
Previous Episode
ratu baru memarkirkan mobilnya didepan rumah, lalu berjalan kedepan dengan tidak bersemangat, tatapan ratu sayu langkahnya terasa sangat berat, ratu hanya tertunduk lesu.
ratu sampai tidak menyadari kalo ada yang sedang menatap dirinya dari teras rumah dengan penuh semangat dan terus tersenyum. "hei cantik kok gak semangat gitu?" kata tommy dengan menggoda ratu.
ratu langsung melihat seseorang yang sedang berbicara kepadanya. dengan semangat dan sangat antusias ratu berlari lalu memeluk erat tommy.
"TOMMY...! Kapan lo balik? gue kangen banget sama lo tau!" teriak ratu.
*****
"kenapa lo kangen banget ya sama gue? kalo tau lo akan seantusias begini, gue udah balik dari kemarin kemarin. gue takut akan mengganggu waktu lo dengan pacar kesayangan lo itu." kata tommy sambil terus menggoda ratu.
"gak usah bahas cowok brengsek itu lagi!" kata ratu dengan emosi.
"lo kenapa sama kavin? lagi berantam ya?" tanya tommy penasaran.
"gue gak mau lagi mendengar namanya lo sebut, tom. jangan pernah bahas dia lagi sini." jawab ratu ketus.
"kenapa emangnya? coba cerita dulu, lo sebenarnya sedang ada masalah apa sih?" tanya tommy lagi dan lagi.
"gue...gue udah putus sama dia tom." sambil terbata bata ratu memberitahukan hal itu kepada tommy.
"haaaah!! gak mungkin lah, gue gak percaya bukannya kalian berdua saling mencintai ya? mana mungkin kalian putus? apa hal yang gue sampe gak tau? masalahnya apa!" tanya tommy dengan muka tidak percaya atas apa yang baru didengarnya barusan.
"iya gue serius, mulai detik ini lo jangan nanyain dia lagi. gue gak sudi!" kata ratu tetap dengan ketus.
"gue semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi. ok gue akan berhenti membahasnya kalo lo ceritain semuanya ke gue!" kata tommy yang tetap ingin tau.
ratu hanya menghembuskan nafas dengan berat. lalu menceritakan semua kejadian yang telah dialaminya. raut wajah tommy langsung berubah sangat murka. "brengsek banget tuh cowok! gue gak akan tinggal diam." kata tommy dengan emosi yang sudah meledak ledak.
"tahan tom. tahan. udah gue mohon sama lo untuk tidak membahas hal ini. gue mau lupain semuanya. gue udah gak mau berurusan lagi dengan dia. gue mohon lo ngerti." kata ratu sambil terus memohon mohon kepada tommy.
tommy yang tidak tega melihat ratu terus memohon untuk cowok brengsek itu hanya bisa pasrah. "ini karena lo yang minta ya tu! kalo gak udah habis tuh cowok ditangan gue." kata tommy dengan tegas.
"iya tom, makasih banyak ya." kata ratu sambil tersenyum datar.
"gimana kalo lo ikut gue ke london tu? lo kan bisa ngelanjutin kuliah lo disana? lo belum mempunyai planning kan?" kata tommy dengan semangat.
"iya belum sih, liat entar deh tom. gue masih butuh waktu untuk berpikir. mana oleh oleh buat gue? "kata ratu lalu berusaha untuk mengalihkan pembicaraan.
"uh dasar, lo itu sebenarnya kangen sama gue atau sama oleh olehnya sih?" kata tommy dengan tatapan kesal.
"hmm, bentar bentar ya gue berpikir dulu. soalnya bahaya nih kalo gue bilang gue kangen lo, lo pasti bakalan baper dan ge'er dan kalo gue bilang gue kangen sama oleh oleh yang lo kasih, pasti besok besok lo gak mau lagi deh beliin gue oleh oleh. jadinya gue milih keduanya aja deh. gimana?" jawab ratu sambil bermain mata jail.
"dasar lo gak mau rugi. ya harus milih lah! lo gak ada niatan nyuruh gue masuk nih?" kata tommy dengan memberikan sebuah kode untuk ratu.
"hehehe, iyaa dong. oh lo mau masuk tom. makanya bilang dong. bentar bentar....." kata ratu dengan menghentikan langkah tommy.
kemudian ratu melihat jam tangannya. "berhubung ini msih jam 8, lo boleh kok masuk." kata ratu terus menerus menggoda tommy.
