I'M Sorry My Wife

I'M Sorry My Wife
Wanita Misterius



***


“Zah, zah”


“Azizah Ramadhani” panggil Azril dengan keras hingga membuat pemilik nama kaget


“Apaan sih mas bikin kaget aja” ujar Azizah dengan wajah yang di tekuk


“Hahahaha kok di tekuk gitu wajahnya padahal tadi lengkungan bibirnya ke atas eh sekarang malah ke bawah” Azril tertawa melihat raut wajah Azizah


“Apaan sih mas gak lucu tau” ujar Azizah yang masih saja cemberut


“Eh iya iya deh iya maaf lagian dari tadi di panggilin kok gak nyaut-nyaut malah bengong sambil senyam-senyum sendiri hayoo mikirin apa nih” goda Azril


“Apaan sih mas siapa juga yang senyum senyum sendiri” ujar Azizah yang langsung memalingkan wajahnya “Aduh malu banget jangan sampai dia tahu kalau aku mengingat-ingat lamaran dia kemarin bisa tambah malu aku” batin Azizah


“Eh itu pipinya kok merah” Azril terus saja menggoda istrinya


“Mana ada, aku mau mandi dulu” Azizah segera mengambil handuk dan pakaiannya menuju kamar mandi


“Ada-ada aja” gumam Azril yang melihat tingkah istrinya itu


Setelah selesai shalat maghrib mereka berdua makan malam dengan soto ayam yang baru saja mereka pesan dari go food, Azizah belum sempat memasak karena sedari tadi sibuk menata pakaiannya beserta pakaian suaminya di kamar, lagi pula tidak ada bahan yang bisa di masak hanya ada perabotan memasak saja rencananya besok mereka akan belanja kebutuhan sehari-hari


Ting tong


Tok tok tok


Suara bel rumah mereka berbunyi diiringi dengan ketukan pintu, Azizah dan Azril menghentikan makan malamnya


“Siapa ya mas malam-malam begini?” tanya Azizah


“Mas juga gak tahu zah, bentar ya mas bukain pintu dulu” ujar Azril yang mulai berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah pintu, Azizah mengekori nya dari belakang


Azril membukakan pintu “Loh Azahra” ujar Azril


“Eh dek ada apa kok malam-malam ke sini?” tanya Azizah


“Ini mbak, mbak Dewi punya masalah besar, mbak bisa gak nemuin dia dulu sebentar, Aza bingung nenangin dia gimana” ujar Azahra yang merupakan adik kandung dari Azizah


“Hah Dewi kenapa?” tanya Azizah khawatir


“Aku juga kurang jelas mbak, makanya aku nyari mbak biar dia mau cerita” ujar Azahra


“Mas boleh aku izin menemui Dewi?” tanya Azizah ke suaminya, Azril yang melihat istrinya khawatir pun mengizinkannya


“Boleh tapi mas yang nganter ya, apa mau sekalian mas temani ini sudah malam” ujar Azril


“Emm ustadz anu saya kesini tadi naik taksi, dan taksinya masih di luar saya suruh tunggu sebentar, apa gak sekalian saja saya berangkat bareng mbak Azizah naik taksi” ujar Azahra


“Iya mas aku naik taksi aja” ujar Azizah


“Tapi ….” Azril sebenarnya ragu tapi ketika melihat raut wajah khawatir istrinya dia pun mengangguk


“Iya mas” ternyata Azril cerewet juga ya padahal kalau di pondok cueknya minta ampun


Azizah menyalami tangan suaminya setelah mereka pamit ke Azril mereka menaiki taksi, Azril mengantar mereka sampai mobil menghilang dari pandangannya


***


Kini Rara duduk di sofa ruang tamu dengan kepala yang ia tundukkan, kedua telapak tangan kanan dan kirinya ia satukan di pangkuannya di samping kanan dan kirinya di temani oleh kedua kakak Rara


