
Tanpa terasa waktu sudah berlalu begitu cepatnya. sudah selama seminggu lebih kavin berada dirumah sakit. dan sekarang keadaan kavin sudah mulai membaik. ya bisa dibilang belum bisa sepenuhnya sembuh. karena adanya bekas jaitan dibagian perutnya yang harus dijaga dengan baik.
ratu setiap harinya jadi rajin memberikan makanan sehat untuk dibawakan kepada kavin. kavin sudah diperbolehkan untuk pulang. tetapi harus sering sekedae check up ke rumah sakit supaya dokter bisa memastikan gimana keadaanya.
akan tetapi ratu belum mengizinkan untuk kavin kembali kesekolah. tapi kavin sebenarnya sudah sangan bosan berada sendirian dirumah.
kavin selalu membujuk ratu supaya diizinkan untuk kembali kesekolah. dengan berbagai alasan. alasan pertama 'nanti gimana kalo aku gak masuk masuk? pasti kamu gak ada yang jagain?'
alasan kedua 'aku bosan dirumah terus. aku pengen ke sekolah.'
alasan ketiga 'kalo kamu ada yang jahatin siapa yang bantuin kamu? aku kan gak ada disana. apalagi kalo kamu digodain cowok lain!'
alasan keempat 'kan ujian sudah semakin dekat, gak mungkin kan aku gak masuk masuk sekloah? gimana aku bisa ngikutin pelajaran?'
dan bla bla blaaa sebagainya.
diantara semua alasan cuma alasan keempatlah yang paling masuk akal ratu.
'benar juga ya, apalagi sebentar lagi sudah Ujian Nasional (UN) gak mungkin kan kavin gak masuk sekolah.' batin ratu.
dengan alasan itulah akhirnya ratu mengizinkan untuk kavin kembali kesekolah. kavin langsung kesenangan seperti anak kecil yang baru mendapatkan ice cream. seperti itulah perasaan kavin.
tapi tentunya ratu mengajukan syarat. ratu akan terus menjemput kavin pergi dan pulang sekolah untuk memastikan keadaan kavin baik baik saja. bahkan ratu jadi rajin belajar masak demi untuk memberikan makanan sehat dan bernutrisi untuk kavin.
pagi ini setibanya di sekolah ratu dan kavin selalu berjalan beriirngan sekalian berpegangan tangan.
"sekarang masih jam setengah tujuh pagi, vin. gimana kalo kita sarapan dulu dikantin?" ucap ratu sambil melihat jam di tangannya.
"oke sayang." ucap kavin.
kavin sudah terbiasa memakan makanan yang telah dimasakkan oleh ratu, sejak dari kavin sakit ratu selalu bangun pagi pagi hanya untuk menyiapkan makanan untuk kavin.
ratu membuka satu persatu tempat makannya "thanks sayang. kamu emang yang terbaik! aku jadi makin sayang deh sama kamu... kalo aku sakit gini kan kamu jadinya makin perhatian aja sama aku. mendingan aku sakit terus aja kali ya?" ucap kavin sambil tersenyum jail kepada ratu.
"gak gitu juga kali vin caranya. kalo kamu mau aku bisa kok masakin kamu tiap hari seperti ini. tapi kan masakan aku gak enak, hehe. sorry ya vin. aku baru belajar masak." ucap ratu cemberut.
"siapa bilang gak enak? enak kok sayang... aku aja sampai ketagihan makan masakan kamu...." puji kavin.
"kamu muji muji aku gini pasti karena didepan aku aja kan vin? jujur aja deh!" ucap ratu.
"sumpah beneran sayang! ngapain aku bohong sama kamu." ucapp kavin sambil membentuk v tangannya dengan muka serius.
"iya deh iya, makasih ya sayang, atas pujiannya. aku janji deh aku akan belajar masak terus biar bisa bikin masakan yang jauh lebih enak dari ini." ucap ratu yang penuh tekad.
"iya beneran vin." ucap ratu sambil terus melahap makanannya.
