
Tidak terasa kalo liburan mereka sudah mau selesai, ternyata waktu seminggu itu cukup cepat berlalu, hanya tersisa satu hari lagi sebelum akhirnya mereka semua balik ke sekolah.
tentunya mereka sangat tidak menyia nyiakan waktu liburan mereka yang hanya tinggal hari ini.
saat ratu membuka matanya, dia ingin sekali tidak mengingat kejadian yang dilihatnya semalam, tepat didepan matanya dia menyaksikan sendiri kalo kavin dan vika akan berciuman.
tidak seperti biasanya, ratu hari ini males buat keluar kamar, sepertinya dia males kalo harus bertatapan langsung dengan kavin.
tommy yang menunggu ratu sejak tadi di meja makan, selalu melihat kearah jam tangannya, udah jam sembilan lewat lima belas menit, tapi ratu tidak ada tanda tanda sama sekali akan turun.
akhirnya tommy berinisiatif untuk kekamar ratu, tommy berjalan ke arah tangga untuk menaiki setiap anak tangga yang ada, lalu tepat berada di depan kamar ratu. tommy mengetuk pintu kamar, tapi tidak ada jawaban sama sekali, kemudian tommy berusaha untuk menelepon ratu.
ada suara hp yang berbunyi didalam kamar, tapi tidak diangkat sama sekali, tommy semakin khawatir dengan keadaan ratu yang tidak seperti biasanya seperti itu, kemudian tommy masuk kedalam kamar, ternyata kamarnya tidak terkunci.
tommy terpaku melihat ratu yang masih tertidur dengan pulasnya, seketika tommy tersenyum melihat sang pujaan hatinya tersebut.
seketika tommy mendekat, lalu berusaha dengan kelembutan untuk pembangunan ratu, tapi saat tommy menyentuh kening ratu, seketika juga tommy sadar kalo ratu sedang demam tinggi.
"kok lo bisa demam sih tu? bentar gue ambilin kompres dulu ya buat lo." ucap tommy lalu segera bergegas dengan cepat untuk mengambil kompresan untuk ratu.
perlahan dengan sabar tommy mengompres kening ratu, hingga tanpa sadar tommy tertidur dikursi tepat didepan ratu, sambil menggenggam tangan ratu.
ratu terbangun dari tidurnya, lalu merasa kalo tangannya sedang dipegang, kemudian ratu melihat sekilas kalo ada yang tertidur dikursi tepat didepannya.
saat ratu berusaha untuk melepaskan genggaman tangan tommy, malah membuat tommy terbangun. "syukur lah tu akhirnya demam kamu turun juga, gue udah khawatir banget lo." ucap tommy sambil memegang kening ratu yang sudha tidak panas seperti tadi.
ratu tersenyum, "makasih ya tom udah ngerawat gue."
"itu udah seharusnya tu, pasti ini gara gara semalam ya? karena kelamaan kita dipantai malam malam, jadinya lo demam tinggi begini. maafin gue ya tu." ucap tommy dengan perasaan bersalah.
"bukan salah siapa siapa kok, badan gue aja emang pada dasarnya yang kurang fit. ya jadinya sakit gini deh." ucap ratu.
"gue ambilin makan ya? kan lo belum ada makan apa apa sejak tadi. lalu sambil melirik kearah jam tangannya, lihat ini tu udah siang aja, lo harus makan setelah itu minum obat lalu istirahat lagi, kali ini gue gak mau dibantah." ucap tommy penuh perhatian.
"okee deh terserah lo tom, ini karena gue sakit ya jadinya nurut aja." ucap ratu yang sangat pasrah.
"bentar ya ratukuuu! nah gitu kan jadi makin cantik kalo nurut." ucap tommy.
"apaan sih tom, gombalannya basi tau! cepetan deh keburu gue berubah pikiran ini." ucap ratu dengan menatap tajam kearah tommy.
tommy lalu segera bergegas turun untuk mengambilkan makanan untuk ratu, kemudian menyuapinya dengan perlahan, setelah selesai makan ratu minum obat, lalu setelah itu tertidur lagi sampai sore.
dikamar sebelah, kavin berusaha keras untuk membuka matanya, tapi dia sadar masih sangat berat dan pusing untuk bangkit. lalu kemudian kavin teringat sekilas kalo dia terlalu banyak minum bir.
