
"Itu...gue juga baru tahu. Saat itu gue juga kaget. Tapi Kavin yang kasih tahu gue. Kavin tidak sengaja melihat Putri dijemput sama seseorang. Karena penasaran Kavin ikuti Putri dari belakang dan melihat kalau ternyata Tommy yang menjemputnya. Kavin sudah kepergok langsung oleh Tommy. Langsung saja Kavin menanyakan tentang hubungan keduanya.Gue belum tega untuk memberi tahukan hal itu ke elo langsung beb, maaf ya..." Jelas Ratu panjang lebar.
"Tapi kenapa bisa Putri dan itu sekretarisnya Kavin.Sumpah gue shock pas dengar langsung dari mulut Tommy." Ucap Adel.
"Gue juga gak tahu pasti beb." Ucap Ratu.
"Tapi gue lebih senang kalau lo dengan Harry ...dia tulus sayang sama lo." Ucap Nisa.
"Gue masih mau lihat usahanya dulu. Karena tidak semudah itu gue langsung terima perasaan Harry. Hati gue juga butuh proses untuk menerima orang baru...gua yakin kalau hal ini tidak adil sama sekali untuk Harry. Tapi gue salut dia masih mau nungguin sampai gue siap. Hal itu juga yang membuat gue tersentuh." Ucap Adel.
"Kita percaya kok sama lo. Semoga secepatnya hati dan perasaan lo bisa terbuka untuk Harry ya beb." Ucap Nisa.
"Aminn..." Ucap Ratu.
Adel hanya mengangkat kedua bahunya. Ntahlah dia sendiri masih merasa egois dengan dirinya. Satu sisi dia membutuhkan Harry tapi disisi lain Adel takut menyakiti hati Harry lagi. Apakah keputusan yang dia ambil sudah tepat? hanya dia yang bisa menentukan semua keputusan. Harry hanya menunggu saja...
Tidak hanya Adel...Nisa dan Ratu juga saling bercerita tentang pasangannya masing-masing. Nisa membahas sikap Dimas yang kadang ngeselin, protektif, over, dan juga tidak bisa ditebak. Sedangkan Ratu bercerita tentang rasa gugup dirinya dengan Kavin yang sebentar lagi akan menyambut kehadiran si bayi. Sikap Kavin semakin tidak menentu yang malah semakin membuat Ratu gugup.
Setelah selesai saling berbagi cerita,mereka mnyuruh Dimas, Kavin dan Harry untuk bergabung dan masuk kedalam rumah. Karena bi Ina sudah menyajikan makana yang Nisa dan Adel bawa tadi diatas meja tamu.
*****
Satu tahun sebelumnya...
Hari ini tepat hari dimana Ratu dan Kavin sedang melangsungkan pernikahan. Siangnya Tommy sudah janjian bertemu dengan seorang cewek yang dijodohkan dengannya.
"Hai, gue Putri." Putri mnjulurkan tangannya kepada cowok yang sudah menunggu dan duduk tersebut.
"Tommy." Ucap Tommy singkat tanpa merespon juluran tangan Putri.
'Huh, terlalu dingin dan kaku.' Batin Putri.
Bisa dibilang kesan pertama yang buruk diantara keduanya. Tommy menjadi orang yang cuek dan dingin kepada orang yang terlambat datang. Tommy sudah menunggu Putri selama 1 jam. Jadi Tommy tidak ingin berbasa-basi lagi. Sedangkan Putri menganggap Tommy orang yang cuek dan sombong.
"Tadi itu..." Saat Putri ingin menjelaskan kenapa dia terlambat Tommy sudah memotong ucapan Putri.
"Gue langsung ke intinya aja. Gue menolak perjodohan ini. Jadi lo bisa bilang ke orangtua lo langsung." Ucap Tommy yang to the point.
Putri yang baru saja datang dan duduk. Belum sempat dirinya memesan makana dari cafe tersebut malah disambut dengan kata-kata yang tidak mengenakkan.
"Apa kita tidak bisa menikmati makanan dulu? apa lo orang yang terlalu berterus terang begini?" Tanya Putri.
"Gue tidak bisa makan bareng sama orang yang membuat gue menunggu lama." Ucap Tommy sinis.
"Menurut lo gue sudi dijodohkan sama orang kayak lo Tommy. Cowok sombong, cuek, angkuh, dingin. Pantas aja sampai detik ini lo belum memiliki pasangan." Ucap Putri membalas ucapan Tommy barusan. Putri merasa tidak terima dengan yang dikatakan oleh Tommy.
