
Pagi hari, seperti biasa Ratu yang selesai mandi melihat seluruh tubuhnya dari pantulan cermin di dalam kamar mandi. Banyak terdapat jejak kemerahan disana. Sampai ia harus menutupinya dengan makeup agar tidak terlihat. Setelah berpakaian, ia duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Suara bising dari hairdryer membuat Kavin terbangun. Kavin melihat kearah istrinya kemudian menghampirinya.
"Pagi sayang...Maaf aku jadi banguni kamu sayang." Ratu melihat Kavin berdiri tepat dibelakang dari pantulan cermin meja rias.
"Pagi juga sayang. Oh iya, emangnya hari ini kita mau kemana sih sayang? Kamu kok udah cantik gini sayang?" Tanya Kavin ketika melihat sang Istri sudah berdandan dengan sangat cantik.
"Tuh kan kamu pasti lupa ya Vin? Kan rencananya hari ini kita akan pergi ke pantai pasir putih terus kita belanja souvenir untuk dibagikan ke keluarga sama teman-teman kita. Perasaan kemarin malam aku udah ada bahas sama kamu deh Vin." Omel Ratu.
Kavin langsung menepuk jidatnya sendiri. "Oh iya sayang...hehe, maafin aku ya." Ucap Kavin.
"Iya...iya! Aku udah tau kok pasti kamu bakalan lupa. Ya udah mendingan kamu pergi mandi sana sayang." Ucap Ratu sambil mendorong tubuh sang suami.
"Ya sayang...padahal aku masih ingin disini lho untuk memandangi wajah istri aku tercinta yang sangat cantik ini." Goda Kavin.
Ratu langsung melotot menatap Kavin yang berkata demikian itu.
"Iya...iya aku mandi sekarang deh." Ucap Kavin yang mengerti ekspresi wajah sang istri.
"Nah gitu dong sayang." Ucap Ratu sembari tersenyum lalu ketika Ratu ingin melanjutkan kembali untuk mengeringkan rambutnya, Kavin entah kenapa tiba - tiba saja kembali lalu dengan cepat sudah memeluk Ratu kembali dari arah belakang.
"Kavin..." Panggil Ratu.
"Sebentar aja sayang." Ucap Kavin kemudian.
"Oke." Ucap Ratu lalu berdiam diri untuk membiarkan Kavin memeluknya.
"Sayang..." Panggil Kavin.
"Hmmm..."
"Gimana kalau hari ini kita berdiam diri saja didalam kamar? Aku masih ingin berduaan doang nih dengan kamu tanpa diganggu." Ucap Kavin.
"Vin....kamu ini gimana sih? Waktu kita berduaan itu kan udah sangat lama apa masih kurang juga sayang? Ayolah sayang, nanti kan kita bisa untuk berduaan lagi? Aku ingin berjalan - jalan juga kali Vin keluar." Ratu berusaha untuk membujuk Sang Suami.
"Hmm...iya udah deh sayang. Kemanapun itu asal aku beduaan sama kamu...aku pasti senang sayang." Ucap Kavin akhirnya.
"Gombal mulu suami aku ini. kamu buruan gih sana mandi. Bau tauuu..." kemudian Ratu mendorong tubuh Kavin secara perlahan.
"Ok sayang..."
"Tunggu aku ya...aku akan mandi dengan sangat cepat kok." Teriak Kavin.
Ratu hanya menggeleng - gelengkan kepalanya saja sembari tersenyum melihat tingkah sang suami yang sangat menggemaskan itu menurut Ratu.
Hari ini Ratu memakai kaos oblong warna putih dipadukan dengan celana kulot motif bunga serta memakai aksesoris kalung panjang. Penampilan Ratu tampak santai tapi tetap terlihat manis dengan mkeup yang tipis membuatnya selalu tampak fresh. Sedangkan Kavin memilih memakai kemeja biru muda bermotif dengan celana jeans pendek serta kaca mata hitam yang selalu jadi andalannya selama liburan.
Ratu sangat antusias saat belanja. Seperti kebanyakan perempuan pada umumnya selalu saja kalap kalau sudah namanya belanja. Berbanding terbalik dengan Kavin. Kavin terlihat hanya mengikuti kemanapun istrinya pergi. Berbagai toko sudah mereka datangi. Kavin hanya terlihat capek mengikuti istrinya yang bolak-balik keluar masuk toko sedaritadi. 'Sebenarnya paling malas kalau udah nemeni perempuan belanja. Mana kaki udah pegel banget gini..hadehhh.' Batin Kavin yang sudah capek.