"emang dasar ya lo gak berubah berubah!" kemudian tommy langsung melangkah masuk kedalam rumah ratu dengan muka kesal. ratu yang menatap tommy sangat kesal hanya bisa tertawa lepas.
tommy hanya menatap ratu dengan tatapan tajam. ratu yang mengerti dengan keadaan yang semakin tidak baik ini langsung berusaha untuk menghentikan tawanya.
******
pagi ini ratu diantar tommy untuk berangkat sekolah, padahal hari ini rencananya ratu ingin bolos sekolah, karena sudah tidak belajar lagi. ratu malas untuk bertemu dengan kavin lagi. melihat kavin yang terus menerus bermesraan dengan cewek lain, berganti ganti setiap harinya. ratu memang perlahan sudah biasa melihat itu, akan tetapi jauh didalam lubuk hati ratu yang paling dalam dia sangat cemburu melihat kavin yang selalu bermesraan dengan cewek lain.
padahal ratu sudah berusaha bersikap senetral mungkin, tapi kavin semakin menjadi jadi bila sudah bertemu dengan dirinya. itu yang membuat ratu semakin kesal.
didalam mobil tommy, ratu yang masih mengantuk hanya pasrah saat tommy dengan sabar menyetir untuknya kesekolah. tidak terasa mereka sekarang sudah berada didepan gerbang sekolah ratu. tommy secara perlahan membangunkan ratu yang tertidur sangat pulas.
"hei bangun sudah sampai nih disekolah lo!" tapi ratu tidak terbangun.
ratu emang kalo sudah tidur sangat sulit untuk dibangunkan. tommy mendekat tepat ditelinga ratu untuk berteriak. "RATUUUUUUU ADA KEBAKARAN....!"
spontan ratu terbangun dengan teriakan tommy. "dimana? dimana tom?" kata ratu sambil melihat kanan kiri. lalu tommy tertawa lepas melihat sikap ratu yang seperti itu.
ratu yang telah menyadari dikerjain oleh tommy, langsung memasang muka ketat lalu melototi tommy. "udah puas ketawanya? jail banget sih lo tom. udah tau gue lagi tidur." kata ratu dengan muka cemberut.
"iya maaf deh, habisnya lo kalo udah tidur susah banget untuk bangunnya. kita sudah sampai didepan sekolahan lo nih." kata tommy sambil berusaha untuk menahan tawanya.
"udah ah gue turun. thanks ya udah ngerjain gue. liat aja ntar pembalasan gue." kata ratu lalu bergegas keluar dari mobil tommy.
tommy hanya tertawa lucu melihat sikap ratu yang dianggapnya sangat gemes itu.
ratu sepanjang jalan masuk kesekolah hanya mengomel ngomel gak jelas. "bisa bisanya tommy seperti itu, bercandanya gak lucu banget. awas aja lo ya tom ntar gue bales." tapi ratu tidak melihat jalannya, tanpa sadar ada yang berlarian dibelakang ratu, itu yang menyebabkan ratu terdorong kedepan. untungnya ada kavin.
ratu jatuh didalam pelukan kavin. mereka berdua sama sama saling terkejut satu sama lain. detak jantung ratu maupun kavin sudah tidak beraturan. berdetak cukup kencang.
mereka saling pandang hingga beberapa lama. sampai banyak mata yang melihat hal itu. tatapan mata yang sama yang selalu dirindukan mereka satu sama lain.
pelukan hangat yang biasanya mereka lakukan setiap harinya. kemudian bel berbunyi. itulah yang menyadarkan mereka berdua.
"lo mau sampai kapan terus begini?" tanya kavin dengan ketus.
"hah? maaf, maaf. gue gak sengaja. tadi... gue... tadi....." kata ratu yang sudah menjadi salah tingkah.
"oke gapapa." kata kavin dengan dingin.
kemudian kavin langsung berjalan cepat dan meninggalkan ratu yang masih mematung sambil mengamati punggung kavin yang semakin menjauh.
'ratu lo harus sadar, kavin itu udah benci sama lo! jangan pernah berharap lebih lagi.' batin ratu lirih.
******
Singgah ke novel terbaru author ya yang berjudul "SECRET LOVE"
Dan satu lagi yang berjudul "NARA" disini author colab dengan Friska P. Sihombing.
Ceritanya seru, menarik dan yang pasti membuat semuanya pada penasaran.
Thankyou All ^.^