Love Story' Keyan & Valonia

Love Story' Keyan & Valonia
Persiapan JFB & Jasmine Boutique



Beberapa bulan kemudian. Sekon waktu berputar terasa lebih cepat, persiapan demi persiapan hampir sempurna. JFB akan mengeluarkan produk terbaru mereka bersamaan dengan perayaan ulang tahun perusahaan ini. Tak lupa juga ulang tahun Nyonya pemilik Jasmine Flower Bud. Seperti sebelumnya, JFB akan menggandeng Jasmine Boutique untuk meluncurkan rancangan terbaru mereka.


Kabar peluncuran rancangan terbaru JFB dan Jasmine Boutique sudah menjadi perbincangan hangat dikalangan stasiun televisi dan juga internet. Tidak sedikit dari masyarakat yang menebak-nebak, seperti apa rancangan terbaru itu? Terlebih para kaum sosialita. Mereka telah menyiapkan budget untuk mendapatkan perhiasan bermerk JFB dan juga pakaian brand Jasmine Boutique yang diproduksi terbatas.


Meski kondisi tengah hamil, tak menghalangi Valonia Jasmine untuk berkarya. Wanita hamil ini masih fokus pada kertas dan pensil ditangannya. Sesekali perutnya mengeras pertanda bayi di dalamnya lelah untuk duduk di kursi. Saling adu pendapat akhirnya Keyan masih mengijinkan istrinya itu berkutat pada pekerjaannya.


"Kak, istirahat." Mia melangkah menghampiri owner nya itu. Meski telah menikah, ia masih ingin bekerja bersama Valonia dan suaminya tidak keberatan akan hal itu.


"Iya, kalian sudah masak ? Bawa anak-anak makan siang dulu."


"Semua sudah siap." Mia membantu Valonia merapikan mejanya.


Persiapan Valonia Jasmine sudah tujuh puluh lima persen. Rancangan yang ia buat adalah edisi terbatas. Pakaian yang ia buat kali ini tidak terlalu mewah seperti saat dia ikut sebuah event.  Hanya pakaian santai namun elegan. Tiap sentuhannya berciri khas yang menggambarkan seorang Valonia Jasmine. Warna tegas dan menyala mempercantik pakaian rancangannya. Jika sebelumnya Valonia memilih warna sedikit lembut. Maka untuk yang ini, ia memilih warna sedikit gelap dan menyala.


"Kalian sudah makan siang?"


Keyan datang membawa beberapa makanan bersama Endi. Di tengah kesibukannya, ia selalu menyempatkan diri untuk makan siang bersama Valonia di butik. Sepasang suami istri itu saling menghargai waktu dan kebersamaan saat kesibukan menyela mereka.


"Belum, sekarang lagi menyiapkannya. Kamu bawa apa sayang ?" Valonia mendaratkan tubuhnya di sofa. Perutnya yang membesar begitu menggemaskan dan semakin seksi.


"Baby cumi." Keyan menempelkan tangannya di perut Valonia. Ia tersenyum merasakan pergerakan sang bayi di dalam sana. "Bagaimana persiapan mu sayang ?" Tanyanya lagi setelah puas menempelkan tangannya di perut istrinya.


"Hampir rampung." Valonia menyicipi baby cumi yang di bawa suaminya. "Apa nama produk baru JFB ?"


"Rahasia" Sahut Endi menyandarkan tubuhnya di dinding sofa. Laki-laki ini menjadi canggung dan pendiam apabila memasuki Jasmine Boutique. Mungkin semangat untuk mendekati Sera masih ada hanya saja dirinya masih malu atas penolakan gadis itu beberapa bulan lalu.


"Kenapa?"


"Karena, produk ini aku luncurkan untuk bayi kita. Sebagai rasa syukurku memiliki kalian berdua. Maka dari itu aku menamakan nya ketika nanti launching nya." Jelas Keyan tersenyum lembut dengan manik mata penuh binar cinta.


Sudut bibir Endi terangkat melihat kehangatan serta cinta yang dimiliki Keyan dan Valonia. Mereka saling berbagi dan mengerti, saling mengasihi dan memberi. Saling menjaga dan menghargai, Meskipun pertengkaran kecil kerap terjadi.


"Iya Kak "


Para karyawan Jasmine Boutique gegas mengambil makanan mereka setelah semua terkumpul dan masuk ke dalam ruangan makan.


Sera pun ikut menarik piring mengambil makanannya. Tanpa sengaja tangannya menyenggol lutut Endi yang tengah duduk. "Maaf." Ucapnya canggung dan kaku. Ia tak berani menatap wajah laki-laki yang sudah ditolaknya itu.


"Iya."


Jawaban pendek itu terlalu irit terdengar. Tak biasanya seorang Endi yang lebih banyak bicara menjadi irit kata-kata. Laki-laki ini menahan kegugupannya. Jantung itu masih bertalu indah ketika berdekatan dengan gadis yang tak bisa dimiliki hatinya itu.


"Wah, kalian makan siang tanpa aku." Derry tiba-tiba datang. "Ini untuk kakak ipar." Ucapnya meletakkan plastik di atas meja.


"Apa ini ?" Valonia meraih bungkusan yang dibawa Derry. Wanita hamil ini sudah kembali selera makannya. Hingga tidak menolak apa saja yang diberikan padanya. Meskipun begitu, bentuk tubuhnya tidak berubah.


"Bolu gulung. Tadi aku mampir ke toko roti Mama."


"Terimakasih." Valonia langsung membuka kotak itu dan mencicipinya. Tak lupa menyuapi suami yang duduk di sampingnya dengan tersenyum. "Enak, 'kan ?"


"Iya. Kalau kurang, nanti kita beli lagi." Jari Keyan terulur membersihkan bibir istrinya yang terkena remahan roti.


...----------------...


Langkah Keyan Ganendra tegas dan lebar saat memasuki pintu gedung JFB. Di belakangnya di ikuti beberapa pengawal yang mendampinginya hingga ke ruangannya. Sekretarisnya langsung berdiri menyapanya setelah melihat kedatangannya. Para pengawal kembali ke posisi semula setelah memastikan CEO itu masuk ke dalam ruang kerjanya.


Keyan menjatuhkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Iris matanya tertuju pada dokumen yang ada di atas meja. Sejenak perhatian laki-laki ini teralihkan saat melihat Endi datang dengan langkah lebar.


"Key, ada masalah !"