
Previous episode...
Saat Ratu ingin menghampiri kedua sahabatnya, tiba-tiba saja dia terjatuh dan pingsan....
"RATU !!!" Teriak Nisa dan Adel barengan.
*****
Ratu mulai tersadar dan perlahan membuka mata dan melihat kearah sekitar ruangan. 'Kok gue ada disini...' Batinnya.
Infus sudah terpasang ditangan tapi tidak ada yang menemaninya disana. Dia bingung sendiri karena tidak bisa bertanya kepada siapapun saat ini. Kepalanya yang masih sangat sakit membuatnya memejamkan mata kembali.
'Sebenarnya gue kenapa sih? Kok tiba-tiba pusing begini. Apa gue kecapekan? Kayaknya gue butuh istirahat...' Batin Ratu.
Selama 1 jam dia masih tertidur dengan pulasnya. Kavin, Dimas, Nisa dan Adel terlihat sangat panik karena mereka semua yang menyaksikan Ratu pingsan.
Setelah mulai tersadar, Ratu melihat Kavin sedang memperhatikan sambil memegang tangannya.
"Syukurlah kamu udah mulai sadar sayang. Daritadi aku cemas banget sama keadaan kamu yang mendadak pingsan." Ucap Kacin.
"Aku cuman kecapekan aja kok Vin. Cuman butuh istirahat aja jadi kamu gak usah khawatir ya..." Ucap Ratu.
"Gimana suami lo gak khawatir beb, lo jatuh pingsan tepat didepannya. Gue sama Nisa aja teriak histeris ngelihatnya." Ucap Adel.
"Maaf kalau gue buat kalian semua khawatir." Ucap Ratu yang merasa bersalah.
"Bukan salah lo kok. Anggap aja ini sebuah peringatan buat lo biar gak terlalu sibuk dan capek." Ucap Nisa.
"Gue gpp kok.Kalian pulang aja istirahat. Kan ada Kavin yang jagain gue disini." Ucap Ratu.
"Kita pulang setelah keterangan dari dokter dulu beb. Biar kita bisa tenang juga..." Ucap Adel.
"Bentar aku panggilkan dokter dulu untuk periksa kamu sayang.." Ucap Kavin.
Dokter datang dan langsung memeriksa Ratu. Dokter masih memeriksa dan mengecek untuk memastikan sesuatu. Dokter sempat menanyakan keluhan apa yang dirasakan sebelum Ratu pingsan. Ratu menjawab hanya merasa pusing yang tidak tertahankan dan sedikit mual saja.
"Kapan terakhir kali kamu datang bulan?" Tanya dokter Vino.
"Awal bulan lalu dok..." Jelas Ratu.
"Itu artinya kamu udah telat selama 2 minggu..."Jelas dokter Vino.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Kavin panik dan tidak khawatir.
"Apa saya terlalu kecapekan sampai pingsan begini?" Tanya Ratu.
"Istri bapak sedang hamil sekarang. Untuk bisa memastikan lagi bisa dilakukan pengecekan USG besok." Jelas dokter Vino.
"Apa???" Ucap Ratu dan Kavin serentak.
"Serius dok?" Tanya Ratu memastikan ulang.
"Dari gejala dan tanda-tandanya bisa dipastikan seperti itu pak buk. Selamat atas kehamilannya. Setelah pengecekan besok, akan diberikan vitamin untuk memperkuat janin dan akan diberi obat untuk mengurangi rasa pusing dan mual ya." Ucap dokter Vino sambil tersenyum kearah keduanya.
"Makasih dok..." Ucap Kavin.
"Sama-sama." Dokter Vino meninggalkan ruangan.
Nisa dan Adel berteriak senang sekaligus mengucapkan selamat kepada keduanya sedangkan Kavin langsung memeluk Ratu yang sudah berlinang air mata. Bagimana tidak, ini sesuatu yang begitu mereka harapkan dan nantikan selama 8 bulan pernikahan. Hari ini doa dan harapan itu dikabulkan. Ratu yang masih menangis masih tidak percaya kalau saat ini dia sedang hamil. Bisa dibilang ini buah cinta pertamanya dengan Kavin. Begitu banyak pasangan yang menikah untuk menunda untuk memiliki momongan tapi tidak untuk mereka.
"Jangan nangis begini dong sayang." Kavin menghapus air mata Ratu yang terus mengalir.
