
Previous Episode
"apa gak ada syarat yang lain tu?" tanya tommy seperti tidak semangat.
"gak ada! gak bisa tawar menawar juga." jawab ratu dengan penuh penegasan.
raut wajah tommy seakan berubah, yang tadinya happy langsung berubah menjadi gak semangat dan galau karena tidak mempunyai pilihan lain lagi.
*****
Tommy berkata sambil menatap wajah ratu lekat lekat "oke gue akan pergi, tapi gak sekarang, karena masih banyak pekerjaan yang harus gue selesaikan disini. mungkin sekitar 6 bulanan lagi baru gue bisa pergi kesana, tapi gue juga punya syarat."
"nah gituu dong, okee gak masalah, apaan kok pake syarat segala?" ucap ratu sambil menaikkan sebelah alisnya.
"iya gue mau pergi asalkan bareng lo!" ucap tommy dengan tersenyum.
"gue kan masih sekolah, mana bisa gue ikut lo. apaan sih tom, jangan aneh aneh deh." ucap ratu dengan sewot.
"gue gak aneh aneh kok, iya gue akan nunggu lo sampai lo tamat. kan sebenatar lagi." ucap tommy.
"gue belum tau! lagian ini kan syarat dari gue, kenapa gue harus ikutan juga. aneh deh lo tom." ucap ratu.
"iya karena gue maunya ada lo juga disana. dan lo bisa kuliah disana juga! gimana?" ucap tommy.
"hmmm, guee belum tauu dan belum kepikiran sampai sana juga." ucap ratu.
"ya udah gue gak akan maksa lo juga, tapi lo pikirin aja dulu." ucap tommy.
"oke gue pikirin dulu yaa." ucap ratu lalu tersenyum.
hari berlalu bergitu cepat, gak terasa sekarang sudah malam aja, mereka memutuskan untuk kembali kerumah, apalagi besok pagi ratu harus masuk ke sekolah.
****
sebenarnya ratu berat banget hari ini harus pergi kesekolah, apalagi dia akan bertemu dengan rama disekolah, bahkan bisa ketemu setiap hari, ya tapi mau gak mau, lagian ratu berpikir belum tentu juga mereka bakalan berada disatu kelas yang sama dengan dirinya, jadi pertemuannya masih bisa dihindari.
pagi ini tepatnya hari sabtu, ratu berjalan menuju kelasnya kemudian dikejutkan dengan kedua sahabatnya karena melihat ratu yang berjalan sambil melamun.
ya jelaslah ratu kaget setengah mati, lamunannya buyar begitu saja. spontan ratu langsung merasa kesal dengan sikap kedua sahabatnya ini. "kalian ini, kan aku jadi kaget nih, ihhh kebiasaan kalii deh!" ucap ratu sambil menatap tajam kearah adel dan nisa secara bergantian.
"habisnya lo sih beb daritadi kita perhatiin dari jauh masih pagi udah melamun aja! mikirin siapa sih?" goda adel sambil menatap jail kearah ratu.
"gak mikirin siapa siapa, cuma gue masih syok banget nih, kemarin tepatnya waktu pulang sekolah, gue dikejutkan dengan kehadiran rama!" ucap ratu.
"whaaatttt!!!!!!!" ucap adel dan nisa secara serentak.
"iyaa tu kok bisaa sih? cari masalah sama lo disini pula, apa dia gak cari mati ya!" ucap nisa geram banget.
"nah itu dia, gue juga kaget dan syok banget tau. dan katanya dia bakalan sekolah disini, horror gak tuh kalian dengarnya? gue aja sampai merinding." ucap ratu lalu tanpa sadar memeluk dirinya sendiri karena memikirkan kata kata rama kemarin.
"whaaatttt!!!!" gilaaa apaaa yaaaa, ini lebih horror lagi beb dari nonton film horror. gilaa! gilaa! gilaa! gak nyangka gue dia bakalan pindah sekolah sampai kesini." ucap adel sambil geleng geleng kepalanya merasa syok dan gak nyangka dengan ucapan ratu barusan.
"nah itu diaa, lo aja syok apalagi guee! seperti mimpi buruk dan seakan gue gak mau bangun lagi!" ucap ratu sambil menatap kedua sahabatnya.
"tapi lo tenang aja beb, dia datang sendiri berarti dia gak akan berani macam macam, kita gak akan tinggal diam beb. kita kerjain dia disini habis habisan." ucap adel geram tapi punya rencana untuk ngerjain rama.
