
padahal kavin hanya berpura pura untuk jadian sama vika, kavin ingin membalas semua perlakuan vika yang udah jahat banget ke ratu.
wajah vika menggambarkan wajah yang penuh perasaan bahagia, happy dan yang pasti aura jatuh cintanya terpancar sekali, kelihatan banget, vika selalu tersenyum happy setiap ada yang menyapanya, siapa pun yang melihatnya pasti tau jelas kalau vika sedang kasmaran.
mulai hari ini kavin sudah mengantar jemput vika pergi dan sepulang sekolah, seperti layaknya pasangan yang sesungguhnya.
kavin bahkan sesekali menatap vika dengan muka yang sangat menggoda, itu yang membuat vika semakin salah tingkah,
ratu sesekali menaap kavin dan vika dengan muka yang menunjukkan sikap jijiknya kepada mereka berdua, tanpa sengaja pandangan ratu dan kavin bertemu, lalu kemudian ratu langsung dengan cepat memalingkan pandangannya, seketika muka ratu mulai memerah, ada perasaan aneh yang sedang menyelimuti ratu.
kavin juga melihat kalau ratu jadi salah tingkah karena tanpa sengaja pandangan mereka bertemu, kavin jadi geli sekali melihat sikap lucu ratu itu, bukannya kavin kege'eran ya? tapi emang realita kalau sebenarnya ratu itu cemburu melihat kavin dan vika selalu mesra mesraan.
waktu jam istirahat berbunyi, ratu dengan secepat kilat mengilang dari kelas, karena ratu sangat tidak suka berlama lama dikelas untuk menyaksikan kavin dan vika selalu bersama, ada perasaan marah didalam hatinya, ratu juga semakin tidak mengerti dengan hatinya ini. padahal ratu ingin membuka diri untuk tommy, ingin memberikan kesempatan untuk tommy untuk bisa memasuki hatinya, tapi disatu sisi hanya selalu menolak hal itu.
di taman ratu melamun sendiri, mengingat setiap moment kebersamaan dirinya dengan kavin, banyak sekali kejadian dan peristiwa yang telah mereka lalui berdua. dari perasaan benci, sebenci bencinya, saling salah paham, saling cemburu, saling mengerti dan sekarang saling menyukai.
akhirnya ratu menyadari kalau hatinya hanya ada kavin sekarang, seberusaha apapun dia untuk menghindarinya, tapi hatinya tetap tertuju kepada kavin, ratu semakin nyaman berada didekat kavin, kalau mereka sedang berjauhan ada perasaan rindu ingin segera bertemu.
ratu senyum senyum sendiri mengingat pertengkaran dirinya dengan kavin, bagi ratu itu hal yang sangat lucu, lalu kemudian ada seseorang yang menghampiri ratu yang membuat lamunan ratu buyar seketika, siapa lagi kalau bukan rama.
rama sangat berusaha untuk mencari kesempatan untuk bertemu ratu dibelakang raya, kebetulan hari ini raya tidak masuk kesekolah, karena ada hal yang sedang diurus raya. ya rama sangat senang akhirnya kesempatan itu datang.
"lo mau ngapain didepan gue! minggir." ucap ratu dengan tegas.
"kalau gue gak mau gimana? tu lo tau gak gue benar benar suka sama lo dan gue gak mau kehilangan lo lagi. gue masih berharap kalau lo mau balikan dengan gue lagi, gue janji gue akan putusin raya demi lo." ucap rama seakan tidak merasa bersalah.
ratu yang menatap rama semakin tajam dan dipenuhi perasaan yang semakin jijik terhadap rama, 'kok gue pernah suka sama cowok brengsek kayak lo ya, kalau aja waktu bisa diulang kembali gue gak akan mau buat pacaran sama lo.' batin ratu.
"gue gak akan pernah mau balikan sama cowok bajingan kayak lo. selagi gue masih baik lo pergi dari sini." tatapan ratu yang semakin tidak suka melihat rama.
"gue akan berjuang untuk dapatin cinta lo lagi tu dan gue gak mau pergi dari sini." kata rama sambil menarik tangan ratu secara paksa.