"kenapa gue banyak banget minum sih tadi malam!" batin kavin kesal dengan dirinya sendiri.
"Sekarang udah jam berapa ya?" Lalu kavin melihat sekilas jam dinding, "apaa udah jam segini?" sekarang tepat pukul tiga lewat dua puluh menit. "Sudah berapa lama kavin tertidur, sudah cukup lama,
Kavin ingin segera bangkit, tapi kepalanya masih terasa sangat pusing. "Aduh sial banget deh gue!" batinnya.
Lalu vika sudah muncul aja tepat didepan kavin, "akhirnya lo bangun juga vin." ucapnya sambil tersenyum.
"Makasih ya vik, untung ada lo. Kalo gak, gue gak tau kemarin malam gimana cara gue pulang ya? Gue bahkan gak ingat sama sekali." ucap kavin sambil terus memegangi kepalanya.
Vika tersenyum mengingat moment semalam, bagus deh vin lo gak ingat. Batin vika.
"Iya gapapa kok vin, gue ngerti, tadi malam begitu kita pulang lo setengah sadar vin, tapi lo... Gak usah gue bilang aja deh lebih baik." ucap vika sambil mengurungkan niatnya untuk memberitahukan kavin.
"Apaan sih vik? Udah gapapa kasih tau gue aja, gue emang benar benar gak ingat sama sekali." ucap kavin sangat penasaran.
"Lo melihat... Gue benar neamr gak enak vin untuk bilangnya. Udah lupain aja ya." ucap vika sangat meyakinkan.
"Jangan buat gue makin penasaran ya vik!" ucap kavin.
"Ya udah deh gue bilang, tapi janji jangan marah ya? Waktu kita pulang, lo melihat ratu dan tommy berciuman tepat didepan lo! Kemudian lo sangat marah, lo hampir mukul tommy, tapi kemudian lo pingsan." ucap vika menjelaskan.
"Apa bahkan gue gak ingat sama sekali soal itu, tapi itu emang pantes buat tommy gue pukul." ucap kavin berusaha mengingat kejadian semalam tapi bahkan tidak bisa mengingatnya.
Vika langsung tersenyum licik, "akhirnya kesalahpahaman lo dan ratu semakin besar!"
Batin vika puas.
*******
Ratu sudah mulai membaik, dia bosan berada dikamar aja, lalu ratu berjalan keluar kamar, ratu menuju ruangan santai, sambil terus mengingat kejadian pada saat dia pulang.
Pada saat ratu masih melamun, tommy datang dan tentunya sangat mengejutkan bagi ratu.
"Tommy! Apaan sih, bikin kaget aja." ucap ratu.
"Habisnya aku liatin kamu dari tadi tapi gak sadar, ya aku kagetin aja." ucap tommy.
"Emangnya mikirin apaan sih?" ucap tommy.
"Bukan apa apa, gue hanya ingin cepat pulang dari sini." ucap ratu.
"Besok pagi kita udah pulang kok tu!" ucap tommy.
Iya semuanya sudah berakhir, akhirnya gue sadar kalo kavin itu cowok brengsek yang tidak akan bisa berubah. Gue harus lupain dia! Batin ratu sambil melamun.
Gue bodoh banget udah menyia nyiakan cowok yang udah tulus sayang sama gue, cowok yang selalu ada buat gue, yang selalu mendengarkan keluh kesah gue, selalu mengerti gue. Batin ratu sambil melihat tommy.
Lalu tanpa sadar ratu memeluk tommy "tom makasih ya udah selalu ada buat gue." ucap ratu.
"Iya tu, gue gak akan pernah ninggalin lo dalam keadaan apapun." ucap tommy sambil membalas pelukan ratu.
Kavin baru saja akan turun, lalu melihat ratu dan tommy berpelukan. lalu mengurungkan niatnya untuk turun kebawah, "Dasar lo tu cewek gampangan banget sih." batin kavin kesal, lalu pergi, karena kavin tidak mau terus menerus melihat mereka berpelukan.
"Disini gue jadi sadar kalo lo itu cewek yang seperti apa, gue salah besar menilai lo selama ini tu." batin kavin.
"bagus! semakin lama semakin besar kesalahpahaman kalian." ucap vika yang sedari tadi memperhatikan mereka dari kejauhan.