
Setalah kenyang Azril langsung membawa Rara pulang ke rumah, belum sampai di kamar tangan Azril segera menarik baju Rara ke atas hingga kaos Hoodie yang ia kenakan terlepas begitu saja dari tubuhnya
Rara terkejut kala melihat tingkah Azril, dia segera menyilangkan tangan di dadanya
"Apa yang kamu lakukan sih" bentak Rara
"Melepas baju kamu, ini udh kotor" ujar Azril datar
"Kotor dari mana aku baru pakai itu tadi pagi" degus Rara
Tak mempedulikan ucapan istrinya dia langsung menarik lengan Rara menuju kamar mandi terdekat
"Lepasin sakit" Azril melepas tangannya kala sudah berada di dalam kamar mandi
"Maaf"
"Ayo sini aku mandikan" ujar Azril yang hendak membantu Rara melepaskan kain yang lainnya
Mata Rara membulat sempurna, tidak biasanya Azril bertingkah seperti ini apa dia kerasukan batin Rara meringis
"Gak mau sana pergi aku bisa mandi sendiri" ujar Rara dia memundurkan langkahnya menjauh dari Azril
"Mandi besar ya!" perintah Azril
"Mandi besar apaan aku gak najis kok, aku belum datang bulan tau"
"Eh tunggu dulu, tadi pagi aku kan dah mandi, ini baru jam sebelas kenapa aku harus mandi lagi" bantah Rara
"Ya udah kamu gak usah mandi biar aku saja yang memandikan kamu" ujar Azril, langkah kakinya berjalan mendekat
"Gak gak bukan itu, hey aku masih hidup, masih sanggup mandi sendiri" ujar Rara sinis
Azril berusaha menahan gejolak amarah di hatinya, dia teringat kala bawahannya yang di tugaskan mengikuti Rara kemanapun itu melaporkan bahwa Rara memeluk tubuh Afham dengan erat, bisa-bisa nya dia memeluk pria lain padahal dengan suaminya saja dia belum pernah memeluk lebih dulu
Azril membalikkan badannya mendekat ke arah pintu, bukannya keluar ia malah mengunci pintu dari dalam
Sejam sudah berlalu mereka baru saja keluar dari kamar mandi, Rara segera naik ke lantai atas memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya, tangannya ia sibukkan dengan mengutak atik hp barunya
Beberapa saat kemudian Azril memasuki kamar, dengan handuk di tangannya
"Jangan tiduran dulu, sini aku keringkan rambutnya" ujar Azril sembari menarik tangan Rara pelan
Tangan Azril sibuk mengeringkan rambut Rara dengan handuk, padahal jelas-jelas ada hairdryer yang menunggunya di atas meja
"Padahal ada hairdryer, kurang kerjaan banget sih" Rara ngedumel sediri dengan mata yang masih fokus ke hp
"Sengaja biar lama ngeringin rambutnya" ujar Azril lembut
Setelah selesai mengeringkan rambut kedua tangan Azril merangkup pipi Rara yang kian mengembung
"Aku seneng deh perlahan pipi kamu mulai tumbuh kembali" ujar Azril sembari tersenyum manis tepat dihadapan Rara
Preetttttt
Rara menyemburkan air liurnya tepat di wajah Azril hingga membuat pria itu memejamkan matanya, meskipun demikian dia tidak melunturkan senyumannya
Dengan cepat Azril mengecup kedua pipi Rara, ini pertama kali baginya mengecup Rara ketika sang istri membuka matanya dalam kondisi sadar
"Cihh emang dikira aku gak tahu apa kamu sering mencium wajahku ketika aku tertidur" ujar Rara sinis kala melihat pintu kamarnya telah tertutup rapat, pria itu langsung kabur setelah melakukan aksinya, sebenarnya Rara tipikal orang yang sulit di bangunkan jika sudah tertidur lelap, tapi karena tiap hari Azril melakukannya bahkan tanpa sengaja Azril salah mengira bahwa Rara belum terlelap
***
Tiga minggu telah berlalu, kini tepat satu bulan Rara menetap di Sidoarjo, hatinya perlahan sudah mulai tenang, akhirnya Rara menerima permintaan kedua orang tuanya untuk pulang ke rumah
Rara menatap punggung Azril yang sibuk memasukkan koper mereka berdua ke bagasi mobil
"Aku membencimu" gumam Rara lirih, sorot matanya menampakkan sebuah luka yang mendalam, pantaskah sosok yang Rara pandang ini menyembuhkan luka yang bahkan ia torehkan sendiri
"Ayo ra" suara panggilan Azril membuat dirinya memasuki mobil yang telah ia bukakan dengan lebar untuk dirinya
Sepanjang perjalanan Rara menjadikan paha Azril sebagai bantal, rasanya nyaman, sangat nyaman daripada tidur dengan posisi terduduk, ditambah tangan Azril yang tak henti-hentinya mengusap kepala Rara lembut
"Kamu memang perhatian, sangat sangat perhatian padaku, saking perhatiannya kamu selalu mengutus orang untuk membuntuti ku kemanapun aku pergi" batin Rara sinis, diiringi dengan senyuman sinis dari wajah cantiknya, hingga pada akhirnya ia terlelap ke dalam mimpi
