I'M Sorry My Wife

I'M Sorry My Wife
Kerja Di Restoran Bagian .......



Uminya ikut menggeleng melihat tingkah menantunya


"Dia dulu ngajar kan mi di pesantren, tapi sekarang udah gak, itu yang Rara tau" ujar Rara


"Iya itu dulu kalau sekarang dia fokus kerja di restoran ra"


"Apa" pekik Rara terkejut, ada raut ekspresi tak suka yang umi tangkap dari wajah menantunya


"Kenapa? kamu malu?" tanya umi hati-hati, uminya menyimpulkan bahwa Rara menganggap Azril bekerja sebagai pelayan di sana


"Iya iyalah mi" ujar Rara antusias


"Kenapa?" ada raut kecewa dari wajah uminya


"Bagaimana bisa dia kerja di restoran sedangkan dia gak bisa masak sama sekali mi, malu-maluin banget, kok ada ya restoran yang mau merekrut dia aneh, Rara kasian aja sama pemilik restoran nya"


"Bahkan ya mi tukang parkir di restoran aja bisa masak" ujar Rara asal


"Umi tau sendiri kan kemarin masakannya dia tawar banget, meskipun itu ikan tawar seenggaknya ada rasa lah ya, masak kemarin dia bilang namanya juga ikan tawar ya rasanya tawar, terus kalau ikan gabus rasanya kayak makan gabus gitu, kalau ikan mas rasanya kayak makan emas gitu, kalau ikan sapu-sapu rasanya kayak makan sapu gitu, kalau ikan kembung rasanya kayak makan angin gitu bikin kembung, gak masuk akal kan mi dia" gerutu Rara sebal


"Hahahaha" bukannya marah uminya malah tertawa mendengar ocehan Rara apalagi didukung dengan ekspresi wajah Rara


"Dia emang gak bisa masak ra, tapi Alhamdulillah dia bisa kerja di restoran"


"Baik banget ya Allah itu mi"


"Iya dong ra, kalau Allah bilang Kun Fayakun maka sesuatu yang tidak mungkin akan menjadi mungkin, sekarang kamu berangkat ya nanti keburu habis jam makan siangnya, hati-hati ya" uminya sedari tadi tak henti-hentinya tersenyum mengingat ocehan Rara, andai suaminya di sini pasti dia juga akan tertawa mendengar ocehan menantunya


"Ya udah kalau gitu Rara berangkat ya mi, nanti Rara bawain oleh-oleh brownies, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, Rara Rara ada-ada aja, bisa awet muda nih aku" gumam umi yang melepas kepergian menantunya dengan senyuman


***


"Besok-besok kalau di tanya jawab dong pak" ujar Rara sebal, dari tadi dia bertanya malah dianggap angin lalu


Pak Mino hanya tersenyum sembari memberikan isyarat menggunakan jarinya, butuh beberapa menit hingga Rara akhirnya menyadari sesuatu


"Nyuwon ngapuro pak" ujar Rara menunduk, ada rasa bersalah yang menyelimuti dirinya, maunya sih sungkeman tapi gimana pak Mino kini berada di dalam mobil sedangkan dia sudah keluar


Pak Mino tersenyum melihat tingkah Rara, ia melambaikan tangannya bertanda akan pamit pulang


"Aduhhhh" Rara menepuk-nepuk dahinya


"Nanti minta maaf lagi deh"


Rara melangkah memasuki restoran "Waw mewah, ehhhh tunggu dulu aku pernah ke sini"


"Akhhh aku ingat waktu kencan pertama kali hehehehe" Rara terkekeh mengingat hal yang menyenangkan bagi dirinya seumur hidup


"Silahkan mbak, pilih tempat duduk sesuka mbak di bagian sana" ujar pelayan restoran yang menunjuk bagian kiri


"Bagian sana sudah di pesan" kemudian ia menunjuk bagian kanan


"Wesek baru masuk udah di sambut" batin Rara


"Saya ke sini mau nyari pak Azril mas, ada orangnya?" tanya Rara


"Maaf mbak?"


