Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
Kepulangan Kavin



Previous Episode....


Kemudian Nisa masuk kedalam rumah sambil membawa bunga kaktus ditangannya. Hari ini dia merasa sangat senang sekali. Saat membuka pintu kamar, Nisa dikejutkan oleh kedua sahabatnya.


"KALIAN...!!!"Teriak Nisa.


*****


Tanpa merasa bersalah, Adel dan Ratu malah meledekin Nisa...


"Ehem...ehem.... ada yang senang banget nih kayaknya."Ucap Adel.


"Ciyee... ciyee.....Kasih lihat ke kita dong apa yang Dimas kasih ke elo."Ucap Ratu.


"Lihat dong beb, gue penasaran banget Dimas kasih kado apa ke elo."Ucap Adel lagi.


Nisa malah menyembunyikan kado tersebut kebelakang badannya,


"Kepo banget kalian...."Ucap Nisa.


"Ouh jadi gitu....kalau gitu kita gak akan izinin lo masuk kamar malam ini."Ancam Ratu.


"Kok gitu sih kalian ! pakai ngancam segala. Terus gue tidur dimana ?"Ucap Nisa.


"Ya habisnya lo pelit banget tau gak ?Kita kan cuman pengen tahu aja seorang Dimas kasih lo kado apa !"Ucap Ratu.


"Lagian cuman sebatas lihat doang kok. Gak lebih."Ucap Adel.


Akhirnya Nisa memperlihatkan kado dari Dimas kepada keduanya....


Ratu dan Adel malah saling pandang dan mengangkat kedua bahunya.


"Lo yakin ini kado dari Dimas ?"Tanya Adel penasaran.


"Yakinlah. Emang kenapa sih beb ?"Ucap Nisa.


"Dimas kok aneh banget sih beb, masak kasih lo kado bunga kaktus di pot begini !"Ledek Ratu.


"Emang apa yang salah sama kado ini?"Tanya Nisa bingung.


"Ya gak ada salahnya sih beb, cuman gue heran aja sama Dimas. Begitu banyaknya jenis kado yang dia bisa kasih ke elo kenapa Dimas lebih milih kado ini sih."Jelas Adel.


"Gue suka kok sama kadonya. Malah menurut gue kado ini lebih berkesan daripada sebuah barang."Ucap Nisa.


Ratu dan Adel terlihat kaget mendengar ucapan Nisa barusan.


"Emang ya kalau orang yang lagi jatuh cinta semuanya terlihat begitu indah."Ledek Adel.


"Yupss benar banget...seperti kata pepatah kalau cinta itu buta. Cinta tidak terlihat oleh mata tetapi terlihat oleh rasa. Sepertinya itu kata-kata yang cocok deh buat lo beb. Ya gak Del?"Ucap Ratu.


"Wowww....sejak kapan lo jadi sepuitis itu beb ? Kayaknya gue harus belajar banyak deh sama lo."Ucap Adel.


"Sejak gue ketemu sama Kavin dong."Ucap Ratu dengan bangganya.


"Ya ampun kenapa gue sampai lupa ya kalau yang ngomong barusan adalah seorang playgirl dulunya. Udah pasti jago dong ngegombalnya. Tuhan itu maha adil ya beb, seorang palyboy kayak Kavin dan seorang playgirl kayak lo malah disatuin."Ucap Adel.


"Ehhh eh kok lo jadi ngeledek gue sih."Protes Ratu.


Tanpa mendengarkan ocehan Ratu dan Adel, Nisa malah fokus ngeliatin bunga kaktus ditangannya sambil senyum-senyum tak menentu.


"Halooo? Lo kenapa malah senyum-senyum gak jelas gitu sih Nis? Buat kita takut aja !!!" Ratu menggoyangkan tubuh Nisa agar tersadar.


"Ikhh apaan sih Tu, ganggu gue aja tau gak??"Protes Nisa.


"Emang apa alasan lo bisa suka sama kado ini beb? Sampek kelihatan happy banget gini..."Tanya Ratu penasaran.


"Alasannya karena gue suka aja apapun yang Dimas kasih ke gue. Kado ini menunjukkan kesederhanaan seorang Dimas. Barang mahal belum tentu berkesan kan. Hal itu yang membuat Dimas menarik dimata gue. Dimas sangat berbeda banget sama cowok lain. Itu alasannya beb, jadi gue harap kalian bisa melihat sisi lain dari seorang Dimas. Gue juga tahu sih kalau pandangan orang itu berbeda-beda."Jelas Nisa.


