Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
KEJUTAN



“Sayang kita mau makan dimana sih? Biar aku ajalah yang nyetir.” Kata kavin yang sangat penasaran kepada ratu.


“Udah ah kamu berisik banget deh! Diam ajan disitu. Aku jadi gak konsen nih nyetirnya gara gara kamu bawel terus.” Kata ratu sambil terus menatap lurus kedepan.


“Oke oke! Tapi aku bosen tau diam terud begini. Biasanya juga aku yang nyetirin kamu.” Keluh kavin.


Ratu langsung melirik sekilas. “Vin!”


Kavin yang sangat mengerti dengan nada ancaman ratu hanya mengembuskan nafas dengan berat.


‘Ih nyebelin banget sih ratu. Udah gak ad ngucapin buat aku! Ngomong ngomong ratu ingat gak ya hari ini aku ulang tahun?’ Umpat kavin dalam hati sambil diam diam mengamati ratu yang sedang serius menyetir.


“Kamu kok liatin aku kayak begitu sih? Buat aku makin gak konsen tau. Mendingan kamu tidur aja deh. Ntar kalo udah sampai tempat makannya aku bangunin kamu.” Kata ratu yang tidak menatap kavin sama sekali.


Kavin marah dan kesal lalu memalingkan pandangannya. Akhirnya kavin memutuskan untuk tidur dari pada ribut dengan ratu.


Ratu melirik sekilas karena suasana berubah menjadi sangat hening. ‘Nah gitu kan bagus!’ Ratu hanya tersenyum geli melihat tingkah kavin yag sedari tadi minta diperhatikan olehnya.


Setibanya ditempat tujuan, ratu langsung membangunkan kavin. Karena kavin tidak mau bangun bangun, akhirnya ratu menggelitikin dan teriak tepat ditelinga kavin. “Kavinnnnn....!”


Kavin langsung bangun dan kaget secara bersamaan. “Kamu kok gitu banget sih bangunin aku? Gak ada manis manisnya sama sekali.” Kata kavin lalu cemberut.


“Duh, aku udah capek tau bangunin kamu yang tidurnya udah kayak kebo! Gak mau bangun bangun. Ya aku cari cara lain lah untuk bangunin kamu.” Kata ratu smbil ketawa lepas.


“Uh emang dasarnya aja kamu gak ada sisi lembutnya sama sekali.” Kata kavin dengan kesal.


“Udah ah gak usah dibahas, hari ini aku gak mau ribut sama kamu. Mendingan kamu turun karena kita sudah sampai tempat.” Kata ratu sambil mempersilahkan kavin untuk turun.


“Baik ratuu!” Kata kavin singkat.


Ratu hanya berusaha untuk menahan tawanya. Lalu berjalan kelur dari mobil.


“Kita dimana sih? Aku belum pernah deh kesini. Awas aja kalo makanannya tidak enak! Udah jauh.” Omel kavin.


“Aku jamin deh kamu pasti bakalan suka.” Kata ratu dengan nada bicara yang manja kepada kavin.


Kavin jadi semakin penasaran dibuat ratu, karena semenjak mereka berpacaran ratu sama sekali tidak pernah membawa kavin kesini.


“Kok cafenya gelap begini? Cafe apaan inji sayang mendingan kita pergi aja deh.” Kata kavin yang ngomel ngomel tidak jelas.


Setelah kavin selesai ngomel, lampunya dihidupkan kemudian ratu sudah memegang cake lalu semua teman teman kavin dikumpulkan ratu semuanya. Sampai ratu mencari tau tentang informasi tentang teman teman kavin.


Setelah ketemu ratu langsung mengajak mereka semua untuk bekerja sama untuk memberikan kejutan kepada kavin.


happy birthday to you........


happy birthday to you........


happy birthday to you........


happy birthday happy birthday happy birthday....


happy birthday to youuu....


semua teman teman kavin menyakinkan lagu selamat ulang tahun sambil bertepuk tangan. ratu juga ikutan bernyanyi sambil memegang cake..


kavin dengan ekspresi yang sangat kaget bercampur terharu dan bahagia karena bisa merayakan ulang tahunnya kali ini semua teman temannya bisa berkumpul. terutama sejak ada ratu dihdiupnya kebahagiaannya menjadi sangat sempurna.


kavin hanya mengangguk lalu sambil memejamkan matanya dia memberikan sebuah permohonan. 'semoga aku selalu diberikan kesehatan, semoga kebahagiaanku tidak hanya sampai disini saja, aku ingin bisa selamanya dengan ratu sampai kami berdua menikah. semoga semuanya berjalan seperti keinginanku. aminnn...!'


kemudian kavin membuka matanya dan meniup lilinnya. semua orang bertepuk tangan.


