
Di dalam gedung Jasmine Flower Bud telah sempurna sebuah persiapan dalam menyambut ulang tahun JFB yang ke dua. Di dalam aula besar milik gedung ini tamu undangan telah hadir memenuhi ruangan. Para awak media telah berada di posisinya masing-masing. Malam ini tidak hanya menyambut ulang tahun JFB. Namun juga Nyonya Keyan Ganendra.
Para model baik laki-laki maupun perempuan telah siap mengenakan busana dari Jasmine boutique. Semua orang telah bersiap. Keyan dan Endi hilir mudik untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan sempurna.
Di kursi tamu Ayah Johan duduk berdampingan dengan Pak Andre. Senyum lebar terpampang jelas di wajah tuanya. Rasa bangga memenuhi hatinya. Melihat betapa megah dan mewahnya acara malam ini. Tak hanya itu, interior gedung JFB membuatnya takjub betapa suksesnya seorang Keyan Ganedra.
"Selamat malam semuanya. Terimakasih sudah bersedia memenuhi undangan dari JFB. Malam ini merupakan hari jadi ke dua perusahaan ini. Semoga ke depannya terus berkembang dan juga maju. Malam ini kami menghadirkan tamu spesial dari dunia usaha yang namanya sudah melangit dan kiprahnya tidak diragukan lagi. Semoga setelah kehadirannya di acara ini. Maka JFB ikut jejaknya lebih berkembang dan maju." Keyan selaku CEO langsung memberikan sambutan setelah beberapa menit lalu seorang MC memberikannya waktu. "Selamat datang Tuan Zevin Kavindra beserta keluarga." Sambutnya lagi setelah pintu Aula terbuka menampilkan sosok idolanya itu.
Di ambang pintu telah melangkah sosok pebisnis yang selalu meramaikan dunia usaha dengan segala sepak terjangnya. Dia adalah Zevin Kavindra ( Tokoh utama Cinta Tak Terlihat ) Seorang Dokter yang kini menduduki kursi direktur perusahaan keluarganya. Malam ini kehadirannya di undang secara resmi oleh Keyan Ganendra.
(Authornya promosi 🤭)
Laki-laki tampan itu datang tak sendiri. Ia di damping Nyonya Jewelry Corporation atau Jaya Group. Nazia Mishall Dokter obgyn yang masih aktif hingga saat ini. Di belakang mereka juga ada sang asisten dinginnya, Erik bersama Maura. Tak hanya itu, CEO yang saat ini menggantikan Zevin memimpin Jewely Corporation, Dias dan juga Della ikut menghadiri undangan JFB.
Para tamu bertepuk tangan menyambut kedatang tiga pasangan muda itu. Malam ini mereka tak menyangka bisa melihat secara langsung seorang Zevin Kavindra. Lebih mengejutkan lagi. Para wanita yang mendampingi mereka mengenakan gaun berharga fantastis dari Jasmine Boutique. Hal itu membuat manik mata Valonia Jasmine berkaca-kaca.
"Selamat datang tuan, Zev ! Tuan Erik dan Tuan Dias." Keyan mengulurkan tangannya pada tamu istimewanya itu. Senyum laki-laki ini tak menyurut saat tahu jika Direktur Jaya Group itu menyanggupi hadir di acara malam ini. "Selamat datang Dokter, Zi." Sapanya pada wanita cantik di sisi Zevin.
"Terimakasih sudah mengundang kami." Zevin tersenyum mengulurkan tangannya. Laki-laki ini nampak posesif menggandeng sang istri. Seperti biasa akan menempel pada Nazia.
"Saya yang berterimakasih karena bersedia menghadiri undangan JFB. Perkenalkan ini istri saya Valonia Jasmine."
Zevin menyatukan kedua tangannya tanpa menyalami Valonia dan hal itu sudah tidak asing lagi. "Salam kenal Nyonya Valonia." Ucapnya ramah. Ia menoleh ke samping tersenyum penuh cinta. "Perkenalkan dia istri cantik saya, Nazia Mishall." Sambung Zevin selalu dengan ciri khasnya memuji sang istri.