"Sweet banget sih yang lagi fall in love."Ucap Ratu.


"Tapi setelah gue pikir-pikir....benar juga sih yang lo bilang barusan,  Semua hal tidak bisa kita nilai dari harga karena yang paling penting makna pemberiannya. Mmmm... kalau gitu kita minta maaf karena udah ngeledekin lo daritadi."Ucap Adel.


"Gpp kok beb. Oh iya !!! makasih banget buat malam ini." Nisa meneteskan air matanya lagi.


Ratu menghapus air mata di pipi Nisa ...


"Jangan nangis gitu dong beb? Kita jadi ikutan sedih nih lihat lo nangis begini."Ucap Ratu.


"Gue juga gak tahu kenapa bisa secengeng ini."Ucap Nisa.


"Ntar mata lo bengkak kalau nangis terus."Adel memeluk Nisa dengan hangatnya.


"Lo happy kan beb malam ini ?"Tanya Adel


"Happy banget malah."Ucap Nisa.


"Kalau lo happy, jangan nangis lagi. Ok ... "Ucap Ratu.


"Iya deh iya...Oh iya !!!  Sekarang gue udah boleh masuk kamar kan ? Gue udah ngantuk banget nih."Ucap Nisa.


"Ya boleh dong..."Ucap Ratu sambil mempersilahkan Nisa masuk.


Nisa masuk kedalam kamar dan meletakkan bunga kaktus diatas meja yang berada tepat disamping tempat tidurnya.


*****


Keesokan harinya,


Nisa meletakkan bunga kaktus di ruang kerjanya.


'Gue akan rawat bunga pemberian dari lo Dim...'Batin Nisa tak henti-hentinya memandang bunga dihadapannya itu.


"Tok Tok Tok!"


"Masuk."Ucapnya masih melihat kearah bunga.


Happy birthday to you....


happy birthday to you....


happy bithday happy birthday happy birthday to you.....


Nyanyian tersebut cukup membuat Nisa tersadar dan melihat kearah depan. Di depan pintu, bunda berdiri memegang cake ditangannya dan didampingi oleh semua karyawannya sambil menyanyikan lagu ulang tahun. Nisa cukup terkejut dengan kehadiran bundanya. Bunda perlahan mendekat menghampiri putri kesayangannya itu. Nisa langsung memeluk bunda....


"Happy birthday anak kesayangan bunda."Bisik bunda ke telinga Nisa.


Nisa perlahan melepaskan pelukannya...


"Makasih bunda... makasih juga semuanya."Ucap Nisa.


"Sama-sama buk.. Semoga ibu bahagia terus ya. Aminnn."Ucap salah satu karyawan Nisa.


"Amin...makasih doanya ya."Ucap Nisa.


Kemudian semua karyawan keluar dari ruangannya. Bunda menyuruh Nisa untuk segera meniup lilin...


"Tiup lilinnya...tiup lilinnya...tiup lilinnya sekarang juga...sekarang juga....sekarang juga." Nyanyi bunda..


Nisa memejamkan mata sebentar sambil mengucapkan harapannya. 'Semoga semua harapan gue bisa terkabul. Amin.'


Kemudian ia meniup lilip tersebut.


"Makasih banyak bunda. Nisa sayang banget sama bunda."


"Sama-sama sayang. Bunda juga sayang banget sama kamu.  Maafin bunda ya kalau kejutannya cuman seperti ini saja."


"Gpp bund, Nisa senang banget bund....setiap tahun bunda selalu ingat sama ulang tahun Nisa."


"Mana mungkin bunda lupa sayang. Nisa itu orang yang paling bunda sayang didunia ini."


"Bunda adalah bunda terbaik buat Nisa."


"Harapan bunda tetap sama setiap tahunnya... semoga kamu selalu bahagia dan segera bertemu dengan orang yang bisa membahagiakan kamu nantinya. Amin..."


"Aminn...Padahal berdua sama bunda aja udah cukup buat Nisa bahagia kok."


"Tapi bunda kepengen lihat kamu punya pacar."


"Kenapa sih bunda selalu minta permintaan ini terus setiap tahunnya?"


"Karena bunda hanya ingin lihat anak kesayangan bunda selalu tersenyum dan tertawa seperti dulu. Bunda hanya ingin yang terbaik buat kamu. Boleh bunda minta sesuatu ke kamu?"


"Apa itu bunda ?"


"Janji sama bunda kalau kamu gak akan menolak permintaan ini."


"Emang bunda mau minta apaan sih?"


