
sesampainya dirumah ratu masih terus terusan menangis. dia terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.
'ini semua salah gue vin. gara gara nyelamatin gue lo yang terluka. gue emang cewek yang gak baik buat lo vin. lo selalu berada dalam bahaya bila terus berada didekat gue vin. maafin gue vin. gue... guee sebenarnya gak rela buat berpisah sama lo vin. ini keputusan terberat dalam hidup gue yang pernah gue ambil. lo buleh benci sebenci bencinya sama gue vin. tapi ini lah hal yang terbaik yang bisa gue lakuin buat lo. makasih untuk semuanya ya vin. lo akan selalu ada dihati gue.'
entah sudah berapa lama ratu terus menerus menangis sampai matanya sudah benar benar bengkak dan merah hingga dia tidak sadar sudah tertidur dengan lelapnya.
pagi ini ratu terbangun sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat berat. ratu malas untuk bangkit karena kepalanya terasa sangat pusing. untungnya hari ini hari minggu jadinya ratu bisa tidur sepuasnya tanpa harus memikirkan masuk sekolah.
'untung aja hari ini libur. kalau gak gimana gue mau masuk sekolah kalau mata gue bengkak parah begini.'
ratu lalu berusaha untuk duduk kemudian menatap kaca yang ada di depannya. dengan muka yang sangat sembab hampir saja matanya tidak terlihat. muka kusut sekusut kusutnya.
'udah gimana ya keadaan kavin. apa gue tanyain ke vika aja kali ya?'
lalu ratu menggelengkan kepalanya. 'enggak gue kan udah janji sama vika gak akan ganggu kavin lagi. tapi gue penasaran dengan kondisi kavin. gimana ya?'
ratu berpikir keras lalu menemukan sebuah ide supaya dapat memastikan kondisi kavin. 'apa gue tepelon kavin aja kali ya pake nomor baru? kalo kavin udah sadar kan pasti dia akan bicara dan menganggat telepon gue.'
lalu ratu tersenyum lalu memasangkan nomor baru yang pernah dibelinya hanya untuk berjaga jaga. 'untung aja gue pernah beli ini kartu.'
ratu kemudian mencari nomor hp kavin begitu ketemu ratu langsung menghubungi kavin. sambungannya terhubung ternyata kavin mengangkat teleponnya. ada suara dari sana tapi ratu masih diam saja.
"Haloooo.... ini siapa ya?" tanya kavin pada seseorang yang menghubunginya menggunakan nomor baru.
'kavinnnnn.... dia udah sadar. syukurlah.' batin ratu lirih.
"haloooo... halooooo....." ucap kavin.
ratu hanya terdiam sambil mendengarkan suara cowok yang sangat dirindukannya ini.
lalu karena tidak ada jawaban kavin segera mengakhiri panggilan teleponnya.
'akhirnya kamu sudah sadar vin. aku legaaa banget rasanya. maafin aku ya vin disaat kamu udah sadar aku malah tidak ada disana.'
air mata ratu kembali terjatuh. akhir akhir ini ratu memang sangat cengeng. apalagi ini berhubungan dengan cowok yang dia sayang.
******
"vik, ratu mana? kenapa dia tidak ada disini? dia gak kenapa kenapa kan?" tanya kavin kepada vika.
"mana gue tau vin. coba lo telepon deh. lagian dia kan pacar lo!" jawab vika sekenanya aja.
"gue serius vik? karena gue telepon telepon gak diangkat angkat sama dia. lo pasti tau hal yang gue gak tau kan?" tanya kavin penuh selidik.
"apaan sih lo vin. curigaan aja bawaannya. gue gak tau lo. waktu gue kesini dia gak ada. ya mana gue tau. lagian gue gak seakrab itu kan sama dia?!" jawab vika berusaha bersikap setenang mungkin. supaya kavin tidak curiga.
"lo paling gak bisa bohong vik, gue tau lo tau sesuatu. lo itu kalo sedang berbohong pasti gak berani natap mata gue. udah gue bilang gue paling gak suka dibohongi! jawab gue!" desak kavin dengan suara yang mulai meninggi sambil menyipitkan matanya.
vika yang merasa ketakutan kalo kavin sudah marah. akhirnya memutuskan untuk mengaku. daripada kavin semakin marah dan tidak mau lagi melihat vika? kan jadi berabe urusannya.