"Kamu sebenarnya mau beli apa sih sayang ? daritadi masuk ke toko tapi cuman keliling saja." Protes Kavin sambil mengejar langkah istrinya itu.
"Udah deh sayang kamu ikutin aku aja. Tadi kamu bilang kalau mau ikutin kemana aja asal sama aku kan. jadi kamu jangan komplen sayang."
"Ya tapi kan gak gini juga sayang."
"Gak ada tapi-tapian sayang. Kamu juga yang semangat dong sayang. Jangan pasang muka ditekuk begitu? Ok!!!"Menarik tangan Kavin agar bisa jalan beriringan bersama.
"Ok sayang." jawab Kavin pasrah.
Sekarang Ratu masuk kedalam toko aksesoris. Disana dia membeli berbagai macam perhiasan seperti gelang, cincin serta kalung dan berbagai macam kaca mata, topi dan tas Banyak sekali wisatawan yang membeli aksesoris di toko ini. Di sela-sela saat memilih barang, hp Ratu berdering....
Ddrrtt.........Ddrrtt..........Ddrrtt.......
'Mama ? Ada pa ya?' Batin Ratu.
Ratu menggeser layar hp kemudian mengaktifkan tanda video call di hpnya."
"Halo ma ? Halo pa?"Teriak Ratu yang atusias menerima panggilan telepon dari orangtuanya.
"Halo juga sayang? Gimana disana ?Maaf kalau mama ganggu kamu sama Kavin ya."
"Gak ganggu kok ma. Ini Ratu sama Kavin lagi belanja oleh-oleh. Mama sama papa apa kabar? Ratu kangen banget sama mama papa."
"Baik kok sayang. Mama juga kangen banget sama kamu... Oh iya !!! Mama cuman mau ngabari kamu kalau hari ini mama papa akan balik ke Bandung. Udah kangen juga pengen pulang. Lagian kan urusan kamu disni udah beres."
"Kalau gitu hati-hati ya buat mama papa. Jaga kesehatannya disana ya. Ntar kalau Ratu ada waktu akan main kesana."
"Ok sayang. Kamu juga sama Kavin jangan terlalu capek ya sayang. Kirim salam buat Kavin ya."
"Iya ma pasti. Nanti Ratu sampein ke Kavin. Bye ma...."Sekalian melambai tangan.
"Bye juga sayang..."
Setelah mengakhiri telepon, Ratu melanjutkan kembali memilih barang yang akan dibelinya. Kavin yang sudah capek hanya duduk menunggu di kursi. Sesekali Ratu menghampiri Kavin untuk menanyakan pendapat tentang barang yang dipilihnya. Ratu membelikan gelang kembaran untuk kedua sahabatnya. kemudian sebagai lambang persahabatan mereka. Tak lupa Ratu memberitahukan tentang orangtuanya yang sudah balikke Bandung. Kavin berjalan kearah kasir untuk mmbayar semua belanjaan Ratu.
Ratu kembali menarik tangan Kavin untuk mengikutinya kembali. Sekarang ia masuk ke toko baju. Disana ia banyak memborong baju..banyak model baju yang unik dan dress yang bagus. kavin hanya menggeleng melihat tingkah istrinya itu. Setelah berjam-jam keluar masuk toko dengan banyak membawa papperbag akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat sejenak. Sebelum melanjutkan perjalanan, Ratu mengajak Kavin untuk makan ice cream.
*****
Sore harinya mereka menikmati keindahan Pulau Cocoa. Pulau ini memiliki pantai yang begitu eksotis dengan pasir putih yang membentang dengan debur ombak yang tidak terlalu besar menjadi kesukaan para wisatawan. Ciri khas dari pantai ini adalah airnya yang begitu jernih dan pasir pantainya yang putih cocok bagi Ratu yang sangat suka dengn kegiatan pantai. Dan di Pulau ini juga terdapat resort dengan kualitas yang sangat baik.
