I'M Sorry My Wife

I'M Sorry My Wife
Kencan Pertama



"Rara bangun ayo shalat subuh dulu udah jam segini lo nanti keburu habis waktunya" Azril mengguncang guncangkan pundak Rara pelan


"Mmmmm lima menit lagi" ujar Rara dengan mata yang masih terpejam


"Sayang nanti waktunya habis" ujar Azril sembari menepuk-nepuk pipi Rara pelan


"Iya iya ah" Rara terduduk berusaha untuk mengumpulkan nyawanya kembali, ia berjalan sempoyongan menuju kamar mandi untuk berwudhu


Selesai shalat Rara merangkak kembali ke tempat tidur, semalam dia tidur terlalu larut hingga ia membutuhkan waktu tidur tambahan


"Ra kemarin kamu habis nangis?" tanya Azril yang mendekat ke kasur, namun tidak ada jawaban dari Rara nampaknya dia sudah pergi ke alam lain


Azril menatap lekat mata Rara yang agak membengkak sepertinya dugaannya benar bahwa semalam gadis ini menangis


"Dia kenapa lagi?" gumam Azril pelan


Pukul sembilan pagi Rara baru turun ke bawah dengan muka bantalnya, perutnya terasa lapar minta diisi


"Baru bangun ra, pasti kamu lapar kan ayo sini duduk sarapan dulu?" ujar mamanya yang menyiapkan sepiring nasi goreng lengkap dengan telur dadar di atasnya


"Kok sepi ma?" tanya Rara yang celingak-celinguk


"Hahahaha kamu nih kebiasaan kalau gak ada kegiatan sukanya sarapan kesiangan"


"Papa kamu kerja ke kantor, kak Alfred juga ke kantor dari semalam dia lembur pekerjaannya menumpuk, kak Dariel juga ke kantor, kalau suami kamu juga ke kantor" terang mamanya


"Perasaan semuanya ke kantor deh ma, kenapa gak sekalian aja bilang semuanya kerja ke kantor gak usah di absen satu-satu namanya" ujar Rara yang tengah menyantap nasi goreng dengan lahap


"Biar kamu ingat, oh ya ra gimana keadaan kamu apa udah baikan?" tanya mamanya yang kini duduk di hadapan Rara untuk menemani putrinya sarapan


"Sejauh ini baik kok ma"


"Jangan lupa nanti di minum obatnya habis makan"


Rara hanya mengangguk pelan


Sehabis makan ia dan mamanya berkeliling rumah agar Rara mengingat setiap inci bagian rumahnya, berjalan mengelilingi rumah yang nampak luas dan besar benar-benar sangat melelahkan, dasar orang kaya


Setelah acara berkeliling rumah ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya


"Ah bosen banget"


"Ngapain ya enaknya"


Rara duduk di kursi depan meja belajarnya sembari memutar mutarkan kursinya pelan


"Eh sekarang kan hari sabtu berarti nanti malam..... malam minggu dong" terlintas dipikirannya untuk melakukan suatu aksi yang cukup menyenangkan


***


"Assalamualaikum" Azril mengucapkan salam kala membuka pintu kamar Rara, dia baru saja pulang sehabis bekerja


"Waalaikumsalam" jawab Rara, perlahan kaki jenjangnya berjalan ke arah Azril yang tengah menyenderkan tubuhnya di sofa sembari memejamkan matanya, nampaknya dia kelelahan


"Ehmmm" Rara berdehem agar Azril dapat membuka matanya, benar saja Azril langsung membuka matanya dan duduk dengan tegap


Rara mendudukkan dirinya tepat di samping Azril "Nanti malam kamu ada acara gak?" tanya Rara to the point


Azril menggelengkan kepalanya "Gak ada kenapa memangnya?" Azril tersenyum kala Rara mau berbicara padanya lebih dulu


"Gimana kalau nanti malam kita kencan, mau gak?" ujar Rara sembari tersenyum licik, ntah Azril menyadarinya atau tidak


"Hah kencan? kamu serius?" tanya Azril, nampaknya dia cukup kaget akan ajakan Rara yang tiba-tiba


"Dua rius malah"


