
Keesokan harinya saat Ratu terbangun dari tidur, diapun langsung mengecek hpnya. Karena dia berharap Kavin membalas pesannya. Pikiran Ratu lagi kacau karena ternyata Kavin sama sekali tidak membalas pesannya. Dia berniat menjelaskkan langsung ke Kavin dengan cara mendatanginya ke kantor sepulang kerja. Dan Ratu juga berniat untuk membuatkan langsung sop buntut kesukaan Kavin itu.
“Aku akan membuat kamu untuk memaafkanku sayang.” Ucap Ratu sambil tersenyum.
Itulah hal sedang dipikiran Ratu untuk dapat membujuk calon suaminya itu.
Ratu bahkan sudah memikirkan kata demi kata untuk dia ucapkan kepada Kavin, pikiran Ratu sudah dipenuhi oleh nama Kavin saja.
Hari ini Ratu dengan susah payah mencari resep untuk membuat sop buntut yang sangat enak untuk diberikan kepada Kavin, Ratu bahkan sudah membayangkan reaksi dari Kavin itu.
Usaha demi usaha terus saja dilakukan oleh Ratu untuk dapat membuat sop buntut yang sangat enak, sampai – sampai keringat Ratu sudah menetes terus dan tidak dapat menghentikan semangatnya saat ini.
“Akhirnya selesai juga!” Ucap Ratu dengan sangat semangat sambil mengelap keirngatnya Ratu memasukkan makannya ke tempat makanan.
Kemudian Ratu menatap di hp nya, “Apa sudah sore saja!” Ratu langsung bergegas untuk bersiap – siap.
****
Pukul 20.00 malam, Kavin masih di kantornya. Banyak sekali kerjaan yang harus dia kerjaan sekarang. Putri sebagai sekretarisnya pun ikut membantu dan ikut lembur kerja. Putri membantu menyiapkan data dan bahan yang harus mereka kerjakan untuk proyek baru mereka. Sebenarnya Putri merasa senang akhir - akhir ini karena bisa berduaan dengan Kavin walaupun hanya mengurus pekerjaan. Putri sudah lama menyimpan perasaan terhadap Kavin. Dan Putri belum mengetahui kalau Kavin sebentar lagi akan menikah, karena Kavin belum menginformasikan kepada karyawannya.
Kavin lagi fokus mengetik laporan di laptopnya. Disaat itu juga hpnya berdering terus -menerus. Saat Kavin melihat siapa yang meneleponnya, dia langsung mengabaikan begitu saja. Dia memang sengaja tidak mengangkatnya, karena masih kesal dengan Ratu.
10 menit kemudian, Putri permisi keluar sebentar untuk mengambil makanan yang dipesannya melalui ojek online. Putri mengajak Kavin untuk makan malam bersama, karena dia memesan 2 porsi spagetti dan 2 orange juice.
“Pak, sebaiknya kita makan malam dulu baru lanjut kerja lagi.” Ucap Putri sambil menunjukkan makanan yang ada ditangannya.
“Maaf put saya lupa kalau kita belum makan malam. Kenapa kamu tidak mengingatkan saya? Kan seharusnya saya yang membelikan makanan.” Ucap Kavin sambil menepuk jidatnya.
“Saya melihat bapak lagi fokus mengetik, jadi saya berinisiatif memesan makanan saja. Semoga Bapak menyukainya ya.” Ucap Putri sambil membukakan bingkisan makanan yang saat ini sedang dipegangnya.
“Ya sudah kalau begitu, maaf saya jadi merepotkan kamu ya. Saya akan ganti biaya makanan yang kamu beli ini ya.” Ucap Kavin lalu mengamibl dompetnya.
Putri menolaknya langsung, “Tidak usah Pak, karena kan selama ini Bapak juga sudah baik terhadap saya, lagian ini cuman makanan aja jadi tidak usah sungkan Pak.” Putri pun menyiapkan makanan itu di meja.
“Baiklah kalau begitu, kita makan dulu baru lanjut kerja lagi.” Kavin pun duduk disamping Putri dan menyantap makanannya.
“Gimana Pak makanannya?” Tanya Putri.
“Enak kok Put, saya menyukainya. Thanks ya.” Ucap Kavin sambil tersenyum.
Saat mereka lagi menyantap makanan, ada orang yang mengetuk pintu. Saat Kavin membuka pintu, Ratu pun langsung menyapa dan memeluknya.
“Sayang.” Ucap Ratu.
“Kamu ngapain disini?” Ucap Kavin sambil Melepas pelukan Ratu.