Di Pulau ini Ratu dan Kavin begitu menikmati sampai menghabiskan waktu yang cukup lama. Mereka berjemur, berkeliling sekitaran. Kavin mengarahkan hp kearah pantai dan diam-diam menmotret istrinya yang tengah asik bermain air di pinggir pantai. Ratu terlihat begitu ceria. Ratu masih terlihat cantik di mata Kavin walaupun rambutnya menjadi berantakan akibat angin yang berhembus kencang di pantai ini. Sesekali Ratu melihat kearah Kavin dengan senyuman manis di wajahnya. Kavin dengan jahil menyiram Ratu dengan air, kemudian Ratu membalas menyiram Kavin. Mereka saling melemparkan air sampai baju mereka basah. Mereka sempatin mengganti baju sebentar. Tak lupa mereka juga menikmati makanan yang ada di resort yang ada di pulau ini. Setelah capek seharian mereka memutuskan untuk kembali ke Villa.
*****
Dua hari kemudian...
Ratu dan Kavin sudah berada di bandara. Kavin mendorong kedua koper sekaligus dan berjalan beriringan dengan istrinya yang hanya membawa sling bag dan memakai kaca mata hitam karena mata yang masih bengkak akibat kurang tidur. Setelah check in mereka menunggu diruang tunggu selama 15 menit kemudian masuk kedalam pesawat. Karena penerbangannya memakan waktu cukup lama mereka memutuskan untuk tidur. Kavin mengarahkan kepala Ratu untuk menyender ke bahunya. Kavin juga selalu menggengam erat tangan istrinya seolah tidak ingin terpisah sedikitpun. Perjalanan yang mereka jalani adalah perjalanan yang tidak akan bisa dilupakan. Banyak pengalaman yang luar biasa disana.
Sampai di bandara Soekarno-Hatta, dari kejauhan Kavin melihat papa mamanya melambaikan tangan kearah mereka. Kavin dengan antusias membalas lambaian tangan kemudian menarik tangan Ratu untuk mempercepat langkah mereka. Papa mama Kavin menyambut anak dan menantu kesayangannya itu. Kavin dan Ratu saling bergantian memeluk kedua orangtuanya .
"Mama sama papa kenapa gak ngabari kalau bakal jemput?" Tanya Kavin.
"Kan mama sama papa mau kasih kejutan sama kalian."
"Makasih ya mama sama papa udah repot-repot nyambut kepulangan kami."Ucap Ratu.
"Sama-sama sayang."
"Oh iya gimana perjalanan kalian ?"Tanya papa
"Jangan ditanya lagi pa, capek banget malah sempat delay juga pesawatnya. Jadi papa sama mama udah lama nungguin kita ?"Ucap Kavin.
"Ya lumayan sih sayang. Pengennya ngasih kejutan kok malah papa sama mama yang jadi terkejut.Hehehehe..hampir aja mama ketiduran disini."Jawab mama.
"Maaf ya ma pa. Kita juga gak tahu jadwalnya tiba-tiba diundur."Ucap Ratu merasa bersalah karena mertuanya menunggu lama.
"Kenapa minta maaf? Mama sama papa aja gak keberatan kok. Lagian hari ini gak ada kemana-mana juga."
"Tapikan tetap aja buat papa mama jadi nungguin kita."
"Gpp kok sayang. Santai aja."
Kavin berjalan beriringan dengan papanya sedangkan mama dan Ratu berada dibelakang mereka. Kemudian mereka semua mempercepat langkah menuju parkiran.
Dari kejauhan, Pak Budi melihat kehadiran Kavin, ia pun segera menghampiri Kavin untuk membantu membawa koper dan barang-barang kemudian memasukkan kedalam bagasi mobil. Karena perjalanan begitu panjang hari ini, di sepanjang perjalanan pulang mereka semua terlelap.
*****
Saat sampai di area perumahan, Pak Budi membangunkan semua orang yang tertidur. Di depan rumah, Bi Ina menyambut kehadiran seluruh keluarga. Bi Ina membantu Pak Budi membawa barang kedalam rumah. Kavin menggendong Ratu masuk kedalam rumah karena tidak tega membangunkannya. Kavin menggendong sampai kamar tidur mereka. Mama yang menyaksikan hanya tersenyum senang melihat Kavin memperlakukan istrinya.
'"Romantis banget ya anak kita pa. Padaha papa aja gak pernah begitu ke mama." Bisik mama.
"Malu sama umur dong ma. Lagian wajar mereka kan masih pengantin baru."
"Emang dasar papa itu gak bisa romantis sedikitpun."Mama meninggalkan papa yang masih terbengong mendengar kata-kata mama.
'Ada-ada aja sih mama.' Batin papa.
Ratu merasa badannya diangkat seseorang mulai membuka mata.
