Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Honeymoon (Part 2)



Setelah melihat reaksi Ratu yang terlihat sangat marah. Akhirnya Kavin memberikan semua baju Ratu yang disembunyikan. Kemudian Kavin mengambil bajunya dari lemari dan langsung memakainya tanpa malu di depan istrinya.


"Maaf sayang aku cuma bercandain kamu aja. Udahan dong marahnya."


Ratu mengambil baju yang akan dia pakai setelahnya ia masih berpura-pura marah kepada Kavin. Ratu memasang muka cemberut kearah Kavin sekaligus mendiaminya. Sebenarnya ia hanya ingin membalas Kavin saja. Karena belakangan ini terus-menerus menggoda atau menjahilinya.


"Kamu masih marah sama aku???kok diam aja???Gak seru ahh kan kita disini mau bulan madu kamu malah cemberut begitu mukanya." Kavin duduk disebelah Ratu sambil memegang tangannya.


Ratu hanya berusaha menarik tangannya kembali tanpa menjawab Kavin. Ia malah menyalakan tv. Kavin menjadi bingung harus melakukan apa ... Ia terus berfikir keras sambil melamun. 'Aku lebih baik kamu cerewetin yang penting kamu ngomong sama aku daripada kamu diamin begini.'Batin Kavin tak menentu.


Sesekali Ratu menatap kearah Kavin. Sebenarnya ia ingin tersenyum melihat Kavin yang tampak kebingungan. Tapi Ratu berusaha menahannya.


'Biar kamu rasain didiemin itu gimana vin. Habisnya kamu jahilin aku mulu. Emangnya kamu pikir aku gak bisa balas kamu..."Gemuruh Ratu sambil menahan tawa.


Ratu seolah fokus menonton acara tv tanpa menghiraukan suaminya itu. Sebenarnya ia tahu kalau mendiami suami itu dosa tapi dia berbuat begini agar Kavin tidak terus-menerus jahil. Setelah setengah jam saling diam...tiba-tiba hp Kavin berdering keras.


Ddrrrt.......ddrrrrtttt.......ddrrrttt......


Kavin meraih hp yang ada diatas meja disamping tempat tidur. Ternyata yang menelpon adalah papa mamanya. Tidak sekedar menelpon tapi mereka vidio call langsung..... Kavin langsung punya ide saat melihat panggilan tersebut.


"Sayang..."Panggil Kavin.


Ratu seolah tidak mendengarkan Kavin.


"Sayang ini papa mama vidio call aku. Menurut kamu gimana???aku angkat atau aku tolak?"Kavin tetap berusaha bertanya kepada Ratu.


Ratu yang tadinya diam jadi kelihatan berfikir. Tapi ia tetap saja tidak menjawab Kavin.


'Gimana ya kalau Kavin angkat pasti ketahuan deh kalau lagi diam-diaman begini. Gak seru ah padahal masih mau ngerjain Kavin.'Batin Ratu yang bertanya sendiri sampai ia tidak sadar kalau Kavin berada tepat didepannya.


"Aku lagi ngomong kamu kenapa malah melamun sih sayang ???Yauda kalau kamu diam aja . Aku angkat telepon dulu ya. Ntar kalau papa mama tanya aku bilang aja kalau kamu lagi gak mau ngomong. Gimana ???"Ucap Kavin sekaligus ancaman buat Ratu.


'Pintar banget nih Kavin pake acara ngancam segala. Kan gak lucu kalau sampai ketahuan kalau kita lagi diaman.'Batin Ratu sambil menatap tajam kearah Kavin. Dengan tatapan seperti tidak suka. Kavin tersenyum melihat reaksi istrinya itu. Dengan berat hati akhirnya Ratu mau ngomong ke Kavin.


"Yauda kamu angkat aja."Ucapnya datar.


"Yakin nih aku angkat. Mereka vidio call loo. Berarti kan mau ngomong sama kita berdua."Ucap Kavin sambil tersenyum.


"Iya yauda kamu angkat aja. Duduk disebelah aku sini." Tunjuk Ratu kearah kursi.


"Berarti kamu udah gak marah kan sama aku???" Kavin  duduk disamping Ratu sambil menelpon balik mamanya.


Drrrtt......ddrrrttt......ddrrrt......