"lo itu bukan cuma bajingan, tapi cowok kasar. semakin lo begini gue jadi semakin jijik sama lo." kata ratu sambil tertawa mengejek kepada rama.
"gue suka tantangan tu, dan gue gak suka ditolak, gue pastiin gue akan dapatin lo lagi dengan cara apapun, dengar ya kalau gue gak bisa dapatin lo, jangan harap lo jadi milik cowok lain, akan gue habisin setiap cowok yang berani deketin lo! camkan itu." ancam rama sambil menggenggam tangan ratu.
"sinting yaa lo! lo bukan cuma brengsek, tapi lo sakit jiwa juga." ucap ratu berusaha untuk melepaskan genggamn tangan rama yang semakin kuat, apa daya ratu yang kekuatannya tidak sekuat tenaga rama, disaat saat seperti ini ratu sangat membutuhkan pertolongan, tapi taman sekolah adalah tempat yang paling sepi, apalagi lokasinya berada dibelakang sekolah, wajar aja gak banyak siswa siswi yang sering kesini, maka dari itu ini jadi tempat favorite kavin untuk tidur dan beristirahat.
"lepasin gue! atau guee....." ucap ratu.. tapi genggaman tangan rama malah semakin kuat, sekarang rama berusaha untuk semakin dakat dengan ratu, rama berusaha untuk mencium bibir ratu.
kavin yang baru berjalan menuju taman lalu melihat sikap kurang ajar rama yang berusaha untuk mencium paksa ratu, kavin marah semarah marahnya, belum pernah kavin semarah ini sama orang, tapi kali ini kavin tidak bisa mengendalikan emosinya lagi.
kavin langsung mendorong rama, lalu memukulinya hingga babak belur, ratu berusaha untuk menghentikan perkelahian kavin dan rama tapi tidak berhasil, sekarang wajah rama dan kavin sama sama babak belur, disudut bibir kavin mengalir darah segar, ramah juga mendapatkan hal yang sama.
kemudian ratu berteriak "HENTIKAN, KALIAN BERDUA BERHENTII!" Air mata ratu yang jatuh semakin deras menyaksikan perkelahian kavin dan rama.
kavin menatap ratu, lalu segera menghampirinya kemudian langsung memeluk erat ratu. ratu hanya pasrah dalam pelukan hangat kavin. "maafin gue tu datang telat." kata kavin dengan muka sedih sambil menghapus linangan air mata ratu yang terus mengalir dengan derasnya.
sambil terbata bata ratu berkata "ma-makasih vin, lo datang disaat yang tepat, kalau aja gak ada lo gue gak tau harus bagaimana."
kavin jadi semakin merasa bersalah kepada ratu, "gue gak akan biarin siapapun yang berani melukai lo tu, gue janji gue akan jagain lo." ucap ratu.
'berani banget lo vin mainin hati gue? ini semua karena ratu, gue akan buat ratu menyesal! dan membuat lo menjauh dari ratu.' batin vika.
vika yang menyaksikan ini semua didepan matanya merasa sangat dibodohi dan dibohongi oleh kavin, vika marah dan semakin membenci ratu, tapi vika hanya memandangi mereka dari tempat persembunyiannya.
tatapan vika semakin tajam dan penuh amarah, vika berjanji akan membalas ratu jauh lebih menyakitkan lagi dari ini. air mata vika jatuh, lalu vika langsung menghapusnya dan berjalan pergi meninggalkan kavin dan ratu.
"tunggu aja ratu, gue kali ini gak main main." ucap vika lalu tersenyum licik.
****
AUTHOR
Hai semuanya? gimana nih masih pada ngikutin ceritanya kan? semakin seru gak? aku butuh komentar dan like dari kalian yaa, jujur itu sangat membantu aku untuk membuat aku lebih semangat lagi buat nulis ceritanya!
tetap ikutin terus ya, masih banyak kejutan kejutan disetiap episodenya.
yang pastinya itu akan membuat kalian semakin penasaran.
kalau ada like sekitar 200 dan komentar 50 aku janji akan crazy up!
salam dari Author Jiejie...