I'M Sorry My Wife

I'M Sorry My Wife
Apa Aku Istri Kedua?



"Permisi sebentar mbak saya mau mengambil buku itu" wanita tersebut mematung kala mendengar suara seorang pria yang sepertinya ia mengenali suara milik siapa itu


"Mbak permisi sebentar" Azril mengulang ucapannya kala melihat wanita tersebut yang tak kunjung bergeser tempat


Seketika wanita bergamis itu tersadar dan menggelengkan kepalanya pelan "Mungkin aku berhalusinasi" batin wanita tersebut, kemudian ia menggeser badannya menjauh dari Azril tanpa membalikkan tubuhnya


Setelah mendapat celah Azril segera mengambil buku yang berjudul "Memikat Hati Istri" dengan cover yang berwarna pink, ia tersenyum tipis kala membaca sinopsis yang tertera di belakang cover buku tersebut


Tanpa sepengetahuan Azril wanita di sampingnya ini melihat semua gerak geriknya, hatinya terasa teriris kala Azril mengambil buku bercover pink tersebut, bukan karena covernya melainkan karena judul yang tertera pada cover bagian depan, apalagi ketika melihat Azril tersenyum yang tambah membuat hatinya perih seakan-akan taburan garam melumuri hatinya yang sudah teriris


"Mas Azril" tanpa sadar wanita bergamis itu menggumamkan nama pria yang berada di sampingnya dengan jarak sekitar lima belas centimeter


Azril mengarahkan pandangannya ke arah wanita bergamis yang dia yakini bahwa wanita itu menyebut namanya


"Azizah" Azril terkejut kala bertemu dengan Azizah, terakhir bertemu kala mereka mengurus perceraian di kementrian agama


Azizah menatap dua buku yang kini tengah berada dalam genggaman tangan Azril, ia tersenyum pilu secepat itukah Azril melupakannya bahkan sampai kini Azizah masih tidak dapat melupakan mantan suami tercintanya


"Apa kamu sedang jatuh cinta? secepat itukah" tanya Azizah lirih


Pandangan Azril perlahan mengikuti arah pandangan Azizah, dia diam terpaku kala menatap dua buku yang berada di tangannya sendiri, apa karena ini Azizah bertanya seperti itu


"8 bulan bukanlah waktu yang lama" ujar Azril tanpa mengalihkan pandangannya


Azizah tersenyum miris "Tapi baru 3 bulan yang lalu kamu mengatakan bahwa kamu sangat mencintai ku"


"Maaf, aku tahu itu salah" Azril memberanikan diri menatap wanita yang kini telah berstatus sebagai janda karena dirinya


"Aku tidak akan mengatakan cinta padamu lagi, aku sadar bahwa kita tidaklah berjodoh" ujar Azril lirih, ntah kenapa hatinya merasa nyilu kala melihat raut wajah Azizah yang terlihat sedih, sorot matanya menyiratkan bahwa hatinya sedang terluka


"Dulu kamu bilang kan bahwa kamu ingin berpoligami dengan ku, bagaimana jika sekarang aku menerima ajakan mu itu" hati manusia siapa yang bisa menebak, dia dapat berubah kapan saja dan di mana saja bahkan hanya dalam kedipan mata


Azril kaget mendengar penuturan dari mulut Azizah, wanita yang lemah lembut itu dulu dengan tegas mengatakan enggan untuk di poligami karena tidak ingin menyakiti hati wanita lain, karena dia tahu pasti ketika Azril mempoligami mereka berdua maka cintanya hanya untuk Azizah dan mengabaikan Rara meski status Rara yang kini adalah istri pertamanya


Sebenarnya siapa yang untung dalam berpoligami, istri pertama yang tidak di cintai suaminya namun sah di mata hukum dan agama serta diakui banyak orang, atau istri kedua yang sangat di cintai oleh suaminya namun dianggap sebagai orang ketiga dan tidak di akui oleh hukum


"Zah kamu sadar apa yang sedang kamu bicarakan?" tanya Azril yang masih tidak percaya akan penuturan dari mantan istrinya