"Gimana aku gak nangis Vin, aku masih tidak menyangka kalau akhirnya aku bisa hamil setelah sekian lama.Dan akhirnya aku bisa menjadi seorang ibu." Ucap Ratu yang masih sesegukan.
"Aku juga merasakan apa yang kamu rasakan sayang. Aku akan menjadi seorang ayah juga." Kavin mencium kening Ratu dan mengelus lembut perut Ratu.
"Makasih udah hadir dihidup kami..." Ratu juga mengelus perutnya.
Nisa dan Adel secara bergantian memeluk Ratu, sebagai sahabat mereka juga merasakan bagaimana sahabatnya itu menantikan seorang anak selama ini. Mereka berdua sangat terharu mendengar Ratu sedang hamil. Nisa dan Adel menitikkan air mata bahagianya karena tidak bisa menahan rasa terharunya saat ini.
"Selamat ya beb, akhirnya..." Ucap Adel.
"Selamat beb. Akhirnya kita bakal punya mainan baru. Calon debay dan mamanya sehat terus ya sampai lahiran. Jangan buat mamanya sakit dan susah ya sayang." Nisa mengelus lembut perut Ratu.
"Makasih tante-tante yang cantik..." Ucap Ratu.
"Makasih kalian selalu ada disaat susah dan senang dalam hidup gue." Ucap Ratu.
"Pasti beb..." Ucap Adel.
Tak lupa Dimas juga mengucapkan selamat kepada Ratu dan Kavin.
Setelah lega mendengar penjelasan dokter, Dimas, Nisa dan Adel pamit pulang. Setidaknya mereka harus beristirahat untuk bekerja besok ya walaupun hanya bisa tidur sebentar saja. Sedangkan Kavin masih setia menemani istrinya dirumah sakit. Mereka akan pulang besok setelah melakukan USG.
*****
Pagi harinya...
Kavin dan Ratu merasa sangat penasaran dan begitu semangat untuk melakukan pengecekan ulang melalui USG untuk melihat dan memastikan kebenarannya. Mereka berdua sudah berada didepan ruangan tapi masih menunggu dokter datang.
"Semoga beneran ada ya sayang sesuai dengan prediksi dokter semalam." Ucap Ratu.
"Iya sayang. Aku udah gak sabar banget melihat langsung. Kamu masih ngerasa pusing gak sayang? Apa kamu perlu diinfus lagi." Ucap Kavin.
"Udah mendingan kok Vin. Aku hanya perlu istirahat aja." Ucap Ratu.
"Bisa gak aku minta sesuatu ke kamu sayang?" Tanya Kavin.
"Apa sayang?" Tanya Ratu.
"Kalau benar kamu hamil, aku minta kamu jangan terlalu capek dan stress dulu. Kalau dikantor kamu merasa pusing, kamu lebih baik pulang aja dan minta sekretaris kamu yang handle pekerjaan untuk sementara. Aku gak mau kamu dan calon anak kita kenapa-napa, bagaimanapun ini anak yang kita nanti-nantikan." Jelas Kavin.
"Aku akan usahakan ya sayang. Aku juga gak akan mengambil resiko untuk itu, kamu yang lebih tahu bagaimana selama ini aku menunggu dan menantikannya. " Ucap Ratu.
"Permintaanku juga buat kebaikan kamu sayang." Ucap Kavin.
"Aku mengerti Vin tapi aku juga masih punya kewajiban dan tanggung jawab di pekerjaan." Ucap Ratu.
"Kalau begitu mulai besok kamu harus diantar sama pak Budi kemanapun. Biar aku aja yang mengalah untuk mengendarai mobil sendiri ke kantor. Kali ini gak ada penolakan lagi sayang. Kalau kamu tolak lagi permintaan kali ini aku gak akan izinin kamu untuk bekerja." Ucap Kavin.
"Tapi Vin..."
Kavin menggeleng yang berarti tidak menyetujui bantahan dari Ratu lagi.
"Hmmm....oke. Aku akan ikuti kemauan kamu." Ucap Ratu pasrah pada akhirnya.
Dokter datang dan mereka langsung masuk kedalam ruangan. Sebelum diperiksa, Ratu diajukan beberapa pertanyaan seperti kapan terakhir kali datang bulan dan merasakan gejala apa saja selama ini, dll. Setelah itu, Ratu disuruh menimbang berat badan dan disuruh tiduran untuk dilakukan pengecekan USG. Dokter masih belum melihat adanya kantong kehamilan jadi dokter melakukan USG transvaginal untuk memastikan langsung.