Tommy kaget ketika Putri berkata demikian...
"Lo..." Tunjuk Tommy.
"Gue yakin gue tidak salah menilai kepribadian lo. Pertemuan pertama sudah membuat orang kecewa. Setidaknya lo merasa bersalah karena sudah membuat orang menunggu terlalu lama." Ucap Tommy.
"Gue tidak merasa menyesal sama sekali. Apalagi untuk orang yang sombong yang tidak memberikan orang lain kesempatan untuk menjelaskan." Ucap Putri tegas.
"Baru kali ini gue bertemu dengan cewek yang tidak puya etika. benar-benar membuang waktu gue..." Ucap Tommy.
"Asal lo tahu juga. Gue tidak sudi atas perjodohan ini. Kalau bukan gue menghargai nyokap lo yang baik banget sama nyokap gue. Gue juga ogah untuk datang kesini." Ucap Putri yang sudah tidak berminat untuk memesan makanan lagi apalagi makan dihadapan orang yang super sombong didepannya tersebut.
Tommy tersenyum mengejek dan tipis kearah Putri.
"Gue yakin ini pertemuan pertama dan terakhir kita." Ucap Putri lalu berdiri.
"Baguslah. Gue juga yakin hal itu." Ucap Tommy.
Putri pergi meninggalkan Tommy tanpa ucapan pamit sama sekali. Mood Putri sekarang sudah sangat jelek. Putri berlari kearah keluar dan mencoba menghentikan taxi.
Putri masuk kedalam taxi yang sudah dia berhentikan tadi. Dalam taxi Putri benar-benar mengutuk Tommy dalam hati.
"Huh, sumpah gue nyesal banget datang kesini.' Batin Putri.
"Dasar cowok sombong dan angkuh, gue sumpahin lo bakal menyesal udah memperlakukan gue seperti tadi. Tau ah kesal kesal kesal..." Ucap Putri.
"Kenapa mbak? mbak kesal sama saya?" Tanya supir taxi tersebut.
"Eh bukan pak...saya lagi kesal sama seseorang." Ucap Putri.
"Oh saya kirain sama saya." Ucap supir taxi.
Putri secepatnya membantah dan meinta maaf karena membuat supir itu salah paham. Setelah itu Putri mendengarkan musik memakai earphone karena rumahnya masih jauh. Dan dia harus segera bersiapuntuk datang ke acara pesta atasannya.
Hari ini hari yang sangat lelah bagi dirinya, mendadak diadakan pertemuan dengan klien penting padahal Putri sudah mau pulang kerja. Mau tidak mau dirinya harus mewakilkan langsung apalagi pekerjaan dipercayakan kepadanya saat atasannya sedang melangsungkan pernikahan. Putri harus bisa mengatur jadwal dirinya untuk bekerja dan bertemu dengan klien. Dan rencana hari ini harus dia tunda. Putri sudah mengirim pesan kalau dia menunda pertemuan 1 jam tapi Tommy tidak membalasnya. Sebenarnya dia tidak bersalah seutuhnya kan? . Putri juga sudah terburu-buru untuk bisa tepat waktu datang ke cafe tersebut tapi jalanan macet karena ada perbaikan jalan. Begitu sampai dicafe malah disambut seperti itu dengan seorang cowok sombong. Perasaan menyesal dia rasakan karena sudah bela-belain untuk datang tapi malah terjadi kejadian seperti tadi. Padahal dia lapar sekali tapi Putri tidak tahan untuk makan bersama dengan Tommy disana.
Harry membayar makanan dan minuman ke kasir setelah itu dia pergi dari cafe. Tommy menyesal karena menyetujui untuk datang pada pertemuan jodoh seperti ini. Tapi karena Tommy ingin menyenangkan hati mamanya, dia melakukan hal tersebut dan menurunkan sedikit rasa egoisnya. Tapi apa yang dia dapatkan? cewek tersebut bersikap seolah tidak ada penyesalan sama sekali. Apa yang mamanya katakan tentang Putri sangat jauh berbeda. Putri bukan cewek yang baik yang sering dibicarakan oleh mamanya.
Tommy meukul-mukul setir mobilnya, dia melampiaskan semua rasa kesalnya pada setir tersebut...
"Dasar cewek aneh, cewek resek, cewek yang tidak tahu etika. Sumpah gue kesal banget buang-buang waktu untuk pertemuan ini." Ucap Tommy sambil memukul-mukul setir mobilnya.
