskan pulang kerja lebih awal. Setidaknya ia bisa mempersiapkan makan malam buat suaminya. Ia tidak ingin menjadi wanita yang gila bekerja tanpa memikirkan keluarganya. Semua hal itu sudah lama ia pikirkan matang-matang. Ada untungnya juga ia menjadi pimpinan perusahaan. Salah satunya dia bisa mengatur jadwalnya sendiri.
Malam ini Ratu memasak ketang goreng; steak daging serta membuat saos barbeque: buncis dan wortel hanya ia rebus sebagai pelengkap. Tak lupa ia menghidangkan makanan tersebut keatas meja makan. Bi Ina hanya ia suruh untuk membuat jus mangga serta memotong beberapa buah saja. Selesai masak, Ratu masuk ke kamar untuk mandi. Selang 10 menit, Kavin pulang dan langsung mencari Ratu ke kamar.
Ceklek
Kavin melihat istrinya sedang duduk didepan cermin lagi mengikat rambutnya. Ratu menyapa hangat suaminya serta meletakkan tas kerja Kavin ke kursi yang ada didalam kamar.
"Sayang..."Sapa Ratu kemudian langsung memeluk hangat Kavin.
"Kangen ya sama aku?."Goda Kavin.
"Gak kok. Aku cuman pengen peluk kamu aja sayang."Ucap Ratu.
"Oh jadi gitu."Ucap Kavin ngambek.
"Apaan sih sayang pakai ngambek segala. Kan udah aku peluk juga. Kalau gitu aku lepas aja deh pelukannya."Ancam Ratu.
"Jangan dong sayang."Kavin memperserat pelukannya.
"Habisnya kamu ngambekan mulu. Oh iya !!! Kamu cepetan mandi gih sana sayang. Aku udah masakin kamu makan malam. Ntar keburu dingin..."
"Kamu masak sayang? Emang kamu pulang kerja jam berapa ?"Tanya Kavin.
"Karena sekarang kita udah menikah jadi aku putuskan untuk pulang kerja lebih awal. Aku ingin belajar menjadi istri yang baik buat kamu."
"Baiknya istri aku ini. Makasih ya sayang kamu udah mencoba menjadi istri yang baik buat aku. Terharu aku dengarnya..."membelai lembut pipi Ratu.
"Sama-sama sayang. Kamu cepetan mandi , aku tunggu kamu di meja makan."
"Bentara lagi dong, Aku masih pengen kamu peluk."Ucap Kavin manja.
"Apaan sih vin. Jangan manja deh kamu. Ntar makanannya keburu dingin."
"Kan manja sama istri sendiri gak ada salahnya."
"Ya udah aku kasih kamu waktu 2 menit untuk meluk."
"Gitu dong. Aku kangen seharian gak lihat kamu sayang..."Ucap Kavin.
2 menit kemudian...
"Ok udah 2 menit. Aku tunggu kamu dibawah ya."Ucap Ratu.
"Ok sayang." Kavin membersihkan diri dengan cepat dan memakai pakaian santai untuk dirumah.
Kavin melahap makanan yang Ratu masak. Ini merupakan moment makan malam pertama bagi mereka berdua setelah honeymoon kemarin. Setelah makan, Kavin meminum jus serta makan beberapa buah.
Kavin teringat untuk meminta izin kepada Ratu malam ini.
Kavin megajak Ratu untuk duduk disamping rumah untuk menikmati pemandangan taman mini pada malam hari. Taman mini tersebut terdapat jenis tanaman. Sinar terang lampu taman minimalis membuat taman tampak hidup..
"Sayang? Ada yang mau aku bilang ke kamu."Ucap Kavin.
"Iya kenapa sih sayang?. Kok mendadak jadi serius banget gini."Ucap Ratu menatap serius kearah suaminya.
"Aku mau minta izin ke kamu. Tapi janji kamu jangan marah."
"Tergantung tentang apa dulu vin. Sebenarnya kamu mau bilang apa sih? Jangan buat aku penasaran begini."
"Kamu janji dulu deh sama aku sayang."
"Aku gak bisa janji kalau belum tahu kamu mau bilang apaan."
Sebelum bicara Kavin menarik nafas panjang.