"Halo ma???"Sapa Kavin.


"Hai juga sayang. Gimana disana???mentang-mentang lagi honeymoon lupa gak ngabari kalau udah sampai disana ya." Sapa balik mama. Terlihat dari vidio tersebut papa sama mama masih berada dirumah Kavin yang baru bersama besannya.


"Iya buat kami disini khawatir saja."Timbrung mama Ratu.


"Disini bagus banget ma. Cantik banget laut birunya disini. Buat pikiran lebih tenang. Maaf tadi Ratu sama Kavin sampainya udah sore banget terus beres-beres jadi lupa ngabari. Ya kan Vin???"Ucap Ratu tersenyum.


'Pintar banget nih istri aku aktingnya. Didepan papa mama aja seolah gak ada apa-apa.' Batin Kavin.


"Iya ma bener.  Enak banget disini." Jawab Kavin.


"Bagus dong kalau begitu yang penting kalian suka dan happy ya. Terus jangan lupa oleh-oleh dari sana."


"Tenang aja ma pasti Ratu dan Kavin bawain oleh-oleh yang banyak."


"Kami gak butuh barang dari kalian. Maksud mama tadi seorang cucu yang lucu."


Kavin dan Ratu saling pandang. Tanpa sadar hawa kamar mereka menjadi panas mendengar ucapan mama dan mertuanya itu.


"Kalau itu pasti ma. Tenang aja ya. Di doain dong ma biar cepat. Ya kan sayang???" Sambil meminta persetujuan kearah Ratu.


"Ekhh... i--ya benar ma."Ucap Ratu gugup.


"Yauda ya selamat honeymoon. Bye sayang bye juga menantu kesayangan mama." Sambil melambai. Ratu dan Kavin membalas lambaian tangan dengan tersenyum.


Setelah selesai vidio call. Ratu mendiami  dan menjauhi Kavin kembali. Ia keluar dari kamar untuk menikmati pemandangan laut biru di malam hari. Dari kamar Kavin melihat Ratu berdiri sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya.


'Aneh banget nih Ratu. Tadi aja manis banget didepan papa mama. Sekarang diam lagu. Jadi gue harus gimana dong. Masak malam pertamanya gagal lagi. Padahal gue udah pengen banget. Udah gue tahan-tahan terus....Gak bisa dibiarin ini gue harus melakukan sesuatu.' Batin Kavin.


Kemudian Kavin memutuskan mendekati istrinya lagi. Ia memeluk Ratu dari belakang.


"Kamu kenapa kok sensi banget sih sayang???kan udah siap datang bulannya. Jangan diam aja dong." Memeluk erat Ratu sambil mencium bahu kanan Ratu yang sedikit terbuka.


Ratu menoleh kearah Kavin dan tersenyum.


"Gimana rasanya didiemin sayang??? Habisnya kamu jahil banget." Ucapnya tersenyum puas.


"Jadi kamu daritadi ngerjain aku ???sumpah aku udah takut banget kamu beneran marah sama aku sayang. Sampai aku bingung harus ngelakuin apa."Jelas Kavin.


"Ya gak mungkin lah sayang. Tadi memang aku kesal banget sama kamu."


"Kamu lain kali jangan begini lagi ya. Lebih baik kamu ngomong daripada kayak tadi. Sumpah aku gak bisa didiemin sayang." Kavin menarik pinggang Ratu dan memeluknya manja.


"Iya iya asal kamu gak jahil kayak tadi lagi. Ohh iya sayang!!! Aku laper banget." Rengek Ratu manja.


"Yauda kita makannya di kamar aja ya sayang. Aku telepon untuk pesan makanan dulu."


"Yauda terserah kamu aja sayang. Pesankan yang banyak ya aku laper banget." Ucap Ratu.


"Ok sayang." Kavin melepaskan pelukannya kemudian masuk kembali kedalam kamar untuk memesan makanan.


Kemudian Kavin duduk kembali disamping Ratu sambil menikmati susana laut biru yang indah.


Ia mebelai rambut Ratu dengan lembut. Sesekali Ratu membelai pipi Kavin dengan lembut dan bersender manja di bahu Kavin.