"ini kejutan dari aku untuk kamu sayang..semoga kamu suka ya." ucap ratu sambil memberikan pelukan ke kavin.


"tentu saja aku suka sayang. makasih banyak ya!" ucap kavin sambil membalas pelukan ratu.


"mana kado buat aku!!" tagih kavin.


"oh iya, aku hampir saja lupa sayang. tunggu disini sebentar ya."ucap ratu sambil berjalan ke arah mobil untuk mengambil hadiahnya.


sesampainya di mobil ratu langsung mencari kado yg sudah disembunyikan ratu sejak tadi. 'semoga aja kamu suka ya vin!' batin ratu kemudian berjala masuk kembali kedalam cafe.


langkah kaki ratu terrhenti, senyuman ratu meghilang ketika melihat dirinya sendiri berada dalam video yang sekarang sedang ditayangkan menggunakan proyektor. disana terlihat sangat jelas ratu yang sedang mabuk dibantu oleh seorang cowok masuk kedalam hotel. terlihat sangat jelas kalo ratu sudah tidak menggunakan pakaian tapi ditutupi dari belakang. posisinya sekarang ratu sedang menatap si cowok itu. cowok itu mencium bibir ratu dengan serakah. lalu video itu dimatikan.


sekujur tubuh ratu bergetar hebat menyaksikan dirinya seperti itu dan sekarang dirinya menjadi pusat perhatian. apalagi kavin yang menatap tak percaya dengan apa yang baru saja disaksikannya.


kavin langsung menghampiri ratu dan menarik lengan ratu dengan kasar. "masih ada yang ingin kamu jelaskan?!" tanya kavin dengan nada membentak ratu.


ratu hanya terdiam. tidak berkata sama sekali, seakan mulutnya telah terkunci.


"jawab aku tu! kamu kenapa dia aja? semakin kamu diam aja seperti ini berarti kejadian itu benar terjadi?" tanya kavin dengan tidak sabaran dan dengan emosi yang meluap luap.


"siapa dia? bagaimana kamu bisa serendah itu!" kata kavin sangat kasar.


ratu hanya menatap kavin dengan muka tidak percaya. dia tidak menyangka kavin sampai menilainya serendah itu.


"seharusnya kamu lebih percaya sama aku dari pada video seperti itu." kata ratu dengan ketus sambil berteriak.


"apalagi yang bisa kamu jelaskan? aku tanya itu didalam video itu memang benar kamu? pantasan akhir akhir ini kamu aneh dan jadi pendiam ternyata karena ini. apa bedanya kamu sama cewek murahan diluar sana! kamu aja gak bisa menjaga diri kamu baik baik. ciiihh!" kata kavin dengan kasar dan sangat menyakiti perasaan ratu.


"iya itu memang aku! jaga ya mulut kamu vin! kamu bilang aku murahan?" kata ratu sambil menagis dan marah secara bersamaa.


"iya kan memang benar! kenapa aku baru tau kalo kamu serendah itu. tau gitu aku bisa dong make kamu! aku selama ini jagain kamu, ternyata diluaran sana kamu seperti itu. dasar ja**ng...!" kata kavin dengan spontan.


ratu langsung menampar keras pipi kavin. "begitu bodohnya aku mau menerima pacaran dengan cowok yang mulutnya terlalu rendahan seperti ini. kalo memang kamu cinta sama aku seharusnya kamu lebih percaya dan dengerin semua penjelasan aku! bukan langsung menghakimi aku seperti itu! kita putus...!!!" kata ratu sambil menghapus air matanya yang jatuh dengan kasar lalu pergi meninggalkan kavin dan semua orang yang menatapnya dengan hina.


"SEHARUSNYA YANG BILANG PUTUS ITU GUE! BUKAN LO!" Teriak kavin yang tidak digubris oleh ratu.


 


 


******


 


>> Like\, Comment\, Favorite And Rating! <<


HAPPY READING GUYS ^.<