Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Flashback RN (Ryan-Nisa) Part 3



Adryan dan Nisa sudah ada didalam bioskop. Nisa lebih memilih menonton film horor daripada film romantis dengan alasan kalau film horor lebih menantang daripada film romantis. Padahal sebenarnya Adryan ingin menonton film romantis.


Tapi Adryan memilih mengikuti keinginan Nisa daripada harus nonton masing-masing. Saat ini mereka sudah memasuki studio bioskop tersebut karena film horor yang dipilih Nisa akan tanyang dalam waktu 5 menit lagi. Adryan yang membawa popcorn dan minuman berjalan tepat dibelakang Nisa, sedangkan Nisa mencari tempat duduk.


Saat film sudah ditayangkan, Nisa dan Adryan hanya fokus menonton sampai-sampai pada adegan yang menyeramkan Nisa menjadi reflek memegang tangan Adryan dengan wajah yang lumayan tegang. Nisa dan Adryan menjadi saling pandang satu sama lain.


"Ehemmm... mau sampai kapan lo pegangin tangan gue." Ucap Adryan.


Nisa dengan cepat menggeser tangannya yang mmasih memegang tangan Adryan.


"Eh sorry gue gak maksud." Ucap Nisa kemudian fokus menonton lagi.


"Kalau gak bisa nonton filn horor kenapa minta nonton film ini?" Bisik Adryan.


"Gue suka tapi gue takut, gimana dong. Tapi seenggaknya gue nonton filnm begini ada yang nemani." Ucap Nisa.


"Huh dasar aneh. Tau gitukan tadi kita nonton film romantis aja Nis." Ucap Adryan.


'Kan aneh aja kalau gue nonton film romantis berdua sama lo Adryan.' Batin Nisa.


"Gpp gue pengen nonton film ini aja. Jadi lebihbaik kita fokus nonton aja deh ntar gak kedengaran." Ucap Nisa.


"Iya deh iya.." Ucap Adryan.


Nisa hanya bisa menutupi matanya saat adegan yang menyeramkan lagi. Sedangkan Adryan diam-diam memperhatikan tingkah Nisa yang menurutnya konyol itu. Karena yang bersi keras untuk menonton film horor adalah Nisa. Dia pikir kalau Nisa memang sesuka itu sama film horor tapi nyatanya Nisa seperti orang yang ketakutan.


Saat perjalanan pulang, Adryan mengajak Nisa untuk makan di Mcd. Tak lupa Nisa memesan ice cream kesukaannnya...


"Pelan-pelan dong Nis kalau lagi makan ice creamnya." Ucap Adryan.


"Gue udah lama banget gak makan ice cream. Jadi jangan diprotes dulu.." Ucap Nisa.


Adryan mengambil tisu dan mengelap bibir Nisa yang belepotan. Nisa seketika menghentikan aktifitanya memakan ice cream karena sepontan saja dia menjadi kaget saat Adryan tiba-tiba membersihkan bibirnya dengan tisu.


"Makan ice cream itu santai aja Nis, lihat nih mulut lo sampai belepotan begini. Emangnya lo suka banget ya sama ice cream sampai seperti ini." Ucap Adryan.


"Ya bisa dibilang begitu. Oh iya? lebih baik kita pulang aja deh ntar bunda malah nyariin gue. Tadikan udah janji kalau kita tidak akan pulang malam. Ini udah jam 8 malam. Gue takut aja ntar malah kejabak macet jadi kemalaman sampai rumah." Ucap Nisa yang sebenarya menghilangkan rasa canggung yang dia rasakan barusan.


"Tapikan ice cream lo belum habis." Ucap Adryan.


"Gampang kok. Gue bisa lanjutin makannnya pas di dalam mobil." Ucap Nisa.


"Oke kalau begitu." Ucap Adryan.


Selang setengah jam, merekapun sampai dirumah Nisa. Nisa langsung menyuruh Adryan untuk segera pulang tetapi Adryan menolak karena ingin berpamitan dulu sama bundanya Nisa.


"Makasih untuk hari ini." Ucap Nisa melepaskan sealbelt dan segera turun. Adryan juga ikut turun dari mobil.


"Kenpa lo ikut turun juga?" Tanya Nisa heran."