"Kita udah sampai rumah ya sayang ? Kamu kenapa gak banguni aku aja."
"Banget sayang. Badan aku pegal semua."
"Tapi kamu berat juga ya sayang."ledek Kavin.
"KAvinn !! Jangan bahas berat badan dong. Lagian salah kamu sendiri kenapa gak banguni aku."
"Walaupun kamu gemuk, aku tetap sayang kok sama kamu."Mengelus dengan kasar rambut Ratu sampai berantakan.
"Dasar Playboy tukang gombal !!!"Ketus Ratu.
"Biarin....Lebih baik sekarang kamu istirahat dulu. Oh iya !!! besok aku udah mulai kerja lagi sayang. Udah banyak banget yang harus aku kerjain.Kasian Putri udah repot banget selama aku cuti kerja. Gpp kan sayang ?"
"Gpp kok sayang. Besok aku mau pijat dulu di Klinik kecantikan Nisa. Boleh kan sayang ?"
"Boleh dong sayang. Kamu lakuin aja apa yang buat kamu senang. Intinya kamu jangan kecapekan sebelum masuk kerja nanti."
"Iya sayang pasti."
Kavin menyuruh Ratu untuk istirahat di kamar, Sedangkan Kavin langsung masuk ke ruang kerja yang berada di sebelah kamar. Disana ia mulai mengecek semua email yang masuk dan mulai mempelajari semua proyek baru yang dikirim Putri. kemudian Kavin langsung menghubungi Putri untuk menanyakan semua detailnya.
"Halo pak?"
"Halo Putri. Maaf kalau saya ganggu kamu malam ini. Bagaimana dengan proyek baru kita?"
"Semuanya sudah saya urus pak. Saya juga sudah mempersiapkan presentasenya."
"Bagus kalau gitu. Saya minta besok pagi kita meeting. Tolong kamu kabari karyawan yang lain."
"Oke pak. Saya akan hubungi semua karyawan. Tapi Pak, Proyek baru ini mengharuskan bapak pergi selama keluar kota untus mengurus langsung selama 2 minggu. Pimpinannya bernama Pak Angga langsung yang meminta sekaligus ingin bertemu dengan Pak Kavin."
'Apa yang benar aja selama 2 minggu.'Batin Kavin
"Halo pak? Bapak masih mendengar saya kan? Bagaimana Pak? Apa yang harus saya katakan dengan Pak Angga?"
"Nanti saya pikirin dulu. Kamu urus saja yang saya bilang tadi. Saya ingin semua laporan selama saya cuti sudah ada diatas meja saya besok. Saya akan periksa semuanya...tolong kamu buat semua secara terperinci.
"Oke pak. Saya akan usahakan."
Kavin mengakhiri panggilan teleponnya, Ia terpikir dengan ucapan Putri karena harus meninggalkan Ratu selama 2 minggu.
'Keluar kota selama 2 minggu? Gimana jelasinnya ke Ratu? Apa Ratu gue ajak aja ya sekalian? Gue masih belum rela bila harus berpisah dengan Ratu walaupun hanya 2 minggu saja.' Batin Kavin.
Kavin mulai pusing memikirkannya, disatu sisi Kavin sangat galau bila harus pergi meninggalkan sang Istri, disatu sisi lagi dia memang harus pergi untuk membahas pekerjaannya yang sangat penting itu, otaknya Kavin mulai berfikir keras untuk mencari alasan yag tepat ke Ratu. Sebenarnya ia tidak tega harus meninggalkan Ratu sendirian. Tapi tanggung jawab di pekerjaannya juga terbilang sangat penting untuk masa depan mereka.
******
Ratu menyiapkan Kemeja, baju, dasi, sepatu serta perlengkapan kerja Kavin menaruhnya diatas tempat tidur. Ratu mulai membiasakan diri menyiapkan semua kebutuhan suaminya. Kavin mulai bersiap-siap. Ia sempatin makan sarapan yang Ratu buat. Setelah Kavin berangkat kerja, Mama papa Kavin pamit pulang kerumahnya diantar Pak Budi.
"Mama papa pamit ya sayang."
"Ya kok pulang sih ma? Jadi sepi lagi dong rumah."
"Nanti deh kapan-kapan mama sama papa main sekalian nginap disini lagi. Lagian gak enak ganggu pengantin baru."Goda mama.