"Ra bangun"
"Rara bangun yuk"
Rara mengerjapkan matanya, berusaha mengumpulkan nyawanya kembali
"Sudah sampai?" tanya Rara dengan suara seraknya, dia mendudukkan dirinya
"Sudah" ujar Azril yang sibuk merapikan pakaian Rara, membantu Rara mengenakan jaket dan tak lupa dia juga memakaikan topi di kepala Rara, suhu di dalam pesawat cukup dingin jangan sampai istrinya menggigil kedinginan
Jika biasanya seorang istri yang membantu suaminya mengenakan pakaian berbeda dengan mereka, Azril lah yang biasa menyisir rambut Rara, memakaikan jaket, atau hanya sekedar merapikan pakaian Rara
***
"Kalian berdua gak ada yang becus, bisa-bisanya saya mempercayai kalian berdua"
"Ini sudah satu bulan tapi mana hasilnya"
"Apa otak kalian berdua sudah pindah di dengkul"
"Apa kalian berdua mau saya pecat hah"
"Maaf tuan saya tidak bekerja dengan anda" ujar Baheer sedikit gugup
"Beraninya kamu menjawab ucapan saya, apa ini yang diajarkan oleh atasan lembek mu itu"
Lan menyikut lengan Baheer, memberikan kode untuk tidak berbicara apapun
"Oh saya tahu, Lan apa otak kamu sudah terpengaruh olehnya? ternyata benar ya kebodohan itu menular"
Baru saja Baheer hendak membuka mulutnya tiba-tiba ia merasakan sakit di bagian lengannya, oh no cubitan Lan memang mematikan
"Keluar kalian berdua dari ruangan saya, saya muak melihat wajah bodoh kalian"
Baheer memijat kepalanya tepat setelah keluar dari kandang naga yang baru saja mengeluarkan api
"Aku siapa? aku dimana?" gumam Baheer meringis
"Kuatkan diri anda" Lan menepuk pundak Baheer dengan keras
"Kemarin pukul 00.00 dini hari saya melihat sosok wanita berambut panjang" ujar Baheer yang mulai duduk di kursi kebangsaan milik Lan
"Hey itu tempatku" degus Lan
"Wanita tersebut mengenakan masker, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri tanpa mengandalkan bawah" ujar Baheer yang tak mempedulikan ocehan Lan
"Coba periksa cctv di deket pasar besar, bukankah bawahan mu juga menyelidiki tempat itu" ujar Baheer yang mulai mengutak-atik laptop yang ada di hadapannya ini
"Ini" Lan menyodorkan flashdisk yang di penuhi oleh cctv
"Sebenarnya yang bodoh itu saya atau kamu?" ujar Lan yang bingung dengan keadaan ini, tidak biasanya dirinya menyelesaikan sebuah kasus dalam tempo waktu selama ini
"Kamu lah masak saya" ujar Baheer santai
"Cihhh"
"Ini, iya wanita ini, kenapa cuma ada beberapa gambar yang tertangkap cctv" Baheer menunjukkan layar laptop
"Cctv bagian sana selalu eror, begitupula seluruh jalan yang melewati pasar besar itu, berkali kali mengutus orang untuk menjaganya namun tetap tidak ada hasil, baru beberapa hari ini gambar sekitar sana bisa tertangkap, meski hanya sebentar" terang Lan
"Coba kamu zoom!" perintah Lan
"Matanya mirip Zahra, tubuhnya juga" ujar Lan spontan
"Gak mungkin dia kabur" ujar Baheer
"Iya selama ini dia masih aman di penjara" timpal Lan
"Sudah ku duga ....." ujar Baheer
"Benar kan mereka itu..." ujar Lan
"KEMBAR"
________________________________________________
Sssstttttttt harap diam sebentar, mohon perhatiannya ada pengumuman mau lewat 🤫🤫🤫
Assalamualaikum (harus dijawab hukumnya wajib)
Hay para readers tercinta, aku sangat sangat sangat berterima kasih karena kalian sudah mau meluangkan waktu untuk membaca novel pertama ku, memang pembacanya tidak seberapa tapi bagiku itu luar biasa, sekali lagi terimakasih karena kalian tetep mau membaca cerita ini dan bahkan ada yang menunggu up nya 🤗🤗🤗
Oh ya aku penasaran sebenarnya kalian kepo gak sih sama visual nya? bagi yang kepo bisa cek muka mereka di ig afi_afi_18, itu akun baru hanya untuk memperlihatkan visual mereka, tidak perlu kalian follow hanya perlu kalian lihat saja, tapi bagi yang mau follow silahkan bisa jadi aku akan memberitahu kapan update terbaru lewat story di sana
Oh ya mungkin ada yang berpikir kenapa kok update nya sedikit, tiap bab memang update minimal 1000 kata terkadang bisa lebih tapi tenang aja gak akan aku kurangin kok
Sekali lagi aku ucapkan terimakasih banyak bagi yang sudah mau membaca cerita receh ini 🙏🙏🙏
Jazakallahu khairan katsiron
See you next bab
Wassalamu'alaikum