"Gue mau pamitlah sama nyokap lo. Kan tadi lo pergi bareng gue. Masak perginya pamit pas pulangnya gak pamit." Ucap Adryan.


"Gak usah ntar gue bilangin aja ke bunda." Ucap Nisa.


"Gue mau mau masuk sekarang untuk pamit. Jadi lo harus temani gue kedalam." Protes Adryan yang menarik tangan Nisa untuk membawanya masuk kedalam rumah.


"Eh putri kesayangan bunda udah pulang ngedate nya." Ucap bunda.


"Apaan sih bunda. SIapa juga yang ngedate. Orang cuman nonton aja kok." Ucap Nisa. Tapi ucapan bunda tadi membuat Nisa bertanya-tanya dalam hati. 'Apa seperti ini yang dinamakan kencan ya. Tapi gak mungkin karena kan ini cuman ucapan terima kasih gue aja ke Adryan yang sudah membantu gue kemarin.' Batin Nisa.


"Tante, Adryan pamit pulang ya." Ucap Adryan sambil menyalam tangan nyokapnya Nisa.


"Hati-hati ya nak Adryan, kapan-kapan main kesini lagi ya." Nisa menyenggol tangan bundanya dengan mata melotot. 'Gak ada lain kali bunda.' Teriaknya dalam hati.


"Pasti dong tante, ntar Adryan bakalan sering main kesini deh." Ucap Adryan.


"Ngapain lo mau main kerumah?" Ucap Nisa.


"Kan gue kesini bisa aja silaturahmi jumpain nyokap lo Nis." Ucap Adryan.


"Emangnya salah ya sayang kalau Adryan main lagi kerumah." Ucap bunda sambil tersenyum kearah Adryan.


"Ngak salah sih bund, tapi kan..." Bunda langsung menutup mulut Nisa dengan tangannya.


"Ngak usah didengarin omongan Nisa yang barusan ya nak Adryan. Dia kadang memang suka begitu." Ucap bunda.


"Gpp kok tante." Ucap Adryan.


Nisa terlihat kesal mendengar ucapan keduanya. Dia merasa seperti tersudutkan sendiri..


'Apaan sih bunda jangan buat Nisa malu begini dong didepan Adryan kan Nisa gak ada hubungan apa-apa sama dia. Ntar kesannya gue suka lagi sama dia. Ya walaupun gue masih bingung sama perasaan gue sendiri.' Batin Nisa.


"Kan katanya lo mau pulang kenapa masih disini." Ucap Nisa.


"Kamu antar dong Adryan nya kedepan sayang." Ucap bunda.


"Gak usah deh bunda, Nisa mau langsung masuk aja." Ucap Nisa.


"Gak baik begitu sayang." Ucap bunda.


"Gpp tante, Adryan sendiri aja kedepannya." Ucap Adryan lagi.


"Tuh kan bunda denger sendiri kalau Adryan bisa sendiri tanpa harus ditemani." Ucap Nisa.


"Nisa masih mau dengerin bunda kan." Ucap bunda.


"Iya iya deh Nisa yang antar Adryan kedepan." Ucap Nisa yag akhirnya mendengarkan ucapan bundanya.


Sampai didepan rumah,


"Lo gak mau bilang apa-apa gitu sama gue?" Ucap Adryan.


"Gak ada yang mau gue omongin kok." Ucap Nisa.


"Setidaknya bilang hati-hati ya Adryan..." Ucap Adryan yang memperagakan cara bicaranya.


"Hmmm....hati-hati ya Adryan." Ucap Nisa dan segera melangkah masuk kedalam.


"Nisa" Teriak Adrian yang membuat langkah kaki Nisa terhenti dan menoleh kembali.


"Apa lagi sih Adryan??" Ucap Nisa.


"Gitu dong paggil gue pakai nama jangan pakai kata "Lo" terus." Ucap Adryan.


"Tadi kan gue bilang kalau mau ngomong sama lo kalau kita udah pulang." Ucap Adryan menjelaskan.


Nisa menghampiri Adryan kembali.


"Emangnya lo mau ngomong apaan sama gue?" Tanya Nisa.


"Gue ...." Adryan malah menjadi bingung mau ngomongnya bagaimana. Seperti mati kutu saat berhadapan langsung dengan Nisa.