"Selamat buk, saat ini anda sedang hamil dengn usia kehamilan 6 minggu. Ini ukuran dan panjangnya sesuai dengan terakhir kali ibu haid. Saya akan resepkan vitamin untuk ibu. Ada yang ingin dipertanyakan?" Ucap dokter.
Saat dokter lagi menjelaskan, Ratu melihat pada layar dan meneteskan kembali air matanya dan mengusapnya. Sedangkan Kavin malah sibuk merekam vidio tersebut untuk disimpan di hp miliknya.
"Pengecekan bisa dilakukan berapa kali dok?" Tanya Ratu.
"Bisa 3 bulan sekali atau kalau mau rutin bisa sebulan sekali untuk mengetahui janin mengalami perkembangan atau tidak."
"Ok dok." Ratu dan Kavin segera keluar untuk menebus obat dan vitamin.
Saat ini mereka berdua sangat bersyukur sekaligus lega. Sampainya dirumah, Kavin tidak sabar menghubungi ortu dan mertuanya untuk menyampaikan kabar bahagia tersebut...
Panggilan tersambung. Saat ini dia mengaktifkan panggilan vidio. Ratu tepat duduk disebelahnya.
"Haii anak mama dan juga Ratu menantu kesayangan mama?" Sapa mama Kavin.
"Hai juga ma..." Kavin dan Ratu melambai..
"Tumben banget nih vidio call. Kangen ya ?" Tanya mama Kavin.
"Bentar ya ma kita mau nyambungkan panggilan ke besan mama dulu." Ucap Kavin.
Setelah tersambung...
"Hai sayang? Apa kabar kalian berdua? Apa kabar juga kedua besanku?" Sapa mama Ratu.
"Hai juga ma.." Sapa balik Kavin dan Ratu.
"Baik banget. Kalau besan sendiri apa kabar disana? Kapan main ke Jakarta lagi?" Tanya mama Kavin.
"Pengen main kesana tapi nanti aja pas tahun baru.." Ucap mama Ratu.
"Ditunggu kehadirannya, pasti bakal seru kalau ketemu lagi kita sekalian ajak Ratu sama Kavin jalan-jalan." Ucap mama Kavin.
"Ntar aja deh ma bahas itu. Ada yang pengen kita omongin nih." Potong Kavin.
"Kavin ! gak baik loo kalau potong omongan orangtua. Emang mau bilang apa sih sayang?" Tanya mamanya.
"Habisnya mama sih gak kasih Kavin ngomong daritadi." Ucap Kavin.
"Sekarang kamu mau bilang apa sayang? Awas aja kalau yang gak penting ya." Ucap mamanya.
"Kavin mau bilang kalau sekarang Ratu sedang hamil dan usia kehamilannya 6 minggu." Kavin menunjukkan foto USG ke kamera.
"Seriusan? Selamat ya sayang akhirnya mama punya cucu juga." Ucap mama Kavin.
"Selamat untuk kehamilan pertama putri kesayangan mama. Dijaga baik-baik kehamilannya ya sayang." Ucap mama atu.
"Pasti ma. Makasih ma..doain semuanya berjalan lancar dan sesuai." Ucap Ratu.
"Pasti mama doain kamu tanpa kamu minta sayang. Mama sangat senang mendenga kabar ini." Ucap mama Ratu.
Selagi mereka vidio call, Ratu mendadak lari kedalam toilet dan muntah. Kavin sangat cemas dan meminta maaf kepada mama dan mertuanya itu karena dia ingin segera melihat langsung kondisi istrinya.
"Maaf ma, nanti Kavin hubungi lagi. Sekarang Ratu sedang muntah-muntah. Kavin mau melihat keadaannya dulu." Ucap Kavin khawatir.
"Oke sayang. Jangan lupa kabari mama ya." Ucap mamanya.
"Kamu jangan terlalu cemas Vin, muntah dan mual saat hamil sangat wajar sekali. Lebih baik kamu suruh Ratu untuk istirahat dan kasih air hangat untuk diminum." Jelas mama Ratu.
"Iya ma...kalau gitu Kavin lihat kondisi Ratu dulu ya." Kavin langsung mematikan teleponnya.
huek huek huek..
Dari luar toilet terdengar kalau saat ini Ratu berulang kali muntah. Kavin yag tidak sabar terus mengetuk pintu kamar mandi.