“Jelaskan apa yang terjadi?” sang papa mulai membuka mulutnya setelah sejam lamanya ia membisu, hatinya campur aduk dengan apa yang menimpa putri bungsunya


Mulut Rara terasa kaku, ntah apa yang akan ia lontarkan karena dia sendiri juga bingung atas apa yang ia alami semalam, tidak ingat sama sekali itulah yang ia rasakan setelah berulang kali mencoba mengingat apa yang terjadi semalaman


“Apa dia pacarmu?” papanya melontarkan pertanyaan yang berbeda karena sedari tadi mulut putrinya tertutup rapat


Hanya gelengan Rara yang menjadi jawaban dari pertanyaan sang papa


“Lantas siapa pria itu?” lagi-lagi Rara menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu


“Permisi tuan besar, nyonya, bos, tuan muda dan nona muda” ucap Lan sembari membawa dokumen berisi data sang pria


“Bawa kemari” perintah papa Rara


Setelah dokumen itu berada di tangan papanya mulai membuka dan membacanya dengan seksama, terlihat bahwa ada kerutan di dahi sang papa


Brrukk


Papanya membanting dokumen itu di atas meja membuat semua orang yang berada di ruang tamu terkejut tak terkecuali Rara, namun Rara enggan untuk melihat wajah sang papa ia sedari tadi hanya menundukkan kepalanya hingga wajahnya tak terlihat


Istrinya mengelus punggung suaminya agar ia bisa mengontrol emosinya bagaimanapun juga Rara terpukul akan kejadian yang menimpa dirinya itu maka dari itu sebisa mungkin semua orang harus mengontrol emosinya hingga menemukan titik kebenaran


“Rara ceritakan apa yang sebenarnya terjadi!” perintah sang papa dengan tegas


“Aku….. aku tidak tahu pa, semalam aku pergi ke bar sebentar hanya untuk bertemu dengan temanku, kemudian Faiz menghubungiku dan bertanya aku berada di mana, lalu aku mengatakan bahwa aku berada di bar, Faiz marah akhirnya dia menjemput ku dan mengantarku ke rumah, lalu…” Rara menghentikan ceritanya air matanya tiba-tiba mengalir lagi karena mengingat kejadian yang ia alami


“Lalu apa ra? Kami akan berusaha mempercayaimu” ujar Alfred lembut


“Lalu aku yang masih enggan masuk ke rumah pun memesan taksi online untuk pergi ke supermarket, tapi karena hari sudah malam banyak supermarket yang sudah tutup, akhirnya supir taksi membawaku ke supermarket yang cukup jauh dari rumah di dekat perumahan elit yang di jalan kukang itu” Rara mengusap air matanya dengan kasar


“Kemudian supir taksi itu langsung pulang karena mendapat telpon dari istrinya bahwa anaknya sedang sakit, setelah selesai belanja hujan turun dengan deras, ketika hendak memesan taksi online baterai hp ku habis, aku sudah mencoba meminjam hp para pegawai di sana tapi tidak ada sinyal sama sekali akhirnya aku menerobos hujan ntah kemana” Rara mengusap air matanya lagi dengan kasar


“Tiba-tiba ada seorang wanita yang menawarkan bantuan, aku pun masuk ke dalam mobil wanita tersebut, dia memberikan ku air putih habis itu aku….. aku tidak tahu apa yang terjadi” ujar Rara yang menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya


“Siapa wanita itu? Apa kamu tahu ciri-cirinya?” tanya Dariel sembari mengepalkan tangannya


“Dia memakai gamis, kerudung panjang dan masker, aku pikir dia wanita yang baik jadi aku menerima bantuan yang di tawarkan nya hiks…. hiks”


Mama Rara mendekat ke arah putri bungsunya itu kemudian dia memeluk erat tubuh putrinya berusaha menenangkan dan memberikan kenyamanan pada tubuh kecil yang rapuh


_______________


Jan lupa like comment and vote, terimakasih semua bagi para pembaca 🤗