I'M Sorry My Wife

I'M Sorry My Wife
Ingat Jangan Percaya



Rara terbangun dari tidur lelapnya, ia menoleh ke samping memandang wajah Azril yang tengah memeluk dirinya


"Mimpi kah" gumamnya pelan


Rara memukul kepalanya pelan "Perasaan tadi aku berada di ruang tamu"


"Wajah dia kok jadi tampan lagi" ujarnya seraya meraba wajah Azril, perasaan tadi suaminya di pukul habis-habisan oleh sang kakak


Perlahan mata Azril terbuka menatap manik mata Rara yang sedari tadi memandangnya penuh kebingungan


"Kenapa? mau ke kamar mandi?" tanya Azril parau


Rara menggelengkan kepalanya, ia mencoba untuk duduk mencerna apa yang ia mimpikan tadi


Azril yang melihat Rara terduduk ikut mendudukkan dirinya


"Mau minum?" tanya Azril


Rara mengangguk mengiyakan hingga akhirnya Azril keluar kamar mengambil air untuk Rara, jalannya nampak sempoyongan akibat nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya


"Haishhh" Rara menghembuskan nafasnya, mimpi tadi terasa begitu panjang


"Bener cuma mimpikan" Rara memukul kepalanya dengan kedua tangannya


Azril yang melihat tingkah Rara segera menaruh gelas yang ia bawa ke atas nakas, kemudian ia meraih kedua tangan Rara, menggenggam tangan istrinya agar ia tak melukai dirinya sendiri, padahal Rara hanya ingin memastikan apakah tadi hanya sebuah mimpi


"Kenapa kepalanya di pukul?" tanya Azril panik, ia memandang wajah Rara yang nampak frustasi


"Kenapa aku bisa di kamar?" tanya Rara


Azril mengerutkan dahinya bingung


"Bukankah aku berada di ruang tamu, dan kamu......" Rara menghentikan ucapannya


"Tadi kamu ketiduran di depan tv, bukannya kamu yang nonton tv, malah tv yang nonton kamu, ya udah mas gendong kamu ke kamar" ujar Azril sembari tersenyum


"Akhhhhh bener cuma mimpi" gumam Rara, bukannya merasa lega ia malah merasa sedikit was-was


"Kamu mimpi buruk, mimpi apa?" tanya Azril, ia merapikan rambut Rara, menyelipkannya di belakang daun telinga milik istrinya


"Mimpi...." Rara menatap wajah Azril yang nampak menunggu jawaban Rara


"Akhhh sudah lah CUMI cuma mimpi" ujar Rara


"Kalau mimpi buruk alangkah baiknya meludah ke sisi kiri sebanyak tiga kali, berlindung kepada Allah serta mengubah tidurnya dari posisi semula" terang Azril


Rara mengangguk, ia segera meludah ke sisi kiri


"Sayang" pekik Azril kala melihat Rara meludah ke sisi kiri di atas kasur


"Meludah ke sisi kiri tiga kali" ujar Rara yang mengikuti gaya ucapan Azril, kemudian ia segera beranjak dari tempat tidur dan mengambil gelas di atas nakas


Azril mengusap wajahnya "Untung hanya kena selimut" ujar Azril, ia mengambil selimut tersebut dan memasukkannya ke ranjang pakaian kotor, kemudian ia membuka lemari mencari selimut yang baru


Rara menatap wajah keluarganya satu-satu saat sedang sarapan, tak ada yang aneh di sana, semua nampak seperti biasanya


"Benarkan cuma mimpi" gumam Rara


"Ra wajah kakak memang tampan gak usah terlalu di pandangi" tegur Alfred


"Hah sejak kapan kak Alfred jadi narsis gini" batin Rara


"Kamu kenapa ra, apa perutnya terasa sakit?" tanya mama khawatir


"Gak pa pa ma, hehehehe cuma lagi ngerasa aneh aja" ujar Rara


"Aneh kenapa?" tanya mama bingung


"Gak pa pa ma" timpal Rara lagi


"Ra nanti sehabis dari rumah sakit kita belanja ke butuhan bayi ya" pinta Azril


Rara mengangguk antusias, waktunya membelikan perlengkapan untuk sang buah hati, baju bayi, sepatu bayi, topi yang lucu ahh membayangkan itu semua membuat ia tak sabar ingin segera berbelanja


Belum lagi ia akan mendekor kamar buat twins baby, membeli keranjang bayi yang lucu, serta stroller baby


