Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Honeymoon



Sampainya dirumah, raut wajah Nisa masih terlihat kesal atas kejadian siang tadi. Dengan wajah kusut dan tidak semangat ia masuk kedalam rumah. Seperti biasa setiap hari bunda selalu menyambut hangat putri kesayangannya itu. Tanpa menghiraukan bundanya ia langsung masuk ke kamar. Bunda terlihat bingung melihat sikap putrinya yang selalu berubah mood itu. Tapi bunda selalu mengerti kalau Nisa ingin sendiri dulu karena setelah pikirannya tenang Nisa akan menceritakan sendiri masalah apa yang sedang ia alami. Nisa memutuskan untuk berendam air hangat untuk merilekskan badan serta pikirannya. Sejak keadian siang tadi Nisa menjadi sering melamun. Dipikirannya hanya Dimas saja. Dia juga sangat berusaha untuk tidak memikirkan tentang Dimas. Tapi tetap saja hati dan pikirannya tidak sejalan. Di pikirannya ia berniat melupakan Dimas tapi hatinya berkata lain. Seperti berat untuk melakukannya. Bagaimanapun juga Dimas adalah cinta pertamanya yang tidak pernah bisa terbalas. Perasaan takut ditolak lebih besar jadi saat SMA dulu ia hanya berani mengungkapkan isi hatinya hanya lewat sebuah surat.


'Gue harus bisa lupain perasaan gue ke Dimas. Lagian itu udah lama banget. Ayo dong Nisa lo pasti bisa.'Batin Nisa yang menyemangati dirinya sendiri.


Saat ia ingin menghilangkan Dimas dipikirannya. Saat itu juga hp nya berdering. Dengan malas ia meraih hp yang berada di sudut bathup kamar mandinya. Ada 1 pesan dari nomor yang tidak dikenal.


0852XXXXXXX :


Lo kenapa ninggalin gue di cafe tadi Nis??? Apa lo lagi sakit karena daritadi lo kebanyakan diam aja??? Maaf ya tadi itu teman kerja gue emang begitu kelakuannya jangan dimasukin ke hati. Gue jadi gak enak sama lo sampai kepikiran begini.


Nisa membaca pesan yang masuk. Awalnya ia pikir kalau itu hanyalah pesan nyasar tapi setelah ia baca berulang kali akhirnya ia sadar siapa yang mengirimpesan kepadanya.


'Dimas??' Batinnya.


Nisa sadar kalau lupa menyimpan nomor Dimas di hp nya.


'Kenapa sih saat gue udah mau nyerah sama lo kenapa lo hadir lagi.'Batin Nisa tak menentu.


Ia berfikir keras apakah akan membalas pesan Dimas atau tidak. Saat ia lagi berfikir sejenak, Hp nya berdering kembali....


Drrrrtttt............Drrrrttt................Drrrrrrtttt,,,,,,,,,,,


Hampir saja hp terjatuh ke dalam bathup. Ia kaget saat melihat nomor itu menelponnya.


'Dimas telepon gue ??? Gue angkat apa gak ya???Terus gue harus ngomong apa nanti ke dia. Ahhh kenapa jadi ribet gini sih.' Batinny menjadi kacau.


Karena Nisa terlalu banyak berfikir, akhirnya teleponnya mati. Seakan tidak menyerah, Dimas menghubunginya lagi...


'Kenapa gak diangkat ??? apa Nisa marah soal yang tadi siang ya. Yauda gue coba hubungi lagi deh.'Batin Dimas.


Drrrrtttt............Drrrrttt................Drrrrrrtttt,,,,,,,,,,,


Akhiryna Nia memutuskan untuk mengangkat telepon Dimas.


"Halo Dim..."Sapa Nisa seramah mungkin.


"Hai juga...Lo udah baca pesan gue ???'Tanya Dimas to tge point.


"Udah kok. Tadi pas gue baru mau balas lo udah nelepon." Jawabnya asal.


"Jadi gimana lo gak marah kan soal teman kerja gue???Maaf gue baru ngabari sekarang daritadi siang gue banyak kerjaan."


"Ah gak ko Dim... santai aja kali lagian ngapain juga gue marah. Gue cuman lagi gak enak badan aja tadi." Alasan Nisa


'Asal lo tahu Dim, gue sejujurnya gak marah sama lo cuman kesal aja karena lo tanggapi cewek ganjen kayak mereka.' Batin Nisa.


