I'M Sorry My Wife

I'M Sorry My Wife
Kencan Sukses 100%



Azril dan Rara berjalan memasuki bioskop yang berada di dalam mall, kedua orang ini benar benar menarik perhatian yang lain, sadar akan pusat perhatian tertuju ke arah mereka berdua Rara langsung menggenggam tangan Azril, Azril menatap ke arah jari jemari nya yang di genggam dengan erat oleh Rara tanpa sadar seulas senyuman terlihat di wajah tampannya


"Lihat ganteng banget ya mereka berdua cocok, yang satu tinggi yang satu agak pendek tapi sama-sama tampan"


"Iya mau dong jadi perusak hubungan diantara mereka"


"Waw BL"


"Sayang ya genteng-ganteng gak normal"


"Berbaik sangka, kali aja mereka adek kakak atau sahabatan gitu"


"Gak ah aku maunya berburuk sangka aja"


Bisikan kaum wanita mulai terdengar di telinga mereka berdua, senyum indah yang terukir dari bibir Azril perlahan luntur begitu saja, wajahnya kini menunduk malu karena menjadi bahan pembicaraan yang tidak-tidak


"Mending gue deh biar muka pas-pasan tapi masih waras"


"Gak pa pa aku jomblo seenggaknya aku masih normal"


Kini terdengar ucapan kaum pria yang membicarakan mereka berdua


Rara tersenyum puas karena rencananya berjalan dengan sempurna


"Kamu ngantri tiket ya, biar aku yang beli popcorn, bagi uang buat beli popcorn sama minuman" bisik Rara pelan, dia tidak mau rencananya gagal karena suaranya terdengar lembut layaknya perempuan normal


Azril hanya menganggukkan kepalanya, dia merogoh saku celananya untuk mengeluarkan dompetnya


"Ini" sodoran uang beberapa lembar berwarna merah telah berpindah ke tangan Rara, dia segera pergi untuk mengantri membeli popcorn lengkap dengan minumannya


Setelah mendapatkan tiket Azril berjalan menemui Rara yang tengah duduk di kursi yang telah di sediakan di sana, tampak beberapa orang wanita yang sedang mengajaknya mengobrol namun sedari tadi Rara hanya tersenyum dan sesekali menganggukkan kepalanya atau bahkan menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan mereka


"Ayo" ujar Azril yang mengambil popcorn porsi jumbo di sebelah Rara serta salah satu minuman di tangan Rara


Seketika Rara langsung memeluk lengan Azril dengan mesra yang membuat para wanita tadi merasa kecewa "Ganteng-ganteng tapi kok....." gumam salah satu diantara mereka pelan


Lagi-lagi Azril hanya menunduk menahan malu "Ya Allah kuatkan hamba Mu ini" batin Azril meringis


Kini mereka berdua telah duduk manis di ruang bioskop


"Ini film apa?" bisik Rara pelan


"The Bos Baby" ujar Azril pelan


"Kartun?"


"Iya"


"Oh"


"Kamu gak suka, habis tadi aku bingung mau pilih film apa, mau nyusul kamu tapi udah nyampe antrian depan"


"Gak pa pa, ini juga bagus"


Ketika film di mulai Rara tampak fokus ke depan begitupula Azril, sesekali Rara tertawa kala ada adegan lucu dan menggemaskan, Azril tersenyum kala melihat wajah Rara perlahan bibirnya ia dekatkan ke telinga Rara


"Kamu juga mau punya bayi?" tanya Azril dengan bisikan nya


"Hooh, tapi yang animasi kayak gitu" ujar Rara sembari menunjuk ke depan


"Iya nanti kita coba" ujar Azril


"Gimana caranya?" tanya Rara penasaran


"Nanti aku ajarin" ujar Azril dengan senyum mengembangnya


Melihat Azril tersenyum terlintas di pikirannya untuk melakukan sesuatu, perlahan kepala Rara bersandar di bahu Azril, telapak tangannya ia satukan dengan milik Azril, kini jari jemari mereka bersatu dalam genggaman


Senyuman Azril bertambah melebar kala perlakuan Rara yang seperti pasangan pada umumnya hingga ia melupakan pandangan orang lain akan mereka berdua, ya Azril melupakan orang-orang yang tengah menatap mereka aneh sembari bergidik ngeri kala melihat keromantisan mereka, apalagi yang duduk di samping mereka sudah pasti tatapan horor dilayangkan


"Habis ini mau kemana?" tanya Azril ketika mereka sudah keluar dari ruang bioskop