Tok Tok Tok...
huekk hueekkk hueek
"Buka pintunya sayang?Kamu gpp ? Aku khawatir banget nih sama kamu. Buka pintunya sekarang." Tanya Kavin sambil terus-menerus mengetok pintu kamar mandi.
Tidak ada jawaban dari dalam membuatnya semakin cemas.
"Sayang buka pintunya." Ucap Kavin lagi.
Setelah merasa mendingan, Ratu membuka pintu dan keluar dari kamar mandi. Kavin tidak tega melihat kondisi Ratu yang sangat lemas itu. Dia segera menyuruh Ratu untuk beristirahat.
"Kamu sebaiknya istirahat aja sayang?" Kavin membawa Ratu masuk kedalam kamar.
"Aku mual banget Vin gak bisa langsung istirahat." Ucap Ratu.
"Apa kita perlu kerumah sakit lagi?" Tanya Kavin.
"Gak perlu Vin. Sepertinya aku butuh makanan yang sedikit asam dan manis untuk menghilangkan rasa mual ini." Ucap Ratu.
"Kamu pengen makan apa sayang?" Tanya Kavin.
"Aku pengen banget makan makan mangga muda sama cocolan sambal rujak Vin." Ucap Ratu.
"Oke. Kamu tunggu ya aku beli dulu keluar. Kamu buat tiduran aja sayang. Kalau kamu lapar, kamu telepon kebawah minta bi Ina bawakan makanan." Ucap Kavin.
"Kamu jangan lama-lama baliknya Vin. Aku udah kepengen banget nih." Ucap Ratu.
"Iya aku usahain sayang. Kamu jangan lupa minum vitamin. Aku pergi dulu..." Kavin buru-buru pergi ditemani pak Budi.
Selang 25 menit,Kavin sudah balik dan meminta bi Ina untuk mengupas mangga dan membuatkan bumbu rujak keinginan Ratu. Setelah itu dia buru-buru menghampiri Ratu. Sampainya di kamar, dia melihat Ratu sudah terlelap tidur. Kavin membiarkan Ratu beristirahat sebentar. Kavin mengelus rmbut dan membenarkan selimut kemudian mematikan tv yang masih menyala tersebut.
'Kasihan banget kamu sayang. Maaf ya sayang aku kelamaan perginya.' Batin Kavin.
Ratu yang merasa ada yang menyetuh rambutnya, dia mulai tersadar dan membuka matanya.
"Maaf ya sayang, aku ketiduran nungguin kamu." Ucap Ratu.
"Aku yang minta maaf karena udah buat kamu kebangun. Kalau kamu masih ngantuk lanjut tidur aja..." Ucap Kavin.
"Aku udah gak ngantuk lagi sayang. Mana mangga yang aku pengen tadi?" Tanya Ratu.
Kavin memberikan mangga muda beserta cocolan sambal rujak buatan bi Ina tadi...
"Kok sambalnya gak pedas ! kamu suruh bi Ina buatkan sambal yang pedas dan jangan pakai kacang. Rasanya harus asam manis pedas. Tolong ya Vin." Protes Ratu.
"Tapi kamu kan gak bisa makan pedas sayang?" Ucap Kavin.
"Tapi kali ini aku kepengen makan pedas Vin. Bumbu yang ini rasanya aneh banget dilidah aku." Ucap Ratu.
"Oke sebentar aku suruh bi Ina buatkan sambal yang kamu inginkan." Ucap Kavin.
"Kalau bisa cepat ya sayang." Ucap Ratu lagi.
Kavin berlari kebawah dan menyuruh bi Ina untuk membuatkan sambal lagi.
"Ini sambal yang sesuai sama permintaan kamu tadi." Ucap Kavin.
Ratu dengan lahapnya menghabiskan mangga muda dengan cocolan sambal rujak itu. Kavin masih tidak menyangka kalau Ratu mampu menghabiskan makanan seasam dan sepedas itu. Keringat Ratu sudah mulai mengalir bercucuran, Kavin mengelap keringat Ratu dengan perlahan.
"Enak banget. Rasanya bisa senikmat ini makan mangga muda pakai sambal rujak begini. Aku baru tahu..." Ucap Ratu.
"Kamu gak kepedasan sayang? kan kamu paling gak bisa makan pedas." Tanya Kavin.