"Jadi gini gue mau bilang...." Kata-katanya terheti kembali.


"Apaan sih Adryan ? emangnya lo mau bilang apa daritadi kok gak jelas banget." Desak Nisa.


"Sabar dulu dong Nis." Ucap Adryan.


"Hmmm..."


"Jadi sebenarnya gue itu..." Tetap saja kata-katnya tidak bisa dia ucapkan kembali.


"Kalau lo gak ngomong juga, gue masuk aja kedalam." Ancam Nisa.


Adryan yang didesak dan diancam seperti itu menjadi bingung harus bilang apa. Terakhir kata-kata yang dia ucapkan malah ...


"Gue cuman mau bilang makasih untuk hari ini udah mau temani gue nonton." Ucap Adryan yang menyesalin kata-kata itu yang keluar dari mulutnya.


"Mau bilang kayak gitu aja lama banget. Gue yang seharusnya makasih karena udah ditraktir makan dan nonton. Anggap aja itu rasa terima kasih gue karena kemarin lo udah bantuin gue." Jelas Nisa.


'Gue mau bilang karena gue sayang dan suka sama lo. Gue pengen kalau kita berdua pacaran.' Teriaknya dalam hati. Kata-kata ini yang seharusnya keluar kok malah yang lain.


Adryan mengutuki dirinya sendiri karena tidak bisa mengungkapkan perasaan secara langsung. Wajar saja dia seperti ini karena sebelumnya dia belum pernah merasakan perasaan suka sama cewek lain. Ini pertama kali baginya bisa dibilang kalau dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Nisa. Dan bagi Adryan Nisa itu cinta pertamanya. Karena sejak kejadian Mos itu, bayangan Nisa selalu saja hadir dipikirannya.


'Bodoh banget sih kenapa malah kata-kata itu yang keluar. Mungkin gue harus pendekatan dulu sama Nisa dan gue akan menyatakan perasaan pada saat waktu yang tepat nantinya.; Batin Adryan yang mengutuki dirinya sendiri terus menerus di dalam hati.


"Kok malah diam aja sih. Lo masih dengerin gue kan Adryan?" Tanya Nisa.


"Dengar kok Nis. Kalau gitu gue pulang ya." Ucap Adryan.


"Daritadi kayaknya lo bilang itu terus deh tapi malah gak pulang-pulang." Protes Nisa.


"Iya iya gue pulang sekarang." Ucap Adryan langsung masuk kedalam mobilnya.


'Lo gak tau aja Nis kalau sebenarnya gue itu senang banget bisa jalan sama lo hari ini.'Batin Adryan dalam hati sebelum menjalankan mobilnya.


Nisa melihat mobil Adryan yang sudah melaju pergi kemudian masuk kembali kedalam rumah.


Saat ini Nisa yang sduah didalam kamar sambil memeluk boneka teddy bear kesayangannya. Bunda mengeto pintu kamar Nisa dan memanggilnya.


"Nisa ! Kamu udah tidur belum sayang?" Ucap bunda.


"Belum kok bunda. Bunda masuk aja." Ucap Nisa.


"Bunda mau tagih cerita lengkapnya sama kamu tentang Adryan. Tadi kan kamu udah janji sama bunda." Ucap bunda menghampiri Nisa dan duduk disamping anaknya itu.


"Bunda nih kepo banget sih." Ucap Nisa.


"Karena bunda kaget aja tumben-tumbenan ada cowok yang datangi putri kesayangan bunda ini." Ucap bunda.


"Nisa bingung sih jelasinnya darimana. Jadi sebenarnya Adryan itu satu sekolah dengan Nisa. Nisa kenal Adryan udah dari awal Mos. Trus kemariin kan Nisa telat masuk sekolah jadi dihukum dan Adryan yang bantuin Nisa. Tapi ternyata Adryan gak bantuin dengan ikhlas bund... dia malah ngajak Nisa untuk nonton hari ini sebagai ucapan terima kasih. Begitu aja sih bunda jadi Nisa itu gak ada hubungan apa-apa sama Adryan." Jelas Nisa.


"Oh gitu. Tapi kok sepenglihatan bunda kalau Adryan itu suka sama kamu ya." Ucap bunda.


