
Rara menusuk-nusuk pelan kedua pipi bayinya dengan jari telunjuknya yang tengah tertidur lelap
"Kenapa gak mau sama mamah"
"Gak kangen sama mamah, padahal mamah kangen" gumamnya
Azril memasuki kamarnya, matanya menatap ke arah istrinya yang sedari tadi berdiri dekat box bayi
"Sayang" panggil Azril, ia memeluk Rara dari belakang
"Kenapa mereka gak mau di gendong sama aku?" tanya Rara lirih
"Mereka masih kaget ra, pelan-pelan aja ya, lama-lama pasti mereka mau"
"Ra bagaimana keadaan kamu?"
"Apa kondisi mu sudah merasa lebih baik?"
"Ra kenapa pergi begitu lama hingga tak ada kabar sedikit pun" Azril membenamkan wajahnya di ceruk leher Rara, pelukannya semakin erat
"Mas khawatir, sangat khawatir, kenapa kamu menyiksa mas sedemikian rupa"
"Setidaknya beri mas sedikit kabar tentang kamu"
Rara menepuk nepuk kepala Azril yang tengah bertengger di bahunya
"Jangan nangis nanti Rara juga ikut nangis"
"Gak pa pa kita nangis bareng bareng"
"Gak mau" Rara mendorong mundur kepala Azril hingga laki-laki itu melepaskan pelukannya
"Jangan pergi lagi... kalau mau pergi mas ikut"
"Terus mas kerjanya gimana nanti aku Ay dan Av mau di kasih makan apa?" tanya Rara
"Makan nasi" Azril kembali membawa Rara kedalam pelukannya rasanya tak puas melepas rindu
"Mas rasanya pengap dari tadi kamu peluk peluk terus"
"Kamu gak kangen sama mas?"
"Kangen tapi aku masih sayang nyawa"
"Tadi siang kamu ke toko kue kan, toko kue happiness? itu kamu kan tadi di sana, mas gak salah orang kan?" tanya Azril beruntun
"Kalau iya kenapa kalau gak kenapa?" tanya Rara balik
"Kalau iya kamu jahat bohongin mas, kalau gak berarti mas salah orang karena terlalu merindukan mu"
"Tapi... mengingat toko kue itu langganan kamu dan milik tante kamu mas jadi semakin yakin kalau itu kamu"
"Hahahaha iya itu Rara hahahaha itu Rara" Rara tertawa karena berhasil menjahili suaminya, meski ia merasa kasihan melihat wajah frustasi suaminya kala itu
Azril mengacak rambut Rara gemas bercampur kesal "Tega banget kamu ra, gak lucu tau"
"Eh lucu tau mas, pasti mas berfikir aku kehilangan ingatan lagi kan?" tebak Rara
"Iya" Azril mengangguk membenarkan ucapan Rara, awalnya ia memang menduga seperti itu
"Pokoknya jangan tinggalin mas lagi"
"Tergantung situasi dan kondisi aja sih mas" ujar Rara
"Jangan pokoknya jangan kalau mau pergi bawa mas, udah sekarang kamu istirahat, pasti capek"
Azril menuntun istrinya ke ranjang untuk istirahat
Bahkan semalaman pun ia tak melepas pelukannya pada sang istri hingga membuat Rara bermimpi ketimpa belasan gajah
***
"Ra kok mata kamu kayak panda?" tanya Azril polos
Rasanya kepala Rara pening, ia tidur tak nyenyak bahkan berkali-kali terbangun, berbeda dengan Azril yang sangat sangat menikmati tidurnya lantaran obat tidur yang sesungguhnya telah berada dalam pelukannya
"Ehh gak pa pa mas, cuma mimpi ketimpa gajah aja, ehhh pas bangun beneran ketimpa"
"Ya udah kamu istirahat lagi aja, biar mas jagain di samping" ujar Azril
"Iya ini mau tidur lagi nanti jam sembilan, beresin koper dulu"
"Gak usah ra biar mas aja, kamu gak boleh kecapekan" ujar Azril