"Iya boleh, kamu mau jalan kemana memang?" tanya Azril kikuk, ini baru pertama kali bagi Azril untuk melakukan sebuah kencan, tentu saja bukan kencan buta karena yang mengajak kencan adalah istrinya sendiri


"Ya kemana aja, kita nonton bareng terus makan berduaan, terus jalan-jalan berduaan" ujar Rara yang membuat Azril senyam-senyum sendiri


***


Kini Azril duduk di sofa kamar sembari memainkan hpnya, dia menunggu Rara mengganti pakaian


"Ayo berangkat" ujar Rara yang membuyarkan konsentrasi Azril


Azril menatap ke arah Rara tanpa kedipan, dia meneguk saliva nya dengan susah payah


"Kenapa kok bengong, terpesona ya" Rara tersenyum sembari menaik turunkan alisnya


"Ra kamu..... kamu yakin pakai baju kayak ginian" ujar Azril masih dengan pandangan yang sama


"Iya ayo" Rara berjalan hendak keluar kamarnya namun tangan Azril berhasil mencegatnya


"Rara sayang ganti dulu yuk pakaian nya" Azril membujuk Rara agar dia mau mengganti pakaiannya


"Gak ah gak mau, ayo nanti kemalaman" Rara malah menepis tangan Azril dan bergegas keluar dari kamarnya


Azril hanya memijat pelipisnya melihat punggung Rara yang kian menjauh


Rara turun dari tangga dengan memasukkan kedua tangannya di saku celana


Mendengar suara langkah kaki menuruni tangga semua keluarga nya yang berada di ruang tamu menoleh ke arahnya, semua orang melihat Rara tanpa kedipan sama seperti Azril ketika menatap Rara tadi


"Ya Allah benarkah ini putriku" gumam papa dan mamanya miris


Rara yang mendapat pandangan seperti itu hanya cuek saja dan berjalan menuju sofa dengan gaya cool nya


"Waw adek gue ganteng juga ternyata" ujar Dariel yang menatap Rara penuh kagum


"Ra kamu mau kemana rapi banget?" tanya Alfred yang masih tidak percaya akan perubahan yang terjadi pada diri Rara "Kemana perginya princess ku yang imut itu" batin Alfred miris


"Mau kencan" ujar Rara sembari merapikan rambutnya


"KENCAN" semua keluarganya berteriak dengan kompak


"Pa ma bang" sapa Azril yang berada di belakang Rara dengan senyum canggungnya


"Kencan sama siapa kamu ra?" tanya papanya


"Sama dia" Rara menunjuk Azril dengan dagunya


"Hahahahahahaha gak pa pa dek semangat, semoga sukses ya kencannya" Dariel mengacungkan jari jempolnya


"Siap kak" ujar Rara santai


Mendengar perkataan kakak iparnya membuat Azril tersenyum miris bagaimana mungkin kencan seperti ini akan sukses yang ada dirinya akan dianggap sebagai orang yang tidak normal


"Pa ma kak aku pamit ya" ujar Rara yang langsung nyelonong keluar rumah


"Sabar ya Azril" ujar papanya yang menepuk-nepuk pundak Azril pelan


"Hahahaha syukurin lo" ujar Dariel yang terlihat puas menatap raut muka Azril


"Semua keinginan dia harus kamu turutin, semua perilaku dia harus kamu terima, karena ini semua berawal dari kamu" ujar Alfred dengan menekankan setiap kalimat nya


Setelah berpamitan dia menyusul Rara ke luar, terlihat Rara sedang menyenderkan diri di mobil miliknya dengan menyilang kan kedua tangannya di dada


"Lama banget sih" gerutu Rara


"Iya maaf, ayo masuk" Azril membukakan pintu mobil untuk Rara


Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan diantara mereka, Rara hanya memandangi jalanan lewat kaca mobilnya sedangkan Azril menyetir dengan tidak khusyuk, sedari tadi dia mencuri pandang pada orang disebelahnya


Rara mengenakan kemeja longgar dengan lengan yang digulung sedikit dipadukan dengan celana jiens hitam yang membuat penampilannya semakin waw, tidak lupa jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya menambah kesan gaya coolnya


"Apa kencan pertama ku seburuk ini" gumam Azril pelan