Love Story' Keyan & Valonia

Love Story' Keyan & Valonia
Waktu Berdua



Siluet pagi sudah nampak di ufuk timur, embun pagi menetes dari ujung dedaunan, jatuh ke permukaan tanah. Hingga tunas rumput bersorak senang merasa lembab.


Udara pagi terasa segar, masuk ke dalam paru-paru. Hari libur dimanfaatkan orang untuk berkumpul bersama keluarga. Ada yang piknik bersama, ada pula yang berolahraga.


Di bangku taman kota,  Keyan menunggu dengan sabar. Seseorang yang terikat janji dengannya. Sesekali ia melirik jam di pergelangan tangannya. Keyan mengenakan pakaian yang ia beli hari kemarin. Laki-laki ini nampak tampan dalam balutan baju olah raga itu.


"Maaf, aku terlambat." Suara Valonia mengejutkan Keyan. Gadis cantik ini datang dengan pakaian yang berbeda.


"Tidak masalah, ini pakailah !" Keyan menyerahkan paper bag. "Ayo aku antar." sambung nya lagi.


Valonia merima paper bag itu dengan bingung. "Kenapa harus ganti ? dan ini apa ?" ia melihat isi paper bag itu. Valonia terkejut sepatu wanita dan pakaian olahraga yang sama persis seperti dikenakan Keyan. "Ini tidak perlu, Key !" Valonia mengembalikan paper bag itu.


"Pakailah Jasmine, aku sengaja membeli couple karena kemarin kamu menolak." Bujuk Keyan.


Valonia menghembuskan nafas kasar. Ia berpikir Keyan pasti kecewa jika tidak menerimanya. " Baiklah, ini pertama dan yang terakhir ya." ia mengalah lalu melangkah menuju tempat ganti.


Keyan tersenyum puas melihat tampilan Valonia Jasmine, tampak manis mengenakan pakaian dan sepatu yang sama dengannya.


"Ayo mulai ! Kita ke sebelah sana." Keyan menunjuk sebelah barat taman.


Mereka lari sambil mendengarkan lagu di earphone masing-masing. Tanpa mereka tahu sepasang mata menatap penuh kebencian pada Valonia Jasmine. Dia adalah Tita, sejak tadi ia sengaja mengikuti Keyan dan Valonia. dalam hatinya kesal, Kenapa Keyan bersikap manis pada gadis biasa seperti Valonia Jasmine.


"Key, kenapa hadap sini !" Valonia protes karena posisi lari Keyan menghadap dirinya. "Kamu bisa jatuh atau menabrak orang nanti."


"Aku tidak akan jatuh, selagi kamu jadi mataku." Keyan tersenyum manis. Ia masih berlari mundur. "Dengan begini aku bisa melihat wajahmu."


Belum kalimatnya terjawab, Keyan sudah tergelatak di bawah. Kakinya tersandung paving blok yang sedikit meninggi. Karena jaraknya yang tak jauh dengan Valonia tangannya refleks menarik tangan gadis itu. Hingga jatuh menimpa tubuhnya. Dengan posisi Valonia di atas tubuh Keyan.


Netra mereka saling mengunci, alunan detak jantung mereka begitu jelas terdengar. Earphone yang mereka pakai terlepas begitu saja. Keduanya saling menyelami iris mata yang menawan penglihatan.


"Maaf, kamu yang menarikku." Valonia dengan cepat memutus tatapan mereka. Ia merasa gugup bercampur malu dan cepat berdiri.


"Bantu aku." Keyan mengulurkan tangannya. "Tubuhmu rupanya berat juga ya..." Godanya sambil tertawa.


"Makanya jangan lari mundur." Ketus Valonia memasang kembali earphone nya.


"Aku bersedia lari mundur asal itu bersamamu." Bisik Keyan melepaskan earphone di kuping Valonia. Gadis itu membuang wajahnya karena malu. Ia berlari lebih dulu meninggalkan Keyan.


Keyan dan Valonia berlari sebanyak lima putaran. Keringat sudah mengucur dari tubuh mereka. Keyan membawa Valonia untuk beristirahat.


"Jasmine, ayo kita istirahat di sana" Tunjuk Keyan ke arah pohon yang rindang. Dibalas anggukan dari Valonia Jasmine.


Mereka duduk di atas rerumputan, merasakan hembusan angin sambil berselunjur kaki. Keyan membuka satu botol air mineral dan memberikannya pada Valonia.


"Terimakasih" Valonia langsung menenggak air dari botol itu.


Keyan tidak berkedip, pemandangan indah menurut naluri lelakinya. leher jenjang dengan kilauan keringat nampak seksi saat Valonia minum dari botol air itu.


"Key, aku tidak bisa lama. Sebentar lagi aku akan ke butik mama." Suara Valonia Jasmine membuyarkan fantasi Keyan.


"I-iya, tapi sebelumnya kita sarapan dulu ya..." Keyan tiba-tiba gugup dan salah tingkah.


Valonia Jasmine tersenyum. "Baiklah, hari ini aku ingin sarapan bubur ayam. Ayo kita ke tempat langgananku !" Ucapnya bersemangat.


