Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
JADIAN



"Lo kok teriak teriak si? Budeg nih telinga gue, gue dengar tu." kata kevin sambil tersenyum menggoda ratu.


"Habisnya lo ngeselin banget, tauuu ah bodoo."  kata ratu sambil cemberut lalu melipat kedua tangannya secara silang.


"Kalau marah makin cantik ya? Makin gemesin banget gituuu." kata kevin terus menerus menggoda ratu yang semakin salah tingkah.


Seketika pipi ratu memerah karena malu, "apaan sih lo vin! Udah deh mendingan lo pulang aja sana, dari pada ngeselin terus begini." kata ratu berusaha untuk bersikap setenang mungkin.


"Gitu aja ngambek. Gitu dong kan udah gak sedih sedihan lagi, berarti sekarang kita pacaran kan?" tanya kavin langsung to the point.


"Lah emang gue ada bilang terima lo? Kalau ge'er jangan kebangetan deh vin." jawab ratu dengan menahan tawa.


Kavin langsung semakin mendekat lalu menatap ratu dalam dalam, "tatap mata gue tu, trus jawab sekali lagi, gue mau dengar." kata kavin, sekarang ratu semakin salah tingkah, ratu hanya tertunduk malu.


"Gue bilang tatap wajah gue!" kavin lalu berinisiatif untuk menegakkan wajah ratu hingga mereka berdua berpandangan.


Ratu sebisa mungkin untuk menghindar, tapi kavin terus memegang wajah ratu.


"Lo mau apa sih vin?" kata ratu dengan suara yang sangat pelan tapi terdengar jelas oleh kavin karena mereka sedang berada dijarak yang sangat dekat.


Ratu semakin gugup, detak jantungnya semakin tidak beraturan, pipinya semakin memanas dan semakin memerah.


"Lo mau bercandain gue kan? Gak lucu kalii vin, udah ah sana, lepasin gue." kata ratu.


"Siapa yang lagi bercanda sama lo tu, gue lagi serius ini,  lo nerima gue kan? Gue mohon lo harus jawab. Tatap gue tu." kata kavin dengan tatapan yang serius.


"Hmmmm, gue, gu-eeee, iya vin gue terima lo jadi pacar gue. Ta. . . " belum sempat ratu melanjutkan kata katanya lagi, kemudian kavin langsung mencium bibir ratu dengan perlahan, dengan pelan tapi pasti, mengecup bibirnya, melumat, menggigit bibir bawah ratu yang membuat kavin udah lama ingin melakukannya, ratu berusaha untuk menghindar, tapi kavin terus mencium ratu, bahkan tanpa memberikan jeda, akhirnya ratu membalas ciuman penuh dengan gairah kavin itu.


Mereka berdua menikmati setiap kecupan, hingga tidak sadar sudah berapa lama mereka  berciuman, kavin tidak ingin berhenti, tapi ratu ingin segera mengakhiri ciuman ini, akhirnya ratu menggigit bibir bawah kavin dengan sekuat kuatnya.


"Awww.... Sakit tauu!" ucap kavin kesakitan.


Ratu hanya tertawa melihat kavin yang kesakitan. "Rasain, makanya kamu jangan nyambar aja! Uh dasar mesum." ucap ratu lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Apa kamu bilang? Tapi kamu suka kan? Buktinya kamu balas setiap ciuman aku." ucap kavin menggoda ratu.


Pipi ratu kembali memerah, "gak ada! Kamuu tuh mesum, udah gih pulang sana. Udah malam."


"Udah pake aku kamu nih? Hehe.. Cieee... Tapi tadi seingat aku kamu mau ngomong lah." kata kavin.


"Gak jadi, udah lupa! Makanya jangan main nyambar aja.." ucap ratu.


"Gak mungkin kamu lupa, kasih tau aku dong." bujuk kavin.


"Aku mau bilang, awas aja kamu berani nyakitin atau selingkuh sama cewek lain! Aku gak akan mau lihat kamu, ketemu kamu lagi." ucap ratu penuh dengan ancaman.


"Gak bakalan sayang, aku kan cuma cinta sama kamu." ucap kavin.