"gimana caranya? udah deh jangan aneh aneh, kita juga gak boleh seperti mereka berdua. tuh udah bell. gue masuk kelas ya sampai ketemu ntar waktu istirahat." ucap ratu sambil bergegas menuju kelas lalu melambaikan tangannya kepada adel dan nisa.
"okee deh, kita masuk jugaa yaa. byeee!" ucap adel dan nisa.
Bu Tina masuk ke dalam kelas ratu lalu membawa seorang yang amat ratu kenal untuk masuk ke kelas juga, Bu Tina mempersilakan rama untuk memperkenalkan diri.
gak gak gak ini semua pasti mimpi, dari sekian banyak kelas kenapa harus dikelas yang sama dengan gue? hal yang benar benar gue takutkan serwujud semuanya. batin ratu kesal.
kavin melihat rama dengan pandangan yang tidak senang, karena dia sudah pernah berselisih dengan rama. dengan sangat merasa gak menyangka dan jijik kavin menatap rama. 'lo berani banget sampai pindah sekolah disini.' batin kavin sambil menatap penuh dengan amarah.
rama memperkenalkan diri didepan kelas. "hai semuanya, nama gue rama bima adijaya, biasa dipanggil rama, gue pindahan dari SMA Tirta Sakti, gue harap kita semua bisa menjadi teman, terimakasih." kata rama sambil tersenyum.
"rama kamu bisa duduk dibelakang ratu itu ada bangku yang kosong" lalu rama segera berjalan melewati ratu yang menatapnya dengan tajam, tapi rama membalasnya dengan sebuah senyuman. kata Bu Tina.
"sebentar ya ibu keruangan kepala sekolah dulu, kalian buka buka lalu kerjakan soal halaman 52 nomor 1 sampai dengan 10, nanti kita bahas." kata Bu Tina lalu bergegas meninggalkan ruangan kelas.
ratu tidak mau menoleh kearah belakang sama sekali, karena ratu masih kaget dengan kehadiran rama yang tiba tiba ada dikelasnya. 'kenapa ya semua ucapan gue semuanya jadi kenyataan.' batin ratu.
rama berusaha untuk bisa mengobrol dengan ratu. "hai ratu, akhirnya kita bisa kembali dekat. lo pasti gak nyangka banget kan gue berada di sekolah lo lalu sekarang ada dikelas lo bahkan berada tepat dibelakang lo." kata rama sambil tersenyum.
ratu tidak menggubris sama sekali ucapan rama, ratu mengganggap kalau rama tidak ada disana. ratu fokus untuk mengerjakan tugas yang telah diberikan sama Bu Tina, ratu sibuk untuk membolak balikan bukunya, tanpa sadar tangan ratu seperti dipegang oleh seseorang, lalu ratu segera menoleh dan benar tenyata rama telah menahan tangan ratu, ratu dengan tatapan tajam lalu berusaha untuk melepaskan genggaman tangan rama, ratu seditik berteriak "LEPASIN GUE!" spontan langsung mendapatkan tatapan dari semua temannya yang berada dikelas.
termasuk kavin, tanpa sadar kavin langsung datang kearah mereka berdua, lalu segera melepaskan tangan rama dari ratu, rama tentu saja tidak terima mereka hampir berkelahi, situasinya semakin menegangkan, untung aja bu tina segera kembali, lalu sangat mengerti dengan keadaan yang ada didepannya. Bu Tina langsung marah "KALIAN BERDUA BISA TENANG, KAVIN KAMU KEMBALI KE TEMPAT DUDUK KAMU, DAN KAMU ANAK BARU JANGAN BUAT MASLAAH YA, TOLONG KEMBALI KE TEMPAT KAMU JUGA!" Kata Bu Tina yang sangat emosi melihat kedua muridnya ingin berkelahi.
lalu kavin dan rama kembali ke tempat mereka masing masing, "baru juga ibu tinggal kalian sebentar sudah begini, kamu yang ada didepan pintu silahkan masuk dan silahkan memperkenalkan diri." kata Bu Tina.
lalu semua murid yang berada didalam kelas langsung melihat kearah depan.
ratu juga langsung menatap kearah depan, dan betapa kagetnya ratu yang mengetahui siapa yang berada tepat didepan kelasnya itu, seseorang yang sangat dibenci ratu, ratu tidak bisa berkata kata lagi hanya berharap ini semua hanyalah sebuah mimpi buruk lalu berharap dia segera terbangun.