"Seius lo sakit ???? Pantas aja lo daritadi kebanyakan diam aja."


"Iya Dim...yaudah ya gue mau istirahat dulu. Kepala gue pusing banget. Bye Dimas...."Ucap Nisa


"Kalau gitu lo buat istirahat deh. Bye juga." Dimas mengakhiri teleponnya.


Sebenarnya ia masih ingin mendengar suara Dimas, tapi ntah kenapa hatinya seakan sesak saat membahas kedua cewek tadi. Tanpa sadar ia sempat meneteskan air mata..


'Maaf Dim...gue masih butuh waktu sendiri. Gue sadar sikap gue begini pasti buat lo bingung. Tapi gue begini karena sayang sama lo. Biar gue aja yang rasain dan gue akan pendam rasa sayang gue ke elo selamanya. Gue tahu gue bodoh... karena tanpa gue ungkapin lo gak bakalan sadar. Tapi gue tahu ini hanya cinta sepihak........'Batin Nisa yang semakin campur aduk membuat ia menangis kembali.


Setelah 20 menit berendam ia membersihkan tubuhnya dengan mandi dengan shower agar lebih fresh. Setelah selesai mandi ia memakai kaos polos pink dengan celana super pendek yang membuatnya lebih nyaman untuk tidur. Tak lupa Nisa mngeringkan rambur sebentar dengan hairdryer. Malam ini Nisa tidak punya nafsu untuk makan malam. Ia berbaring diatas tempat tidurnya yang empuk. Tanpa sadar ia sudah tertidur lelap dengan mata sedikit bengkak.


*****


Hari ini Ratu sibuk membereskan barang kedalam koper miliknya dan Kavin. Tanpa membantu Ratu, Kavin hanya asik main game di hp nya. Ratu sudah mulai terbiasa dengan tingkah suaminya itu. Ia juga sadar kalau ini adalah taggung jawabnya sebagai istri. Besok mereka akan pergi bulan madu ke Maldives. Itu adalah tempat yang dari dulu Ratu impikan untuk bulan madu dengan suaminya. Ratu sangat senang saat mertuanya memberikan tiket honeymoon kesana selama 1 minggu.


Semua barang dan hal yang penting untuk dibawa sudah Ratu persiapkan dengan matang. Setelah capek packing, Ia berbaring di tempat tidur sejenak. Kavin melihat Ratu kemudian menghampiri istrinya itu....


"Kamu capek sayang ???"Kavin merebahkan tubuhnya disamping Ratu.


"Gak kok sayang. Aku gak sabar banget besok kita akan pergi berdua selama seminggu." Ratu memeluk Kavin manja yag disambut hangat suaminya itu.


"Aku juga udah gak sabar sayang...gak sabar ngelakukan hubungan suami istri sama kamu." Goda Kavin yang membuat seketika tubuh Ratu memanas.


"Dasar Kavin mesum!!!! Kenapa yang kamu pikirin cuman itu aja sih sayang???" mencubit pipi Kavin dengan keras.


Kavin yang tidak mau kalah kemudianmembalas Ratu dengan menggelitikinnya.


"Ampunnn sayang." Teriak Ratu sambil memohon.


"Kali ini aku ampuni sayang. Tapi nanti aku gak akan kasih kamu ampun saat malam pertama kita disana." Kata-kata Kavin membuat pipi Ratu  semakin merah. Kavin yang melihat istrinya itu tersenyum gemas.


"Ikhhh Kavin mesum jangan bahas begtuan dong sayang. Lebih baik kita bahas tentang liburan disana kita mau kemana aja."


"Topiknya gak seru kalau bahas itu sayang.???mendingan kamu pikirin deh kita mau punya anak berapa." Goda Kavin mencubit gemas pipi istrinya itu.


"Kalau itu sih sedikasihnya aja sayang. Udah ah aku mau turun nyamperin papa mama kita."


"Kamu lucu deh kalau malu-malu begini buat aku makin gemas tauuu..."Kavin mengikuti Ratu untuk turun menemui papa mamanya....


Dari bawah kedua orangtua mereka hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kejahilan Kavin yang mengejar Ratu......


Sampai dibawah mereka makan malam bersama.


"Ohh iya makasih ya papa dan mama udah memberikan hadiah tiket bulan madu ke kita." Senyum Ratu kepada kedua mertuanya.