"Pedas sih tapi enak Vin." Ucap Ratu.
"Tapi kamu jangan terlalu sering makan pedas ya sayang, gak baik untuk kehamilan." Ucap Kavin.
"Oke Vin. Udah ah aku mau mandi dulu gerah banget tau." Ucap Ratu.
Kavin semakin heran saja padahal Ac dikamar menyala dan dia merasa kedinginan tapi kenapa bisa Ratu merasa kegerahan. Tapi dia tidak terlalu memikirkan hal itu dan membiarkan Ratu mandi.
****
Malam harinya...
Ratu berulang kali mual dan muntah. Makanan yang sudah banyak dia makan dia muntahkan kembali. Kavin semakin cemas melihat istrinya itu. Ratu mencoba tidur dan memejamkan mata. Sempat dia tertdiur sebentar dan terbangun untuk menekan remote Ac.Saat ini dia merasa gerah dan panas jadi dia menyalakan ac sedingin mungkin kemudian kembali tertidur. Kavin terbangun karena menggigil dan kedinginan dan mematikan ac...
Ratu terbangun dan marah kepada Kavin karena mematikan ac...
"Jangan dimatikan dong Vin. Aku kepanasan gak bisa tidur." Ucap Ratu.
"Tapi aku kedinginan sayang." Ucap Kavin.
Kavin masih berusaha menahan diri atas tigkah laku istrinya seharian ini yang terbilang aneh dan lumayan membuatnya kesal.
"Aku gak bisa tidur Vin kalau ac nya mati." Ucap Ratu lagi.
"Sedingin ini ac nya sayang. Kamumau buat aku mati kedinginan?" Protes Kavin.
"Kamu ambil aja selimut tebal yang ada didalam lemari." Ucap Ratu.
Mau tidak mau Kavin mengalah dan mengambil selimut didalam lemari untuk dipakainya.
"Gitu dong Vin, sesekali ngalah sama istri." Ucap Ratu sambil tersenyum.
"Kalau gitu kamu tidur sekarang..." Ucap Kavin.
"Oke sayang." Ucap Ratu.
Ratu dan Kavin kembali memejamkan mata. Selang 15 menit kemudian, Ratu memegangi perutnya dan membangunkan Kavin lagi...
"Vin bangun... Vin bangun..." Ratu menggoyang-goyangkan tubuh Kavin.
Dengan sangat berat Kavin mencoba membuka matanya...
"Apalagi sih sekarang Tu? Aku ngantuk banget nih..." Ucap Kavin.
"Aku laper banget sekarang jadi gak bisa tidur." Ratu mengelus lembut perutnya.
Kavin yang awalnya kesal tapi tetap tidak tega melihat Ratu kelaperan saat ini.
"Aku mau makan, kamu temani aku maka dibawah ya." Bujuk Ratu.
"Oke aku temani.. Ayok buruan. Janji ya habis makan kamu tidur. Aku udah ngantuk banget belum ada tidur seharian ini." Ucap Kavin.
"Iya sayang." Ucap Ratu yang sangat antusias.
Kavin memanaskan lauk yang dimasak sama bi Ina. Kemudian menyajikannya dihadapan Ratu...
"Ini kamu makan sekarang.." Ucap Kavin.
Masih satu suapan, Ratu memuntahkannya kembali.
"Aku gak selera makan ini Vin. Aku pengennya makan nasi goreng seafood." Ucap Ratu.
Kavin berjalan pergi kearah dapur lagi...
"Kamu mau kemana Vin?" Tanya Ratu.
"Aku mau banguni bi Ina dan suruh masak nasi goreng seafood untuk kamu." Ucap Kavin.
"Aku gak mau nasi goreng seafood bikinan bi Ina, aku maunya kamu yang masakin." Ucap Ratu.
"Kamu jangan ya bercanda ya Tu. Aku kan gak bisa masak..." Ucap Kavin.
"Jadi kamu gak mau masakin buat aku? Kamu tega buat aku kelaperan gini. Aku juga begini bukan keinginan aku Vin." Ucap Ratu.
"Cukup ya Tu. Hari ini kamu terlalu banyak mau." Protes Kavin dengan kesal.
Ratu menangis mendengar ucapan Kavin barusan...
"Kamu kenapa nangis sekarang?" Tanya Kavin.
"Aku lapar tapi kamu gak mau masak buat aku...hiks." Ucap Ratu sambil meangis sesegukan.