****
"lo bilang lo mau menjalankan rencana lo, ray? apa apa buktinya?" tanya vika yang kesal karena mendadak raya jadi hilang dari peredaran tanpa ada kejelasan sama sekali.
"sampai sekarang kok mereka semakin lama semakin dekat aja ya? gak ada kejelasan sampai hari ini! lo beneran mau menghancurkan ratu gak sih? kalo gak gue akan bergerak sendiri dengan cara gue sendiri." ucap vika dengan penuh penekanan.
raya hanya diam karena terus memikirkan tentang rama yang sedang dipenjara. terlebih lagi rama tidak ingin ditemui oleh dirinya. raya semakin merasa frustasi dan gelisah. setiap hari raya selalu menyempatkan diri untuk mendatangi rama. tapi rama sejak saat terakhir bertemu dengan dirinya, tidak ingin lagi bertemu dengan raya.
raya masih galau dan sekarang vika berkata seperti ini. raya hanya menatap vika dengan tatapan tajamnya yang sangat menusuk.
"gue ngerti lo sedang galau ray. tapi ayolah kita balas mereka! gue udah benar benar gak tahan dan enek banget melihat mereka terus terusan bersama seperti itu." ucap vika dengan nada membujuk raya.
"gue gak ngerti sama lo vik! lo kan tau ya gue sedang sedih seperti ini. bisa bisanya lo datang kerumah gue lalu masih membahas tentang rencana kita yang tertunda itu. udah gue bilang kan gue lagi gak mood. nanti gue akan hubungi lo! gue pasti akan membalas mereka dengan cara yang lebih lebih dan lebih menyakitkan lagi. karena mereka berdua berani beraninya memasukkan rama gue kedalam penjara. ngerti lo!" bentak raya dengan emosi yang sudah tidak bisa ditahan lagi.
"iya gue ngerti. gue hanya bertanya kan, kapan kita mulai? gue udah enek berpura pura sok baik dan manis didepan mereka, ray. sumpah gue gak mau lagi. itu sangat menyiksa gue." ucap vika.
"iya gue tau. lo hanya perlu menunggu sebentar lagi. kita tidak bisa melakukan segala sesuatu itu dengan terburu buru semuanya harus penuh dengan perencanan yang matang. lo mau kavin balik ke lo kan? gue juga ingin rama! ikutin aja dulu permainan ini. nanti diwaktu yang tepat dan disaat mereka sudah tidak curiga lagi dengan kita, baru kita mulai bergerak dan beraksi. sekarang masih belum vik. yang ada rencana yang udah kita susun akan hancur berantakan. pasti mereka akan mengetahui siapa dalangnya. dan bukannya itu yang akan membuat lo dibenci seumur hidup oleh kavin? lo mau?!" ucap raya sambil menjelaskan semuanya supaya vika dapat mengerti situasi dengan sangat jelas.
vika akhirnya dapat mengerti setiap ucapan dari raya. 'benar juga ya kata raya. kalo gerak sekarang bisa jadi kavin akan langsung curiga ke gue! dia kan belum bisa percaya sepenuhnya sama gue? ya udah deh gue ikutin raya aja gimana baiknya. ini semua kan untuk kavin. berjuang dari sekarang kan gak ada masalah? kalo itu yang bisa membuat mereka terpisah.' batin vika sambil mengangguk anggukkan kepalanya.
"oke deh ray! gue ikutin semua rencana lo. gue akan berusaha untuk bersabar didepan mereka. sampai mereka benar benar bisa mempercayai gue sepenuhnya." ucap vika lalu tersenyum licik.
"nah gitu dong. akhirnya lo bisa ngerti juga! gue juga gak akan pernah tinggal diam atas perlakuan mereka ke rama gue. akan gue balas dua kali lipat dari apa yang mereka lakukan ke rama! itu sumpah gue!" ucap raya dengan senyum misterius dan berambisi sangat untuk menghancurkan ratu dan kavin.
*****
>> Jangan lupa di like\, comment and rating! <<
Baca juga Novel terbaruku yang berjudul SECRET LOVE!
Caranya gampang tinggal klik aja profilku lalu langsung kelihatan novelnya.
HAPPY READING GUYS ^.<