“Aku bikinin kamu sop buntut untuk makan malam, aku sangat berharap kalau kamu akan menyukainya. Kamu gak mempersilahkan aku masuk ke ruangan kamu?” Tanya Ratu sambil menunjukkan makanan yang dibawanya.
“Kamu gak menjawab pertanyaan aku, lebih baik kamu pulang aja karena aku masih banyak kerjaan.” Ketus Kavin.
“Kamu masih marah sama aku ya Vin, kan aku sama Tommy udah berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Kamu itu salah paham Vin, aku minta maaf karena lebih milih Tommy yang mengantar aku pulang kemarin.” Ucap Ratu yang langsung menerobos masuk ruangan Kavin.
“Udah aku bilang kamu pulang aja Tu, aku lagi gak mau bahas itu sekarang.” Tegas Kavin lagi sambil menahan tangan Ratu.
“Ooohhhhh.....!!!! Aku ngerti sekarang kenapa kamu gak butuh aku disini ternyata kamu lagi makan malam bedua dikantor dan pantas aja kamu ngabaikan telepon dan pesan aku sebelumnya. Aku pikir setelah aku datang dan jelasin semuanya kamu akan baik lagi ternyata aku salah Vin, kamu ngusir aku dan lebih milih makan malam sama cewek lain dibanding pacar kamu sendiri yang udah rela - rela datang dan masakin kamu makanan.” Ucap Ratu dengan emosi saat melihat cewek itu sinis dan langsung keluar dari ruangan Kavin.
Putri hanya menundukkan kepalanya saja. Putri baru mengetahui kalau Bosnya sudah memiliki kekasih. Diam – diam Putri merasa bersalah dengan apa yang baru saja terjadi.
‘Aku jadi sumber berantnya orang lain?’ Pikir Putri.
“Ini gak seperti yang kamu pikirin Tu.” Ucap Kavin sambil menarik tangan Ratu dan berusaha menjelaskannya.
“Kamu benar lebih baik aku pulang dan gak seharusnya aku datang kesini. Dan makanan yang aku masak tadi kamu bisa buang aja. Dan setelah aku pikir - pikir sebaiknya pernikahan kita, ditunda aja.” Ucap Ratu dan langsung pergi secepat mungkin meninggalkan Kavin.
“Kamu salah paham Ratu! Gak..gak, aku tidak mau kalau pernikahan kita ditunda.” Teriak Kavin yang sudah tidak dihiraukan lagi oleh Ratu.
Kavin bingung apa yang harus dilakukannya saat ini, dia ingin sekali untuk mengejar Ratu. Tapi disatu sisi lagi, dia merasa tidak enak dengan Putri dengan apa yang barusan terjadi.
Akhirnya Kavin memutuskan untuk kembali masuk kedalam ruangannya saat ini.
“Put saya ingin minta maaf ya dengan apa yang barusan terjadi tadi. Saya tidak bermaksud untuk membawa kamu kedalam masalah saya.” Ucap Kavin menjelaskan kepada Putri.
“Bapak tidak bersalah kok, saya yang bersalah Pak.” Ucap Putri.
“Tidak...Putri ini semua salah saya.” Ucap Kavin lagi dengan wajah penuh perasaan bersalahnya.
“Saya izin ke toilet sebentar ya Pak.” Ucap Putri lalu segera pergi meninggalkan Kavin.
‘Apa yang harus gue lakukan seakrang? Aarrrghh!’ Pikir Kavin sambil membanting barang – barangnya.
*****
Flashback On
Ratu baru aja selesai mandi dan Ratu menyempatkan diri untuk berdandan sebentar, dan setelahnya dia langsung buru-buru ke parkiran mobil. Diperjalanan Ratu sangat kesal karena kejebak macet yang parah. ‘Padahal gue udah cepat-cepat pulang kantor tapi tetap aja kejebak macet...aaargghhh.’ Batinnya kesal.
Setengah jam Ratu kejebak macet dan dia berusaha menelepon Kavin tapi tidak ada jawaban. ‘Angkat dong Vin, kenapa sih disaat kita udah mau nikah nikah begini, banyak banget masalah.’ Gerutu Ratu kesal.
Ratu pun menatap makanan kesukaan Kavin dan langsung bergegas pergi ke kantornya.
‘Mudah - mudahan aja setelah ini Kavin maafin gue dan senang karena gue datang ke kantornya membawa makanan kesukaannya ini.” Batin Ratu sambil tersenyum membayangkan reaksi dari Kavin.
Flashback Off
*****
Sampai dirumah, Ratu langsung melempar tas dan hp nya di tempat tidur. Dia sangat kecewa karena Kavin mengusirnya dari kantor dan tidak mengejarnya saat dia pergi. Dia menangis histeris sampai akhirnya dia tertidur.
