Love Story' Keyan & Valonia

Love Story' Keyan & Valonia
Prolog



Di sudut taman sekolah SMA, ada bangku panjang di bawah pohon . Sangat rindang cocok untuk bersantai sambil membaca buku. Di sana ada seorang gadis duduk sendiri membaca bukunya. Tanpa menghiraukan sekelilingnya, gadis itu berkonsentrasi penuh dalam membaca buku. Karena sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir sekolah.


Siswa lain berlalu lalang di sisinya, tapi tak sedikit pun ia terganggu. Gadis itu adalah  Valonia Jasmine. Ia tipikal gadis pendiam dan tidak mau tahu urusan orang lain. Terlahir dari keluarga sederhana sebagai putri tunggal, Ayahnya bekerja sebagai Dosen di salah satu universitas kota itu, dan ibunya pemilik salah satu butik kecil yang diminati  kalangan menengah.


"Valo..." Sapa sahabat gadis itu.


"Ra..." Valonia tersenyum manis, menyambut kedatangan gadis cantik ini. Sahabat yang selalu mengisi hari-harinya. "Dari mana ?" Tanyanya sambil membuka lembaran halaman buku.


Rara mendaratkan tubuhnya di samping Valonia kemudian berkata. "Aku dari kelas." Ia menenggak air mineral dalam botol di tangannya.


Rara Alyssa gadis ceria dan ramah, tapi dirinya lemah dalam pelajaran. Sehingga kerap kali meminta bantuan pada Valonia. Mereka bersahabat sejak di bangku SMP. Meski lemah dalam pelajaran, tapi Rara gadis yang gigih untuk belajar.


Tak hanya mereka berdua masih ada seorang laki-laki yang selalu menempel pada mereka. Di mana ada Rara dan Valonia ? di situ ada laki-laki itu.


"Valo...Rara... " Sapa seorang laki-laki sambil berlari menyambar botol air mineral di atas meja di hadapan dua gadis ini.


Varen Azka. Laki-laki aktif dan baik hati. Dari tampilannya sepertinya, laki-laki ini sedang main basket terlihat keringat membasahi tubuhnya hingga ke baju sekolahnya


Valonia dan Rara mengangkat kepala mereka untuk melihat orang yang menyapa. Namun sayangnya, Varen sudah menjauh. Sepertinya ia tengah mengejar siswi kelas satu di sekolahnya. Varen paling suka menjahili siswi cantik.


Valonia tersenyum menanggapi ocehan Rara. "Ayo ke kelas."  Suaranya yang lembut mengalihkan perhatian dua orang laki-laki di kursi tepat di belakangnya.


Laki-laki itu bernama Keyan Ganendra. Pertama kalinya, ia mendengar suara Valonia Jasmine. Gadis pendiam penghuni kelas paling ujung dan jurusan yang sama dengannya, tapi mereka tidak satu kelas. Semenjak bersekolah mereka tidak pernah bertegur sapa.


"Ternyata dia bisa bicara juga ya, aku kira bisu." Keyan memandang punggung Valonia yang telah menjauh bersama Rara.


"Cantik, 'kan? Dia terpahat hampir sempurna." Puji teman sebelah Keyan. Laki-laki ini tersenyum memandang rambut Valonia Jasmine yang bergoyang seiring langkahnya. Tak lupa ekspresi kagumnya membuat Keyan menjadi risih.


Alvan Pratama, bersahabat dengan Keyan sejak di bangku sekolah dasar. Sifatnya yang ramah selalu di sukai banyak orang. Namun, Alvan tipe laki-laki yang selalu menyimpan rahasia sendiri.


"Cantik sih, tapi pendiam. "Keyan bersedekap sambil melayangkan tatapan tajam. "Tidak seru !" Sambungnya lagi.


"Dia pintar loh." Puji Alvan tersenyum tipis. Sosok Valonia Jasmine selalu membuatnya berangan-angan menjadi kekasih gadis itu.


Di bandingkan dengan Alvan. Keyan termasuk lemah dalam pelajaran. Terlahir dari orang tua yang berada menjadikannya suka menganggap semua  hal menjadi sepele.


Waktunya banyak dihabiskan dengan bermain game, meski tidak terlalu pintar. Namun, Keyan merupakan laki-laki populer di sekolah itu. Banyak gadis cantik yang ingin berkencan dengannya atau hanya sekedar makan satu meja. Tapi hal itu di tolaknya halus, Keyan jual mahal karena merasa tampan dan kaya.