Love Story' Keyan & Valonia

Love Story' Keyan & Valonia
Kaki Tangan Yenika



Semburat mentari melepaskan kungkungan malam. Usai pesta besar JFB penuh drama, semua insan masih terlelap penuh lelah. Meskipun matahari telah perlahan naik. Namun kelopak mata mereka masih enggan terbuka.


Raga mereka butuh pelepasan penat, usai berperang dengan kesibukan akhir- akhir ini. Sepasang suami istri yang masih terbungkus selimut tebal di atas kasur, terlihat masih menghembuskan nafas beraturan. Seolah tak terusik dengan pergerakan si bayi yang mulai lapar.


Bulatan perut Valonia tepat mengenai perut sixpack suaminya. Hingga laki-laki itu bisa merasakan sedikit pergerakan sang bayi yang telah aktif. Wajahnya yang tampan bereaksi setelah merasakan sesuatu bergerak mengenai kulitnya. Perlahan kelopak yang selalu membungkus manik mata tajamnya terbuka. Pandangannya langsung jatuh pada wajah Valonia yang cantik.


Bibir Keyan melengkung indah. Ia mengangkat kepalanya sedikit lebih dekat lalu membenamkan ciuman selamat pagi di kening istrinya. Menikmati pemandangan indah sebagai budak cinta beberapa menit. netra nya bergulir ke perut Valonia yang masih bergerak. 


Keyan sedikit membangunkan tubuhnya kemudian mundur menyamakan wajahnya ke perut istrinya. Lagi-lagi senyumnya terpancar penuh pesona. "Kamu lapar ya ?" Tanyanya sembari mengelus lembut. "Mama belum bangun, sebentar Papa buat susu dulu. Sabar ya." Tangannya masih mengelus sambil mengecup lagi bulatan perut itu.


Pergerakan Keyan tak sedikit pun mengganggu Valonia. Laki-laki ini langsung turun dari kasur dan bergegas ke dapur. Tanpa membasuh wajahnya ataupun ke kamar mandi.


"Selamat pagi, Tuan." Sapa Bi Noni di penghujung tangga. Wanita paruh baya ini langsung melangkah cepat ketika melihat bayangan Keyan menuruni anak tangga.


"Selamat pagi."


"Apa yang bisa saya bantu ?" Bi Noni mengikuti langkah Keyan sampai ke dapur.


"Apa sarapan sudah siap?" Keyan bertanya sambil meraih gelas dan kotak susu. Tanpa menoleh hanya fokus pada tujuannya.


"Sudah Tuan, apa disajikan sekarang ?" Bi Noni menginstruksikan bawahannya untuk bersiap menyajikan sarapan.


"Iya, tolong bangunkan Endi dan Derry. Saya ke kamar dulu." Keyan membawa nampan kecil mengantar susu untuk sang buah hati. Langkahnya lebar menaiki anak tangga. Tangan laki-laki itu perlahan mendorong gagang pintu, senyumnya terkembang sempurna mendapati istrinya mulai membuka kelopak mata.


"Kenapa tidak membangunkan aku?" Suara Valonia terdengar serak. Ia meraih karet rambutnya lalu mencepolnya jadi satu. Anak rambut yang berguguran itu memberikan kesan manis di wajahnya.


"Kamu masih nyenyak, ini aku buat susu. Sepertinya dia lapar." Keyan duduk di tepi kasur. Tangannya kembali mengelus bulatan perut istrinya itu.


"Sebentar aku ke kamar mandi. Ternyata sudah pukul enam, pantas saja dia lapar."


Usai memastikan Valonia minum susu. Keyan langsung membersihkan tubuhnya, laki-laki ini nampak segar dan juga mengenakan pakaian kerja. Tak lama menyusul juga Valonia sudah tampil cantik. Sepasang suami istri itu melangkah menuruni anak tangga dengan wajah berseri bahagia.


"Kak, hari ini aku tidak ikut ke kantor JFB. Ada meeting bersama klien Ayah." Derry meletakkan gelas kosong di sisi piringnya. Laki-laki ini memilih menginap di rumah Keyan selepas acara JFB. Keyan mengangguk menyetujui perkataan adiknya itu.


"Kita akan menyelesaikan permasalahan Yenika hari ini, aku penasaran siapa jadi kaki tangannya di JFB ? Aku yakin dia tidak sendiri, meskipun dia pandai membuat rancangan perhiasaan tapi tidak mungkin sama persis dengan milik kita, 'kan?" Seru Endi dengan sorot mata tegas penuh rasa penasaran. Laki-laki ini merasa gagal dalam bekerja karena sempat terjadi masalah.


"Iya, kalau memang ada orang yang bekerja sama dengannya. Maka jangan memberinya kesempatan." Keyan tak sabar ingin menuntaskan permasalahan itu.


"Aku ikut sayang."


Keyan dan Endi sama-sama mengarahkan manik mata mereka pada Valonia Jasmine.


"Kamu yakin ?" Keyan menatap cemas pada istrinya itu. Laki-laki ini takut kehamilan Valonia terganggu karena permasalahan Yenika.


"Aku yakin."


...----------------...


Kedatangan Keyan Ganendra di kantor keamanan setempat telah bocor. Kini halaman kantor keamanan itu telah didatangi para awak media. Mereka tidak sabar menunggu kelanjutan kasus yang tengah dihadapi JFB itu. Semenjak selesai acara ulang tahun perusahaan itu sebagai CEO Keyan belum melakukan konfirmasi tentang kekacauan di pestanya.


Semua orang sudah tahu jika Yenika telah ditahan sejak malam pesta. Karena tuduhan menjiplak karya Keyan Ganendra. Tapi mereka juga butuh penjelasan bagaimana rancangan itu bisa dicuri.


Keyan menggenggam erat tangan Valonia Jasmine. Langkah mereka menggema memenuhi lorong ruangan keamanan. Endi tak sabar ingin mengetahui kaki tangan Yenika. Pria berkaca mata hitam itu terlihat berkali lipat tampan dengan rambut tersisir ke belakang. Namun sayang, pesona itu tak bisa dilihat wanita bernama Sera.


Saat di interogasi Yenika tak bisa mengelak hanya bungkam tak ingin bersuara. Ia sengaja menunggu seseorang yang akan menemani nya di dalam jeruji. Ia menganggap kegagalannya saat ini, karena orang itu yang tidak becus melaksanakan tugasnya. Andai orang yang dimaksud Yenika bekerja dengan benar. Mungkin sekarang ia bisa melihat kehancuran pondasi JFB dengan begitu Ayah Johan Ganendra akan ikut lebur bersama putranya.


Usai berbicara pada pihak keamanan yang bertugas. Keyan dan Valonia serta Endi langsung menuju ruangan tempat interogasi. Di sana Yenika nampak kacau dan juga pucat, terlihat sekali jika dirinya memang terpukul.


"Nona Yenika, sekali lagi saya bertanya. Siapa yang menjadi kaki tangan anda di JFB ? Untuk memuluskan rencana anda."


Netra Yenika mengarah pada kaca yang dimana ada Keyan dan yang lainnya melihat. Wanita itu menipiskan senyum melihat kedatangan CEO JFB. "Sebentar lagi orang itu datang, saya sudah mengatakan pada petugas sebelumnya." Ucapnya pelan dan tenang.