1 jam kemudian Ratu pun terbangun , dia langsung membersihkan wajahnya dan mandi air hangat untuk merilekskan badan dan pikirannya. Setelah mandi, dia memakai baju tidur dan berbaring kembali.
Hp Ratu berdering terus-menerus dan dia mengabaikannya, karena dia yakin yang menelepon itu Kavin. Dia masih butuh waktu sendiri untuk semuanya. Ratu sangat capek dan lelah karena harus ribut sama Kavin.
Ratu tidak bisa tidur kembali, bagaimanapun dia berusaha memejamkan mata tapi masih keingat kejadian hari ini. Dia merenung dan mengingat semua moment yang dia lakukan bersama Kavin, sampai -sampai dia menetes kan air matanya kembali.
‘Gue gak boleh lemah begini, dulu juga gue bisa tanpa Kavin. Gue harus kuat menjalani ini semua.’ Batin Ratu.
Dia memutuskan mendengarkan sebuah lagu di musik mp3 nya dengan tujuan dia bisa tertidur setelahnya, lagu yang didengarkan oleh Ratu saat ini adalah lagu yang selalu dia dengarkan saat sedih.
Tersiksa Rindu By Dygta
Setedikpun aku
Tak pernah lupakanmu
Karena aku terlalu sayang kamu
*Lihatlah hatiku
Terluka dan semakin rapuh
Karena kamu kini jauh dariku
Reff :
Apakah kau disana merindukanku
Tuhan tolong diriku
Aku tersiksa rindu
Biarku bertemu
Walau dalam mimpi
Karena ku tak sanggup lagi
Aku tersiksa rindu
Back to *Reff
Setelah mendengarkan lagu, Ratu pun makin menangis sejadi - jadinya. Dia benar - benar sedih hari ini dan memutuskan tidak masuk kerja besok karena matanya yang sembab.
*****
Setelah kepergiaan Ratu dari kantornya, Kavin pun tidak fokus berkerja lagi. Apapun yang dia kerjakan menjadi berantakan.
“Putri sebaiknya kamu pulang saja, ini juga sudah malam. Biar saya saja yang melanjutkan nya nanti.” Perintah Kavin.
“Tapi pak, masih banyak yang harus saya kerjakan.” Ucap Putri sambil memegang dokumen pekerjaannya saat ini.
“Kamu bisa melanjutkannya besok... sekali lagi saya minta maaf atas kejadian hari ini ya Put.”
“Iya pak kalau begitu saya permisi dulu...saya juga minta maaf karena saya, Bapak dan pacar bapak jadi salah paham. Saya akan bantu Bapak untuk menjelaskan ke pacar Bapak jika Bapak berkenan.” Ucap Putri sambil membereskan semua berkas yang sedang dikerjakannya.
“Tadi itu bukan salah kamu dan sebelum ini kami berdua memang sudah memiliki masalah, ya bisa dibilang sekarang masalahnya makin nambah lagi. Ini semua tidak berkaitan dengan kamu Putri.” Tegas Kavin.
“Iya biarkan begitu Pak, tapi saya.....”
“Tapi kamu merasa bersalah karena menurut kamu, saya dan pacar saya bertengkar itu semua karena kamu, begitu?” Tebak Kavin.
Putri menganggukkan kepalanya dengan cepat.
“Kamu salah Put, ya sudah kamu sudah bisa pulang sekarang.” Ucap Kavin lalu menatap layar komputernya kembali.
Putri masih merasa bersalah dengan Bos nya itu, tapi dia tidak bisa melawan perintah yang telah diberikan Kavin kepadanya, akhirnya dengan berat hati Putri memutuskan untuk pulang.
Kavin mulai merasa gelisah, semua hal yang dilakukannya bersalahan akibat tidak konsentrasi lagi. Dia mencoba kembali untuk menghubungi Ratu terus-menerus tapi diabaikan.
‘Aaarrrgghhhh!!! Kenapa semuanya jadi kacau seperti ini. Padahal gue lembur begini juga untuk nyenangkan Ratu nantinya. Karena proyek yang gue kerjakan ini proyek besar. Ratu juga pasti marah makanya gak angkat telepon gue daritadi.’ Batin Kavin kesal.