"jawab gue vik! lo kok diam aja. apa jangan jangan lo usir ratu yaa!" ucap kavin penuh selidik.
"sumpah vin. gue gak nyangka lo bakalan berkata seperti ini ke gue! apa gue setega itu? oke oke oke! gue jujur sama lo, kalo ratu pergi dari sini. dia bilang gak mau ketemu lo lagi. dan ini gak ada hubungannya sama gue! gue udah nanyain soal ini sama dia berkali kali. tapi dia tetap ingin pergi dari hidup lo. bukan salah gue kan?" ucap vika sambil mengangkat bahunya.
"sumpah vin kali ini gue gak bohong. kalo lo gak percaya mendingan lo tanyain langsung ke dia." ucap vika dengan nada meninggi karena dikirain bohong sama kavin. vika gak habis pikir dengan kavin. bisa bisanya gak mempercayai dirinya.
"salah sendiri lo kenapa pernah bohongin gue! jadi gue belum bisa sepenuhnya percaya sama ucapan lo." kata kavin ketus.
vika hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
"gue udah berubah vin. gue gak ada maksud jahatin ratu lagi. seharusnya lo bisa lihat dari perubahan gue. gue juga bukan ingin membela diri. tapi mendingan lo tanya langsung ke ratu! biar lo percaya." ucap vika masih tidak percaya melihat sikap acuh tak acuh kavin yang mengabaikan dirinya.
"ini juga gue lagi usaha untuk ngubungi dia dari tadi. tapi gak diangkat angkat telepon gue. tapi lo gak ada bilang yang gak gak kan ke ratu? gue jadi curiga nih." ucap kavin sambil menatap layar hpnya.
"OMG KAVINNNNN!! lo kok makin nyebelin ya. terserah lo deh. capek gue. gue mau bilang apapun lo gak akan percaya juga." ucap vika lalu berjalan keluar meninggalkan kavin.
"HEIIII KOK LO JADI NGAMBEK SIH? GUE KAN CUMA BERCANDAAAAA DOANGGG, VIK........" Teriak kavin.
"bodooo! habisnya lo nyebelin." ucap vika dari kejauhan.
'ini ratu kenapa sih? kenapa coba telepon gue gak diangkat angkat. kalo aja gue bisa kabur dari sini udah gue samperin nih dia! apa gue kerjain aja ya? siapa tau dia mau datang.' itu adalah hal gila yang terpikir kavin saat ini.
kavin memanggil seorang perawat untuk datang menghampirinya lalu menyuruh perawat itu untuk menghubungi ratu. perawat itu disuruh berakting tentang kondisi kavin saat ini.
awalnya si perawat menolak tapi kavin terus terusan memohon dengan terpaksa perawat itu menyanggupi keinginan kavin.
telepon terhubung ratu langsung mengangkat teleponnya.
"haloo ini dari rumah sakit. saya ingin memberitahukan kalo pasien yang bernama kavin mengalami pendarahan terus menerus. apa kakak bisa kesini? soalnya harus menandatangani dokumen dari pihak keluarga. dari data yang kami lihat hanya kakak yang bisa dihubungi. kalo bisa segera mungkin ya kak. kalo tidak pasien akan semakin serius keadaannya."
sangat terlihat ratu sangat panik lalu dengan terburu buru sampai sendal yang dipakai kanan kirinya berbeda. mandi asal asalan, pakaian asal ambil aja. bedakan ala kadarnya lalu terburu buru segera ke rumah sakit.
'aduh kenapa sih disaat saat seperti ini malah macet? kavin tunggu gue yaa! elo harus bertahan.'
*****
tara tara taraaa......!!!!
gimana gimana? ada yang bisa menebak gak gimana ntar kelanjutannya?
a. ratu akan marah besar karena tau kavin berbohong.
b. ratu kesal lalu pergi meninggalkan kavin.
c. ratu menangis lalu memeluk kavin
d. mereka bakalan balikan lagi? tidak jadi putus.
e. jawaban a dan b
f. jawaban c dan d
silahkan menebak....!!
>> jangan lupa like\, comment\, rating..!! <<