"Salam kenal Nyonya Valonia. Anda hamil ? Sudah berapa bulan?" Tangan Nazia terulur menyentuh bulatan Valonia.
"Memasuki enam bulan." Valonia merasa senang tangan seorang dokter obgyn ini menyentuh perutnya.
"Semoga sehat sampai persalinan. Perkenalkan mereka adik ipar saya, Maura dan juga Della." Nazia memperkenalkan dua wanita di sampingnya.
Maura dan juga Della menyalami Valonia sementara para suami mereka membahas topik lain. Mereka membicarakan seputar kehamilan dan melahirkan untuk mengakrabkan diri.
"Kami menyukai gaun rancangan anda." Maura tersenyum dengan antusias menceritakan beberapa koleksinya dari Jasmine Boutique.
"Saya sudah tidak sabar menunggu peragaan busana rancangan terbaru anda." Timpal Nazia tak kalah antusias.
"Dilarang keras loh sayang kamu melirik model prianya." Temperatur cemburu Zevin naik. Dengan wajah manjanya melirik sang istri.
"Mengintip sedikit tidak apa-apa, 'kan?" Nazia tersenyum menggoda suami manjanya itu.
Sekarang bukan hanya kabar tapi nyata di depan mata. Keyan bisa melihat bagaimana cinta dan manjanya Zevin Kavindra. Usai perbincangan pendek itu. Keyan menggiring tamu spesialnya itu untuk duduk.
Di atas panggung, Endi mulai mengatur acara peragaan busana. Para tamu undangan antusias menunggu para model keluar dan melangkah di atas catwalk.
"Sayang hadap sini." Zevin mulai cemburu ketika binar mata istrinya begitu memuja para model yang berlenggak lenggok di atas catwalk.
"Aku hanya melihat busananya sayang bukan orangnya "
"Tapi mereka jelek. Aku lebih tampan." Zevin mengarahkan dagu istrinya untuk menatapnya. Ia tak rela mata indah istrinya melihat para model pria.
"Iya kamu lebih tampan dan aku sangat mencintaimu "
Wajah Zevin merona mendengar kata manis itu dari bibir istrinya. Disela kelengahan orang melihat ke arah catwalk ia mencuri ciuman di bibir istrinya.
Keyan tersenyum melihat adegan yang hanya dirinya melihat. Tangannya terulur menggenggam jemari istrinya. Tak jauh dari Zevin dan Nazia ada pula Erik yang selalu menampilkan wajah dinginnya.
"Tuan, Zev ! Saya dengar anda memiliki dua orang anak. Kenapa tidak diajak tadi ?" Tanya Keyan menoleh pada idolanya itu
"Saya memang memiliki dua orang anak yang satu putra saya dan nomor dua putri Erik." Jawab Zevin kembali tersenyum di ikuti Erik yang irit senyumannya. "Saya sengaja tidak mengajaknya karena dia akan cemburu bila saya selalu dekat dengan mamanya." Sambungnya lagi.
"Bukannya kebalik, Kak !" Sahut Erik tersenyum tipis.
"Maksud saya. Dia selalu memonopoli mamanya. Jadi dia tinggal bersama kakeknya." Zevin tersenyum membenarkan kalimatnya.
"Bukan putranya yang selalu cemburu. Tapi Papanya yang cemburu." Seru Erik lagi dengan tatapan mengejek.
"Maura kamu hamil lagi. Biar si dingin ini tahu bagaimana rasanya tersaingi dengan putranya." Zevin mulai kesal.
"Sayang..." Tegur Nazia lembut.
"Erik memojokkan aku." Adu Zevin manja menatap lembut istrinya.
"Aku mencintai Za dan kamu." Nazia tersenyum lembut.
Zevin tertular senyum istrinya. Laki-laki ini kembali fokus melihat acara inti. Sementara Erik dan Dias terkekeh berhasil mengganggu laki-laki manja itu.