
Tim basket cowok dan cewek sibuk untuk latihan pemanasan, mereka semua fokus untuk bertanding basket dengan sekolah Tirta Sakti. Tanpa disadari ada beberapa tatapan tajam yang sedari tadi terus mengawasi mereka dari kejauhan, karena mereka selalu fokus untuk berlatih, bahkan mereka tidak sadar ada yang selalu metatap mereka. Ya khususnya untuk ratu, yang emang tidak memperdulikannya sama sekali.
Lima belas menit lagi tim cewek akan mulai untuk bertanding, persiapan mereka sudah cukup bagus, punya stamina yang masih fresh, ya mereka sudah cukup siap maju untuk melawan sekolah Tirta Sakti.
Sangat mudah untuk ratu masuk tim basket di SMA Dharma Bangsa, apalagi memang dari awal ratu adalah seorang yang pada dasarnya memiliki skill untuk bermain basket, awalnya karena suka,
lalu menjadi sebuah hobby, sampai sekarang dia menjadi keterusan untuk melanjutkan hobby yang memang disukainya itu. Dari hasil voting ratu terpilih menjadi kapten tim, ya walaupun awalnya ratu menolak, karena dia tidak berminat menjadi kapten tim yang memiliki tanggung jawab yang cukup berat untuknya.
Sebagai tim basket cewek, Ratu yang terpilih sebagai kapten tim telah memberikan semangat untuk timnya “apapun hasilnya, yang penting kita sudah semua sudah memberikan yang terbaik.” Ucap ratu kepada timnya.
Apalagi kali ini mereka memiliki lawan yang tidak mudah untuk dihadapi, karena ratu telah mengetahui kalau sekolah Tirta Sakti ini memiliki pemain basket yang memang skill nya diatas rata rata.
Tapi ratu malah senang bisa memiliki lawan yang menurutnya seimbang, bias meningkatkan permainan basketnya, supaya ratu juga tahu skillnya telah sampai ditahap yang seperti gimana.
“olahraga basket merupakan olahraga tim bukan perorangan!” tapi masih banyak yang sangat egois menganggap olahraga tersebut untuk diri sendiri atau individu, itu menyebabkan kekalahan.
Ratu berjalan mendekati seorang pelatih basket dari sekolah mereka yaitu pak rudi, ratu menanyakan apa yang akan digunakan dalam pertandingan kali ini, ternyata pak rudi telah memiliki strategi yang cukup meyakinkannya. Lalu pak rudi mengumpulkan mereka semua untuk member arahan dalam strategi menghadapi lawan. Mereka semua mendengarkan arahannya dan sangat memahaminya.
Lalu kemudian Pak Rudi memberikan semangat untuk semuanya “lakukan yang terbaik untuk sekolah kita, kalah tidak menjadi masalah, tim yang solid adalah mereka yang telah berjuang untuk melakukan yang terbaik untuk
timnya! Jangan pernah bermain secara individu. Bapak harap kalian semua tetap sportif sampai akhir pertandingan. semangat semuanya!” Ucap Pak Rudi. Diikuti dengan anggukan oleh semuanya.
******
Pertandingan dimulai…
5 4 3 2 1 ……………………
Quarter pertama tim sekolah Dharma Bangsa menurunkan semua tim terbaik mereka yaitu ratu, siska, lia, dini dan debi. Mereka berhasil menguasai pertandingan dengan baik dengan kerjasama tim yang bagus, terbukti dari angka demi angka yang berhasil mereka cetak. Quarter pertama berakhir dengan angka 20-11 masih keunggulan untuk sekolah Dharma Bangsa.
Quarter kedua , SMA Dharma Bangsa tidak gampang lagi mencetak angka. Pemain-pemain SMA Tirta sakti , sekarang mulai menjaga ratu, lia, juga debi yang merupakan kunci dari SMA Dharma Bangsa, hingga mereka tidak
bisa bebas lagi bergerak. Walau begitu SMA Dharma Bangsa bisa mempertahankan keunggulannya, walau nggak semudah pada saat quarter pertama.
Diakhir quarter kedua SMA Dharma Bangsa masih unggul 31-25. Tapi tanpa disangka sangka tim sekolah Tirta Sakti mulai bermain curang, entah ada apa dengan mereka, sekekita mulai bermain kasar, mulai melanggar peraturan yang ada. Kapten tim SMA Tirta Sakti mulai dengan sengaja menginjak kaki ratu dengan kuat, sehingga membuat ratu merasa kesakitan yang cukup menyiksa, tapi ratu masih berusaha untuk bertahan juga hingga dipenghujung quarter ketiga, kedudukan menjadi semakin menipis, ratu melihat papan skor, masih untuk keunggulan SMA Dharma Bangsa dengan skor akhir 45-44.