"Kamu harus janji dulu sayang."


"Iya Nisa janji...."


"Bunda hanya ingin kamu buang rasa trauma kamu di masa lalu."


Nisa berfikir sejenak atas permintaan bundanya...'Asal bunda tahu aja ...selama ini Nisa juga sangat tersiksa dengan rasa trauma ini. Tapi demi bunda !!! Nisa akan coba buang semua perasaan trauma ini.'Gumam Nisa.


"Iya bunda , Nisa akan coba usahakan untuk menghilangkan perasaan trauma ini. Semua ini Nisa lakuin karena rasa sayang Nisa yang terlalu besar ke bunda."


"Makasih sayang. Bunda terharu dengarnya." Bunda meneteskan air matanya...


"Bunda jangan nagis dong, Nisa jadi sedih lihat bunda seperti ini."


"Maaf sayang, bunda gak maksud buat kamu jadi sedih begini."


Nisa menghapus air mata bundanya secara perlahan.


"By the way, bunda naik apa kesini?"


"Bunda naik taxi. Kamu lanjut kerja ya. Bunda pamit pulang sekarang."


"Kok pamit sih bund? Nisa masih kangen banget sama bunda. Bunda gak mau makan cake bareng Nisa ?"


"Bunda cuman gak mau ganggu kamu kerja aja sayang."


"Gak ganggu kok bund..."


Nisa memotong cake tersebut dan menyuapi bundanya dan sebaliknya.


"Memang benar kata orang, kalau kita makan dari tangan seseorang yang kita sayang ...rasanya jauh lebih nikmat."


"Kamu bisa aja sayang."


"Nisa serius bunda. Suapan dari tangan bunda adalah suapan terbaik dan ternikmat yang pernah Nisa rasakan."


"Anak kesayangan bunda pintar banget ngerayu ya sekarang. Tapi sayang gak punya pacar."Ledek Bunda.


"Ikhh bunda...apa hubungannya pintar merayu sama punya pacar?"


"Ada dong sayang. Kalau bunda jadi cowok....pasti udah klepek-klepek sama rayuan kamu barusan."


"Apaan sih bunda...."


"Bunda hanya bercanda aja sayang."


Setiap tahun bunda selalu merayakan ulang tahun putri kesayangannya itu. Setelah ayahnya Nisa meninggal, bunda menjadi orangtua tunggal yang membesarkan Nisa sendirian. Bunda juga tidak ada niatan untuk menikah lagi. Sebenarnya dari dulu Nisa lebih dekat bahkan selalu manja kepada ayahnya. Seperti anak perempuan pada umumnya.


*****


Satu minggu kemudian...


Ratu menunggu kepulangan suaminya di bandara. Berhubung hari ini adalah hari minggu, Ratu ditemani sama kedua sahabatnya. Ia juga sengaja mematikan hp nya agar Kavin tidak tahu keberadaannya. Selama ini Kavin memasang pengaturan map di hp nya untuk mengetahui dimana keberadaan Ratu. Ia juga sudah berpesan kepada Bi Ina untuk masak makanan yang enak untuk menyambut kepulangan Kavin.


Dari jauh Kavin terlihat melambaikan tangan kearah Ratu sambil mendorong kopernya. Kavin terlihat sangat antusias sekaligus senang karena dijemput istri tercinta. Kavin mempercepat langkahnya dan langsung memeluk Ratu dengan mesranya.


"Kamu kok gak bilang kalau mau jemput aku sayang?"Tanya Kavin.


"Sengaja karena aku mau kasih kejutan ke kamu sayang."Ucap Ratu.


"Aku senang banget ngelihat kamu disini. Seketika rasa capek aku langsung hilang."Ucap Kavin.


"Huhu Bisa aja kamu."Ucap Ratu.


"Ehemmm ehemmm... nanti aja dirumah mesra-mesraan nya. Masih ada kita disini."Protes Adel.


"Iya nih. Lagian gak malu apa dilihatin sama banyak orang yang ada disini."Ucap Nisa.


"Sirik aja kalian !!!"Ucap Ratu.


"Eh ada Adel sama Nisa...maaf gue gak lihat.! oh iya, thank you ya kalian berdua udah nemenin Ratu selama gue pergi keluar kota."Ucap Kavin.


"Iya sama-sama Vin. Lagian kita berdua senang kok."Ucap Nisa.


Ratu melihat kesekitar bandara sambil celingak celinguk tidak menentu.


"Kamu cari siapa sih sayang?"Tanya Kavin bingung melihat tingkah istrinya.


