
"Perkenalkan nama saya Raya saya pindahan dari SMA Tirta Sakti, Semoga kita semua bisa berteman ya." lalu raya tersenyum setelah selesai memperkenalkan diri.
lo lihat tu apa yang bisa gue lakukan demi rama, lo udah berani beraninya buat rama gue pergi ninggalin gue gitu aja, gue udah disini untuk balas setiap perbuatan lo, dimulai dihitung mundur hari sekarang. dalam hati raya
kok bisa ya raya tau gue pindah sekolah? lalu kemudian dia juga ikutan pindah sekolah disini, tau darimana ya raya? mati gue, pasti dia marah banget nih sama gue! batin rama.
ada apa sih ini sebenarnya? kok bisa sih mereka berdua pindah kesokolah ini? kenapa sih kavin masih peduli dengan ratu? kapan mereka mulai baikan? gue kok gak tau apa apa soal ini. batin vika.
emang dasar cowok dan cewek sama sama gila, kenapa sih mereka pindah kesini? awas aja kalau bikin masalah! batin kavin.
mimpi buruk gue! kenapa mereka berdua secara langsung memberikan kejutan yang luar biasa untuk gue ya? semoga semuanya baik baik aja. batin ratu berusaha untuk tenang.
kemudian Bu Tina mempersilakan raya untuk duduk tepat didepan vika. "nah kamu duduk disana ya." sambil menunjuk kursi yang kosong.
lalu raya segera berjalan menuju kursi kosong tersebut sambil menatap ratu secara sinis.
****
Diwaktu jam istirahat, rama langsung menarik tangan raya kemudian mereka berdua pergi meninggalkan ruangan kelas. rama membawa raya ketaman sekolah, lalu rama langsung bertanya kepada raya tentang kepindahannya.
"jawab gue ray, kenapa lo pindah kesini?" tanya rama penuh selidik.
raya tersenyum mendengar pertanyaan dari kekasihnya ini "menurut lo? perlu gue jelasin kenapa gue harus ikutan lo pindah kesini?" jawab raya dengan tatapan yang tajam kearah rama sambil melipatkan kedua tangannya.
seharusnya gue yang nanya sama lo, apa alasan lo pindah sekolah tanpa izin dari gue? untuk apa? untuk ratu? gue muak dengar nama dia! tapi lo yang buat gue nekat untuk ngikutin lo kesini, lo sadar gak ram." kata raya penuh penekanan dengan suara raya semakin meninggi.
rama hanya tertunduk mendengar perkataan raya barusan "iya gue minta maaf ray, gue gak akan bicarain tentang semua ini dengan lo, gue tau gue salah, udah ya lo jangan marah marah lagi ya ray." kata rama sambil menggenggam erat kedua tangan raya dengan muka yang dipenuhi rasa bersalah.
raya yang tidak tega melihat pacarnya sampai seperti itu, langsung luluh dan seketika amarahnya menghilang. "oke gue maafin lo kali ini, gue cuma gak habis pikir lo bisa seperti ini, awas aja kalau sama gue tau lo dekat dekat dengan ratu, lo tau kan gue gak suka sama dia?!" kata raya.
"iya ray, lo tenang aja gue gak akan dekat dekat dengan ratu." kata rama meyakinkan raya.
tentu saja ucapa rama itu dipenuhi dengan kebohongan, alasan utama rama pindah sekolah adalah emang untuk mendekati ratu kembali, rama hanya berkata seperti itu didepan raya supaya raya tidak bertindak lebih nekat dari ini, dengan begitu rama juga bisa melindungi ratu dibelakang raya. sungguh rencana yang licik, ingin memiliki keduanya adalah hal yang paling mustahil dan rama tau akan hal itu, tapi rama maju terus tanpa berpikir panjang.
sebenarnya raya juga tidak mempercayai semua ucapan rama, tapi didepan pacarnya ini dia berusaha untuk tidak terlalu memperlihatkan sikapnya itu. supaya rama yakin jika raya benar benar percaya kepadanya.
"oke gue akan pegang kata kata lo ram!" kata raya lalu kemudian mereka berpelukan.
****
ratu sedang berada dikantin bersama adel dan nisa, ratupun bercerita kepada kedua sahabatnya ini tentang rama dan raya dan rasa kaget yang luar biasa, mereka berdua berhasil memberikan ratu kejutan yang luar biasa.
sejak saat ini, perasaan ratu jadi tidak menentu, perasaan yang tidak enak yang dirasakan ratu semakin menjadi jadi, rasa trauma yang bisa dibilang sangat luar biasa.
rasa khawatir yang berlebihan, perasaannya semakin hari semakin menjadi jadi. tapi ratu masih berusaha untuk menutupi itu semua, masih berusaha tenang dihadapan mereka berdua.
seminggu berlalu, kekhawatiran ratu tidak menjadi kenyataan, ratu merasa sangat bersyukur, tapi tidak bisa menutupi perasaan gelisahnya.
*****
Dua Minggu Kemudian......
tepat sewaktu pulang sekolah, raya dan vika janjian untuk ketemuan, ditaman sekolah, karena pada saat itu kondisi sangat amat sepi.
raya sudah menunggu vika disana, vika datang dengan menunggu kondisi yang benar benar sudah aman untuk mereka berdua mengobrol.
iya sekarang kondisinya sudah sangat stabil, semua siswa siswi sudah pulang sedari tadi.
"akhirnya lo datang juga vik. gimana kabar lo?" ucap raya sambil menatap vika.
"gue? kita gak sedekat itu untuk bertanya soal kabar satu sama lain, udah deh langsung to the point aja, ada apa lo ngajak gue ketemuan." ucap vika gak ingin berlama lama berada disini, sambil selalu memperhatikan sekitar.
"bagus deh, gue juga gak mau basa basi, untung aja lo sadar. gue ada rencana untuk ratu, tapi gue butuh bantuan lo! gue ingin mengajak lo untuk bekerja sama. gimana?" tanya raya sambil terus menatap vika.
"udah gue duga! jadi apa rencana lo?" jawab vika sambil tersenyum.
lalu raya mendekat kemudian berbisik kepada vika, lalu menceritakan secara detail selurh rencananya. vika mengangguk tanda setuju dengan rencana besar raya, mereka berdua kini berjabatan tangan tanda deal satu sama lain.
"oke gue ikut dengan rencana lo." ucap vika dengan senyuman liciknya. kemudian raya membalas dengan senyuman yang sama.
"oke! kita memang ditakdirkan menjadi partner yang cocok untuk memberikan kejutan besar untuk ratu. gak sia sia rencana kita waktu di Bali berjalan dengan harapan dan rencana lo vik!" ucap raya.
ussss, lo bisa diam gak, jangan pernah bahas hal ini lagi. gue gak mau kavin sampai tahu kalau semua hal terjadi selama dibali itu adalah rencana gue untuk misahin kavin dari ratu, ngerti lo." ucap vika penuh penekanan dan ancaman.
"oke gue ngerti, gue gak akan pernah membahas hal ini lagi. oke gue balik duluan ya." ucap raya sambil begegas pergi meninggalkan vika.
tanpa mereka sadari, ternyata sedari tadi ada seseorang yang mendengarkan secara tidak sengaja semua obrolan mereka. ternyata masih ada satu siswa yang masih betah berada disekolahan, siapa lagi kalau bukan......
Seorang cowok yang tidak menyangka dan sangat terkejut, syok dengan semua yang didengar dan dilihatnya.