"Aku minta izin keluar kota selama 2 minggu. Boleh gak ?"
"Emang kamu mau ngapain Vin?"
"Kamu dengerin dulu... dari kantor itu dapat kerja sama proyek tapi pertemuannya diadakan diluar kota selama 2 minggu. Terus pimpinannya minta ketemu sama aku langsung kalau gak ...dia akan batalin kerja sama perusahaan. Sebenarnya aku udah berusaha untuk diwakilkan aja, karena aku gak tega ninggalin kamu sendirian dirumah. Tapi tetap gak bisa. Aku bingung banget harus gimana. Menurut kamu gimana sayang ?"
"Ouh gitu... gimana ya vin." Ucap Ratu pura-pura mikir. Sebenarnya Ratu udah pasti akan mengizinkan tapi ia hanya ingin melihat ekspresi suaminya.
Kavin melihat ekspresi Ratu menjadi cemberut membuatnya tidak tega.
"Tuh kan kamu aja sampek mikir begitu. Ya udah kalau kamu gak izin aku gak akan pergi"
"Kapan kamu berangkat?"
"2 hari lagi, tapi mereka masih menunggu keputusan dari aku besok besok."
"Ya...aku gak bisa sendirian dong vin dirumah sebesar ini. Lebih tepatnya cuman berdua sama Bi Ina."
Kata-kata Ratu membuat Kavin langsung down seketika.
"Iya makanya aku gak akan pergi. Aku juga gak akan tega biarin kamu sendiri apalagi kita baru menikah."
"Kamu deh kalau jadi aku gimana ? Emang kamu akan kasih aku pergi selama 2 minggu?"Tanya Ratu.
Kavin berfikir sejenak saat Ratu membalikkan pertanyaan.
"Udah pasti aku juga gak akan izinin kamu."
"Tuh kan kamu sendiri aja jawabnya sama dengan aku. Terus menurut kamu, aku istri yang egois gak?"
"Gak kok sayang. Aku juga ngerti kalau ada diposisi kamu."
Ratu menahan tawa melihat Kavin yang down begitu.
"Tapi karena aku gak tega melihat kamu seperti ini.. Aku akan izinin kamu pergi keluar kota selama 2 minggu." Ratu masih dengan raut muka yang serius.
Kavin melihat kearah Ratu yang serius, "Aku udah putuskan kalau tidak jadi pergi. Aku lebih milih nemani kamu dirumah." Ucap Kavin.
"Kamu boleh pergi kok Vin, tapi ada syaratnya." Ucap Ratu akhirnya.
Kavin semakin bingung saja dibuat oleh istrinya. 'Diizinin tapi pakai syarat itu sama aja gak tulus kan?'Batinya
"Apa syaratnya ?"Tanya Kavin penasaran.
"Kamu izinin Adel dan Nisa nginap dirumah, biar aku punya teman. Gimana vin ?"
'Sebenarnya Ratu serius gak sih kasih gue izin. Gue beneran bingung banget sekarang.'Batin Kavin
Ratu yang tidak tega melihat wajah suaminya yang semakin tidak bersemangat.
"Aku izinin kamu kok sayang. Daritadi aku cuman bercanda aja tau gak? Aku pengen lihat ekspresi kamu aja . Maaf ya. hehhehe .."Ratu mencubit kedua pipi kavin dengan gemasnya.
"Dasar kamu ya!!! Aku beneran takut kamu marah sayang. Tega banget sih alah ngerjain aku yang lagi serius."Ucap Kavin.
"Lagian kamu itu serius dan tegang banget daritadi. Aku gak mungkin gak izinin kalau untuk urusan kantor sayang. Kan ini semua untuk masa depan kita. Aku ngertiin kok..."Jelas Ratu.
"Makasih sayang,,, kamu udah mau ngertiin aku. Kamu serius gpp dirumah?"
"Iya gapapa kok. Rencananya aku akan mengajak Adel dan Nisa untuk tidur dirumah."
"Iya sayang. Terserah kamu aja gimana. Asalkan kamu happy aku pasti happy."
Kavin merasa sangat lega setelah mendapat izin pergi keluar kota.