"Aku kok gak lihat Putri bareng kamu?"Tanya Ratu memasrikan.


"Putri cuman 1 minggu aja ikut aku, dia udah balik ke kantor duluan sayang. Karena di kantor gak ada yang bisa handle pekerjaannya."Jelas Kavin.


"Ouh pantasan aja gak kelihatan..."Ucap Ratu.


"Udah yuk sekarang kita pulang aja. Aku udah bosan daritadi disini..."Bujuk Ratu.


"Yuk sayang..."Ucap Kavin.


Pak Budi menaruh koper Kavin kedalam bagasi mobilnya. Tidak lupa Nisa dan Adel berpamitan pulang dengan mobil masing-masing....


"Kita pulang ya beb.."Ucap Nisa.


"Hati-hati ya kalian berdua. makasih udah nemenin gue selama 2 minggu ini."Ucap Ratu.


"Iya beb, lo juga hati-hati ya..Bye."Ucap Adel.


"Bye juga..."Ratu melambaikan tangan kepada keduanya.


*****


Sampai dirumah, Kavin dan Ratu membawa masuk koper menuju kedalam kamar tidurnya. Setelah Ratu masuk, Kavin dengan segera mengunci pintu kamar. Tanpa berbicara, kedua tangan Kavin sudah memeluk pinggang istrinya itu. Kavin mendekatkan wajahnya ke wajah Ratu. Kavin menegakkan tengkuk wajah Ratu kemudian mencium bibir Ratu sampai puas....


"Aku kangen banget sama kamu..."


"Aku juga sayang."


Mereka melepaskan rasa kangen yang begitu dalam. Seharian mereka melakukan hubungan intim didalam kamar sampai membuat keduanya menajadi lemas. Begitu banyak tanda kemerahan ditubuh Ratu. Tak lupa Ratu langsung membersihkan dirinya dengan mandi. Selesai mandi, Ratu menutupin semua tanda kemerahan tersebut dengan makeup sampai benar-benar tidak terlihat.


'The power of makeup....disaat seperti ini makeup adalah penyelamat banget.'Batin Ratu.


Setelah itu Ratu mengajak Kavin untuk makan malam. Mereka menikmati semua makanan yang tersaji dengan lahapnya. Seperti orang yang kehabisan energi, Kavin sampai berulang kali menambah nasi dan lauk ke piringnya.


Setelah makan, mereka menonton tv sambil mengemil beberapa buah. Hari ini Kavin hanya ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan Ratu.


Tiba-tiba Kavin teringat sesuatu...


"Sayang. Hampir aja aku lupa ! Ada sesuatu yang mau aku kasih ke kamu." Kavin mengajak Ratu ke dalam kamar.


"Apa itu sayang?"


"Kamu tutup mata dulu deh."


"Apaan sih sayang, buat aku penasaran aja."


"Udah kamu tutup mata dulu ! Kalau kamu berani mengintip, aku gak akan kasih lihat ke kamu."Ancam Kavin.


"Iya,,, iya ...bawell  !" Ratu segera menutup kedua matanya.


"Dalam hitungan ke 3 , kamu buka mata ya sayang....3 ?"


"Surprise."Ucap Kavin lagi.


Ratu membuka bingkisan bingkai tersebut. Isinya adalah lukisan gambar Ratu pada saat liburan kemarin.


"Gimana? baguskan sayang lukisan fotonya?


"Kok bisa ada foto aku di pantai ini, kamu dapat darimana sayang?"


"Waktu kita liburan kemarin, aku foto kamu diam-diam sayang."


"Pintar banget ya sayang yang lukis, beneran mirip banget sama aslinya. Cantik banget hasilnya. Aku suka...Makasih sayang."


"Bagus deh kalau kamu suka sama lukisannya sayang."


"Iya aku suka banget sayang."


"Aku baru tahu lo ternyata diam-diam suami aku ini seorang fotograpper handal ya."Ledek Ratu.


"Kok baru tahu sih sayang? suami kamu kan multitalenta banget."


"Kamu itu ya, dipuji dikit langsung besar kepala. Huh !!"


"Kita istirahat ya sayang. Aku udah ngantuk banget nih."


"Iya sayang, aku juga ngantuk banget."


Sebelum tidur, Ratu memajang lukisan foto dirinya diatas meja sebelah kasurnya. Kemudian mereka tidur saling berpelukan seakan tidak ingin terpisah lagi.


*****


Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...


Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..


jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.


**Terimakasih masih setia membaca novel ini.


**


Happy Reading guys!