"Aku masih gak nyangka kalau kita sekarang udah menikah sayang. Kayaknya baru aja kita ketemu lagi. Waktu emang cepat berlalu ya sayang." Ucap Ratu.


"Iya sayang kamu benar. Aku juga masih gak nyangka kalau kamu udah jadi istri aku. Semoga kita bisa selamanya sampai maut memisahkan ya sayang."


"Aminn sayang..."


Tidak berapa lama, makanan yang Kavin pesanpun datang. Kavin meletakkan semuanya di meja . Sedangkan Ratu mengambil beberapa piring dan gelas. Mereka pun langsung melahap semua makanan dan minuman yang tersaji sampai mereka beneran merasa kenyang.


*****


Di kamar, Kavin terlihat gelisah. Ia hanya mondar-mandir tak menentu.  Ia menunggu Ratu keluar dari kamar mandi karena ia meminta Ratu mengganti pakaiannya dengan lingerie. Kavin sudah mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu tidur dengan pencahayaan yang minim.


Sedangkan Ratu yang sudah memakai lingerie di kamar mandi merasa risih sekaligus tidak nyaman. Ia melihat dirinya didepan cermin terlihat begitu sexy. Perasaannya menjadi tak menentu. Malam ini akan menjadi malam pertama buat mereka melakukan hubungan sebagai suami istri. 'Ahh gue gak PD pakai lingerie ini. Terlalu terbuka dan transparan banget. Beda sama yang kemarin...ini mah sama aja kayak gak pakai apa-apa. Pasti Kavin udah nungguin gue keluar sekarang.'Batin Ratu kacau.


Dengan perlahan ia membuka pintu untuk memastikan keadaan sekitar. Ia setengah mengintip dari balik pintu kamar mandi. Tanpa ia tahu kalau Kavin berada tepat didepan pintu. Kavin melihat Ratu dan mereka saling pandang. Kavin yang terlihat tidak sabar, menarik paksa tangan Ratu. Ratu menjadi pucat, semakin tegang saat berhadapan langsung. Seakan tidak bisa menelan liurnya sendiri. Kavin melihat Ratu dengan tatapan kagum. Ia terus menatap Ratu dari atas sampai bawah. Ratu terlihat sexy dan menggoda. 'Baju ini lebih sexy lagi dari kemarin tapi membuat Ratu semakin menggoda.'Batinnya...


Ratu yang melihat Kavin menjadi susah untuk bernafas, jantungnya berdetak lebih kencang, rasa gugup sekaligus takut mulai ia rasakan. Wajar saja karena ini merupakan pengalaman pertamanya dengan Kavin.


"Kamu kok lama banget di kamar mandi sayang. Aku dari tadi udah nungguin kamu loo."Ucap Kavin.


"I--ni vin bajunya terlalu terbuka. Buat aku gak nyaman buat pakai."Ucap Ratu dengan terbata.


"Aku suka lihat kamu pakai ini sayang. Kamu kelihatan lebih sexy."


"Itu sih emang maunya kamu. Dasar mesum!!!"


"Biarinnn. Kan kamu udah sah istri aku sayang. Lagian kamu gak lupa kan kalau papa mama udah minta cucu dari kita."


"Aku gak lupa tapi vin..."


"Gak ada alasan lagi malam ini. Aku udah gak bisa tahan lagi sayang. Kamu tega banget lihat aku tersiksa begini."


'Gak tega sih sebenarnya vin tapi rasa takut aku aja yang lebih besar.'Batin Ratu


"Mmmm....iya vin."


Kavin perlahan mendekat kearah Ratu.


Ratu yang gugup refleks langsung mundur saat Kavin mendekatinya.


"Kamu kok makin menjauh sayang???"


Tapi tetap saja Ratu semakin mundur ke belakang sampai badannya tepat berada dibelakang dinding. Yang membuatnya tidak bisa pergi dan berkutik lagi. Kavin yang melihat gemas tingkah istrinya itu menghampirinya.


"Kamu mau kemana sih sayang?"


Tanpa menjawab pertanyaan, Ratu hanya bisa pasrah mengikuti hasrat dan keinginan Kavin.


Kavin mendekatkan wajahnya ke wajah Ratu....Kavin mulai mencium kening, pipi, hidung, kemudian ia langsung menuju ke bibir tapi Ratu menahannya dengan tangan.