"Sadar mas aku sangat sadar, jujur saja aku masih tidak sanggup menjalani ini semua" ujar Azizah sendu


"Zah kau tahu ketika dulu aku mengajakmu untuk rujuk kembali dan menjadikan kamu istri kedua ku namun kamu menolaknya aku merasa sangat kecewa, aku sangat terpuruk, rasanya aku enggan melihat Rara, bahkan aku selalu menyalahkannya, namun kini justru aku malah bersyukur karena kamu menolak ku, aku sangat bersyukur karena aku tidak kehilangan dia, aku tidak bisa membayangkan apa jadinya nanti ketika aku mempoligami kalian berdua, mungkin seumur hidup ku hanya ada rasa penyesalan yang tak berujung" ujar Azril, raut kekecewaan Azizah begitu jelas terlihat matanya mulai berkaca-kaca


Tes tes tes air mata Azizah meluncur begitu saja kala mendengar perkataan Azril yang malah menyerahkan dirinya pada pria lain padahal Azril tahu pasti bahwa di hati Azizah hanya ada goresan namanya seorang


"Zah aku permisi dulu, assalamualaikum" Azril langsung pergi ke arah kasir untuk membayar dua buku andalannya untuk memikat hati istrinya, dia sudah membulatkan tekadnya untuk mengejar Rara


Setalah selesai membayar dia keluar dari toko tersebut menuju mobilnya, sebelum membuka pintu mobil kepalanya menoleh ke belakang tepatnya ke arah toko buku yang baru saja ia kunjungi "Dia sangat menyukai buku, ku harap mimpinya untuk memiliki toko buku sendiri bisa terwujud" gumam Azril, dia memasuki mobil dan menjalankan mobil tersebut menuju arah targetnya


"Assalamualaikum" Azril membuka pintu sembari membawa banyak makanan di tangannya, dengan sigap umi dan mamanya membantu Azril membawakan sarapan tersebut


"Isss lama banget sih" gerutu Rara sebal


"Maaf ya ra tadi ngantrinya lama" ujar Azril tangannya sibuk membuka kemasan bubur lobster untuk istrinya


"Heleh alasan" degus Rara


"Aaaaaaa" Azril mengarahkan sesendok bubur ke mulut Rara


"Aku bisa sendiri" Rara langsung mengambil alih sendok serta mangkuk bubur dari tangan Azril


"Wedeh aromanya enak banget nih" ujar Dariel sembari mendekat ke arah mereka berdua, ntah sejak kapan makhluk itu bisa berada di sini bukannya kerja malah kelayapan


"Nobi gue juga mau dong bubur kayak gitu" ujar Dariel yang sudah berada di samping adik iparnya


"Mmmm ini ada sih semangkuk lagi tapi nanti takutnya Rara kurang, apa mau aku pesankan saja" ujar Azril yang tak enak hati


"Lama atuh, udah ini buat aku aja Rara tuh kurus gitu mana mungkin dia mau nambah ya kan ra" Dariel langsung merampas bubur yang berada di meja, tanpa sengaja matanya menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya


Dia menaruh lagi bubur yang sudah berada di tangannya dan mengambil kresek yang baru saja menarik perhatiannya


"Trik Memikat Hati Wanita"


"Memikat Hati Istri"


Dariel membaca judul buku yang baru saja Azril beli dengan suara yang lantang hingga membuat seluruh keluarganya menatap ke arah Dariel


Azril langsung bangkit dari duduknya dan segera merampas buku yang berada di tangan kakak iparnya, wajahnya memerah menahan malu


"Hahahaha Nobi kamu tuh lucu banget sih, padahal kan dulu kamu sudah pernah memikat hati wanita hingga menuju ke pelaminan, ini yang kedua lo masih aja beli buku gituan" Dariel tertawa lepas hingga mengabaikan tatapan tajam dari semua keluarganya


Rara membelalakkan matanya "Sudah pernah menikah, berarti aku istri kedua?"