"Iya sama-sama sayang. Gimana persiapan kalian ??? Udah packing kan ??? Besok pesawatnya berangkat jam berapa ???"


"Jam 06.00 ma. Udah baru aja siap packing tadi...." Ucap Ratu


"Udah siap banget ma mau honeymoon disana." Kavin mengedipkan mata kepada Ratu yang membuat Ratu menjadi salah tingkah didepan orangtua serta mertuanya itu. Mendegar ucapan Kavin membuat Ratu tersedak.


"Kamu sih vin godain Ratu mulu ..."Ketus mama sambil memberikan air putih ke Ratu.


"Kavin kan cuman bercanda aja ma."


'Kavin hobi banget ya buat gue malu di depan papa mama kita. Kesel gue lihatnya.....' Batin Ratu tak menentu sambil menatap tajam kearah Kavin.


"Yauda lebih baik kalian istirahat dikamar. Ingat jangan berantam." Ucap mamanya Ratu.


Berhubung mereka belum mengantuk, Kavin mengajak Ratu untuk menonton tv sebentar. Kavin dengan manjanya tiduran dipangkuan istrinya. Ratu sesekali membelai rambut suaminya dengan lembut. Semakin hari mereka terlihat semakin mesra saja. 15 enit kemudian, Kavin melihat Ratu sudah tertidur dan memperbaiki tubu Ratu dan menyelimutinya. Sedangkan Kavin masih lanjut menonton tv...


*****


Keesokan harinya, Ratu dan Kavin bersiap-siap ke Bandara diantar oleh pak Budi. Kavin meletakkan koper mereka kedalam bagasi mobil. Mereka tidak sempat untuk sarapan jadi mereka memutuskan sarapan di Bandara saja. Sebelum masuk ke mobil tidak lupa mereka pamit sekaligus memeluk kedua orangtuanya.


'Hati-hati anak dan menantu mama ya. Jangan lupa jaga kesehatan kalian selama disana ya."Ucap mama Ratu sekaligus memeluk Ratu dan Kavin.


"Papa dan mama juga jaga kesehatannya." Ucap Kavin.


"Jangan lupa kabari kalau sudah sampai ya."Timbrung mama Kavin


"Pasti kami akan mengabari ma."Ucap Ratu memeluk metuanya.


"Yauda kami berangkat dulu ya ..." Kavin menggenggam tangan Ratu kemudian membukakan pintu mobil untuk Ratu.


Saat didalam mobil. mereka membuka kaca jendela dan melambai kepada papa mamanya. Di perjalanan, Ratu memakai headset untuk mendengarkan musik agar tidak bosan sedangkan Kavin bersender manja di bahu Ratu sampai tertidur. Kavin memang sangat manja dengan istrinya. Biasa yang manja itu perempuan ini malah kebalikannya. Kavin seolah tidak mau berpisah sedetik saja.


Sampai di Bandara mereka langsung bergegas check in...Mereka  begitu menikmati perjalnan pertama sebagai sepasang suami istri. Kavin selalu menggenggam istrinya dimanapun seolah ingin pamer kepada semua orang kalau Ratu adalah miliknya.


*****


Sampainya mereka di Maldives, mereka dijemput oleh seorang travel untuk dibawa ke perjalanan selanjutnya. Mereka naik kapal speedboat dalam waktu 20 menit menuju ke Grand Park Kodhipparu. Villa Reef pool water adalah tempat mereka untuk menginap. Jarak tempuh dari Jakarta-Maldives adalah 7 sampai 9 jam perjalanan sehingga membuat Ratu dan Kavin begitu lelah sekaligus capek.  Di Villa Ratu memandang takjub pemandangan laut dari tempatnya menginap. Rasa capeknya terbayar ketika melihat pemandangan yang begitu indah di sore hari.


"Akhirnya sampai juga kita. Perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan."Ucap Kavin..


"Iya sayang. Tapi rasa capek aku terganti dengan rasa kagum memandang pemandangan laut biru ini." Ratu menatap dari dalam kamar tidurnya.


"Kamu benar sayang. Senangnya bisa honeymoon disini." Kavin memeluk dari belakang sekalgus mencium sekilas bahu Ratu.


"Ohh iya mama tahu darimana kalau akku suka pantai atau laut sayang ???" Membalikkan tubuh kearah Kavin.


"Aku yang ceritain sayang. Aku juga gak nyangka kalau papa sama mama ngasih kita tiket kesini. Kamu mau llihat dari luar gak???"