"Itu kata kata yang udah sering aku dengar dari cowok cowok playboy kayak kamu, vin." ucap ratu.


"Aku janji gak akan nyakitin kamu, tu. Mana mungkin aku nyakitin hati cewek yang aku sayang. Aku serius." tatapan kavin penuh dengan keseriusan dan sangat tulus, pesonanya tidak bisa lagi ratu tolak, iya kavin emang tampan.


"Iya aku percaya kamu, vin. Buktiin jangan cuma janji janji manis. Aku gak butuh." ucap ratu penuh dengan penegasan.


"Iya sayang, sekarang aku panggil kamu sayang aja ya?" ucap kavin.


Ratu hanya mengangguk, tanda setuju atas ucapan kavin barusan.


"Dasar playboy!" ucap ratu.


Lalu mereka saling tertawa satu sama lain, mengingat masa masa mereka yang suka mainin perasaan pasangan mereka dimasa lalu, "kalau diingat ingat lucu ya! Kalau aja waktu bisa mempertemukan kita dengan cepat, pasti itu semua tidak akan terjadi." ucap kavin.


Iya vin kalau aja dulu ketemu kamu bukannya rama, aku gak akan pernah menjadi seorang playgirl yang suka mempermainkan perasaan cowok yang tulus sayang sama aku, tapi aku seneng banget bisa ketemu kamu sekarang, mungkin Tuhan punya sejuta rencana untuk kita. Batin ratu.


Beruntung banget aku, tu. bisa jatuh cinta sama cewek kayak kamu. Batin kavin.


 


 


****


Waktu dikelas, ratu baru akan duduk lalu kavin langsung menarik tangannya "duduk disini aja masih kosong nih."


"Apaan sih kamu vin, lepasin deh."


"Kalau aku gak mau gimana?" lalu kavin semakin mendekat tepat di telinga ratu "ini untuk misi kita sayang, kamu ikutin aku ya." ucap kavin.


Ratu hanya mengangguk lalu segera duduk disamping kavin, kavin yang melihat ratu menjadi penurut begitu jadi gemes dan geli juga, biasanya ratu yang dia kenal akan langsung marah marah dan emosional saat kavin menyentuhnya.


"Kamu sengaja kan begini? Aku tau pasti ini akal akalan kamu aja kan? Kamu cuma modus aja." ucap ratu setengah berbisik.


Kavin hanya menata ratu penuh dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, yang membuat ratu tersipu malu malu.


"Kamu itu kege'eran banget ya!" ucap kavin.


"Bukan ge'er, emang biasanya cowok play.. " Ratu segera menghentikan ucapannya.


"Apa? Apa? Coba kamu ulangin ? Aku mau dengar sayang." ucap kavin yang terus menerus menggoda ratu.


"Gak, gak aku gak ngomong apa apa. Apaan sih vin, ngeselin deh kamu." ucap ratu.


"Tadi aku dengar kok, kamu mau ngatain aku kan? Playgirl gemes ku!" ucap kavin.


Yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari ratu. "Dasar playboy!" ucap ratu.


Seakan dunia milik mereka berdua, tanpa sadar ada tatapan tajam yang selalu melihat jijik ke arah mereka.


Sejak kapan mereka sedekat itu? Gue kok baru sadar ya. Batin vika ketika melangkah masuk ke dalam kelas.


Dengan tatapan yang tidak menyangka san cukup syok, kaget dan penuh dengan kebencian, dendam, emosi yang meledak ledak.


Tunggu disaat yang tepat, gue akan pisahin kalian berdua segera. Batin vika.


Antara cinta mati, cinta yang terlalu dalam atau hanya sebuah obsesi untuk memiliki, tapi vika ingin segera memiliki kavin, setiap penghalang yang berani untuk menghalangi jalannya akan mendapatkan akibatnya.


Vika tidak pernah ditolak sebelumnya, tidak ada yang berani melakukan ini kepadanya, kecuali kavin, semula semua baik baik saja, sampai saat dia ingin mendapatkan cinta kavin sepenuhnya, vika berubah menjadi sosok yang berbeda.