"Bunda lihat darimananya sih? bunda ini sama aja kayak Ratu dan Adel pemikirannya." Ucap Nisa.


"Dari feeling bunda aja dan tingkah laku Adryan." Ucap bunda.


"Perasaan bunda dan teman Nisa itu salah." Ucap Nisa.


"Emang kamu gak merasakan apa-apa gitu sama Adryan?" Tanya bunda.


"Gak tahu sih. Nisa juga bingung sama perasaan Nisa sendiri tapi yang jelas Nisa gak mau terlalu GR aja." Ucap Nisa.


"Ya udah kamu pikirin baik-baik dulu sayang. Kalau gitu bunda ke kamar dulu ya." Ucap bunda.


"Nisa ngantuk bunda jadi malas mikir." Ucap Nisa.


"Dasar anak bunda yang satu ini susah banget dibilangi..." Ucap bunda.


Kemudian bunda keluar dari kamar sedangkan Nisa yang sudah mengantuk langsung memejamkan matanya.


*****


Satu bulan kemudian...


Nisa dan Adran semakin dekat dan akrab saja. Adryan selalu ada disaat Nisa membutuhkan dan sebaliknya. Hubungan mereka tidak ada perkembangan satu sama lain. Masih tetap saja berteman baik. Tapi tetap saja hubungan pertemanan antara cowok dan cewek itu sebenarnya tidak ada dan cukup jarang. Karena bagaimanapun juga pasti salah satunya menyimpan atau memendam perasaan.


Tepat sebulan kedekatan mereka, Nisa masih saja tidak peka dan menganggap semua perhatian dan kepedulian Adryan hanya perhatian selayaknya teman saja. Sedangkan Adryan seperti itu ingin menunjukkan perasaan sukanya. Hari ini Adryan ingin menyatakan perasaan langsung kepada Nisa setelah sekian lamanya dipendam. Dia merasa sudah tidak bisa menyimpan perasaannya lagi.


Adryan mengajak Nisa pergi ke wahana permainan yaitu Dufan. Disana mereka begitu menikmati dan memainkan semua wahana permainan seperti : baling-baling, paralayang, turbo drop, karavel,kolibri, zigzag, dan haunted coaster. Sebenarnya Adryan mengajak kesana untuk membuat Nisa senang tapi malah membuat dirinya sendiri menjadi sengsara. Adryan memaksakan diri bermain bersama sehingga membuat kepalany menjadi pusing dan sedikit muntah. Nisa sangat khawatir dengan Adryan dan mengajaknya untuk pulang saja.


"Tapi gue senang kalau melihat lo happy Nis." Ucap Adryan.


"Untuk apa kalau cuman gue aja yang merasa senang. Udah jangan protes lagi lebih baik kita pulang aja." Ucap Nisa.


"Ya udah kalau begitu maunya lo Nis." Ucap Adryan.


Saat Adryan didalam mobil, Nisa pergi keluar sebentar untuk pergi membeli minuman untuknya.


"Sekarang lo minum ini. Kalau masih pusing kita duduk dulu aja gak usah langsung jalan. Gue tunggu sampai lo baikan aja." Ucap Nisa.


"Nis maaf ya hari ini malah gue merusak moment." Ucap Adryan merasa berslaah.


"Gpp kok , gue juga uda happy banget bisa kesini. Jujur udah lama baget gue gak pernah ketempat beginian lagi ternyata makin seru makin banyak aja permainannya." Ucap Nisa.


"Nisa... ada yang mau gue bilang sama lo." Ucap Adryan yang mendadak terlihat serius itu.


"Ya udah bilang aja." Ucap Nisa.


"Sebenarnya gue itu..." Kata-kata Adryan terhenti lagi. Seperti mati kutu kalau didepan Nisa.


"Apaan sih kalau mau ngomong itu yang jelas." Ucap Nisa.


"Jadi gini Nis, sebenarnya gue..." Dan masih saja Adryan susah untuk melanjutkan kata-katanya.


"Ya udah ntar aja deh ngomongnya, mendingan sekarang lo istirahat aja biar mendingan." Ucap Nisa.


Adryan memberanikan diri untuk memegang kedua tangan Nisa dan memandangnya dengan tatapan serius.