"Kalau begitu sekarang kamu pilih baju yang akan kamu bawa. Biar aku bantu packing ke koper." Ratu menarik tangan suaminya.
"Kenapa mesti sekarang sayang ?"
"Kalau besok malam kan udah repot.Lebih baik malam ini aja sayang."
"Ya udah kalau begitu sayang."
Kavin hanya menuruti kemauan Ratu saja. Ia memilih beberapa kemeja, kaos, celana,dasi, dll. Tak lupa Ratu memasukkan beberapa vitamin serta segala jenis obat ke dalam koper. Yang pastinya sangat bermanfaat untuk Kavin selama disana.
"Oh iya !! Emang kamu mau pergi kemana sayang?"Tanya Ratu penasaran.
"Ke Bali sayang."Jawab Kavin.
"Enaknya kamu... Itu sih namanya kerja sekalian jalan-jalan."Ucap Ratu.
"Apa enaknya coba jalan-jalan tanpa kamu."Ucap Kavin
"Huh gombal. Udah ah kamu gombal mulu."
"Aku gak gombal sayang. Itu serius ...Kenapa sih setiap aku ngomong serius kamu gak pernah percaya sama aku?"
"Habisnya kamu playboy sih. Wajar aja aku jadi ragu. hahahha..."Tawa Ratu.
"Kan kamu juga playgirl sayang. "Ledek Kavin yang gak mau kalah.
"Udah ah aku ngantuk tau!!" Potong Ratu.
"Sama aku juga ngantuk."Ucap Kavin.
Setelah selesai packing kemudian mereka beristirahat.
*****
Pagi harinya...
Kavin memberi tahu kepada Putri kalau ia akan pergi keluar kota selama 2 minggu. Kavin menyuruh Putri untuk membeli tiket pesawat serta membooking hotel. Setelah itu, Kavin menyusun berkas-berkas yang akan ia bawa kelak. Sedangkan Ratu menghubungi kedua sahabatnya untuk menginap dirumah.
"Halo?" Sapa Adel.
"Halo beb ?Tumben pagi-pagi telepon?" Sapa Nisa.
"Iya beb, Ada apa ?" Ucap Adel
"Gue mau minta kalian untuk tidur dirumah selamaKavin keluar kota selama 2 minggu. Gimana kalian bisa gak ?" Jelas Ratu.
"Gue sih bisa banget beb, Lo tau sendiri kalau gue dirumah sendirian." Ucap Adel.
"Kalau gue sih mau beb, Tapi gue tanya bunda dulu ya.."Ucap Nisa.
"Ok kalau gitu jangan lupa kabari gue ya beb."Ucap Ratu.
"Pasti seru banget ya beb, Kita kan udah lama gak pernah tidur bertiga lagi. Jadi kangen masa-masa dulu beb. Dulu mah kita bebas...nonton drama korea seharian, masak-masak gak jelas, curhat bareng. Haduh ! gak sabar banget beb." Ucap Adel.
"Iya gue juga mau ikut Gue minta izin ke bunda dulu...semoga dikasih ya.."Ucap Nisa.
"Iya semoga beb." Ucap Ratu dan Adel bersamaan.
"Ok. Kalu gitu gue matiin telepon dulu ya. Gue mau lanjut kerja."Ucap Ratu.
"Ok beb."
Setelah telepon terputus, Nisa mengabari bundanya kalau ingin menginap dirumah Ratu dirumah selama 2 minggu. Bunda menyetujui keinginan Nisa...karena yang paling penting buat bunda adalah kebahagiaan Nisa. Nisa merasa sangat senang saat bunda mengizinkannya.
Malamnya Adel dan Nisa sibuk memeberekan baju kedalam koper. Mereka terlihat begitu antusias sekali. Mereka bertiga sangat merindukan moment kebersamaan seperti dulu. Seperti waktu sekolah yang bisa ketemu setiap hari.
Sebenarnya Ratu punya rencana buat Nisa. Ia akan memberitahu serta meminta bantuan kepada Adel untuk melancarkan rencananya tersebut. Jadi tujuan Ratu sebenarnya adalah....
*****
Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...
Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..
jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.
Terimakasih masih setia membaca novel ini.
Happy Reading guys!