
"KAVINNNN!!!" ucap ratu berulang ulang sambil menangis terus menerus.
sekarang kavin telah dibawa kerumah sakit terdekat. ratu sekarang sedang menunggu kavin diruang tunggu. karena dokter sedang mengoperasi kavin. luka akibat tusukan dari rama sangat dalam. saat ini keadaan kavin semakin sekarat.
"vin gue mohon lo harus bertahan. gue gueeeee........." isak tangis ratu tidak bisa berhenti.
saat ini adel dan nisa sedang menenangkan ratu. mereka berdua sedang memeluk ratu erat erat. karena mereka sadar saat ini hanya itu yang paling dibutuhkan oleh ratu.
"lo tenang ya beb pasti kavin gak akan kenapa kenapa deh. kavin kan kuat. udah dong jangan nangis terus. kasian kavin didalam sana sedang berjuang tau. mendingan kita berdoa untuk kavin." ucap adel sambil mengelus lembut punggung ratu.
"gak del, nis. ini semua salah gue! karena gue kavin jadi celaka begini. gue gak sanggup melihat kavin begini. ini semua salah gue. ngapain kavin maju untuk bantuin gue. ini semua karena gueeee..........." kata ratu sambil terus menangis.
kemudian vika datang sambil menangis. vika bertanya kepada ratu "apa yang sebenarnya terjadi?! kenapa kavin bisa sampai begitu?"
"vik maafin gue.. ini semua salah gue! karena kavin nolongin gue dari rama, dia jadi celaka seperti ini. ini semua salah guee, vik!!" ucap ratu sambil menatap vika dengan penuh penyesalan.
"APAAA! lo itu ya tu cewek gak tau diuntung. demi lo kavin sampai rela rela begini!! kavin mempertaruhkan hidupnya cuma demi lo. dan lo apa yang bisa lo lakukan untuk dia? kavin akan selalu dalam keadaan bahaya kalau terus menerus didekat lo! lo sadar gak?!" kata vika meluapkan semua emosinya.
"iya vik gue sadar kok. gue tau gue salah! maafin gue, vik." kata ratu sambil terus menerus menangis.
ratu semakin menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi dengan kavin. ratu masih tidak habis pikir melihat rama menjadi gila begitu nekat untuk melukai kavin. ratu terus menerus mengingat kejadian pada saat kavin ditusuk sama rama.
"kalau sampai kavin kenapa-napa gue gak akan pernah maafin lo. ngerti lo! lo hanya cewek pembawa sial! yang datang hanya untuk membuat kavin terluka. sadar gak lo!" ucap vika yang semakin emosi. sebenarnya vika begini karena terlalu khawatir dengan keadaan kavin. tapi vika tidak bisa mengontrol emosinya yang sudah meluap luap.
ratu hanya terus menangis. ucapan vika emang benar. sejak bertemu dengan dirinya telah banyak yang terjadi. termasuk kavin yang telah banyak berkorban. berjuang dan melakukan semuanya hanya untuk ratu.
ratu tidak tau lagi harus gimana. harapan ratu cuma satu. ratu ingin segera melihat kavin kembali sadar. bakan ratu rela untuk menjauh dari cowok ini kalau kavin kembali sadar. ratu sudah bertekat untuk melakukannya. ratu akan membuat kavin untuk membenci dirinya lalu menjauhi dirinya. ratu sadar kalau emang dirinya tidak pantas dan tidak baik untuk kavin. 'pasti ntar lo bakalan ketemu sama cewek yang jauh lebih baik lagi sama lo vin. mungkin emang dari awal kita tidak ditakdirkan untuk bersama.' batin ratu.
ratu menemui vika yang sedang menangis dikursi depan ratu. "vik, bis bicara sebentar? tapi tidak disini." tanya ratu.
sekarang ratu sudah mulai tenang dari sebelumnya.
vika menatap ratu sekilas lalu menghapus air matanya. vika mengangguk lalu mengikuti langkah ratu. ratu membawa vika lantai paling atas yang berada diluar gedung rumah sakit.
"lo mau biacara apa? langsung aja gue gak suka basa basi." ucap vika ketus.
"gue tau lo benci banget sama gue. karena gue pacaran sama kavin kan?" ucap ratu sambil menatap lurus dihadapannya.