"Sebenarnya gue suka sama lo. Perasaan ini udah lama banget gue pendam dan gue gak bisa pendam lagi. Mungkin bagi lo ini terlalu mendadak. Gue berharap lo balas perasaan ini. Dan gue pengen kita pacaran karena gue sayang banget sama lo Nis. Maaf kalau gue baru bilang sekarang sama lo." Ucap Adryan.


Deg....


Jantung Nisa berdebar lebih cepat setelah mendengar semua perkataan Adyan barusan. Apa ini yang dinamakan pernyataan cinta pikirnya dalam hati. Mendadak Nisa menjadi salah tingkah tanpa tahu harus menjawab apa.


"Lo gak suka ya sama gue? Kalau gitu lo lupain aja yang barusan gue bilang. Gue gak mau merusak kedekatan kita selama ini." Ucap Adryan lagi.


"Bukan gitu. Gue masih kaget aja." Ucap Nisa.


"Gue ngerti kok Nis, lo juga gak harus jawab sekarang. Apapun jawabannya gue akan terima." Ucap Adryan lagi.


"Lo serius suka sama gue?" Tanya Nisa lagi.


"Gue serius banget Nis. Lo gak lihat gue sekarang gugup banget dan tampang gue emangnya terlihat bercanda. Lo tatap deh mat gue baik-baik. Gue sayang banget sama lo Nis. Sejak kejadian mos itu, gue gak berhenti untuk mikirin lo." Ucap Adryan berusaha meyakinkan.


"Jujur gue bingung harus jawab bagaimana sama lo." Ucap Nisa.


"Gue gak paksa lo jawab sekarang Nis, yang jalas gue udah lega banget sekarang karena berani untuk menyatakan perasaan sama lo." Ucap Adryan.


'Gue gak nyangka kalau selama ini Adryan mikirin gue. Kok gue jadi deg-deg an begini ya.' Batin Nisa.


"Gue juga sayang sama lo. jadi sekarang gue terima lojadi pacar gue. Makasih selama ini lo elalu buat gue happy terus..." Ucap Nisa.


"Makasih Nis... gue senang banget." Ucap Adryan langsung mencium tangan Nisa.


"Aku juga senang kok. Jujur aku juga sayang banget sama kamu." Ucap Nisa.


"Aku akan terus ngebahagiain kamu Nis." Ucap Adryan yang tanpa mereka adari panggilan mereka sudah memakai kata "aku kamu"...


Adryan mendadak menjadi tidak pusing lagi dan mengajak Nisa untuk pergi makan merayakan hari jadi sebagai pasangan.


*****


Semua orang tahu kalau Nisa dan Adryan sudah jadian pun ikutan happy. Terutama bundanya sendiri meraa senang melihat putri kesayangannya ini sudah pacaran. Karena apapun yang membuat Nisa bahagia pasti bunda selalu saja mendukung. Sedangkan Adel dan Ratu yang dari awal sudah yakin kalau Adryan itu menyimpan perasaan dengan Nisa. Mereka pun sudah tidak kaget lagi saat Nisa menceritakan semuanya. Mereka hanya mendoakan yang terbaik saja buat Nisa.


Selama pacaran, Nisa lebih sering menghabiskan jam istirahatnya dengan Adryan. Tapi sesekali juga ia makan bersama dengan kedua sahabatnya. Adryan benar-benar melakukan segala cara untuk menyenangkan hati ceweknya itu setiap hari yawalaupun pasti ada perdebatan dan ribut-ribut sedikit. Wajar saja sih karena setiap hubungan pasti saja ada masalahnya masing-masing tergantung bagaimana diri kita bisa mengatasi sebuah persoalan.


Adryan juga menunjukkan sikap tulusnya yang begitu menyayangi Nisa sampai-sampai bundanya sendiri sangat sayang kepada Adryan. Setiap Adryan datang kerumah, bunda selalu saja masak makanan serta cemilan yang enak buatnya. Sesekali juga Adryan mengajak makan malam bersama dengan Nisa dan keluarganya dengan tujuan untuk mendekatkan diri lagi.Tanpa terasa waktu berputar begitu cepat, Nisa dan Adryan sudah menjalin hubungan selama 1 tahun saja. Tidak ada peubahan sikap sama se


kali dari keduanya. Nisa masih tetap dengan sifat manja dan cerianya sedangkan Adryan selalu perhatian dan peduli dengan Nisa.