'Gue harus secepatnya bilang ke mama kalau gue menolak tegas perjodohan ini.' Batin Tommy.
Tommy menyalakan mesin mobilnya dan segera pergi menuju kerumah. Dia harus secepatnya membatalkan niat kedua orangtuanya itu. Apalagi malam ini dia bersiap untuk datang dan menyaksikan pernikahan mantan pacarnya Ratu...
*****
"Kenapa muka kamu ditekuk begitu Putri? kamu ada masalah? cerita ke mama..." Ucap mama Putri dan menyuruh Putri duduk disebelahnya.
"Putri..." Putri menatap kearah mamanya, wajah mamanya pucat seperti biasanya. Putri tidak tega untuk membicarakan kejadian tadi kepada mamanya secara langsung.
'Gue harus jawab apa nih didepan mama? gue gak tega untuk bilang yang sejujunya.' Batin Putri yang merasa serba salah.
"Kenapa sih sayang? jangan buat mama khawatir dong." Ucap mama Putri.
"Putri cuman lelah aja karena banyak kerjaan ma." Ucap Putri bohong.
"Kamu yakin karena hal itu?" Tanya mama.
Putri mengangguk setuju...
"Maaf ya sayang, karena mama sakit begini kamu yang harus kerja keras begini demi pengobatan mama." Ucap mama merasa bersalah.
'Bukan ma, duh gimana dong. Mama jadilebih sedih lagi sekarang. Padahal gue bohong juga untuk kebaikan bersama. Gue gak pengen mama kepikiran hal yang gak penting. Kalau gak mikirin tentang penyakit mama, gue udah jujur ke mama tentang hal tadi. Kayaknya bukan waktu yang tepat untuk bahas hal ini.' Batin Putri.
"Mama gak usah khawatir, apalagi mikir hal-hal aneh." Ucap Putri.
Putri pergi berjalan kearah kamarnya dan meninggalkan mamanya duduk sednirian diruang tamu.
"Putri mau siap-siap pergi ke pesta pernikahan atasan Putri yang bernama Pak Kavin." Ucap Putri.
"Kalau kamu lelah lebih baik tidak usah datang sayang. mama yakin kalau atasan kamu pasti mengerti." Ucap mama.
Putri menggeleng tidak setuju.
"Putri harus datang ma, lagian teman kantor Putri semuanya hadir. Dan Putri tidak enak dengan yang lain apalagi dengan Pak Kavin yang sudah baik selama ini dengan Putri.."
"Ya sudah kalau begitu terserah kamu saja sayang." Ucap mama Putri.
Mama Putri memiliki sakit tumor, jinak, sudah selama 6 bulan menjalani pengobatan dan biaya yang dibutuhkan juga terbilang banyak. Putri memiliki 1 orang adik perempuan yang masih kecil, yang masih SD. Papa Putri juga bekerja sebagai seorang wartawan tapi gajinya hanya mencukupi kebutuhan rumah saja. Sedangkan Putri bekerja untuk membantu keuangan keluarga termasuk membantu biaya pengobatan mamanya.
Putri cukup terpukul setelah tahu mamanya menderita penyakit yang terbilang mematikan itu. Untuk itu Putri tidak pernah mengeluh walaupun dia sebenarnya sangat capek. Baru hari ini dia menampilkan wajah kusut dan murung karena seorang seperti Tommy. Putri berjanji dia tidak akan mau menampilkan wajah murung seperti itu lagi didepan mamanya. Setidaknya tidak membuat mamanya khawatir.
Mama Putri berteman baik dengan mama Tommy. Mereka tidak sengaja bertemu dalam 6 bulan belakangan ini. Mama Tommy yang pertama kali memiliki ide untuk melakukan perjodohan untuk anak mereka.Mama Putri sempat ragu dan menolak, tapi mama Tommy sudah sangat baik kepada keluarganya. Dita adalah teman semeja mamanya Putri waktu SMA dulu. Mereka sangat akrab tapi setelah tamat sekolah, Dita pindah keluar kota. Dan baru belakangan ini mereka bertemu tidak sengaja saat dirumah sakit. Saat itu Dita sedang mengcek kesehatan sedangkan mama Putri sedang menjalani terapi. Saat itu juga Dita mengetahui kalau teman baiknya ini sedang sakit parah.