"Ihh mama apaan. Kita gak merasa terganggu kok ma." Ratu terliihat salah tingkah didepan mertuanya setelah mendengar kata-kata mereka.
"Jangan malu gitu dong sayang. Baik-baik disini sama Kavin ya."Mama cipika cipiki kepada Ratu.
"Iya ma. Hati-hati mama sama papa. Sebelumnya Ratu ngucapin makasih udah temanin Ratu disini. Nanti oleh-olehnya Ratu kirim aja ke mama ya."
"Ok sayang. Bye."
"Bye juga ma."
Ratu yang sudah rapi segera pergi ke klinik kecantikan milik Nisa untuk melakukan treatment. Tanpa menghubungi Nisa terlebih dahulu, Ratu pergi membawa mobilnya sendiri....
Setelah 30 menit, Ratu masuk kedalam klinik dan memilih treatment apa yang akan dia lakukan. Nisa yang baru sampai klinik segera menghampiri Ratu.
"Ratu !!! Teriak Nisa antusias melihat kehadiran Ratu disana.
Ratu menoleh dan melambai tangan kearah Nisa. Baru Ratu ingin ngomong malah dikagetkan dengan kehadiran seseorang yang tidak asing baginya. Dimas masuk memawa hp Nisa yang tertinggal di dalam mobilnya.
"Eh kok ada elo Dim?" Tanya Ratu bingung.
Dimas yang gak kalah kagetnya melihat Ratu berusaha sesantai mungkin.
"Gue yang ngantar Nisa barusan. kebetulan gue ada kerjaan disekitaran sini untuk mendesign rumah." Dimas memberikan Hp kepada Nisa.
"Gue duluan dulu ya... Bye!!!" Dimas meninggalkan Ratu dan Kavin.
Setelah kepergian Dimas , Ratu menatap Nisa dengan tatapan penuh selidik.
"EHemmm... ada apa sama lo dan Dimas? Kok bisa bareng?"
"Gak ada apa-apa kok beb, Kita hanya temenan aja. Tadi itu kebetulan Dimas kerumah gue terus pergi bareng deh. Udah gitu aja."
"Gue gak percaya. Kemarin aja Dimas gugup banget waktu minta nomor hp lo ke gue."
"Sumpah beb!!! Gue sama Dimas gak ada hubungan apa-apa."
"Tapi gue lihat Dimas itu kok perhatian banget sama lo ya beb. Apa dia mulai suka sama lo?"
"Gak kok beb. Kita dekat cuman sebagai teman. Dia tertarik ngobrol sama gue karena bahas bisnis. Dia ingin buka usaha juga beb. Jadi dia tanya ke gue. Itu aja sih beb gak lebih."
"Jadi lo gak naksir sama Dia ?"
"Gue sih suka sama dia dari dulu beb. lo kan tahu sendiri...tapi masalahnya dianya yang gak suka sama gue. Kayaknya gue bukan tipe ceweknya beb.
Oh iya gue jadi lupa!!! lo disini mau jumpain gue apa mau treatment beb?"
"Saran gue sih kalau lo suka sama seseorang ya diungkapin lah. Kalau dipendam orang itu gak akan tahu perasaan lo beb. Mmmmm..... Gue disini mau massage seluruh tubuh. Kalau bisa selama sejam. Karena capek banget gue pulang bulan madu."
"GENGSI dong !!! masak cewek yang ungkapin. Lagian biar kita saling mengenal aja dulu. Btw, mana oleh-oleh buat gue beb?"
"Ada masih didalam koper belum sempat gue bongkar. Gue treatment dulu ya udah dipanggil tuh."
"Ok beb..."
Ratu melakukan treatment massage seluruh tubuh untuk merilekskan otot-otot nya yang pegal selama liburan kemarin. Tak lupa ia mengirim pesan kepada Kavin.
Ratu :
Aku udah di klinik ya sayang. Kamu semangat kerjanya. <3
Kavin :
Iya sayang. Kamu pulangnya mau aku jemput ?
Ratu :
Gak usah sayang. Aku bawa mobil. Ya udah kalau gitu aku treatment dulu.
Kavin :
Selamat treatment sayang <3
*****
Gimana..gimana? Kavin Ratu sweet banget gak?
Penasaran kenapa Nisa bisa bareng sama Dimas... Next episode....
Kira - kira ada apa dengan mereka berdua yaaaa? Hmm...
Bagi yang ingin join ke grup author jangan sungkan yaa..!
Happy Reading Guys!