
Sewaktu jam istirahat, raya langsung menuju meja rama, dengan tatapan yang penuh dengan amarah, raya menarik tangan rama dengan kasar dan kuat, "lo ikut gue sekarang!" kata raya sambil menarik terus tangan rama.
Rama hanya pasrah lalu mengikuti raya, rama tau betul kalau raya telah mengetahui segalanya, apalagi dengan sikap raya yang benar benar sangat marah melihat rama, itu yang membuar rama seram, raya kalau udah marah seperti mak lampir, kalau gak dikutin malah semakin menjadi jadi.
"lo udah berani beraninya bohongin gue? lo tau kan gue paling gak suka melihat lo dekat dekat sama ratu! jangan salahkan gue kalau gue akan nekat ya!" kata raya sambil terus menatap rama dengan tatapan seperti srigala yang akan memakan mangsanya yang saat ini adalah rama.
rama hanya tertunduk merasa menyesal dan merasa bersalah dengan apa yang telah diperbuatnya, ya bisa dbilang antara merasa bersalah sama takut cuma beda sedikit ya, rama hanya terdiam seribu bahasa melihat raya marah marah seperti itu, karena rama sudah terlalu terbiasa membuat raya marah marah terhadap dirinya.
"hey gue lagi ngomong sama lo ya ram! kenapa lo malah diam aja? gak tau ya mau cari alasan apa karena gue udah tau semuanya, baru sehari aja gue gak masuk sekolah, lo udah cari cari kesempatan ya. lo pasti gak kaget kan karena gue udah tau semuanya walaupun gue gak masuk sekolah? iya kan? jawab gue ram!" kata raya semakin marah.
"iyaa ray, gue tau gue salah, gue gak akan cari alasan kok, karena semua yang lo bilang itu emang benar seperti itu. gue gak maksud untuk berbohong kepada lo." kata rama yang terus tertunduk tanpa berani menatap wajah raya sama sekali.
"dasar lo emang gak bisa dipercaya, udah gue duga tujuan lo pindah kesini emang dasarnya aja lo yang mau dekat dekat dengan ratu kan? denger ya ram jangan pernah bermimpi! lo itu hanya milik gue!" kata raya dengan penuh penekanan dengan mata melotot yang seakan akan mau keluar.
rama hanya terdiam dan terus menerus menunduk.
"jawab gue ram jangan diam aja, tatap waja gue! gue udah tau niat lo yang dari awal emang gak ada bilang ke gue untuk pindah kesekolah ini, sejak awal gue emang udah curiga, lo emang gak bisa dipercaya." kata raya lagi semakin mencak mencak melihat rama yang sedari tadi diam aja.
"iya maaf ya ray, gue tau gue salah, tapi gak harus sampe lo hakimi seperti ini kan? iya gue akui kalau gue emang sengaja pindah sekolah kesini untuk bisa dekat dekat dengan ratu, gue takut lo semakin marah kalau tau itu semua, jujur ya ray gue udah muak sama sikap posessive lo yang semakin hari semakin berlebihan, gue gak suka! lo ngerti." kata rama dengan nada suara yang mulai meninggi.
raya seakan tersambar petir mendengar ucapan rama barusan, raya sangat kaget, syok dan langsung terdiam seketika, raya tidak menyangka kalau rama akan berkata seperti itu kepada dirinya.
"lo bilang apa tadi barusan? lo muak sama gue! berani banget lo ngomong seperti itu setelah sekian lama kita bersama, setelah apa yang telah gue lakuin selama ini ke lo! coba ulangin lagi sekali lagi, gue mau dengar!" kata raya dengan tatapan penuh ancaman.
"iya gue muak sama sikap lo yang selalu berlebihan, selalu mengatur ngatur gue seenaknya aja, gue udah coba bertahan selama ini, tapi lama kelamaan gue capek, maaf gue harus berkata jujur." kata rama berkata jujur tapi sangat menusuk hati raya.
"gue seperti itu karena gue sayang sama lo ram, gue gak nyangka lo bakalan berkata seperti ini, jujur ini sangat menyakitkan. gue terlalu takut kehilangan lo ram, gue terlalu cinta sama lo, dan gue tekankan lagi, lo itu hanya milik gue!" kata raya sedikit bergetar, tanpa sadar air mata raya keluar cukup deras membasahi pipinya.
"lo sadar gak ya, karena sikap lo yang seperti itu yang buat gue semakin jauh dari lo, gue muak dan risih, gue udah gak cinta lagi sama lo, sebaiknya lo cari cowok yang benar benar cinta sama lo, tapi cowok itu bukan gue." kata rama sedikit pelan tapi sangat menusuk hati.
hati raya merasa terkikis seketika, dia berusaha untuk tenang lalu menghapus air matannya yang terus menerus mengalir tanpa henti, "gak bisa ram, gue gak mau putus sama lo, enak aja lo berani mutusin gue setelah apa yang pernah kita lewatin bareng bareng, lo juga udah ngerusak gue. kita udah terlalu jauh ram, jadi gue tegaskan sekali lagi gue gak mau putus dari lo, sampai kapan pun." kata raya lalu kembali menaikkan nada suaranya yang semakin meninggi.
rama kemudian tertawa mengejek, "ray ray, kita ngelakuinnya atas dasar suka sama suka, bukan gue paksa lo. lo aja yang terlalu murahan, dengan mudahnya menyerahkan keperawanan lo sama gue, terserah lo mau gimana, tapi gue tetap ingin putus sama lo, ngerti!" kata rama dengan nada ancaman.
"cewek brengsek! berani banget lo nampar gue." kata rama sesekali meringis kesakitan.
*****
Dengan dipenuhi rasa yang emosial yang berlebihan, raya menelepon vika.
"gue udah gak bisa nunggu lama lama lagi, minggu depan rencana kita harus kita jalankan, gue harus membuat ratu membayar ini semuanya, gue akan buat dia menyesal seumur hidupnya." ucap raya seraya tersenyum penuh misteri.
"okee, gue setuju banget, gue jga udah gak bisa lihat kavin dan ratu selalu berdekatan seperti itu, ratu harus benar benar hancur!" ucap vika dengan senyuman licik.
"oke, tinggal menunggu waktunya aja, mulai sekarang kita akan mulai menghitung mundur untuk kehancuran ratu." ucap raya.
kemudian raya dan vika sama sama menutup teleponnya, lalu menatap kavin dan ratu secara bergantian. "waktu kalian tinggal sebentar lagi, puas puasin aja dulu, sebentar lagi kalian akan terpisah selamanya.kalau gue gak bisa buat dapetin kavin, bukan berati lo bisa tu, gak, gak akan gue biarin dan itu tidak akan pernah terjadi!" batin vika.
****
Gimana nih ceritanya? cukup menegangkan bukan? pasti pada penasaran kan dengan apa yang bakalan terjadi selanjutnya? semakin seru! jangan lupa di like dan dikomentarin ya...
"kita baik sama orang, belum tentu orang itu baik balik sama kita."
"kita jahatin orang sekarang, belum tentu yang ditindas itu selalu mengalah dan lemah, kadang orang yang kelihatan lemah malah dia yang lebih kuat dari kita."
"intinya jangan pernah sirik sama hidup orang lain, toh pasangan juga sudah diatur dari yang diatas, tinggal kita bagaimana caranya untuk memperbaiki diri dan lebih baik lagi."
"pasangan itu kan cerminan diri kita, semakin kita jahat, semakin kita mendapatkan pasangan seperti jati diri kita."
setuju gak? hehe...