
Keyan berdiri ketika mendengar kabar terbaru dari Endi. Manik matanya menatap penuh tuntutan untuk sebuah penjelasan. Melihat dari raut ketegangan di wajah Endi. Masalah yang baru saja dikatakannya cukup serius. Keyan melangkah menuju sofa dan mendaratkan tubuhnya di sana.
"Jelaskan."
Endi meraup oksigen sebelum melanjutkan langkah untuk duduk bersama Keyan di sofa. Ia membuka file dokumen produk baru yang beberapa hari lagi akan mereka luncurkan. "Kita kebobolan." Ia meletakan tabletnya di atas meja. "Desain terbaru perhiasan yang akan diluncurkan saat ulang tahun JFB. Di ambil oleh orang lain." Lanjutnya menjelaskan.
"Kenapa bisa? Bukankah? Semua ini tidak tersebar keluar. Bahkan desain ini hanya kita berdua yang tahu." Keyan meraih tablet itu dan melihatnya sejenak. "Apa ada pengkhianat?" Tanyanya kesal.
"Aku juga tidak tahu. Aku rasa karyawan JFB tidak ada yang berani melakukan itu."
"Siapa yang meniru rancangan kita?" Keyan menyadarkan tubuhnya di sofa. Jarinya memijit keningnya yang terasa sakit. Tiba-tiba Keyan merasa dijatuhi sebuah benda yang begitu berat. ******* nafasnya terdengar kasar. Perasaannya tidak dapat digambarkan setelah mendengar berita buruk itu.
"Kamu kenal Yenika?"
"Dia perancang yang pernah ingin bergabung dengan JFB, 'kan?" Keyan menegakkan tubuhnya dengan wajah serius
"Iya. Dia orangnya ! Beberapa hari lalu dia mengunggah foto rancangan yang sama dengan milik JFB di akun pribadinya."
"Kita ke kantor Ayah sekarang."
Keyan bergegas menyiapkan diri diikuti pula oleh Endi. Dua laki-laki itu bergerak cepat. Masalah ini bukan hal sepele. Keyan sudah mempersiapkan rancangan terbarunya ini, untuk diluncurkan saat acara ulang tahun JFB nanti.
Keyan tak ingin usahanya sia-sia. Mengingat rancangan ini adalah hadiah untuk Valonia Jasmine dan calon bayi pertama mereka. Rancangan ini pula yang akan Keyan ajukan kepada Jewelry Corporation. Agar mendapatkan sponsor dan dukungan dari perusahaan perhiasan terbesar itu. Keyan ingin JFB lebih maju dan berkembang lagi bersama Jewelry Corporation.
...----------------...
Tubuh gagah Keyan memasuki pintu utama kantor milik Ayah Johan. Tanpa bertanya atau menyapa. Ia dan Endi berdiri di depan pintu lift untuk naik ke lantai atas. Laki-laki itu hanya diam menunggu pintu terbuka. Tubuh atletisnya menjadi objek memanjakan mata kaum hawa yang berpapasan dengannya.
"Kak, Key !"
Derry terkejut melihat Keyan berdiri di depan lift. Ia tak menyangka kakaknya ini berada di kantor ayah mereka.
"Ayah ada di atas ?"
"Iya Kak. Baru saja selesai meeting bersama Om Andre. Kakak naik saja, aku mau keluar sebentar." Pamit Derry. Laki-laki ini telah berpindah tempat bekerja.
Keyan memasuki lift bersama Endi. Asistennya itu tak banyak bicara. Masih memikirkan dari mana seorang wanita bernama Yenika itu mendapat rancangan yang sama dengan milik JFB. Rancangan itu dibuat Keyan sendiri, apa mungkin bisa sama ?
Endi masih mengingat rentetan aktivitas yang membuatnya lengah hingga bisa kecurian seperti ini.
"Aku ingin membahas masalah penting sama Ayah. Apa ada waktu?"
"Tentu, Nak. Ayo kita duduk di sana ! Mari Endi jangan sungkan." Ayah Johan benar-benar bahagia. Ia menggiring Keyan dan Endi untuk duduk di sofa tamu.
"Terimakasih, Pak." Endi tersenyum canggung karena baru pertama kalinya berkunjung ke kantor ini.
"Apa yang bisa ayah bantu ?"
"Rancangan terbaru yang akan diluncurkan saat ulang tahun JFB beberapa hari mendatang, dicuri orang."
"Kenapa bisa seperti itu? Apa kalian ada mengekspos program baru JFB ?" Ayah Johan mengernyitkan alisnya bingung. "Siapa yang mencurinya ?" Lanjut tanyanya lagi. Ia sangat berpikir siapa yang berani membobol data atau masuk ke dalam kantor JFB hanya untuk mencuri rancangan itu.
"Yenika."
"Yenika ! Putri Pak Heri yang dulu pernah memiliki saham disini?" Ayah Johan tersentak. Tubuhnya melemas kepalanya sedikit pusing.
"Iya benar. Yenika putri pak Heri."
"Dia pernah meminta untuk bergabung bersama JFB. Tapi Keyan menolaknya, entah bagaimana Yenika bisa meniru rancangan terbaru itu. Sekarang ia sudah mengunggah rancangan itu di akun pribadinya." Sahut Endi ikut menjelaskan.
"Dia memang perancang perhiasan. Banyak para pengusaha memakai jasanya. Sebelum JFB berdiri dia memang menekuni usaha bidang ini. Namun, yang ayah bingung dari mana dia mendapatkan rancangan yang sama persis dengan milik JFB." Intonasi Ayah Johan merendah. Ada kilas balik dalam hatinya. Saat mengingat nama Pak Heri.
"Bagaimana Pak Heri bisa bangkrut dan menarik sahamnya dari sini?" Keyan teramat penasaran dengan sosok Yenika ini.
"Pak Heri adalah rekan bisnis Ayah yang juga memiliki saham disini sebanyak 25 %. Dia adalah pelaku yang mencurangi Ayah waktu itu. Dia menjebak Ayah hingga terjadi kejadian yang menimpa ibu Marisa. Tak hanya itu, Pak Heri juga menggelapkan keuangan di kantor ini. Untuk mengganti uang yang dikorupsinya. Pemilik saham lainnya meminta agar dia menyerahkan sahamnya untuk ayah. Karena yang paling dirugikan adalah kita."
"Aku mengerti sekarang, sepertinya wanita ini memang sengaja mencari masalah di JFB." Keyan berkesimpulan.
"Dia ingin menjatuhkan JFB." Tambah Endi. "Tapi aku masih memikirkan dari mana wanita itu dapat informasi produk terbaru kita."
"Hati-hati, Nak. Sekarang tahap pengerjaan produk baru JFB. Ayah harap kamu bisa mematahkan opini publik tetang kepemilikan rancangan itu. Ayah tidak mau JFB mendapat pandangan miring menjiplak karya orang."
"Iya, Yah ! Aku ke sini hanya ingin memastikan saja. Tentang Yenika ini, biar aku bisa ambil langkah selanjutnya." Keyan tersenyum hangat menenangkan hati sang Ayah. Meski pun sekarang ia memikirkan langkah yang harus diambilnya.
Keyan dan Endi mulai memikirkan strategi menyelesaikan masalah ini. Tidak mungkin Keyan menghentikan tahap mengerjakan perhiasan yang telah ia pesan di pabrik.
Keyan sengaja tidak memberitahukan publik tentang bayangan rancangan terbarunya. Karena akan dijadikan olehnya kejutan di hari ulang tahun JFB pada Valonia Jasmine. Ternyata rencana yang ia buat tak semulus jalan tol.