"Vin...." Ratu menatap Kavin....


"Aku tahu ini yang pertama bagi kamu sayang." Ucap Kavin.


"Iya sayang. Maaf aku jadi gugup banget."


"Aku udah gak bisa tahan lagi tu. Aku tahu kamu gugup tapi percaya sama aku ya. Aku akan pelan ke kamu...." Kavin membelai lembut pipi Ratu.


Ratu membalas dengan anggukan kepala. Kata-kata Kavin membuatnya menjadi lebih tenang.


Tanpa berkata lagi Kavin langsung mencium bibir tipis Ratu dengan lembut. Ciuman berubah menjadi lumatan. Di sela mereka berciuman, Kavin membisikkan sesuatu ... "I love you ratuku."


Kemudian Kavin mencium bibir Ratu dengan serakahnya tanpa memberikan jeda untuk bernafas yang membuat Ratu menjadi sesak oleh ciuman Kavin. Ciumannya perlahan mulai turun ke leher Ratu kemudian turun lagi ke arah p*****a.  Kavin membuat jejak kemerahan di p*****a Ratu. Sesekali Ratu mendesah membuat Kavin semakin bergairah sekaligus berhasrat.


Kavin membawa Ratu ke tempat tidur. Perlahan Kavin membuka lingerie dan hanya menyisakan bra dan celana dalam saja. Kavin mencium Ratu kembali dengan panasnya. Posisi Kavin sekarang tepat berada diatas Ratu. Ia membuka bra milik Ratu. Ia melihat Ratu sangat menggoda. Tangan kanannya memainkan p*****a dan ******* lembut cukup lama p****g milik Ratu yang membuatnya semakin mendesah. Desahan Ratu membuat Kavin semakin panas.


Ratu menjadi semakin memanas sesekali menggigit bibir bawahnya. Kavin yabg sudah tidak tahan mulai membuka baju dan celana yang ia pakai dan melemparnya ke sembarang tempat. Kavin mulai memasukkan alat vitalnya ke bagian sensitif milik Ratu..


Dengan perlahan iaa terus mendorong dan menggoyang tubuh Ratu.


Akkhh..akkgghhh.... vinnn..


Desahan Ratu semakin menjadi membuat Kavin terus menggoyangkan tubuhnya sampai di puncak klimaks.


Akkkhhh..... Ucap mereka barengan.


Ratu yang merasakan sakitnya hanya bisa meringis kesakitan.


"Sakit vin." Bisik Ratu.


"Iya sayang punya aku juga sakit." Kavin mencium kening Ratu dengan mesra.


"Makasih sayang masih menjaga tubuh kamu. I love you."


"I love you more my kavin..."


Dengan langkah pelan Ratu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lupa Ratu mengganti pakaiannya menjadi pakaian yang nyaman untuk tidur. Setelah itu Ratu berbaring kembali disebelah Kavin.


Malam pertama mereka akhirnya sukses tanpa ada gangguan yang membuat Kavin sangat senang karena dapat menyalurkan hasratnya yang ditahannya selama ini. Ia terlihat sangat puas karena Ratu sudah menjadi miliknya seutuhnya. Tanpa sadar ia menjadi senyum-senyum sendiri.


"Kamu kenapa malah senyum begitu sayang?" Tanya Ratu bingung.


"Eh.... gpp sayang aku senang aja."Jawabnya gugup.


"Oh aku pikir kenapa."


"Malam ini sampai sini dulu ya sayang."Ucap Kavin.


"Iya sayang. Masih perih banget tau vin."Ucap Ratu.


"Iya sayang aku ngerti." Ucap Kavin sambil membelai lembut rambut Ratu.


"Aku tidur duluan ya sayang. Udah ngantuk banget ini. Kamu jangan malam-malam istirahatnya. Besokkan kita udah mulai berkeliling."


"Iya sayang....aku juga udah ngantuk kok." Ucap Kavin.


Kemudian Ratu memutuskan untuk beristirahat dan menyuruh Kavin untuk membersihkan dirinya sebelum tidur. Hari yang sangat lelah bagi keduanya yang membuat mereka terlelap sambil berpelukan.


*****


Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...


Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..


jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.


Terimakasih masih setia membaca novel ini.


Happy Reading guys!