Mendadak selama 3 hari berturut-turut Adryan tidak datang kesekolah sehingga membuat Nisa sangat khawatir. Karena Nisa juga tida bisa menghubungi nomor hp pacarnya itu. Selama 3 hari itu juga Nisa tidak mood untuk melakukan aktifitas apa-apa. Nisa sudah berusaha menanyakan kepada teman sekelas Adryan dan terus menghubungi nomor hpnya tapi tetap saja tidak ada yang tahu keberadaan pacarnya itu. Selama pacaran juga Nisa belum pernah main kerumah Adryan sama sekali. Adel dan Ratu menyemangati dan berusaha menenangkan pikiran Nisa...


'Tega banget sih kamu Adryan gak kasih kabar begini. Aku benar-benar khawatir banget sama kamu. Aku gak tahu harus ngapain lagi. Aku udah usaha cari tahu tentang kamu selama ini. Aku gak ngerti kenapa kamu mendadak begini. Terakhir kali kita masih baik-baik aja...'Batin Nisa


"Jangan terlalu dipikirin beb, ntar juga Adryan pasti masuk dan jelasin alasannya sama lo." Ucap Adel.


"Atau mungkin juga Adryan cuman pengen lihat reaksi lo aja. Mungkin dia hanya bercanda kali beb." Ucap Ratu berusaha menghibur.


"Tapi gak lucu aja kan tiba-tiba gak ada pemberitahuan begini." Ucap Nisa.


"Sabar ya beb, ntar kalau ketemu lagi lo marahin aja dia habis-habisan. Gimana?" Ucap Adel.


"Pastilah. Gue akan introgasi dia. Apa coba maksudnya gak ada kabar dan mendadak hilang begini." Ucap Nisa emosi.


"Ya udah gimana kalau kita makan ice cream kesukaan lo aja."Bujuk Ratu.


"Emangnya gue anak kecil apa dibujuk pakai ice cream." Ucap Nisa.


"Ya habisnya kita bingung kalau ngelihat lo murung terus begini." Ucap Adel.


"Gue traktir deh, lo boleh makan sebanyak yang lo mau. Gimana ?" Bujuk Ratu lagi.


"Hmmm...boleh deh kalau gratis. " Ucap Nisa sambil tersenyum.


"Gitu dong beb senyum. Kan lebih cantik daripada cemberut terus mukanya jadi jelek." Ucap Adel.


"Makasiih ya kalian udah menenangkan perasaan gue. Gue jadi lebih tenang dari sebelumnya." Ucap Nisa.


"Kan kita sahabat lo, Jadi kita gak mau dong lihat temannya sedih begini." Ucap Ratu.


"Kalau begitu ayo dong kita beli ice creamnya sekarang. Lumayan kan mendinginkan hati gue yang lagi panans banget selama  berapa hari ini." Ucap Nisa.


"Yee bisa aja deh kata-katany. Semenjak galau jadi pintar berkata-kata ya." Ledek Adel


"Resek lo Del..." Ucap Nisa.


"Kok malah berdebat sih, udahan ayoo sekarang kesana beli ice creamnya..." Ucap Ratu.


"Adel nih Tu ngeledekin gue terus. Iya ayo buruan gue udah gak sabar banget makan ice cream sepuasnya." Ucap Nisa.


Ratu dan Adel merasa senang karena dapat membujuk disaat Nisa lagi galau. Apalagi Nisa udah mulai tersenyum lagi. Nisa makan ice cream dengan lahapnya. Dan untuk dirinya sendiri dia sampai memesan 2 ice cream ukuran jumbo. Keduanya hanya membiarkan saja asal Nisa bisa senang hari ini.


******


Keesokannya....


Pihak sekolah mengumumkan kalau Adryan pindah sekolah tanpa alasan yang pasti. Nisa semakin tidak mengerti kenapa Adryan sampai pindah sekolah. Nisa berusaha mencari tahu alamat rumah Adryan untuk menanyakan semua hal kepada Adryan. Saat sampai dirumah Adryan, satpam memberi tahu kalau Adryan dan keluarganya pergi ke London ikut kedua orangtuanya. Nisa yang mendengar kabar tersebut seketi lemas dan tidak berdaya. Untungnya dia datang bersama Ratu dan Adel yang langsung membawanya masuk kedalam mobil.


