I'M Sorry My Wife

I'M Sorry My Wife
Nama Untuk Si Kembar Non Identik



Rara masih memandang bayi mungil dari kaca inkubator, wajah kedua bayi tersebut lebih dominan ke Azril ketimbang dengannya padahal kedua bayi itu kembar non identik, tetapi ntah kenapa keduanya lebih memilih mengikuti jejak wajah Azril


Perlahan ia memasukkan tangannya pelan pada lubang kaca tersebut dan menyentuk kepala bayi dengan hati hati, wajahnya ia dekatkan di telinga dengan jarak sekitar sepuluh meter dari sang buah hati, sayup-sayup ia mengumandangkan adzan sendiri meski melalui lubang yang tersedia, tak tahu hukumnya apa yang jelas ia ingin bayinya mendengar adzan dari orang tuanya, Rara melakukan itu pada kedua bayinya secara bergantian


Papa mengelus puncak kepala Rara yang tertutup hijab


"Tadi papa sudah mengadzani mereka" ujar papa


Rara menatap ke arah papanya "Emang boleh pa?"


"Eh gak tahu ra, papa pingin aja adzanin mereka" ujar papa polos, ia memang tak begitu dalam memahami soal agama, istrinya melotot mendengar penuturan suaminya


"Kapan mas adzanin?" tanya istrinya bingung


"Saat kamu shalat dhuhur"


"Oh ya tadi papa juga sudah menyuruh Ammar, Dariel dan Alfred mengadzani mereka berdua, biar tambah berkah" lanjutnya


Rara hanya melongo mendengar penuturan papanya "Kenapa juga kak Ammar ikut ikutan, pasti karena papa paksa" batin Rara meringis


Istrinya tak mampu berkata-kata lagi, setahunya hukum mengadzani itu sunnah, namun ada juga ulama yang mengatakan mubah dan lain sebagainya, dan yang biasa mengadzani adalah sang suami namun ini, ntahlah....


"Ayo balik lagi ke kamar ra, biar dokter melakukan pemeriksaan lagi" ujar sang papa yang mulai mendorong kursi roda yang diduduki Rara


"Gimana ra, udah liat kan keponakan kakak yang cantik dan tampan" suara Dariel menyambut kedatangan Rara dari dalam ruangan


Rara mengangguk "Lagi bicarain apa, kok pada ngumpul gitu?" tanya Rara penasaran, pasalnya saat pintu ruangan terbuka mereka berhenti berbincang-bincang, jangan sampai Ammar ikut-ikutan kepengaruh sama mereka, ditambah Lan yang baru datang membuat suasana semakin lengkap


Dariel berjalan menghampiri Rara dan mengambil alih dorongan kursi yang diduduki Rara


"Adekku tersayang kita ini lagi diskusi hal yang sangat serius"


"Apa?" tanya Rara curiga


"Kita sudah menemukan nama yang cocok buat bayi kamu" ujar Alfred sembari tersenyum lebar


"Memang siapa namanya?" tanya Rara penasaran


Mereka saling toleh-menoleh seakan-akan memberikan kode


"Av" ujar Dariel


"Altan" timpal Ammar


"Athallah" sambung Alfred


"Av Altan Athallah" Lan menyusun kata-kata mereka


"Ay" ujar Lan


"Beyza" timpal Alfred


"Athallah" sambung Ammar


"Ay Beyza Athallah" Dariel menyusun kata-kata mereka


"Ide siapa ini?" tanya Rara sembari mengulum senyumnya, kakak-kakaknya semua terlihat begitu antusias


"Harusnya aku bersyukur karena selalu ada mereka, kenapa aku malah memikirkan dia yang mungkin tak pernah memikirkan ku" batin Rara


"Aku"


"Saya"


"Kakak"


"Kakak"


Ujar keempat jomblo secara bersamaan


Rara terkekeh melihat mereka berempat, sampai segitunya mereka hendak menghibur dirinya, ternyata dikelilingi cowok tampan tak seburuk yang Rara pikirkan dulu, ini sungguh asyik dan menyenangkan


"Artinya apa?" tanya Rara


"Rahasia dong" ujar Alfred


Rara berpikir sejenak hingga akhirnya "Karena kalian udah gibahin bayi-bayi aku jadi dengan amat sangat terpaksa aku menerima nama-nama tersebut" ujar Rara sembari terkekeh


Flash back beberapa menit sebelumnya


"Eh gabut nih ngapain ya enaknya?" tanya Dariel tiba-tiba


"Bersihin WC di rumah sakit ini sana" timpal Alfred


"Ya elah kak, orang tampan gini di suruh bersihin WC"


"Main game pubg" ujar Lan yang mengetahui kebiasaan Dariel saat gambut sendirian


"Lagi males" ujar Dariel lesu


"Aha aku tahu, gimana kalau kita buat nama untuk bayinya Rara" usul Dariel antusias


"Wahhh kayaknya seru tuh tuan" timpal Lan


"Nah sip ayo-ayo merapat" perintah Dariel


Alfred dan Lan tidak bergerak sama sekali dikarenakan mereka memang sudah berdekatan dengan Dariel