Pergelangan kaki ratu cukup sakit, sampai dia terjatuh ditengah tengah lapangan, sampai akhirnya harus dibawa ke UKS. “jangan sekarang!” batin ratu kesal. Tapi apa boleh buat, rasa sakit yang dialaminya semakin lama semakin parah. Waktu yang tersisa sekitar 10 menit lagi, sebelum ratu dibawa ke UKS ratu sempat menyuruh untuk mengganti pemain, lia diganti dengan rara, lalu ratu menyarankan karena keterbatasan waktu untuk rara sebisa mungkin melakukan three point. Ya benar saja setelah rara masuk, dia berhasil meningkatkan stor kembali menjadi 60-51. Masih untuk keunggulan SMA Dharma Bangsa.
Ratu yang merasa sangat tidak enak hati karena telah meninggalkan timnya, tapi memang kondisinya saat ini sedang tidak baik bila dia terus memaksakan diri untuk terus bertanding, mendengar di quarter ketiga mereka masih unggul, dia sangat bersyukur.
“Tinggal menunggu quarter keempat, semoga mereka masih bisa bertahan.” Batin ratu.
Ratu terus memegangi pergelangan kakinya sebelah kiri, yang sangat sakit, sesekali ratu meringis kesakitan. Tiba tiba ada yang datang tanpa diundang, ratu dengan penuh emosi yang menggebuh gebu langsung berkata “NGAPAIN LO KESINI!” Ucapnya ketus.
Raya yang melihat ratu kesatikan sangat bahagia, “gimana ya, gue yang harusnya nanya itu ke eloo! Mau apa lo disini?” ucap raya yang berjalan semakin mendekat kearah ratu.
“lo gak liat, guee tanding basket lah!” ucap ratu semakin emosi.
“gue juga gak akan mau kesini, kalo tau ini sekolahan lo!” ucap ratu.
“lo suka hadiah kecil dari gue? Kelihatannya lo suka!” raya berkata sambil melihat kearah kaki ratu lalu tersenyum penuh maksud.
Ratu yang tidak mengerti maksud dari perkataan raya, kemudian mulai menyadari apa arti dari ucapan raya itu. “jadi ini semua ulah lo! Pantasan aja tim lo mulai bermain curang, terus menerus mengawasi gue!” ratu mulai mengingat kejadian saat kakinya sengaja ditendang sekuat kuatnya lalu disenggol sampai membuat ratu jatuh tersungkur.
raya hanya tersenyum melihat ratu, “gimana lo pasti gak nyangka kan?” ucap raya.
Ratu kemudian mengingat moment ketika dia masih menjadi sahabat raya, ratu mencerikan semua hal kepada raya, termasuk kelemahannya.
Flashback on
“tu lo jago banget deh main basketnya, boleh kali ntar kalo lo ada waktu ajarin gue.” Ucap raya
kepada ratu.
“lo beneran mau main basket?” ucap ratu penuh dengan tidak percaya.
“iya tu gue serius, gue pengen main basket bagus seperti lo!” ucap raya penuh dengan kepalsuan.
“oke gampang deh, ntar gue kabarin lo kapan waktu gue kosong ya, tapi lo janji harus sungguh sungguh ya, jangan main main. Males gue ntar, gue gak sesempurna dan sehebat itu kok karena gue punya kekurangan, gue pernah jatoh waktu SMP tapi waktu itu udah dikusuk berulang ulang, kirain udah gak akan pernah kumat lagi ray, tapi setiap kali gue main basket, dia kadang mau kumat juga sakit kaki kiri gue. Tapi sekarang udah mendingan kok, gue sering check up ke dokter karena masalah kaki gue ini.” Ucap ratu
menjelaskan.
“iyaa gue gak akan main main, gue serius tu. Oh iyaa? Kirain lo gak ada masalah apa apa tentang badan lo tu, sering sering deh check up, jangan dianggap remeh kali.” Ucap raya.
“iyaa bawel, sekarang udah gak sering kumat kok, karena gue udah sering check up ke dokter, setiap gue mau ada pertandingan gue pasti akan ke dokter dulu untuk mengecek keadaan kaki kiri gue.” Ucap ratu.
“bagus deh kalo gitu!” ucap raya sambil tersenyum.
Flashback off
“gimana lo udah ingat sekarang? Lo pasti suka dengan hadiah pertemuan kita ini” ucap raya sambil tersenyum licik kearah ratu.
Ratu langsung menatap tajam kearah raya, dengan penuh emosi, tapi ratu berusaha untuk menahan emosinya, apalagi dengan keadaanya saat ini, yang tidak memungkinkan untuk ratu berjalan menghampiri raya, kalau aja raya dekat dengan ratu saat ini mungkin ratu akan menampar keras raya.