"Aku janji besok aku akan belikan kamu nasi goreng seafood yang kamu mau." Ucap Kavin.
"Gak mau... Aku maunya sekarang kamu yang maak. Kalau besok aku gak mau." Ucap Ratu.
Ratu semakin menangis tanpa henti.
"Kamu kenapa sih Tu? Kamu benar-benar ya..." Ucap Kavin.
Kavin menghela nafas panjang dan dengan berat hati mau tidak mau Kavin akhirnya berusaha memasak nasi goreng seafood buat istrinya. Ratu memberikan resep nasi goreng seafood kepada suaminya. Kavin berusaha masak sesuai dengan resep yang tertulis dan beberapa kali bertanya kepada Ratu. Saat ini dapur sangat berantakan karena Kavin masak. Kavin membuang sedikit rasa egoisnya untuk membahagiakan Ratu. Bagaimanapun juga Ratu seperti ini karena sedang hamil jadi semaksimal mungkin dia mencoba untuk bersabar menghadapi keinginan dan kemauan istrinya itu.
Kavin memasak dan mengahbiskan waktu didapur cukup lama. Bagaimana tidak, dia sama sekali tidak pernah tau bahan dan bumbu masakan. Selesai masak, dia menyajikan kembali makanan kepada Ratu....
"Ini pertama kalinya aku masak dan itu juga karena kamu yang paksa. Jadi kalau masakan aku gak sesuai dengan keinginan kamu tidak perlu dikomentarin ya sayang." Ucap Kavin.
Ratu memakan nasi goreng buatan Kavin dan menghabiskannya...
"Makasih sayang, masakan kamu ternyata enak juga. Aku suka..." Ucap Ratu.
"Kamu suka apa karena lapar?" Tanya Kavin.
"Aku suka karena enak sayang." Ucap Ratu.
"Lain kali jangan suruh ku masak lagi." Ucap Kavin.
"Kalau itu aku gak bisa janji Vin..." Ratu meletakkan piring ke dapur.
Setelah berbagai macamdrama seharian ini, Kavin mengajak Ratu untuk segera beristiahat karena dia sudah sangat mengantuk.
******
Hari ini Ratu tidak diperbolehkan bekerja oleh Kavin. Karena kondisinya semakin parah apalagi mual muntah terus-menerus. Kavin berpesan kepada bi Ina untuk menjaga Ratu selagi dia bekerja. Karena khawatir, Kavin menghubungi mamanya untuk datang meliht kondisi Ratu.
"Halo ma?" Sapa Kavin.
"Hai sayang..." Sapa mama.
"Mama hari ini sibuk gak? bisa temani Ratu dirumah. Kavin khawatir banget sama kondisi dia ma." Ucap Kavin.
"Ya sudah kalau beitu mama pergi kerumah kamu sekarang." Ucap mama.
"Makasih ya ma. Kavin titip Ratu sama mama..." Ucap Kavin.
"Kamu jangan khawatir syaang. Kamu fokusin aja untuk bekerja. Ratu biar mama yang urus." Ucap mama.
"Oke ma. Kalau gitu kavin tennag sekarang. Bye ma." Ucap Kavin.
"Bye juga sayang." Mama mengakhiri pangilan telepoon dan bergegas pergi kerumah KAvin. Diperjalanan, mama sempat membeli berbagai macam buah-buahan, cemilan dan juga cake untuk menantu kesayangannya.
Sampai dirumah Kavin, mama melihat Ratu terlihat sangat pucat dan membuatnya sedikit cemas.
"Hai ma.." Sapa Ratu.
"Kenapa gak ngabari kalau mau datang?" Tanya Ratu.
"Mama disuruh Kvin untuk meriksa keadaan kamu. Gimana kondisi kamu sekarang sayang? oh iya ini mama belikan banyak makanan buat kamu. Biasanya kan orang hamil banyak makan karena kelaparan terus." Ucap mama.
"Maaf ya ma udah ngerepotin mama. Ratu cuman butuh istirahat aja kok ma. Makasih makanannya nanti bakal Ratu makan kok." Ucap Ratu.
"Kamu buat istirahat aja sayang. Kalau butuh apa-apa kamu bilang ya. Kamu udah minum vitamin kan?" Ucap mama.
"Ratu mau makan buah dan cake yang mama bawa barusan." Ucap Ratu.
"Bentar mama ambilkan.." Ucap mama.