"Heh patung rongsokan merapat sini" ujar Dariel pada Ammar yang hanya berdiri mematung, ia bingung hendak melakukan apa karena tidak terlalu akrab dengan keluarga Rara, di tambah kedua orang tuanya sedang pergi ntah kemana


Ammar yang mendapat tatapan dari tiga orang yang dirasa memiliki aura yang cukup kuat itu akhirnya perlahan berjalan mendekat, meski ia sedikit gugup


"Biasa aja kita gak akan makan kamu" ujar Alfred datar


"Iya bang" Ammar hanya mengangguk


"Mmmm angel" ujar Alfred


"Jangan itu pasaran" timpal Dariel


"Bulan aja" ujar Lan


"Ahh kulot itu" ujar Dariel


"Kita pakek nama dari negara lain aja"


"Ide bagus gimana kalau negara Amerika" usul Dariel


"Jangan, Inggris aja keren-keren" usul Alfred


"Gimana kalau Korea" usul Lan yang mendapat tatapan horor dari yang lain


"Turki aja bang" usul Ammar


"Udah kita suit aja, siapa yang menang maka makek negara yang diusulkan tadi"


Hom pim pa alaium gambreng


"Hore aku menang bang" ujar Ammar senang, namun tatapan mereka membuat Ammar melunturkan senyumannya


"Turki berarti, mmmm ay aja bagus" usul Lan yang habis membuka google


"Apa artinya?" tanya mereka kompak


"Bulan" ujar Lan datar yang membuat semua melongos, kenapa dari tadi Lan menginginkan nama bulan


"Beyza cakep artinya putih dan murni, ide saya harus di terima" usul Alfred tegas


"Altan artinya fajar" usul Ammar


"Tambahin av artinya memburu, biar anaknya Rara nanti suka berburu jodoh" usul Dariel


"Pokonya harus di tambah Athallah di belakangnya" ujar Ammar kekeh


Diskusi terus berlanjut hingga terciptanya kedua nama bayi tersebut


Flash back off


"Ok kalau gitu akte kelahiran segera di proses, sekalian nama yang tertera di inkubator juga di ganti"


***


Saking paniknya tadi ia melupakan hpnya, ternyata hp nya tertinggal di mobil membuat ia harus meminjam hp pada salah satu penumpang di bandara, ia menelpon Baheer dan menanyakan rumah sakit mana Rara berada


Setelah mengetahui alamat rumah sakit tersebut ia segera mencari taksi dan meluncur ke rumah sakit tersebut


Azril ngos ngosan saat tiba tepat di depan pintu kamar pasien yang pasiennya tak lain adalah istrinya sendiri


Clek


"Azril kamu sudah datang" suara umi menyambutnya


Azril mengangguk ia berjalan menghampiri uminya dan menyalami tangan sang ibu, pandangannya menatap pada Rara yang tengah terbaring dengan mata terpejam


"Rara belum sadar?" tanya Azril dengan suara lemah


"Sudah, sekarang dia lagi istirahat" ujar umi sembari berbisik agar tidak mengganggu pemulihan Rara, sehabis di periksa oleh dokter ia tertidur akibat pengaruh obat


Azril mendekat ke arah istrinya "Maaf" ujarnya dengan suara pelan


"Kamu udah shalat maghrib?" tanya umi


Azril menggeleng


"Shalat dulu biar tenang, yang lain pada pulang untuk mandi sama shalat, sekalian bawain barang-barang kebutuhan Rara, dia masih harus menginap selama beberapa hari"


Azril mengangguk dan beranjak mencari mushalla yang terdapat di rumah sakit tersebut


Setelah shalat ia bergegas kembali menemui sang istri "Bayi aku mana mi?" tanya Azril


"Mereka di inkubator, bayinya kembar non identik, cowok cewek, yang lahir duluan si cowok habis itu si cewek"


"Aku mau lihat mereka dulu ya" izin Azril


Umi mengangguk "Tunggu"


"Kenapa mi" Azril membalikkan badannya menghadap umi


"Kamu sudah tahu nama anak kamu?" tanya umi


"Aku sudah menyiapkan nama yang bagus untuk mereka umi, nanti aku diskusikan dengan Rara"


Uminya menghela nafas pelan "Rara sudah memberikan mereka nama, bahkan namanya sudah di daftar untuk proses akta kelahiran"


"Hah" Azril terkejut harusnya istrinya itu berdiskusi dengannya, kenapa langsung memberi nama tanpa persetujuan dia


"Kamu ke ruang inkubator, dan minta arahan petugas di sana, cari bayi yang depannya bernama Ay dan Av" ujar umi


Azril mengangguk paham, ia keluar ruangan sembari mengusap wajahnya kemudian ia berjalan menuju tempat bayinya di rawat "Ay.... Av...... kenapa Rara gak diskusi dulu" gumam Azril sedikit kecewa, ia juga ingin memberi nama untuk buah hatinya, bahkan ia juga sudah menyiapkan nama untuk kedua bayinya


_______________


Jan lupa like comment and vote, terimakasih semua bagi para pembaca 🤗


Bakal di ubah gak ya nama bayinya, siapa suruh pulang telat 🙄


See you next time kakak kakak di episode berikutnya, terus dukung mereka ya