I'M Sorry My Wife

I'M Sorry My Wife
Panggilan Sayang Berujung Malang



"Assalamualaikum ra" Azril mendekati istrinya yang asyik memainkan hp, dia baru saja melaksanakan shalat subuh di musholla rumah sakit


"Waalaikumsalam" ujar Rara tanpa menatap orang yang mengucapkan salam dia masih fokus menatap layar hp


Azril mengusap lembut kepala Rara "Kalau kamu sudah keluar dari rumah sakit kita ke salon ya" ujar Azril


Rara mendongakkan kepalanya menatap Azril dengan tatapan tajam, kemudian dia menepis tangan Azril yang berada di atas kepalanya


"Gak mau pergi sama kamu" ujar Rara yang kembali fokus pada hpnya


Azril tersenyum tipis mendengar penolakan dari istrinya dia mengalihkan pandangannya menatap ke arah fokus sang istri


"Kamu mau makan apa buat sarapan nanti?" tanya Azril


"Mau bubur lobster" ujar Rara yang menatap ke arah Azril penuh harap


"Ok nanti aku bawain ya" Azril tersenyum senang karena Rara tidak menolak tawarannya


"Kalau minumnya mau apa?"


"Mau jus alpukat" ujar Rara cepat


"Siap, oh ya itu hp siapa?" tanya Azril yang menatap hp yang sedari tadi di genggam oleh istrinya, nampaknya hp itu lebih penting dari pada dirinya


"Hp mama" ujar Rara yang kembali fokus pada layar hp


"Rara pakai hp aku aja ya" Azril langsung mengambil hp yang berada di tangan Rara dan menggantinya dengan hp miliknya


"Gak mau ih balikin hp nya" ujar Rara yang berusaha meraih hp mamanya


"Pakek punya suami kamu aja ya" Azril tak enak hati kala melihat Rara yang meminjam hp mertuanya, padahal Rara kini sudah menjadi tanggung jawabnya tapi dia masih belum bisa memenuhi semua kebutuhan istrinya


Mendengar kata suami Rara kemudian berfikir "Apa aku pakek hp nya aja kali ya siapa tahu aku bisa mendapat petunjuk dari hp orang ini" batin Rara


Akhirnya Rara mengambil hp Azril dan mulai mengutak-atik hp tersebut tanpa sungkan


Hal pertama yang Rara buka adalah wa nya, dia mencari nama panggilan dia di sana namun hasilnya nihil, akhirnya dia mengetik nama lengkapnya yang kemarin baru di beritahu oleh papa mamanya mengenai identitas dirinya


"Kamu nyari no hp kamu ya yang, maaf ya waktu itu hp kamu hilang terus hp aku ke restart jadi di sana tidak ada kontak kamu" ujar Azril berbohong, bagaimana mungkin dulu Azril mau menyimpan kontak Rara ketika nama Azizah masih melekat di hatinya, bahkan dulu ia masih menyematkan nama Azizah di wa miliknya hingga ada kejadian yang menimpa Rara barulah ia melepaskan sematan serta mengubah nama kontak Azizah yang dulu bertuliskan istriku menjadi nama semula yaitu Azizah


Rara mengerutkan keningnya "Gak usah manggil aku yang emangnya aku kuyang apa?" ujar Rara sinis


"Ehh katanya seorang wanita suka dengan panggilan sayang dan itu merupakan kunci untuk meluluhkan hati seorang wanita" batin Azril dalam hati


"Kalau gak suka di panggil yang apa mau di panggil beb?" tanya Azril bingung sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, harus dari siapa dia belajar meluluhkan hati seorang wanita, perkataan Faishal memang tidak bisa di percayai, bagaimana bisa dia bertanya pada orang jomblo seperti Faishal


Dulu ketika dia mengatakan ingin ta'aruf dengan Azizah langsung diterima dengan sangat baik olehnya, ini karena Azizah juga menyukainya, lantas bagaimana jika dengan Rara yang sama sekali tidak menyukainya bahkan kini nampaknya Rara sangat membencinya