"kalo lo sadar ngapain lo tanyain lagi. tapi gue adalah orang yang gak ingin kavin kenapa kenapa karena apa? karena gue sayang sama dia!" ucap vika masih ketus.
"iya vik. lo boleh kok benci gue sesuka lo, sepuas lo. mungkin lo emang benar kalau gue emang cewek pembawa sial. kavin selalu celaka bila terus bersama gue." ucap ratu masih tetap menatap lurus sambil melipatkan kedua tangannya.
"gue janji gue akan jauhin kavin. gue akan buat dia benci sebenci bencinya sama gue. biar kavin gak akan celaka lagi gara gara gue. tapi gue perlu bantuan lo." ucap ratu air matanya jatuh sendiri saat dia berkata seperti itu.
"HAAAHH?! Gue gak slaah dengar nih lo mau jauhin kavin? kenapa lo butuh bantuan dari gue?" tanya vika semakin tidak mengerti dengan perkataan ratu barusan.
"sebenarnya ini berat untuk gue jauhin kavin. kalau boleh jujur gue sayang banget sama dia dan gak rela dia celaka. tapi ini semua demi kebaikan kavin. tapi lo harus janji sama gue jangan kasih tau kavin. lo mau kavin baik baik lagi kan?" ucap ratu sambil menatap vika dengan serius.
"emang lo yakin bisa jauhin kavin? iyalah gue pengen kavin baik lagi. oke gue janji ini akan gue rahasiain dari kavin. tapi belum mengerti kenapa lo butuh bantuan gue?" tanya vika lagi dan lagi.
"iya gue janji. kali ini gue serius vik. gue gak mau kavin celaka terus menerus. cowok gila kayak rama tidak akan pernah berhenti demi mencapai tujuannya. gue takut kalau gue tetap maksa untuk terus berada didekat kavin, dia akan celaka lagi. gue gak mau! bantu kavin vik, jagain dia. yakinkan ke kavin kalau gue udah ninggalin dia demi cowok lain. hanya lo yang bisa gue percaya." ucap ratu berusaha untuk tenang.
"lo yakin sama ucapan lo barusan tu? lo mau kavin benar benar benci sama lo?" tanya vika sekali lagi.
"iya gue yakin. ini semua pilihan gue! lo mau kan?" jawab ratu yang sebenarnya tidak yakin sama sekali.
"oke gue bantu lo! dan ingat sama janji lo jangan pernah ganggu kavin lagi. jangan pernah muncul dihadapan kavin lagi. ingat itu! gue harus balik sekarang. gue mau melihat keadaan kavin. sebaiknya lo pergi aja dari sini. lo udah gak dibutuhin lagi disini." ucap vika ketus.
"oke vik gue akan pergi. tapi boleh kan sebelum gue pergi gue mau mastiin keadaan kavin dulu? gue janji gue akan melihat kavin dari kejauhan kok." ucap ratu dengan muka yang sangat sedih.
"silahkan! tapi setelah itu lo harus pergi." ucap vika lalu pergi meninggalkan ratu yang masih diam ditempat.
kavin sudah melewati masa masa kritisnya tapi dia belum sadar. kavin masih belum siuman. sepertinya itu karena pengaruh obat bius yang diberikan kepadanya pada saat operasi.
setelah 3 jam kavin dipindahkan kembali keruangannya. vika masuk dengan muka sedih lalu menggenggam erat tangan kavin.
"vin lo harus segera sadar ya. lo jangan bikin gue takut deh. kali ini bercanda lo keterlaluan vin. gue sayang sama lo vin." ucap vika sambil mencium tangan kavin sambil terisak.
ratu yang berdiri didepan pintu ruangan kamar kavin hanya bisa melihat kavin dari jarak sejauh ini. ratu menangis lalu menghapus air matanya. 'vin semoga lo baik baik aja ya. gue gak mau melihat lo terluka lagi gara gara gue. makasih untuk kenangan indahnya selama ini. lo pantes dapetin cewek yang jauh lebih baik dari gue! semoga lo selalu bahagia. selamat tinggal kavin.'
lalu ratu berjalan maju sampai benar benar jauh dan tidak melihat kebelakang lagi.