Love Story' Keyan & Valonia

Love Story' Keyan & Valonia
Penyerangan



Pagi menjelang namun tak secerah hati Ayah Johan yang termenung di kursi kebesarannya. Tatapannya terlempar jauh ke arah luar. Netranya menatap kosong pemandangan dari kaca. Ya ! Ayah Johan datang pagi sekali ke kantornya. Ia merasa tidak tenang berada di rumah.


Kenapa semuanya berantakan ? Rencana yang ia susun sejak lama hancur setelah hadirnya seorang Valonia Jasmine. Sekarang ayah Johan merasa keberadaan istri putranya itu adalah ancaman yang sangat besar terlebih dipertemuan mereka kemarin. Valonia tidak menunjukan kelemahannya atau pun rasa takut. Bahkan Keyan menempatkan Derry di sisi Valonia sebagai sopir sewaktu-waktu. Dan hal itu sangat menyulitkan untuk menjangkau wanita itu.


"Kenapa, Han ?"


Pak Anton datang beberapa menit lalu. Kemudian mendapati sahabatnya itu duduk termenung membelakangi meja kerjanya.


"Aku merasa wanita itu adalah penghalang sangat besar."


"Valonia ?" Tebak Pak Anton. Ia menarik dasinya agar lebih longgar.


"Iya, dia seperti tidak memiliki rasa takut padaku. Aku khawatir kita tidak bisa membawa Keyan kembali."


"Kamu benar, wanita itu sangat berpengaruh. Tadi malam Tita pulang mabuk. Ia terus meracau menyebut nama Keyan. " Papar Pak Anton


"Pernikahan ini harus terjadi !


Keyan akan kembali. Aku yakin itu." Ayah Johan masih teguh keinginannya untuk menjodohkan Keyan dan Tita.


...----------------...


Valonia bangun lebih pagi hari ini. Ia bergabung di dapur menyiapkan sarapan. Meski tidak melakukan apa pun. Setidaknya ia menyeduh susu untuk suaminya.


"Sayang kenapa ke dapur ?"


Keyan turun dari kamar. Laki-laki ini masih mengenakan piyama dan wajahnya juga belum terkena air. Tangannya langsung menyusup ke tubuh istrinya, memeluk Valonia sambil memejamkan mata. Karena kantuknya masih tersisa. Ia menjauhkan dagu di bahu Valonia.


"Kenapa tidak mandi ?" Valonia menepuk-nepuk lembut tangan Keyan yang melingkar mesra di perutnya.


"Tidak ada kamu, ayo ke kamar." Keyan menarik tangan Valonia untuk ikut dengannya.


Pasangan suami istri itu melangkah menaiki anak tangga. Keyan sangat manja merangkul mesra pundak istrinya. Laki-laki ini tidak akan melakukan apa pun jika Valonia tidak bersamanya. Ia mencandu seluruh sentuhan istrinya. Mulai terbiasa dengan segala perhatiannya.


"Kamu mandi sana." Valonia membuka  pintu kamar mandi. Bak anak kecil Keyan mengangguk dan masuk ke kamar mandi.


Valonia merapikan kasur dan menyiapkan baju kerja. Ia juga membereskan pakaian Keyan yang berantakan di atas sofa. Di saat sedang menyisihkan koper suaminya, ponsel Valonia bergetar di atas meja.


"Kak, gaun pengantin akan diambil pagi ini."


"Iya, kamu ambil saja di ruang kerjaku. Di cek lagi sebelum memberikannya." Valonia bicara sambil melangkah menggeser pintu balkon agar ada pertukaran udara pagi.


"Iya Kak, sampai ketemu nanti." Mia memutuskan telpon.


Valonia tersenyum mendapati suaminya hanya duduk di atas kasur mengenakan kimono menunggunya selesai menelpon.


"Ayo pakai baju mu." Valonia meraih kemeja. Ia merasa gemas suaminya itu begitu haus akan perhatian.


"Sayang, hari ini aku ada jadwal makan siang bersama Ayah. Entah apa yang ingin dia bahas bersamaku. Apa boleh aku menemuinya?"


Tangan Valonia terhenti mengancing kemeja Keyan. Iris matanya melihat ada kerinduan di dalam bola mata suaminya. Valonia mengangguk dan berkata. "Boleh, aku tidak melarang mu. Kamu boleh menemui ayahmu kapan saja."