Dita sering datang dan mengunjungi rumah sahabatnya itu, Dita membawa makanan dan vitamin untuk kesembuhan sahabatnya yang bernama Citra tersebut. Sesekali Dita membayar biatya terapi dan obat-obatan Citra. Selama 3 bulan ini mamanya Putri sudah lebih baikan dari sebelumnya. Tapi rasa sakit kadang masih sering kambuh. Untuk pertama kalinya mamanya Tommy melihat Putri. Ntah kenpa dia tertarik untuk menjodohkan anak mereka. Dia ingin mereka menjadi lebih akrab lagi dan bisa menjadi keluarga nantinya.
Sedangkan disisi lain Tommy dengan tegas menolak perjodohan ini...
"Kenapa sayang? Putri kan anak yang baik, mama yakin kamu bakalan tertarik dengannya. Dia cantik didalam dan diluar...hatinya benar-benar tulus. Apalagi dia termasuk anak yang mandiri." Puji mama Tommy.
"Tommy bilang nggak ya nggak ma... " Ucap Tommy.
"Apa alasan kamu menolak?" Tanya mama.
"Karena Putri bukan tipe cewek Tommy." Ucap Tommy.
"Itu bukan alasan. Pokoknya mama nggak mau tahu. Kamu dan Putri harus dekat. Mama setuju kalau kamu dengan Putri. Dan mama akan menolak cewek lain pilihan kamu. Mengerti?" Ancam mama.
"Tapi ma..." Mama menggeleng tidak ingin mendengar alasan Tommy lagi.
"Kalau kamu masih bantah omongan mama lagi, mama tidak akan menganggap kamu sebagai anak mama." Ucap mama.
"Dan mama minta kamu minta maaf. Mama yakin kamu pasti sudah menyakiti hati Putri." Ucap mama yang sudah mengenal betul bagaimana sikap anaknya tersebut.
"Terserah mama. Tommy tetap menolak perjodohan ini." Tommy pergi meninggalkan mamanya yang sedang duduk diruang makan sambil memakan buah. Mamanya hanya membiarkan Tommy berfikir, mama Tommy tidak ingin terkesan mendesak atau memaksa Tommy sekarang. Karena semakin didesak Tommy akan semakin menolak. Untuk itu mamanya hanya membiarkan Tommy bersikap demikian karena Tommy pasti akan meikirkan permintaan mamanya dengan baik.
Seumur hidup Tommy tidak pernah membantah ucapan dan keinginan mamanya. Tapi ntah mengapa kali ini Tommy membantahnya. Padahal setelah itu dia menyesali karena sudah menyanggah ucapan mamanya. Tommy ingin melihat mamanya bahagia terutama saat mamanya sudah berpisah dengan papanya. Sudah 2 tahun lamanya, mamanya tidak pernah meminta hal apapun kepada dirinya. Ini pertama kali permintaan mamanya yang cukup sulit dia turuti.
Tommy mandi untuk menyegarkan pikirannya sejenak. Tommy melihat bayangan dirinya didalam cermin sejenak. Dia sedikit melamun...
'Kenapa minta hal ini sih ma? Tommy sayang sama mama tapi hati Tommy belum bisa untuk mengenal cewek lain. Masih ada Ratu disini...di hati Tommy. Terus apa yang harus Tommy lakukan ma? Tommy tidak ingin mengecewakan mama sedikitpun tapi permintaan ini terlalu berat untuk Tommy jalani...' Batin Tommy yang merasa gelisah.
Mamanya adalah orang yang paling dia sayangi. Tapi apakah Tommy akan melakukan perjodohan dan menjalani dengan orang yang dia benci? Tommy masih memikirkan hal ini dengan baik.
Selesai mandi, Tommy segera bersiap memakai pakaian yang formal untuk datang ke pernikahan mantan pacarnya tersebut. Setidaknya Tommy ingin menyaksikan langsung bagaimana pernikahan Ratu dan Kavin berlangsung...
*****
Sampainya di tempat, teman-teman Putri melambaikan tangan kearahnya. Putri langsung menghampiri mereka semua yang sedang duduk dan menikmati acara tersebut. Putri memandang kearah Kavin dan istrinya. Mereka berdua cantik dan tampan...benar-benar pasangan yang serasi. Putri berharap pernikahan ini akan menjadi pernikahan yang langgeng sampai maut memisahkan.
Putri duduk dan bergabung dengan yang lainnya. Putri melihat iri ke pasangan suami istri yang terlihat serasi, apalagi Kavin sampai menyanyikan lagu dihadapan istrinya tersebut.
'Kapan gue punya pasangan yang bisa menerima gue dan keluarga gue dengan tulus ya? ah mikir apa sih gue. Sekarang yang terpenting adalah kesehatan mama.' Batin Putri.
