Playboy Vs Playgirl

Playboy Vs Playgirl
PENYESALAN KAVIN



Kavin langsung segera pergi kerumah ratu, dengan perasaan yang bercampuk aduk kavin terus mengutuki dirinya sendiri yang tidak percaya sama semua perkataan ratu waktu itu.


'ternyata ini semua rencana vika dengan raya, dengan bodohnya gue seperti orang gila yang sangat marah dan berkata sekasar itu ke ratu. pasti dia benci banget sama gue! bodoh banget gue. semoga ratu ada dirumah, gue ingin segera meminta maaf atas semua kesalahan gue selama ini. gue udah nyakitin dia banget. kavin kenapa sih loe bukannya nyelidiki dulu semuanya? malah percaya aja sama semua yang telah terjadi.' umpat kavin dalam hati dengan penuh penyesalan yang mendalam.


kavin terlihat sangat gelisah, berdiri didepan rumah ratu, sambil mondar mandir tidak jelas. antara ingin mengetok pintu atau malah pergi dari sana.


kavin masih sangat ragu ragu, karena tidak tau harus menjelaskannya seperti apa. sebenarnya kavin sadar betul karena ucapannya lah yang membuat ratu ingin segera berpisah darinya. dia terus mengutuki kebodohan dirinya.


akhirnya setelah setengah jam mondar mandir gak jelas didepan rumah ratu, kavin segera menekan bell rumah ratu. kavin dengan menarik nafasnya secara mendalam lalu menghembuskannya dengan perlahan.


bell sudah ditekan kavin berulang kali. setelah menunggu beberapa saat ada yang membukakan pintu untuk dirinya. kavin yang sangat gugup langsung merasa bersalah.


"ratu maaf....in" belum sempat kavin untuk melanjutkan kembali kata katanya, ternyata bukan sosok ratu yang dilihatnya didepan pintu. melainkan pengurus rumah ratu yang biasa dia temui ketika masih berpacaran dengan ratu.


"eh den kavin, udah lama gak kesini den?" tanya pembantu ratu ramah.


"iya bi, ratunya ada?" kata kavin langsung blak blakkan.


"lo den kavin tidak tau ya? kalo non ratu itu sudah pergi ke bandara sekitar 1 jam yang lalu." ucap pembantunya ratu yang jadinya bingung karena kavin tidak mengetahui hal ini.


"apa? ratu mau kemana ya bi? berapa lama bi?" tanya kavin terus menerus.


"saya kurang tau den. non ratu tidak ada bilang mau kemana. cuma sekilas yang saya dengar non ratu itu mau kuliah gitu disana. sepertinya bakalan lama den." kata bibi nya ratu dengan jujur.


"apa! mana mungkin bi. itu tidak boleh terjadi." kata kavin yang sangat kalut sambil menjambak kasar rambutnya.


"kalo saya saranin den kavin susul aja ke bandara, siapa tau non ratu masih berada disana." kata bibinya ratu yang  sangat kasian kepada kavin.


"iya ya bi. terimakasih ya. saya pergi dulu ya." kemudian kavin langsung berlari kemobilnya lalu tanpa pikir panjang lagi kavin langsung menggas dengan cepatnya mobilnya supaya cepat menuju bandara.


tapi bukannya semakin cepat, malahan kavin tidak bisa jalan sama sekali karena jalanan sangat macet.


"SIAL.....!" Teriak kavin sambil memukul keras stir mobilnya.


"AAARRRRGGHHHH...!!!"


Kemacetan yang cukup lama, kavin selalu menatap jam tangannya. kavin baru kepikiran untuk menghubungi ratu. kavin langsung mengambil hapenya lalu mencari nomor ratu, ternyata biarpun mereka sudah putus kavin masih menyimpan nomor ratu.


tapi ternyata nomor hape ratu sudah tidak bisa dihubungi. "nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan mencoba lagi untuk beberapa saat."


berkali kali kavin mencoba untuk menelepon ratu tapi hasilnya nihil. ratu sama sekali tidak bisa dihubungi sama sekali.


perasaan kavin semakin menjadi jadi karenanya. "kenapa sih gue sebodoh ini? kenapa loe gak jelasin semuanya ke gue tu? kenapa loe semakin membuat gue semakin salah paham sama lo! kenapa? kenapa lo pergi dari hidup gue? gue harus mencari lo kemana!" ucap kavin dengan kesalnya dan dengan emosi yang sudah meledak ledak.