Setelah dari rumah sakit kini Rara dan Azril berjalan-jalan keliling mall, berbagai macam kebutuhan bayi ia beli, mulai dari pakaian, perlengkapan mandi, serta beberapa mainan bayi


"Mas ini topinya lucu kan?" tanya Rara, ia mencoba menaruh di atas kepalanya meski tak cukup


"Iya lucu, kamu yang pakai juga terlihat bagus"


"Apaan sih mas, ya kali aku pakai topi bayi" gerutu Rara


"Iya lucu" ujar Rara


"Kalau yang ini buat baby Av" Azril menyodorkan topi dengan telinga tikus diatasnya


"Isss emang anak kita tikus apa" ujar Rara tak suka


"Ehhh ya gak lah, ini kan cuma topi, cocok aja buat bayi laki-laki" ujar Azril


"Gak mau, cari yang lain, jangan tikus jorok dia" ujar Rara tak suka


"Iya udah iya, nih topi macan"


"Nah ini baru mending, biar dia bisa melindungi mamahnya dari perbuatan keji papahnya"


"Lah sayang mas gak keji kok" ujar Azril memelas


"Udah ayo ke sana, lihat-lihat stroller bayi" ajak Rara


Mereka belanja hingga menjelang sore hari


"Kalian udah pulang?" tanya mama yang menyambut kedatangan Rara dan Azril


"Iya ma"


Para pembantu dengan sigap membawakan belanjaan Rara dan Azril


"Mas udah pulang, lama banget sih, aku kan kangen" ujar seorang wanita yang menghampiri Azril


Azril tersenyum menatap wanita tersebut


"Siapa wanita ini? kenapa bisa ada di sini" batin Rara, ia merasa ada yang aneh di sini


"Dari tadi Fera udah nungguin kamu, padahal mama udah bilang ke sini nya pas makan malam aja" ujar mama yang menggelengkan kepalanya


Wanita itu berlari memeluk tubuh Azril "Aku kan kangen ma" ujarnya manja, Azril mengelus lembut rambut wanita tersebut


"Mas apa-apaan ini siapa dia?" bentak Rara keras hingga membuat seluruh orang kaget


"Ra kepala kamu habis kebentur ya" ujar Alfred yang datang ntah dari mana


"Maksud kakak apa?" tanya Rara terkejut, ia memandang sekelilingnya dengan bingung, tubuhnya mulai bergetar tak karuan


"Lah dia kan madu kamu" ujar Alfred santai yang membuat tubuh Rara membeku, aliran darah serasa berhenti mendadak, bahkan waktu nampak tak berjalan


Seluruh orang menatap Rara bingung, begitu pula dengan Azril


"Kamu kenapa ra? perasaan tadi masih baik-baik saja?" tanya Azril khawatir


"Sejak kapan aku memiliki madu?" tanya Rara gentir


"Ini pasti mimpi, ya ini mimpi, ini hanya mimpi" gumam Rara yang menguatkan dirinya sendiri


"Ra kamu gak pa pa? biarkan Rara beristirahat, nampaknya kondisinya belum pulih total" ujar Dariel


Rara menatap ke arah seluruh keluarganya yang sudah berkumpul di ruang tamu, tak ada yang membelanya, bahkan mereka nampak akrab dengan wanita yang di panggil Fera


"Ini mimpi kan, ya kan, ini hanya mimpi kan?" tanya Rara yang masih tak percaya akan semua ini


"Ra kamu bicara apa sih, kamu membuat Fera takut" tegur sang papa


"Gak ini pasti mimpi" teriak Rara sekencang-kencangnya


Azril yang melihat Rara nampak syok segera memeluk tubuh Rara untuk menenangkannya


"Bagaimana bisa? bagaimana bisa kalian semua melakukan ini padaku" ujar Rara dengan suara yang mulai lemah


"Sayang, mas tahu kamu masih marah sama mas, tapi tolong jangan buat Fera terkejut" ujar Azril lembut


"Gak ini cuma mimpi"


"Ini pasti cuma mimpi"


"Aku ingin bangun"


"Tolong siapapun, tolong bangunkan aku dari mimpi ini"


_______________


Jan lupa like comment and vote, terimakasih semua bagi para pembaca 🤗


Hay semua kita ketemu lagi nih, hayo siapa yang beneran nunggu sebulan? padahal maunya rehat seminggu, tapi tangannya malah ngetik sebulan, jadi yang salah siapa ini