Usai membantu Keyan bersiap. Sepasang suami istri ini langsung ke meja makan untuk sarapan. Di sana Endi sudah menunggu bersama Derry. Dua orang itu juga ikut sarapan.


"Kita antar istriku dulu ke butik." 


Keyan menyeka mulut dengan tissue.


"Baiklah." Sahut Derry juga menyudahi sarapannya.


...----------------...


Matahari terasa semakin terik, dahaga juga semakin terasa. Mia berinisiatif memesan es buah yang tak jauh di depan Jasmine Boutique . Hari ini pengunjuk Butik sangat ramai. Hingga lelah pun terasa.


Menunggu dua puluh menit, penjual es buah mengantarkan pesanan Mia ke butik. Mia menerimanya dengan senang hati. Namun, saat dirinya berputar ingin masuk ke dalam. Tiba-tiba ia di kejutkan dengan kaca butik berlumuran telur busuk.


Mia sangat terkejut melihat beberapa orang melemparkan telur di kaca butik hingga buram karena kotor. Mia gemetar, es buah jatuh begitu saja hingga tumpah berserakan.


Tindakan beberapa orang di luar semakin anarkis, mereka tak hanya melemparkan telur namun juga batu sembari mengumpat owner Jasmine Boutique sebagai wanita egois.


Semua karyawan butik menghampiri Mia dan terhenyak melihat kaca mulai retak. Salah satu dari mereka langsung menarik rolling door. Sebagian pula ada yang menenangkan Mia.


Namun, mereka tak menyadari jika Valonia Jasmine berdiri di belakang mereka. Terpaku menyaksikan kejadian ini. Siapa mereka ? Kenapa merusuh di butiknya ? Tubuhnya gemetar, setangguh nya Valonia. Tapi tetap takut untuk menghadapi situasi ini.


"Kak Valo." Salah satu dari karyawan menyadari ada Valonia di sana. Ia menghampirinya. "Tenang kak, ayo kita ke atas. Gadis bername tag Sera ini merangkul pundak Valonia lalu menuntunnya menaiki anak tangga.


Mia juga di bantu oleh beberapa orang lainnya untuk naik ke atas menyusul Valonia. Sebagian lagi membereskan meja kasir. Mereka semua berkumpul di ruang kerja Valonia.


"Akun resmi kita diserang, Kak !" Lapor karyawan wanita yang bernama Nanda. Ia membuka laptop karena mendapati notifikasi di ponselnya.


Valonia meraih laptop itu lalu membacanya. Kini ia faham ada seseorang yang memprovokasi yang lainnya agar menyerang butiknya.


Di sana banyak komentar yang mengandung hujatan untuk Valonia. tak hanya itu ada juga foto Keyan bersama ayah Johan. Dilihat dari pakaian yang Keyan kenakan foto itu baru saja di ambil.


Banyak kata-kata pedas di sana, bahkan mereka seolah tak takut menyerang istri dari CEO JFB. Para karyawan butik membuka ponsel masing-masing untuk melihat berita di akun resmi butik itu.


Owner Jasmine Boutique wanita jahat ! Egois ! Perebut calon suami orang


Valonia Jasmine tak memiliki hati nurani memisahkan seorang putra dari keluarganya


Semoga perjodohan ini segera dilaksanakan. Biar owner Jasmine Boutique tahu diri.


Masih banyak lagi kalimat-kalimat yang mereka tulis di akun resmi Jasmine Boutique. Bahkan di foto itu seolah sengaja diambil saat Ayah Johan dan Keyan saling bertatapan. Di sana ada pula foto Keyan dengan baju yang sama duduk satu meja bersama Tita dan pak Anton.


Valonia mengepalkan tangannya. Ia yakin ini adalah perbuatan seseorang. Dan hal ini ada keterkaitan dengan jamuan makan siang Keyan hari ini. Ada seseorang yang memanfaatkan momen itu. Mia yang kembali tenang mengintip dari kaca. Di bawah sudah sepi, sepertinya pelaku pelemparan telur busuk dan batu sudah membubarkan diri.


"Mereka pergi, Kak." Mia menghembus nafas lega. Meski pun tubuhnya masih gemetar setidaknya ia lebih tenang dari sebelumnya.


"Jangan membuang waktu kalian untuk membalas komentar. Biarkan saja." Valonia merasa lelah fisik dan hati.