Setelah menyaksikan adegan tersebut, para tamu termasuk Putri ikut bertepuk tanga dan berteriak heboh...
"So sweet banget ya pak Kavin." Ucap salah seorang karyawan Kavin dan disetujui sama yang lain.
'Pak Kavin beruntung banget bisa memiki seorang istri yang cantik seperti itu. Pasti pak Kavin sangat bahagia apalagi dia begitu mencintai istrinya. Gue juga tahu bagaimana gilanya pak Kavin saat bertengkar hebat dengan istrinya sebelum pernikahan. Pak Kavin tidak konsentrasi bekerja seperti orang yang kehilangan semangat didalam hidupnya. Tapi itu semua sudah terbayar dengan pernikahan ini.' Batin Putri.
Putri masih memamndang kearah kedua sejoli yang sedang dimabuk asmara itu...
Putri juga mengangguk setuju untuk hal itu.
Atasannya memang paling bisa membuat cewek merasa nyaman dan jatuh hati kepadanya. Apalagi Putri sering menghabiskan waktu bekerja berdua dikantor, jadi dia tahu btul bagaimana sifat Kavin. Tidak salah dia sempat salah paham dengan sikap Kavin sampai pernah naksir dengan ataannya tersebut. Ya hal itu juga sebelum dia tahu kalau bosnya ini ternyata sudah memiliki seorang tunangan. Putri langsung tersadar setelah mngetahuinya, ternyata dia hanya salah paham terhadap sikap Kavin terhadap dirinya. Putri membuang jauh-jauh rasa yang dia simpan kepada atasannya, itu karena Putri tidak ingin merusak hubungan orang lain.
Karena merasa lapar, Putri pergi untuk mengambil makanan berat dan beberapa dessert...
Satu tangannya sudah memegang piring dan satu tangannya lagi dia pakai untuk membawa minuman. Dia kembali melihat kalau meja dan kursi yang dia gunakan sebelumnya sudah terisi orang lain. Jadi dia memutuskan untuk mencari meja dan kursi yang masih kosong saja.
Putri duduk sendirian sambil menikmati makanan. Perutnya yang sedaritadi kosong akhirnya bisa terisi dengan makanan yang enak dan lezat malam ini. Akhirnya dia bisa menikmati makan malam dengan tenang.
Putri menepuk keningnya sendiri.
"Dasar ceroboh." Ucap dirinya sendiri.
Putri lupa untuk mengambil air putih, kebiasaannya kalau makan adalah minum air putih dahulu baru bisa minum dan menikmati jus atau minuman lainnya.
Puti berjalan kembali untuk mengambil air minum botol yang sudah disajikan dimeja... saat tangannya ingin segera mengambil air minum tersebut, ada orang lain yang sudah mengambilnya. Putri reflek melihat kearah orang tersebut...
"Elo?" Ucap Putri ketus.
'Mimpi apa gue bisa ketemu cowok sombong, angkuh kayak gini. kayaknya hidup gue bakalan sial deh kalau ketemu nih orang.' Batin Putri.
Ya owok itu adalah Tommy, Tommy yang sudah berpamitan untuk pulang kepada Adel dan Nisa. Karena merasa sangat haus, sebelum pulang Tommy mengambil sebotol air minum dan malah bertemu dengan Putri cewek yang dia benci. Moodnya bertambah buruh malamini, apalagi dia masih merasa bersalah kepada Ratu karena dengan kehadira dirinya Kavin menjadi cemburu buta dan hampir saja merusak moment bahagia mantan pacarnya tersebut.
Cowok itu melihat sekesar dan langsung meneguk air minum seperti orang yang lagi kepanasan. Dan yang membuat Putri kesal adalah tanpa merasa bersalah langsung saja pergi.
"Dasar cowok aneh." Ucap Putri yang berhasil menghentikan langkah cowok tersebut.
"Apa lo bilang barusan?" Ucap Tommy kesal.
"Gue bilang kalau lo cowok aneh. Jelas-jelas gue yang mau ambil minuman itu. Hobi banget ngambil milik orang lain." Ketus Putri.
Cowok itu menarik tangan Putri untuk keluar dari area pesta pernikahan tersebut...
"Lepasin..." Ucap Putri sambil emmberontak karena tangannya ditarik dengan paksa oleh Tommy.
"Gue gak akan lepasin tangan lo. Gue ingin kita membahas tentang kesepakatan....
****
Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya.
jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.
Terimakasih masih setia membaca novel ini.
Happy Reading Guys!