
"iMarried Projects" semua orang bergumam dengan tanda tanya yang besar
"iMarried Projects tuh apa?" tanya Dariel penasaran
"Ya kayak kalian ini contohnya membohongi orang yang belum nikah tapi tiba-tiba ada orang yang mengaku bahwa dia suaminya hanya demi sebuah projects dan keuntungan" ujar Rara sinis, walaupun kepalanya masih terasa sakit tapi dia tidak akan mudah di bohongi
Semua orang saling berpandangan satu sama lain, bingung itulah yang ada di kepala semua orang yang mendengar ocehan Rara
"Ra kamu bisa berfikir kayak gitu dari mana?" tanya papa lembut
"Dari webtoon" ujar Rara polos
"Hahahaha kamu nih ya dek kebanyakan baca Webtoon makanya haluannya tinggi" ujar Dariel sembari tertawa, bisa-bisanya ilmu Webtoon dipelajari oleh adiknya ini bahkan masih melekat di otaknya, Dariel ingat kala sang adik sedang gabut dia membuka aplikasi komik tersebut dan membacanya dengan penuh keseriusan hingga membuat Dariel tak tahan untuk menggodanya
"Webtoon itu apa?" tanya Azril bingung
"Webtoon itu aplikasi buat baca komik, gini nih korban Webtoon" Dariel tak henti-hentinya tertawa hingga membuat wajah Rara menjadi kesal
"Aaauuuu aakkhh aammmpunn ma sakit" Dariel meringis kala mamanya mencubit perutnya dengan sisa tenaga yang mamanya miliki, eits jangan salah meskipun sisa tapi itu cukup ampuh untuk membuat orang berteriak kesakitan
"Sayang itu kan cuma ada di Webtoon gak ada di dunia nyata" bujuk mamanya
"Gak aku gak percaya pokoknya aku gak akan percaya sebelum dapet bukti" ujar Rara tegas
"Oke nanti aku akan tunjukkan buktinya" ujar Azril yakin
"Apa kamu mau nunjukin foto pernikahan kita, atau sertifikat pernikahan kita, itu mah basi itu juga bisa di edit dan di manipulasi" ujar Rara yang mampu membaca pikiran Azril, ilmu yang dia dapat dari Webtoon terlalu banyak untuk di kalahkan
Alfred segera membuka hp nya dan menginstal aplikasi yang di ucapkan adiknya tadi, setelah seratus persen terinstal dia segera membuka aplikasi tersebut
"Hayo ketahuan hobi baru yang terselubung nih ya" ujar Dariel kala memergoki kakaknya yang mengutak-atik hpnya, terlihat tampilan di layar hp gambar animasi cewek dan cowok yang berbeda-beda dalam setiap kotaknya serta tulisan-tulisan yang berbeda pada setiap bawah kotak ah mungkin ini nama judulnya
"Stuuttt diam" Alfred menggertak kan giginya
"Rara coba lihat kakak" perintah Dariel wajahnya terlalu serius untuk di abaikan dengan terpaksa Rara menatap ke arah Dariel
"Ini angka berapa?" tanya Dariel yang mengacungkan dua jari nya, jari telunjuk serta jari tengah
Plakkk
"Aduh"
Papa nya menoyor kepala Dariel dengan pelan namun mampu menimbulkan suara
"Adek kamu itu kehilangan ingatan bukan kehilangan otak" ujar papanya kesal, makhluk astral ini benar-benar tidak tahu tempat dan waktu dalam bercanda
"Ya kan siapa tahu aja pa otaknya juga agak menggeser sedikit" gumam Dariel pelan
Alfred sibuk sedari tadi dengan hpnya meneliti apa yang di ucapkan oleh Rara tadi, sesekali dahinya berkerut kala membaca komik aneh ini dengan judul iMarried
"Ra coba lihat ini, ini adalah video pernikahan kamu dan Azril" papanya memberikan sebuah hp yang berisikan video pernikahan yang diambil langsung oleh fotografer terkenal yang ia sewa untuk mengenang hari penting putri kesayangannya
Rara mengambil hp tersebut dan menyentuh tombol play untuk memulai video tersebut
"Hahahaha" Rara tertawa lepas kala menyaksikan video akad pernikahan yang berlangsung di sebuah masjid yang nampak indah tanpa suasana haru sedikitpun yang ada hanya gelak tawa para tamu bahkan sang penghulu pun ikut tertawa lepas