Kavin mengerjakan pekerjaannya sampai tengah malam. Setelah selesai, dia bergegas pulang kerumah. Sesekali dia melihat hp nya tapi tetap tidak ada panggilan dan pesan dari Ratu. Kavin memutuskan untuk beristirahat dan tidur karena dia benar - benar lelah hari ini. Tapi matanya tidak bisa terpejam sama sekali, dia masih memikirkan perkataan Ratu untuk menunda pernikahan mereka. Kavin pun mengingat setiap moment yang dia lewati bersama Ratu.
'Aduh betapa bodohnya gue, dari dulu gue ngejar - ngejar Ratu. Tapi kenapa setelah semua yang kami menjalani dan lewati buat gue jadi renggang gini sama Ratu. Padahal gue sayang banget sama dia. Gue gak mau menyia -nyiakan Ratu lagi. Jujur...gue cemburu banget kalau udah berhubungan sama Tommy. Gimana pun Tommy itu mantan pacar Ratu dan dia juga sangat suka sama Ratu. Hati gue sangat marah saat melihat Tommy dan Ratu barengan seperti kemarin. Amarah gue tertutup rasa cemburu yang membuat gue dan Ratu begini. Padahal Ratu udah berusaha menjelaskan semuanya...tapi tetap aja rasa cemburu gue lebih besar dari apapun. Egois banget gue ya? Sampai mengabaikan pesan dan telepon dari Ratu sebelumnya. Tapi gue belum bisa menemui Ratu beberapa hari ini karena ada meeting penting bahas proyek baru perusahaan. Sepertinya gue sama Ratu butuh waktu sendiri setelah kejadian ini...' Batin Kavin bercampur aduk dengan rasa bersalahnya terhadap Ratu.
Dan Kavinpun akhirnya tertidur pulas karena sanking lelahnya.
*****
Pagi harinya, Ratu yang tidak ada mood melakukan apapun. Dia hanya seharian di kamar. Saat lapar dia makan kemudian kembali ke kamar lagi. Pikirannya masih kacau.
'Mungkin gue harus refreshing, gue gak bisa begini terus. Bisa gila gue mikirin ini terus dan gue juga kangen sama ortu. Lebih baik gue ke Bandung aja. Lagian Kavin juga gak berusaha meminta maaf atas semuanya. Mungkin dia beneran nyerah sama hubungan ini. Kalau gitu gue juga akan lupain dia dan lupain kalau kita akan menikah. Apa gue dan dia benar - benar akan berakhir seperti ini?' Batin Ratu lirih.
Ratu pun menyusun barang - barang nya dan memasukkan ke koper. Karena dia mau ke Bandung kerumah ortunya selama 1 minggu.
Ratu juga udah mempersiapkan kata-kata kalau ortu nya menanyakan rencana pernikahannya dengan Kavin. Kavin juga belum pernah ketemu sama ortu Ratu, .tapi sering berkomunikasi via telepon. Dan Kavin dulu sempat janji setelah proyeknya selesai dia kejakan... dia dan Ratu akan ke Bandung bersama.
Ratu memesan travel. Karena dia sangat malas mengendarai mobil sendiri. Perjalanan yang ditempuh dari Jakarta ke Bandung sekitar 2 jam 40 menit.
Di travel ... Ratu pun tertidur dengan lelapnya karena semalam dia tidak bisa tidur sama sekali.
*****
Flashback on
Saat Ratu dan Kavin makan malam romantis di cafe Rooftop kemarin... Kavin membahas dia ingin bertemu dengan papa mama Ratu untuk meminta restu secara langsung.
“Sayang...aku ingin menemui Papa Mama kamu untuk minta kamu jadi istri aku secara langsung. Boleh kan ?" Ucap Kavin sambil memegang tangan Ratu.
“Boleh dong sayang...kapan kamu ada waktu, biar aku bisa atur jadwal kerja aku juga." Ucap Ratu sambil mengelus tangan Kavin.
“Hmmm, gimana kaalu sekarang juga?" Ucap Kavin sambil menggoda Ratu.
"Ih Kavin apaan sih kamu!" Ucap Ratu dengan wajah yang memerah.
"Aku hanya bercanda kok, rencananya setelah proyek yang aku kerjain ini selesai...kita ke Bandung bareng ya sayang. Gak sabar deh untuk ketemu calon mertua."
“Ok deh sayang...emang kamu gak deg - deg an mau ketemu ortu aku?”
“Deg - deg an sih sebenarnya tapi mau gimana lagi demi kamu demi hubungan kita juga sayang, aku rela melakukannya." Ucap Kavin sambil mencium tangan Ratu.
“Oh.. aku baru tau kalau playboy seperti kamu bisa deg-deg an juga, dasar tukang gombal! Udah berapa banyak cewek yang kamu gombalin begini." Ucap Ratu.
