
Suasana aula JFB semakin menegangkan ketika kebungkaman menjadi sebuah jawaban Yenika atas pertanyaan para jurnalis. Wanita cantik itu hanya diam dengan tangannya semakin erat mengepal menatap penuh kebencian pada Ayah Johan yang berbatas catwalk dengannya.
Nafasnya memburu sangat terlihat dari pergerakan bahunya yang naik turun. Dendam itu telah merajai hatinya tanpa tahu kebenaranya. Yenika hanya ingin menghancurkan Ayah Johan sama seperti kehancuran ayahnya beberapa tahun silam. Kebangkrutan keluarganya langsung meruntuhkan kehidupan glamornya.
Di tengah ketegangan semua orang, pintu aula terbuka. Nampak dua pasang suami istri bergandengan tangan melangkah masuk. Bibir mereka melengkung indah menghiasi wajah.
Keyan gegas berdiri diikuti oleh Valonia Jasmine. Tamu yang sedikit terlambat itu langsung mengulurkan tangannya pada CEO JFB itu.
"Apa kami terlambat ?"
"Hanya sedikit terlambat. Selamat datang Tuan Rangga dan Nyonya Khanza." Keyan membalas uluran tangan itu dan menyatukan tangannya pada si wanita berhijab di samping laki-laki yang disebutnya Rangga. "Selamat datang Tuan Dhava dan juga Nyonya Annisa." Sambungnya lagi.
"Mari silahkan duduk. Panggil Valonia saja biar lebih akrab. Sepertinya kita seusia." Valonia Jasmine mempersilahkan dengan ramah tamu JFB itu.
"Terimakasih Valonia."
Ya, mereka adalah Rangga Aditya Fairuz dan juga Dokter Saqueena Khanza Humaira. Lalu di samping mereka berdiri sepasang pengantin baru Dhava dan juga Dokter Annisa. Mereka datang dari kota 'Pernikahan Tanpa Cinta'. Hanya untuk memenuhi undangan JFB.
"Maaf kami terlambat karena si kembar sedikit rewel hari ini." Dokter Khanza mendaratkan tubuhnya di sisi Valonia Jasmine.
"Pasti seru bila memiliki bayi di rumah." Valonia mengelus lembut perut buncitnya. "Semoga dokter Annisa secepatnya menyusul biar kita cepat meraih gelar mama muda " sambungnya tersenyum pada istri Dhava itu.
"Iya, saya harap juga begitu." Dokter Annisa tersenyum malu-malu.
"Bagaimana malam pertamamu?" Keyan berbisik pelan di telinga Dhava. Dirinya sudah seperti wanita yang penasaran dengan malam pertama temannya.
Dhava berdehem salah tingkah mendengar pertanyaan tak berakhlak dari CEO JFB itu. "Sedikit terkendala, dia mengibarkan bendera merah lebih dulu ." Ucapnya dengan raut wajah memerah.
Di samping Dhava ada Rangga dan juga Zevin tertawa mendengar penderitaan malam pertama laki-laki itu. Sementara para istri mereka hanya saling lirik penuh tanya ada apa dengan para lelaki ini ?
"Kalian bicara apa ?" Valonia menatap penuh selidik pada suaminya yang kembali berbisik pada Dhava.
"Membahas tentang kelangsungan hidup adik kami sayang." Keyan tersenyum manis pada istrinya itu.
Valonia semakin tidak mengerti. Apa suaminya memiliki adik lain selain Derry ? Wanita hamil ini menatap penuh curiga pada suaminya.
"Lihat ke podium." Interupsi Erik tanpa menoleh. Menghentikan gumam-gumam para laki-laki di sampingnya.
"Atas dasar apa anda menuding kami menjiplak?" Endi semakin memperlihatkan emosinya. "Saya akan meminta CEO kami untuk menjelaskan beberapa hal tentang rancangan terbaru kami." Lanjutnya mempersilahkan Keyan untuk datang ke podium.