Didalam mobil, Nisa menangis tidak henti-hentinya. Adel dan Ratu semakin bingung harus melakukan apa untuk membuat Nisa tenang. Mereka berdua membiarkan Nisa menangis sepuasnya. Setelah lebih tenang mereka berdua mulai mengajak Nisa mengobrol dengan baik.


"Gue salah apa sama Adryan?. kenapa dia pergi dan pindah sekolah gak ada ngabarin gue. Apa selama ini dia cuman mempermainkan perasaan gue aja ya." Ucap Nisa sambil sesegukan.


"Lo gak salah kok. Yang salah itu si Adryan karena udah buat lo seperti ini. Gue gak nyangka banget dengan mukanya yang polos itu bisa nyakitin perasaan lo seperti ini." Ucap Adel.


"Mungkin Adryan punya alasan kenapa bisa seperti ini." Ucap Ratu berusaha menenangkan.


"Apapun alasannya seharusnya dia bisa kabarin gue, bukan malah ninggalin gue begini disaat gue udah sayang banget sama dia." Ucap Nisa.


"Kita ngerti kok perasaan lo Nis, kalau dia ninggalin lo begini berarti dia bukan orang yang baik." Ucap Adel.


"Mungkin Tuhan pengen yang terbaik buat lo Nis, dengan cara seperti ini lo ditunjukkan bagaimana sifat Adryan yang sebenarnya." Ucap Ratu.


"Gue rasa kalian benar. Gue janji akan lupain dan hilangkan semu perasaan gue sama dia." Ucap Nisa.


"Seenggaknya lo gak akan pernah kehilangan kita Nis. Kita akan sellau ada buat lo. Gue dan Ratu janji gak akan pernah ninggalin lo." Ucap Adel.


"Untuk apa gue menangisi cowok yang gak udah ninggalin gue begitu aja. Kalian benar, geu beruntung masih punya kalian berdua." Ucap Nisa sambil memeluk keduanya.


"Makasih selalu ada buat gue." Ucap Nisa lagi.


"Kalau gitu lo hapus air mata lo Nis, janji sama kita kalau lo gak akan lagi nangisi cowok kayak Adryan lagi." Ucap Ratu.


Nisa mengambil tidu yang ada di mobil dan segera menghapus air matanya.


"Gue janji... cukup berapa hari ini gue udah nangisi Adryan. Dan ini yang terakhir kalinya. Ternyata kalau patah hati begini sakit rasanya ya." Ucap Nisa.


"Anggap aja itu pengalaman dan pelajaran hidup buat lo kedepannya Nis." Ucap Adel.


"Iya lo benar Del..." Ucap Nisa.


Kemudian Adel mengantar Nisa pulang kerumah. Nisa juga menceritakannya semua kepada bundanya. Bunda sangat sakit saat melihat putri kesayangan itu menjadi sedih. Tapi bunda berusaha sellau menenangkan dan menghibur Nisa setiap harinya.


Selang seminggu kemudian, ayah Nisa dikabarkan meninggal dunia karena kecelakaan mobil. Ayah dan supirnya meninggal ditempat. Nisa dan bundanya merasa sangat sedih. Belum juga dia bisa melupakan Adryan sekarang malah Tuhan mengambil ayah yang dia sayangi. Berturut-turut 2 orang pria dalam hidupnya pergi meninggalkan begitu saja. Adel dan Ratu ikut turut berduka dengan kejadian yang menimpa sahabatnya itu.


Mereka berusaha menguatkan Nisa agar tidak larut dalam kesedihan. Kejadian itu sempat membuat Nisa merasa sangat trauma dan mengurung diri selama seminggu. Bunda berusaha untuk meyakinkan Nisa kalau semua yag mereka alami itu adalah takdir yang tidak bisa diubah lagi. Bunda juga bilang kalau kehidupan mereka akan terus berlanjut. Kata-kata itu juga yang membuat Nisa perlahan-lahan tersadar kalau dia masih punya bunda yang masih sayang banget sama dia. Karena bagaimanapun kita tidak boleh menyalahkan takdir yang sudah diatur, kita sebagai manusia hanya bisa menjalankan kehidupan dengan sebaik-baiknya.