"AAARRGGGHHH....!"


panggilan masuk, tidak beberapa lama setelah itu panggilan dijawab dari seberang sana.


"ada apa lo nelepon gue? tumben." tanya adel dengan nada mengejek kavin.


"ratu pergi kemana? lo pasti tau? please, del, kasih tau gue!" mohon kavin.


"hahaha. lo lucu ya? lo lagi kesambet atau lagi salah makan obat? buat apa lo nanyain dimana keberadaan ratu." kata adel dengan ketus.


"lo boleh ketawa sepuasnya, tapi please del, kasih tau gue ratu pergi kemana? tadi gue dari rumahnya, trus kata pembatunya dia pergi untuk melanjutkan kuliah gitu. tapi gak tau kemana. lo pasti tau kan del?" kata kavin dengan suara yang sudah bergetar sedih.


"kalo pun gue tau gue gak akan pernah sudi untuk kasih tau lo! lo udah jahat banget sama ratu. ratu juga akan jauh lebih bahagia tanpa lo, gue saranin nih ya, lo gak usah ganggu hidup ratu lagi, ngerti!" kata adel lalu langsung mematikan panggilannya begitu saja.


"haloo.. del? del?"


kavin lagi lagi kecewa karena tidak bisa mengetahui dimana keberadaan ratu. akhirnya setelah kemacetannya berlalu kavin bisa kembali untuk membawa mobilnya dengan ngebut.


saat ini kavin sudah berada di bandara, tapi dia tidak mengetahui kemana ratu akan pergi. kavin hanya sibuk berlari kesana kesini sambil memperhatikan kesekeliling bandara. kali kali aja dia bertemu dengan ratu. tapi hasilnya tetap nihil. kavin sudah sangat lama berada disana, tapi tidak bisa menemukan jejak ratu.


kavin sangat frustasi, kavin dengan muka yang sangat kusut, lemes, kecewa akhirnya memutuskan untuk kembali kerumahnya. dia sudah tidak tau harus berbuat apalagi.


Setelah 6 bulan kepergian ratu.....


setelah kepergian ratu hidup kavin benar benar terasa hampa, kosong dan tidak berwarna lagi. kavin hanya berusaha untuk menata hidupnya kembali lagi. sekarang di kehidupan kavin hanya ada kuliah,  pekerjaan! pekerjaan dan pekerjaan tanpa ada cewek lagi didalamnya, seiring berjalannya waktu, kavin yang sudah mulai dewasa sudah tidak ingin lagi mengoleksi cewek cewek. kavin yang dulu sudah tidak ada lagi. kavin benar benar sudah berubah menjadi jauh lebih dewasa. dia hanya berharap suatu saat nanti akan dipertemukan lagi dengan ratu.


kalo kavin kangen sama sosok ratu dia selalu menatap foto dirinya dan ratu yang berada di hapenya. "lo dimana sekarang tu? semoga lo baik baik aja ya! gue kangen banget sama lo. kapan lo kembali lagi?" ucap kavin sambil menguap usap foto ratu.


sejak saat kavin mengetahui semuanya, kavin sudah tidak berhubungan lagi dengan vika! kavin sudah memblokir semua tentang vika. dia benar benar tidak mau urusan dan hubungan lagi dengan vika.


kavin hanya mengetahui bila vika sudah pergi melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. itu berita terakhir yang kavin ketahui tentang vika. vika sudah tidak berani lagi ketemu dengan dirinya. kavin pun sudah tidak sudi lagi untuk bertemu dengan vika.


******


Gimana episode kali ini guys?


emang benar ya yang bilang kalo penyesalan itu datang terlambat!


>>**DONT FORGET LIKE\, COMMENT\, FAVORITE AND RATING! **<<


YUK MAMPIR KE NOVEL TERBARU AUTHOR YANG BERJUDUL "SECRET LOVE & NARA"


CERITANYA GAK KALAH SERU DAN MENARIK KOK GUYS! SEKALI BACA PASTI LANGSUNG NAGIH KALO TIDAK PERCAYA BUKTIKAN SAJA SENDIRI..!


**THANKYOU **^.^