"Pak Azril..... siapa ya nama lengkap nya" Rara berusaha mengingat-ingat kembali, pasca kecelakaan otaknya agak sedikit bermasalah


"Ya itu lah pokoknya"


"Mohon maaf mbak bisa kasih info yang lebih jelas?" ujar pelayan ramah


"Saya mau ketemu pak Azril, dia kerja di sini kok, rekan kerja kalian"


"Jika yang mbak maksud pak Azril Athallah maka mbak harus buat janji terlebih dahulu"


"Kok gitu"


"Ya memang seperti itu mbak, soalnya beliau atasan saya"


"Ya udah deh nih titip, suruh habisin makanan nya, jangan sampai ada sisa" Rara menyerahkan dua bekal sekaligus, ya kali dia mau nebeng tempat duduk di restoran hanya untuk memakan bekal nya, apalagi restoran ini cukup mewah udah di pastikan dia bakal kehilangan muka


"Baik mbak, dari mbak siapa?"


"Bilang dari RARA" ujar Rara yang menekan namanya


"Baik mbak"


Rara langsung melangkahkan kakinya ke luar "Mana tadi bilang mau pulang bareng mas Azril lagi" dumel Rara


"Astaghfirullah, no nya mana lagi" pekik Rara lemas


"Ada kemarin di sini, masak dia lari sih, apa udah aku hapus, perasaan cuma aku blok doang deh" Rara menscroll layar hp ke atas ke bawah secara berulang-ulang namun hasilnya nihil


"Rara" panggil Azril dari belakang, tangannya menenteng tas bekal makanan yang tadi Rara titipkan


"Ehhh mas, baru aja di pikirin udah nongol, hehehehe"


Azril segera meraih hp dalam genggaman Rara


"Makanya jangan di blok, jangan di hapus"


"Siapa suruh kamu nyadap hp aku, siapa suruh kamu pasang pelacak di hp ku" ujar Rara sebal, untung dia pintar maka sehabis dari Sidoarjo ia meminta bantuan Lan untuk memperbaiki hpnya agar tak mampu terdeteksi oleh Azril lagi


"Itu demi kebaikan kamu ra" ujar Azril


"Ayo makan di dalam, mas gak nyangka lo dapet surprise dari kamu" bisik Azril


"Siapa yang ngasih surprise, aku cuma mau nunjukin bakat terpendam ku" alibi Rara


"Wahhh istri mas pinter masak ternyata ya, kok mas baru tahu"


"Jelas dong, emang seseorang yang kerjanya di restoran tapi gak bisa masak sama sekali"


Jlebbb


"Aduh kok nusuk gitu ya" batin Azril meringis


Mereka memasuki restoran kembali, Rara mendudukkan dirinya di salah satu tempat duduk yang telah di sediakan untuk pelanggan, Azril malah ikut duduk di sana, dia pikir istrinya capek berdiri makanya dia memilih untuk duduk terlebih dahulu


"Mas bagian apa sih di sini?" tanya Rara sembari berbisik


"Bagian nerima uang" ujar Azril santai


"Issss yang bener, siapa sih pemilik nya? pasti otak orangnya agak mencong tapi baik hati"


"Otak mas gak mencong kok ra" ujar Azril membela diri


"Siapa yang bilang otak kamu mencong, aku bilang pemiliknya"


"Bayangin aja orang yang cuma punya kemampuan masak air aja di terima kerja di sini, itu namanya otaknya agak mencong tapi baik hati" ujar Rara


"Siapa orang yang seperti itu perasaan...."


"Kamu lah mas, masih gak sadar diri" ujar Rara yang menunjuk ke arah Azril


"Ehhhh hahahaha" Azril malah tertawa melihat tingkah Rara, bener juga perkataan istrinya


"Issss malah ketawa lagi, ngetawain diri sendiri ya"


"Mas ngetawain kamu sayang, kamu lucu banget" Azril mencubit pipi Rara pelan


"Udah ah ayo keluarin makanannya aku laper"


"Eh iya iya ayo" dengan sigap Azril membuka bekal makanan yang telah di siapkan istri nya


"Kamu gak malu makan di sini? makan di tempat istirahat kamu aja"


"Gak lah ngapain malu"


"Tapi masak kita ke restoran bukannya mesen malah bawa bekal sendiri, namanya numpang tempat makan dong"


"Gak pa pa, mmmm mau pesen minuman?"


"Eh iya pesen minuman aja"


"Mas" Azril mengangkat tangannya sembari memanggil salah satu pelayan terdekat yang sedang menyajikan makanan di meja lain


"Ada apa bos?"


"Ini saya mau pesan........"


Rara menatap gerak gerik dua orang yang ada di hadapannya, ada yang aneh tapi apa ya......


"Oh sh**" umpat Rara


_______________


Jan lupa like comment and vote, terimakasih semua bagi para pembaca 🤗