"Ini pernikahan apa lawakan, kayak stand comedy aja" ujar Rara cekikikan
"Lagi pula gak mungkin ini aku, lihat wanita ini dia mengenakan jilbab dengan anggun sedangkan aku malah berpenampilan layaknya seorang laki-laki, bukankah ini membuktikan bahwa aku seorang wanita yang tomboi" ujar Rara
"Ma jangan....." belum sempat Dariel berbicara langsung di potong oleh mamanya
"Diem kamu Ari" tatapan tajam sang mama menghentikan ucapannya, apalagi panggilan yang tidak ia suka kembali ia dengar dari mulut mamanya
***
Alfred kini duduk di kursi kebangsaannya dengan penuh wibawa, jari-jari kanannya memainkan pulpen dengan elegan
"Gimana Lan apa kamu sudah dapat memahaminya?" tanya Alfred pada Lan yang sedari tadi menggenggam tab di tangannya, pandangannya fokus pada layar tab hingga mengabaikan panggilan Alfred
"LAN" panggil Alfred dengan nada yang tinggi
"Ehhh iya bos ada apa?" Lan langsung menghadap ke arah Alfred yang tampak kesal karena panggilan yang terabaikan tadi
"Kalau saya panggil sekali tuh harusnya langsung nyaut, apa telinga kamu sedang bermasalah, apa kau tidak mempunyai uang untuk pergi ke THT" ujar Alfred sinis
"Maaf bos ini lagi fokus" ujar Lan
"Gimana apa kamu sudah memahaminya?" tanya Alfred lagi
"Sudah bos" ujar Lan
"Jadi begini" Lan berjalan mendekat ke arah Alfred
"Ada seorang wanita yang di tinggal mati oleh neneknya kemudian dia pergi ke suatu tempat untuk membuang abu nenek nya di pantai, ketika dia balik lagi ada seorang pria yang menjemputnya di bandara dan mengakui bahwa dia suami dari wanita tersebut padahal sang wanita tidak mengenali pria tersebut bahkan dia tidak mengingat sama sekali kapan dia menikah, tapi pria yang mengaku suaminya memiliki semua bukti bahwa mereka berdua sudah menikah, seperti sertifikat pernikahan, foto pernikahan dll, bahkan keluarganya pun sudah tahu, seiring berjalannya waktu akhirnya wanita tersebut percaya bahwa pria misterius itu adalah suaminya dan ia mulai memiliki perasaan pada suaminya sendiri, namun ternyata itu semua hanya sebuah prank belaka untuk ditayangkan di tv, bahkan seluruh kru memasang cctv dimana wanita tersebut berada termasuk di rumah yang ia tinggali beserta suami bohongan nya"
Alfred mendengarkan ucapan Lan dengan seksama
"Terus akhirnya?" tanya Alfred
"Akhirnya wanita tersebut marah karena sudah di tipu dan sudah berani sembarangan memainkan perasaannya"
"Apa wanita itu mendapatkan keuntungan" tanya Alfred
"Ya fasilitas yang mewah serta kebutuhan sehari-hari yang melebihi batas kecukupan" ujar Lan
"Ck apa makhluk yang bernama wanita itu memang selalu gampang terbawa suasana?" tanya Alfred
"Menurut riset yang sudah akurat iya, wanita kebanyakan menggunakan perasaannya, berbeda dengan pria yang kebanyakan menggunakan akalnya" ujar Lan
"Tapi Rara kok gak gitu?" Alfred memicingkan matanya
"Karena nona muda terlalu banyak bergaul dengan kakak-kakaknya yang sama sekali tidak memiliki perasaan" ujar Lan tegas
"Hey jadi maksud kamu saya tidak memiliki perasaan" ujar Alfred sembari melempar pulpen ke arah Lan
"Riset kehidupan ku telah membuktikannya" gumam Lan pelan
"Apa yang kau katakan" tanya Alfred dengan mata tajamnya
"Bukan apa-apa bos" ujar Lan
"Lalu bagaimana akhir dari kisah tersebut"
"Mereka akhirnya menikah karena pria itu juga jatuh cinta dengan wanita yang di prank tadi" ujar Lan dengan senyum mengembang nya