“Jahil kamu ya ngeledek aku kayak gitu, kan sekarang sudah tidak seperti itu lagi sayang. Sekarang aku hanya akan menggombali satu cewek, hanya kamu saja." Ucap Kavin sambil mencubit pipi Ratu dengan gemasnya.
“Awww...sakit sayang tau! Kan aku cuma bercanda saja sayang." Ucap Ratu dengan muka cemberut sambil memegangi pipinya.
“Iya sayang aku tau kok." Ucap Kavin.
Kavin dan Ratu melanjutkan makan malam romantis mereka.
Flashback off
*****
Di Bandung... Papa dan Mama Ratu lagi makan malam. Dan mereka juga membahas Ratu yang sebentar lagi akan menikah.
“Gak terasa ya Ma... anak kesayangan kita sebentar lagi akan segera menikah." Ucap Papa Ratu.
“Iya Pah... padahal Ratu tetap anak kecil aja untuk Mama. Semoga aja Ratu bisa bahagia ya Pa." Ucap Mamanya Ratu.
“Aminnn... semoga aja ya Ma."
Bel rumah ortunya Ratupun berbunyi. Mamanya Ratu menyuruh bi Minah untuk membuka pintu. Papa dan Mamanya Ratu sedang menonton tv berdua sambil memakan cemilan.
“Hai Bi Minah... kangen banget udah lama gak ketemu." Sapa Ratu.
“Hai juga non Ratu...kok gak bilang mau datang? Makin cantik aja Non. Mari Non masuk, Tuan dan Nyonya pasti senang sekali melihat Non." Ucap pembantunya.
“Ok bi...emang sengaja Bi, Ratu ingin memberikan kejutan untuk Papa dan Mama. Bibi bisa aja nih. Bi bantuin bawa barang ya, oh iya tadi ada bawa makanan untuk Papa dan Mama jangan lupa dipanaskan ya Bi." Pinta Ratu.
“Ok Non Ratu."
Ratupun langsung masuk karena tidak sabar ketemu papa mamanya. Dan dia sengaja mengejutkan ortunya dari belakang.
“Ya ampun romantis dan sweet banget sih Papa sama Mama. Buat Ratu iri deh." Ucap Ratu sambil memeluk kedua ortunya dari belakang.
“RATU! Jahil banget si kamu sayang, ngagetin Papa dan Mama, untung saja Papa sama Mama gak ada penyakit jantung." Ucap Papanya dan langsung memeluk Putri kesayangannya itu.
“Iya nih.. kenapa kamu datang gak ngabarin Papa dan Mama dulu sih? Kan Mama bisa masak masakin makanan kesukaan kamu sayang." Ucap Mamanya.
Ratu secara perlahan melepaskan pelukan dari Sang Papa, “Ya gimana dong Ma, kalau Ratu kabarin, berarti gak kejutan dong namanya. Ya udah deh Papa sama Mama lanjutin gih nonton nya, Ratu mau ke kamar dulu abisnya capek banget Ma, Pa." Ucap Ratu.
“Ya udah kamu istirahat dulu ya sayang, besok kita lanjutin ngobrolnya lagi ya sayang." Ucap Papanya.
"Iya sayang, Papa kamu benar, sana sayang istirahat." Ucap Mamanya.
“Oke deh Pa, Ma. Good nite." Ucap Ratu lalu berjalan meninggalkan Papa dan Mamanya.
Ratu pun langsung masuk ke kamarmya dan segera mandi air hangat dan ganti pakaian tidur. Dia langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur sambil memainkan hp. Dia mengecek hp nya, tapi tidak ada pesan atau panggilan dari Kavin.
'Ngapain sih gue masih berharap dihubungi sama Kavin? Ratu sadar! Mungkin aja memang ini yang dia mau. Toh juga dia udah dekat sama cewek lain. Gue kan disini mau happy jadi harus lupain Kavin.' Batin Ratu.
Tanpa sadar airmata Ratu terjatuh membasahi kedua pipinya. Ratu langsung saja mengusapnya dengan cepat.
Sebenarnya walaupun Ratu berkata demikian, sejujurnya jauh didalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia terus saja memikirkan Kavin.
Walaupun sangat sulit untuk tidur, Ratu akhirnya jatuh tertidur dengan lelap di kamarnya. Dia sangat lelah karena merasa sangat capek pikiran dan hati.
*****
**Siapa disini saat ngurus pernikahan malah berantam terus? Salah paham terus sampai pernah hampir putus dan baikan lagi?
Jangan lupa Like, Comment dan kasih Rating ya...
Happy Reading Guys 🤗😘**