Keyan segera berdiri dan mengulurkan tangannya. Tanpa menunggu lama lagi, Valonia menyambut uluran  tangan Keyan. Mereka melangkah dengan tangan saling bertautan. Tak dipungkiri jika jantung keduanya berdegup kencang.


Setelah berkendara cukup jauh, mobil Keyan berhenti disalah satu kedai bubur ayam. Tatapannya penuh tanya, apakah disini bersih ? Seakan mengerti, Valonia melangkah terlebih dulu masuk ke dalam.


"Pak, bubur ayamnya dua." Valonia berdiri di depan meja kasir.


"Wah Valonia, lama tidak kesini. Dia kekasih mu ? Di mana Varen ?" Pemilik kedai itu antusias dengan kedatangan Valonia.


Keyan juga ikut menarik kursi. "Jasmine kamu yakin makan disini?" ia ragu-ragu karena tidak pernah makan di kedai seperti ini.


Valonia tersenyum." Aku sudah makan disini sejak aku SD, sampai saat ini aku tumbuh dengan sehat. Hari ini aku akan mengajarkan orang kaya sepertimu untuk makan di kedai." Paparnya panjang lebar.


Perlahan-lahan, Valonia tidak pendiam seperti saat mereka kenal. Keyan mengikuti cara makan Valonia. Tak dipungkiri bubur ayam itu sangat lezat.


...----------------...


Setelah memenuhi janjinya, Valonia berkunjung ke butik Mama Merry. Apabila hari minggu, maka Valonia Jasmine akan menyalurkan bakatnya. Kini ia berkutat dengan lembaran kertas dan pensil serta pensil warna.


Valonia Jasmine memiliki bakat itu, tinggal mengasah saja hingga mahir. Rancangan yang ia gambar hanya sesuai pesanan langganan Mama Merry.


"Valo, aku datang." Rara datang membawa plastik yang terisi penuh cemilan. "Jahat sekali tadi pagi tidak  mengajakku" Bibirnya mengerucut kesal.


Valonia melepaskan pensil di tangannya, ia menatap wajah sahabatnya itu sambil tersenyum. "Aku hanya menepati janji."


Rara menjatuhkan tubuhnya di sofa lalu membuka bungkus camilan. "Baiklah aku percaya seorang  Valonia tidak pernah mengingkari janjinya." ia menyuapi camilan itu sedikit balepotan.


"Aku lanjut bekerja ya tinggal sedikit." Valonia kembali meraih pensil. "Setelah kelulusan, kamu kuliah dimana?" Ia belum bertanya tentang rencana sahabatnya itu.


"Aku kuliah disini saja, sambil membantu mama mengelola hotel miliknya." Rara menyalakan televisi. " Kamu sendiri ?"


"Di tempat papa mengajar, aku juga harus membantu mama mengembangkan butik ini. Aku berniat merenovasinya." Valonia mengangkat wajanya melihat tiap sudut ruangan Mama Merry.


Rara mematikan televisi karena pembahasan mereka lebih serius.


"Kamu sudah dapat gambaran direnovasi seperti apa ?" tanyanya sambil menyuap kembali cemilan di tangannya.


"Aku sudah meminta pendapat Bang Levin, Nanti sore dia ke sini." Valonia menyelesaikan satu rancangannya. Sudut bibirnya tertarik menandakan ia senang.


" Untuk merenovasi ini butuh banyak biaya." Rara juga melihat hasil rancangan Valonia. "Ini bagus Val !" Pekiknya senang.


" Direnovasinya perlahan-lahan saja, Ra." Valonia merapikan peralatannya.


Sore hari, Levin datang bersama Varen. Ia memenuhi janjinya untuk datang ke butik Mama Merry.


"Jasmine, ini untuk mu" Levin meletakkan kotak makanan di atas meja. " Yang mana ingin kamu renovasi lebih dulu ?" Tanyanya duduk di sofa di samping Rara.


"Bagian depan Bang, ayo kita ke sana !" Valonia melangkah lebih dulu. Ia memperlihatkan bagian depan lantai dasar.


Levin mengamati ruangan itu, menurut pendapatnya inilah poin pentingnya. Karena baju-baju yang di pajang harus ditempat yang luas dan nyaman.  "Kamu sudah diskusikan pada tante Merry tentang rencanamu ini ?"


Valonia mengangguk. " Sudah bang, Mama setuju."


"Untuk biayanya, aku yang akan membantu Valo" Varen menyahut dari atas tangga.


"Aku juga bisa membantu Jasmine." Levin tersenyum menatap lekat Valonia.


"Kenapa kalian manis sekali" Rara gemas pada Levin dan Varen.


Valonia tertawa. " Terimakasih atas niat baik kalian. Untuk dana renovasi aku sudah ada tabungan. Jadi aku minta tolong sama Bang Levin bagaimana mengaturnya dengan baik."


"Aku mengerti." Levin tersenyum hangat pada Valonia Jasmine. "Beri aku waktu satu minggu untuk menyelesaikan gambarnya." Sambungnya lagi.


...----------------...


🌷 Masih jarang up.🌷