"Oh jadi sekarang kamu nganggep aku beban iya" lagi-lagi Rara berkata dengan judes


"Ehh gak kok ra, aduh kok jadi salah lagi ya" ujar Azril yang gelagapan bagaimana bisa dia berfikiran bahwa beb itu diambil dari kata beban


"Kalau gitu by aja gimana, kan itu mirip sama kamu yang punya wajah baby face" ujar Azril sembari mencubit pipi Rara pelan


"Enggak ra, enggak beneran, maksud aku baby ra sumpah" wajah Azril terlihat panik kala melihat wajah marah Rara


"Ayang iya ayang, jangan marah dong ayang" bujuk Azril, mungkin ini panggilan yang tepat untuk istrinya itu


"Aku bukan cenayang" bentak Rara


"Hahahaha" suara tawa dari balik pintu membuat Rara dan Azril menengok ke arah pintu yang ternyata telah terbuka sedikit


Azril langsung melangkahkan kakinya dan membuka lebar pintu tersebut, betapa malunya dia kala melihat kedua orang tuanya serta mertuanya berada di balik pintu


"Hahahahaha" abi Azril tak henti-hentinya tertawa kala melihat perilaku langka yang di tunjukkan Azril di depan istrinya sendiri


"Mas udah ih" tegur istrinya yang menahan senyum agar tidak ikut terbawa suasana


Bahkan kedua mertuanya juga ikut tertawa melihat kelakuan putrinya serta suami dari putrinya tersebut


"Sejak kapan di situ?" tanya Azril yang menahan malunya


"Gak lama kok, saat kamu manggil istri kamu yang" ujar abi Azril yang masih cekikikan


"Itu lama namanya abi" degus Azril kesal dia langsung keluar dari ruangan Rara


"Eh mau kemana Azril kita ganggu ya?" tanya papa Rara sembari tersenyum tanpa wajah bersalahnya


"Ah gak kok pa, ini Azril mau beliin bubur lobster untuk Rara tadi Rara bilang pingin sarapan itu, oh ya yang lain mau sarapan apa biar sekalian Azril belikan" ujar Azril tersenyum malu


"Apa aja Azril tapi ini benar kan kita gak ganggu?" tanya mama Rara


"Gak kok ma, Azril titip Rara ya ma pa abi umi" setelah mendapat anggukan dari mereka semua Azril pergi membeli makanan untuk sarapan


Dia mengemudikan mobilnya menuju restoran seafood miliknya, dan memesan bubur lobster pesanan istrinya serta memesan menu sarapan lain untuk keluarganya


Ketika pulang dia melewati sebuah toko buku yang baru saja di buka di pinggir jalan, terlihat pegawai nya masih merapikan buku-buku serta majalah yang akan di pajang di depan


Azril menghentikan mobilnya tepat di depan toko buku tersebut, dia turun dari mobilnya


"Selamat datang mas ada yang bisa saya bantu" ujar pegawai tersebut ramah


"Saya mau lihat-lihat dulu ya mbak" ujar Azril sopan


"Oh baik mas silahkan masuk" pegawai tersebut mempersilahkan Azril untuk masuk ke dalam


Matanya memandang seluruh rak-rak yang dipenuhi dengan buku-buku yang tertata rapi, pandangannya terus berjalan hingga berhenti kala melihat sebuah buku dengan judul "Tips memikat hati wanita"


Azril mengambil buku tersebut, membolak-balikkannya kemudian dia membaca sinopsis yang ada di belakangnya dengan khusyuk


Azril memutuskan untuk membeli buku tersebut, dia berjalan menuju kasir namun langkah nya terhenti kala merasa kurang puas dengan satu buku, akhirnya dia berbalik haluan kembali menuju rak tadi


"Permisi sebentar mbak saya mau mengambil buku itu" ujar Azril sopan kala melihat seorang perempuan bergamis yang tengah menutupi rak tempat buku yang sedang Azril cari