"Gak usah ma, biar Ratu aja." Ucap Ratu.
"Kamu duduk aja biar mama yang siapin." Ucap mama.
Akhirnya Ratu menuruti keinginan mertuanya itu...
"Maaf ya ma Ratu gak seharusnya ngerepotin mama seperti ini. Seharusnya Ratu yang melayani mama disini." Ucap Ratu.
"Mama gak merasa direpotin sayang. Kamu berhenti bilang maaf daritadi. Mama gak suka dengarnya. Kamu sudah bagian dari keluarga dan mama sangat sayang sama kamu melebihi mama sayang sama Kavin. Apalagi kamu sekarang sedang mengandung cucu mama." Mama mengelus lembut perut Ratu.
"Makasih ya ma udah nemeni Ratu dan sudah menganggap Ratu menantu kesayangan mama..."Sahut Ratu.
"Mama juga dengan senang hati bisa nemani kamu. Lagian hari ini juga mama gak ada kegiatan. Mama harap kamu gak sungkan lagi..." Ucap mama.
"Iya ma..."
Seharian Ratu ditemani oleh mama mertuanya sehingga membuatnya tidak bosan dirumah. Mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol dan menonton serial drama kesukaannya. Ntah kenapa rasa mual yang dirasakannya hilang. Apalagi setelah mendapat perhatian lebih dari mertuanya itu.
'Sepertinya kamu sennag diperhatiin sama oma kamu ya sayang.' Batin Ratu sambil mengelus perut dan tersenyum.
*****
Selama 4 bulan kehamilannya, Ratu benar-benar berubah. Selain perutnya yang semakin memebesar dia juga semakin manja, cengeng, dan hobi makan. Untuk itu, Kavin selalu menyetok makanan sehat didalam kulkas untuk istrinya. Karena Ratu sering merasa kelaparan saat malam hari. Sampai-sampai sekarang Kavin sudah membeli kulkas baru yang diletakkan didalam kamar tidur mereka. Dengan tujuan untuk mempermudah mereka berdua kalau lapar.
Kavin sudah terbiasa dengan tingkah laku istrinya yang saat ini sedang hamil. Terutama sikap manjanya yang tidak pernah Ratu lakukan sebelumnya. Karena selama ini KAvin yang selalu manja tapi saat ini kebalikannya. Dilain sisi, KAvin merasa senang tapi terkadang sikap manja Ratu terbilang berlebihan.
Hari ini Kavin meminta izin untuk pergi meninggalkan Ratu selama seminggu untuk pergi keluar kota...
"Sayang? aku minta izin ya sama kamu." Ucap Kavin.
"Untuk apa Vin?" Ratu menyender manja dibahu Kavin.
"Untuk memantau proyek diluar kota sayang. Gpp yakamu aku tinggal seminggu? Nanti aku minta tolong mama untuk temani kamu biar kamu gak bosen." Ucap Kavin.
"Gak boleh. Kamu gak boleh pergi Vin..."Ucap Ratu.
"Jangan manja seperti ini sayang. Aku juga begini untuk kita kok. Aku janji selesai proyek langsung segera pulang." Bujuk Kavin.
"Aku tetap gak kasih izin kamu pergi Vin.." Ucap Ratu.
"Jadi kamu maunya gimana?" Tanya Kavin yang berusaha sabar.
"Aku kan lagi hamil, aku butuh kamu disini untuk nemani aku." Ucap Ratu.
"Tapi aku minta pengertian kamu kali ini aja. Aku beneran harus pergi." Jelas Kavin.
"Hmm... oke. Aku akan kasih kamu izin." Ucap Ratu.
"Makasih sayang udah ngertiin aku." Ucap Kavin.
"Jangan senang dulu kamu Vin."Ucap Ratu.
"Maksudnya gimana sayang?" Tanya Kavin.
"Aku akan ikut pergi sama kamu." Ucap Ratu.
"APA???"
*****
Gimana pada suka gak? mohon berikan komentarnya yaa...
Thor sangat mengharapkan para readers untuk memberikan komentar yang membangun untuk author agar author dapat memperbaikinya lagi kedepannya..
jangan lupa di like yaa! Saran dan dukungan kalian semua bisa membuat author agar lebih semangat lagi dalam melanjutkan cerita ini kedepannya, jadi mohon kritikan berserta sarannya ya semuanya.
Terimakasih masih setia membaca novel ini.
Happy Reading Guys!