Pada akhirnya semua orang akan merasakan kehilangan tinggal menunggu waktunya masing-masing. Setelah kepergiaan ayah untuk selamanya, bunda memutuskan untuk menjual rumah dan pindah rumah dari komplek perumahannya. Bunda tidak sanggup tinggal disana, karen aterlalu banyak kenangan keluarga dirumah itu.


"Dirumah baru ini kita mulai dengan lembaran yang baru lagi ya sayang. Bunda janji akan selalu menyenangkan kamu." Ucap bunda.


"Bunda benar, kita mulai semuanya dari awal lagi hanya ada Nisa dan bunda dirumah ini." Ucap Nisa memeluk erat bundanya.


"Kita harus hidup lebih baik lagi ya sayang dirumah ini." Ucap bunda.


"Pasti selama masih ada bunda Nisa pasti baik-baik aja. Nisa sayang banget sama bunda. Maafin Nisa karena kemarin sempat mengurung diri dikamar dan makin membuat bunda sedih." Ucap Nisa.


"Gpp sayang, bunda mengerti kenpa kamu bisa seperti itu. Bunda juga tahu kalau kamu butuh waktu untuk menerima keadaan. Tapi jangan larut dalam kesedihan ya sayang. Kita masih bisa mendoakan ayah kamu dari sini. Jujur bunda juga teramat kehilangan tapi bunda harus kuat karena masih ada kamu sayang. Bunda sadar kalau semuanya sudah ada yang mengatur." Ucap bunda.


"Iya bunda. Awalnya Nisa memeang gak bisa menerima kenyataan tetapi Nisa juga gak mau buat bunda makin sedih karena tingkah Nisa." Ucap Nisa.


"Sekarang kamu harus janji sama bunda. Kalau kita akan hidup dengan bahagia disini. Tanpa ada perasaan sedih lagi." Ucap bunda.


"Nisa janji kalau kita akan bahagia. Bunda jangan nangis begini dong ntar Nisa jadi ikutan sedih kalau lihat bunda begini. Kalau gitu bunda juga janji sama Nisa, kalau gak ada lagi air mata dan kesedihan lagi. Kita udah tinggalin rumah lama. Kita tinggal semua kenangan disana bunda. Sekarang kita simpan didalam hati kita masing-masing." Nisa menghapus air mata bundanya.


"Makasih sayang udah hadir dihidup bunda. Bunda sayang banget sama kamu." Ucap bunda.


"Nisa juga sayang banget sama bunda."


Nisa dan bundanya membereskan barang-barag mereka, dirumah ini bunda tetap mempekerjakan pembantunya dirumah lama. Adel dan atu juga membantu saat Nisa pindahan kerumah yang baru. Setelah kejadian itu yang dialaminya, Nisa menjadi orang yang begitu berdeda. Dia selalu berusaha lebih ceria lagi dihadapan semua orang yang dia sayangi. Dengan sifat ceria, manja dan genitnya itu dia berusaha menutupi kerapuhan hati yang dia rasakan. Dan setelah kejadian itu juga Nisa tidak pernah pacaran atau membawa teman cowoknya lagi ke rumah. Bukan trauma tapi lebih tepatnya dia masih malas mengenal orang baru lagi dalam hidupnya.


Sampai akhirnya pada saat kelas 3 SMA dia bertemu dengan cowok yang bernama Dimas. Cowok ini adalah anak baru yang sekelas dengannya. Ntah kenapa hatinya mulai tersentuh dengan sikap Dimas yang memperlakukan baik nyokapnya. Dari situ dia mulai merasakan rasa suka lagi sampai-sampai dia juga rela membuat sebuah surat cinta tanpa nama untuk Dimas.


*****


Jalani hidup ini dengan penuh kegembiraan,


Jangan memperbandingkan hidup kita dengan hidup orang lain,


Sebab hidup adalah perjalanan, bukan perbandingan.


------> kata-kata mutiara


Jangan lupa dukung terus novel ini. Jangan lupa untuk di Like, Comment, dan Rating....


Kasih masukan ya biar author lebih semangat lagi menulisnya.


Happy reading all <3