Kavin membuka pintu kamar mereka yang terbuat dari kaca.


"Wahhhh indahnya sayang. Aku rasa aku bakal betah kalau setiap hari melihat pemandangan kayak begini sayang." Ratu tak henti-hentinya tersenyum dan menikmati angin di sore hari. Rambutnya terlihat berantakan terkena angin tapi tetap terlihat cantik di mata Kavin.


"Tapi bagiku lebih cantik kamu dari pemandangan ini sayang."Gombal Kavin.


"Dasar Playboy kamu !!!! sempat-sempatnya kamu gombalin aku sayang... Tapi thankyou sayang udah muji." Ratu mencium pipi Kavin.


"Kok ciumnya di pipi sih??? Disini dong..." Rengek Kavin sambil menunjuk kearah bibirnya.


Ratu mencium bibir Kavin sekilas tapi Kavin masih ingin mencium hangat bibir Ratu. Kemudian Kavin dengan kasar menarik pinggang Ratu. Ia mencium bibir Ratu dengan rakusnya. Ciuman nya berubah menjadi ciuman panas. Gairah dan hasrat yang ia pendam rasanya ingin disalurkan sekarang juga. Lumatan yang Kavin berikan dibalas oleh Ratu. Kavin membuka mulut Ratu dengan lidahnya. Dan mulai menciium Ratu sampai ia merasa puas. Sesekali Ratu mendesah membuat Kavin semakin bergairah. kavin mulai mencium ke arah leher dan membuat tanda merah disana. Perlahan Ratu melepas pelukan tangan Kavin...


"Sayang udahan ya. Aku mau mandi dulu..."Bisik Ratu.


"Kenapa sayang????..."


"Ntar malam aja deh sayang. Aku bersihan dulu...Ok !!!"


"Emang kamu udah bisa sayang ???" Tanya kavin penasaran.


"U---dah sayang."Jawab Ratu sedikit gugup.


"Kalau gitu siap-siap nanti malam ya sayang." Kavin mencium kening Ratu.


Dengan malu Ratu membalas dengan anggukan kepala.


"Gemesnya istriku ini ...."


Ratu masuk kembali ke dalam kamar tidur kemudian membereskan isi koper dan disusun ke dalam lemari. Tas makeup, hairdryer, skincare disusun didepan meja rias. Kemudian ia meletakkan handuk di dalam kamar mandi. Ratu selalu membawa handuk sendiri kalau liburan. Ia tidak suka memakai handuk dari hotel maupun Villa. Sedangkan Kavin masih tiduran di tempat duduk yang ada diluar sambil menikmati pemandangan laut biru. Setelah siap beberes, kemudian Ratu mandi.


Kavin melihat Ratu sedang mandi, Ia iseng ingin menjahili istrinya itu. Ia menyembunyikan semua baju Ratu. Yang tersisa hanya lingerie hadiah dari Adel dan Nisa. Ia membayangkan saat Ratu memakai lingerie pasti sangat menggoda.


Tidak berapa lama, Ratu keluar dari kamar mandi. Ia menyuruh Kavin untuk segera mandi. Saat membuka lemari Ratu bingung kenapa tidk ada baju disana.


"KAVINNNN!!!"Teriak Ratu.


Tanpa menjawab Rtau, didalam kamar mandi Kavin hanya tersenyum puas.


"Apa-apaan kamu vin ... kemana semua baju aku???"


Tanpa merasa bersalah Kavin yang selesai mandi mendekati Ratu.


"Apaan sih kamu teriak-teriak begitu. Ini kan baju sih sayang." Kavin menunjuk ke arah lingerie hitam.


"Kamu yang benar aja dong vin. Jangan bercanda gitu ihh...."


"Tapi kamu lebih baik pakai handuk gitu aja deh sayang. malam ini kita akan istirahat di Villa aja sayang. Makan malam kita akan diantar kesini."Goda Kavin.


"Jadi maksud kamu selama itu aku harus pakai lingerie begini vin. Jangan keterlaluan deh kamu vin...disini tuh dingin setidaknya aku pakai sweater."Ketus Ratu.


"Tapi aku gak sabar lihat kamu pakai ini sayang."


"KAVIIINN! Aku beneran marah ya kalau kamu begini." Teriak Ratu.


*****


Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...


Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..


jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.


Terimakasih masih setia membaca novel ini.


**Happy Reading guys!


**