Keyan berpamitan pada tamunya kemudian turun ke podium. Laki-laki ini meraih mikrofon dan memegang remote untuk menampilkan produknya. "Rancangan ini saya beri nama. Baby Jasminum, sengaja saya buat untuk menyambut calon bayi kami yang akan lahir beberapa bulan lagi. Dari desainnya, saya sengaja tidak memberikan kelopak atau bunga Jasminum, karena saya memberikan sentuhan lain di sana seperti yang anda lihat. Ada sepasang telapak kaki kecil di sana dan di dalamnya ada logo JFB sebagai ciri khasnya. Peluncuran ini saya persembahkan sebagai rasa syukur atas kehamilan istri saya."
"Bagaimana Nona Yenika ?" Endi kembali melontarkan pertanyaan pada wanita itu yang terlihat pucat duduk di kursi.
"Tapi rancangan ini sama dengan milik saya. Bisa saja JFB mencurinya." Tuding Yenika tak mau kalah.
Gumam-gumam kembali terdengar dan kali ini lebih pedas dari sebelumnya. Sekarang keberhasilan JFB dipertanyakan. Apakah selama ini JFB sukses dari hasil mencuri karya orang lain?
"Saya akan mematahkan tuduhan anda, Nona !" Keyan memasukan flashdisk dan menampilkan sertifikat kepemilikan rancangan terbarunya. "Setiap produk yang saya luncurkan memiliki sertifikat. Di dalam produk kami ada lambang JFB. Sekarang saya ingin menanyakan mana sertifikat kepemilikan anda ?" Tanyanya dengan raut wajah dingin.
Yenika semakin terpojok. Iris matanya bergulir ke sana kemari melihat tatapan orang terarah padanya. Tak luput pula bidikan kamera menghantam wajahnya.
"Seperti yang anda katakan tadi Nona Yenika. Kami akan menindak tegas orang yang menjiplak karya orang lain. Oleh karena itu, JFB menuntut anda karena mencuri karya kami. Sebab, anda sendiri tidak bisa mempertanggung jawabkan produk yang baru saja anda luncurkan. Silahkan bawa dia dan cari tahu siapa kaki tangannya di JFB." Endi mempersilahkan beberapa keamanan membawa Yenika.
Rontaan dan sumpah serapah dari wanita cantik itu mengiring langkahnya yang terseret karena memberontak. Bukan ini yang inginkannya.Yenika ingin JFB hancur agar Johan Ganendra merasakan sakitnya juga.
Tanpa memperdulikan apa yang terjadi acara masih berlanjut hingga ke acara ulang tahun Valonia Jasmine. Tamu undangan spesial masih bertahan karena Keyan meminta mereka makan malam bersama.
Zevin dan Keyan baru saja menanda tangani berkas kerja sama mereka. Impian calon ayah itu terwujud bisa melebarkan sayap bersama Jewerly Corporation.
"Terimakasih Tuan Zevin. Semoga JFB semakin berkembang." Keyan menyalami Direktur Jaya Group itu.
"Sama-sama. Belajar dan terus bekerja itu kuncinya. Jangan lupa berbagi pada yang membutuhkannya." Zevin menepuk pundak Keyan penuh kebanggaan.
"Saya juga berterimakasih pada Tuan Rangga. Berkat Go-Sukses dan para drivernya. Karyawan JFB, 75% datang tepat waktu ke kantor. Mereka berlangganan di sana dan mereka yang belum memiliki kendaraan pribadi sangat terbantu untuk itu." Keyan menyalami Rangga dan Dhava bergantian.
Rangga mengangguk dan tersenyum lebar membalas uluran tangan Keyan. "Saya juga berterimakasih semoga Go-Sukses semakin besar dan maju."
"Karena sudah malam kami pamit dulu, kasian si kembar sudah ditinggal lama." Dokter Khanza bersuara sambil melihat jam mungil di pergelangan tangannya.
"Saya ada sesuatu untuk Dokter Khanza dan yang lainnya." Seru Valonia melambaikan tangannya pada seorang pengawal yang menenteng beberapa paper bag di tangannya. "Ini gaun terbaru dari Jasmine Boutique." Lanjutnya memberikan paper bag itu.
Usai berpamitan para tamu spesial itu meninggalkan tempat acara. Keyan kembali melangkah ke dalam di ikuti Endi. Mereka membahas tentang Yenika dan siapa yang menjadi kaki tangannya. Karena mereka yakin wanita itu yang telah mencuri rancangan mereka.