"Gak ah Rara sendiri aja yang beresin"
"Lah gak usah biar mas aja"
"Mas kamu kenapa sih, misi ih" Rara membuka salah satu kopernya
"Bagus ra" ujar Azril yang duduk di samping Rara, tangannya sedari tadi modus melingkar di pinggang Rara
"Lucu kan ya, pasti mereka senang" ujar Rara antusias
"Iya" Azril tersenyum, ia tak henti-hentinya melihat wajah manis Rara
"Ini buat bi Wawa" Rara menyisihkan pakaian serta tas yang akan ia berikan untuk bi Wawa
"Ini untuk abi, umi, kak Ammar dan mbak Ita" Rara mengelompokkan oleh olehnya agar mudah memberikannya
"Ini buat mbak Sita" meski ia baru tadi pagi melihat baby sitter itu ia sudah menyiapkan oleh-oleh untung belinya lebih
"Mas kamu gak main gila kan sama mbak Sita?" tanya Rara tajam
"Astaghfirullah ra, pikiran kamu, ya gak lah, mas mati matian menahan rindu tau" ujar Azril
"Awas kalau kamu bohong mas"
Rara kembali mengubek-ubek kopernya
"Oleh-oleh buat mas mana?" tanya Azril, mengingat hampir semua orang Rara belikan otomatis ia juga dapat, secara ia adalah suaminya
"Oh ya untuk mas Azril" Rara pura-pura terkejut tanda lupa
"Yah mas, sisa jaket wanita kamu mau?" tanya Rara dengan tatapan bersalah
"Yahhh masak mas pakai jaket wanita"
"Maaf ya mas lupa" ujar Rara melas
"Ya udah gak pa pa, udah biasa di lupain"
"Ehhh mas kan dah dapet"
"Mana?" Azril nampak bingung pasalnya ia tak menerima apapun dari Rara
"Ini" Rara langsung masuk ke dalam pelukannya Azril
"Rara oleh-oleh nya" ujar Rara sembari memperlihatkan deretan gigi pepsodentnya
"Ya Allah dia tambah manis aja" batin Azril
"Ah iya kamu benar sayang" Azril mengeratkan pelukannya
"Kalau gitu boleh mas makan oleh-olehnya sekarang?" tanya Azril lembut
"Hah ngak" Rara tau maksudnya apa maka dari itu ia berusaha melepaskan diri
"Sayang udah lama lo" pinta Azril melas, hadiah terbaik yang ia dapat adalah Rara telah kembali dalam pelukannya
"Ahhh aku cuma bercanda mas lepasin dulu, ada sesuatu yang ingin aku beri ke mas" ujar Rara
"Beneran?"
"Iya makanya lepasin"
"Awas kamu bohong"
"Iya"
Azril melepas pelukannya, Rara pun kembali mengubek-ubek kopernya
Ia mengeluarkan bingkai foto, sebuah foto dengan keluarga barunya
"Ini untuk mas"
Azril menerima bingkai foto itu, dilihat Rara tengah tersenyum lebar sembari memeluk boneka salju yang besar, di depannya terdapat dua boneka salju kecil nan imut menggemaskan
"Ini..."
"Ini aku, ini mas, ini Av dan ini Ay" Rara menunjuk satu-satu isi foto tersebut
"Ternyata kabar kamu selingkuh dengan boneka salju itu benar ya" Azril terkekeh melihat foto itu, nampak Rara tak ada beban sama sekali, ia bersyukur bahwa Rara baik-baik saja di sana
"Terimakasih sayang" lagi-lagi Azril membawa Rara ke dalam pelukannya, aroma parfum Azril terus menyeruak di hidung Rara, aroma yang menenangkan namun bikin sesak karena Azril memeluknya dengan sangat erat
"Ini juga" Rara menyodorkan jam tangan ke arah Azril, ia tahu pasti bahwa suaminya selalu memakai jam tangan
"Makasih sayang" ciuman bertubi-tubi Azril layangkan pada wajah sang istri
"Mas geli" celetuk Rara kesal, wajahnya jadi lembabkan
"Maaf ra, mas terlalu bahagia"
***
👥👥👥👥👥