"Mau makan, makan apa ya enaknya"


"Mau makan seafood?" tawar Azril


"Gak ah gak mau, mau steak ayam aja" ujar Rara


Azril membawa Rara menuju sebuah restoran, karena ini malam minggu tentu saja restoran tersebut di penuhi dengan para pasangan yang sedang kencan, dan ini merupakan waktunya bagi para jomblo untuk mengunci diri mereka di rumah masing-masing


"Mau pesan apa?" tanya Azril yang menyodorkan buku menu di hadapan Rara


"Crispy chicken steak, potato wedges, sama sosis chorizo chicken"


"Oh ya minumnya jus alpukat"


Pelayan itu mencatat seluruh pesanan yang di ucapkan Rara


"Crispy chicken steak, jus alpukat sama sosis original"


"Baik bos" kini giliran pesanan Azril yang di catat, setelah mencatat semua pesanan mereka berdua pelayan itu segera pergi


Rara tak henti-hentinya menatap lekat ke arah Azril sembari menunggu makanan nya datang hingga membuat suaminya itu menjadi salah tingkah, dalam hati Rara tersenyum puas kala melihat tingkah Azril


"Salting salting dah tu" batin Rara sinis


"Permisi bos" ujar pelayanan yang mulai menyajikan makanan di meja mereka berdua


"Sttttt suapin dong" ujar Rara penuh harap


"Hah kenapa? tangan kamu sakit?" tanya Azril bingung


"Bukannya kemarin dia udh beli buku masih aja gak peka" batin Rara kesal


"Gak cuma pingin di suapin aja sama SUAMIKU" Rara menekankan kata suami padahal dirinya sendiri tidaklah yakin bahwa pria yang ada di hadapannya ini adalah suaminya


"Oh iya boleh" tangan Azril segera mengambil piring Rara dengan gemetaran, dilihat dari tingkah nya rupanya Azril grogi pasalnya dia sama sekali tidak pernah berhubungan sedekat ini dengan wanita selain ibunya apalagi di tempat umum, bahkan sama Azizah pun tidak pernah sampai tahap ini


Suapan demi suapan Azril berikan kepada Rara, Rara hanya tersenyum sembari mengunyah makanannya, sesekali Azril mengusap lembut bibir Rara dengan tisu kala menemukan saus yang menempel pada bibirnya, dan tak lupa dia juga menyuapi dirinya sendiri


Tanpa sengaja Azril melirik ke arah lain "Astaghfirullah" ujar Azril spontan kala mendapati diri mereka menjadi pusat perhatian, bayangkan saja hampir semua orang yang sedang menikmati makanan di sana memandang aneh ke arah mereka berdua, bukan hanya pelanggan melainkan para karyawannya turut ikut menyaksikan aksinya, jatuh sudah harga dirinya di hadapan semua karyawannya


"Emmm ra kamu makan sendiri aja ya" ujar Azril menahan malu, piring Rara kembali ia geserkan ke hadapan Rara


"Kalau gitu aku gak mau makan" ujar Rara yang melengkung bibirnya ke bawah


Dengan sangat sangat sangat terpaksa akhirnya Azril menyuapi Rara hingga makanan di mejanya tandas begitu saja


Rara menutup mulutnya menahan tawa melihat ekspresi Azril, nampaknya dia benar-benar puas malam ini


"Habis ini kita kemana ya?" tanya Rara


"Ra kita pulang aja yuk" bujuk Azril


"Kok pulang sih, ini malam minggu loh" pekik Rara


"Gimana kalau besok kita jalan lagi, tapi kamu jangan berpakaian kayak gini ya" Azril terus membujuk Rara


"Bilang aja kamu gak suka jalan sama aku"


"Bukan gitu sayang tapi......"


"Tapi apa hah, ya udah ayo pulang" Rara langsung berjalan menuju parkiran


"Udah ah untuk malam ini besok besok lagi" batin Rara


Melihat tingkah Rara Azril mengacak-acak rambutnya frustasi


"Tolongin mental hamba ya Allah" batin Azril meringis


Lagi-lagi di dalam mobil tidak ada percakapan sama sekali hingga mobil telah sampai di gerbang rumah milik Rara


"Ra udah....." Azril menghentikan ucapannya kala melihat Rara yang tertidur pulas


"Walaupun kamu tadi ngerjain aku habis-habisan ntah kenapa aku sama sekali tidak bisa menolaknya" gumam Azril yang menatap lekat ke arah istrinya


.


.


.


Ada yang tahu BL itu apa???