I'M Sorry My Wife

I'M Sorry My Wife
Lamaran Yang Mengharukan



Suara tepuk tangan dan sorakan terdengar kembali setelah Azril selesai menyanyikan lagu tersebut, siapa yang tidak baper ketika menyaksikan momen romantis tersebut, bagi para jomblo yang hadir di sana tentu saja mereka menghalu dulu sebentar terutama bagi kaum hawa mereka mulai berdoa agar di berikan pendamping seperti sosok Azril


Azizah tak henti-hentinya tersenyum mendapatkan perlakuan seromantis itu, apalagi tadi pagi ketika proses ijab kabul Azril membacakan surah Ar-Rahman sebagai mahar tambahan layaknya di film yang pernah ia tonton, suara dia yang merdu tentu membuat hati bagi siapa saja yang mendengarnya merasa tenang


Setelah acara resepsi pernikahan selesai mereka berdua langsung melajukan mobilnya ke rumah baru, tidak perlu mengemasi barang lagi karena dua hari sebelum melaksanakan pernikahan mereka telah merapikan barang milik mereka di rumah tersebut tentu saja di bantu oleh kedua orang tua mereka, belum muhrim jadi tidak boleh berduaan di rumah kosong namun mereka belum menata pakaian mereka yang berada di dalam koper masing-masing


“Mas terimakasih telah menjadikan aku istrimu, aku bahagia mas” ucap Azizah yang duduk di samping Azril yang sedang mengemudikan mobilnya


“Sama-sama zah, aku juga bahagia” Azril tersenyum sembari melirik ke arah Azizah yang sedari tadi memandangnya


Mobil telah sampai di halaman rumah baru mereka, rumah impian yang Azizah inginkan kini telah terwujud, tinggal membangun beberapa penghuni yang kelak juga akan meramaikan rumah tersebut


Dreett Dreett


Azril mengangkat telpon yang bergetar di saku celananya, tertera nama uminya


“Halo Assalamualaikum umi” Azril mengucapkan salam kepada umi tercintanya


“Waalaikumsalam nak, kamu sudah sampai rumah?” tanya uminya


“Alhamdulillah sudah mi, baru saja sampai rumah” ujar Azril


“Alhamdulillah, oh ya umi hanya mau ngabarin bahwa abang kamu baru saja sampai, sekarang dia lagi istirahat karena nanti umi abi sama abang kamu mau mengunjungi rumah teman abi” ujar uminya


“Alhamdulillah abang udah sampai dengan selamat, Azril ikut gak mi ke rumah temannya abi?” tanya Azril


“Gak usah Azril kamu pengantin baru pasti butuh waktu berduaan saja iya apa iya” ujar sang umi yang menggoda putranya


“Ah umi” Azril merasa sedikit malu karena perkataan uminya


“Oh ya Azril abang kamu minta maaf karena tidak bisa sampai dengan tepat waktu jadi dia tidak bisa menghadiri acara pernikahan kamu, kamu tahu sendiri kan jadwal penerbangannya di undur” ujar sang umi yang menyampaikan pesan putra sulungnya


“Iya umi Azril paham kok, seenggaknya besok waktu acara di pondok abang bisa hadir” ujar Azril


“Iya Insya Allah, pokoknya besok kamu istirahat dulu biar besoknya lagi bisa fresh untuk acara di pondoknya, kamu tenang saja para santri di sana juga banyak yang membantu kok” ujar uminya


“Iya umi terimakasih” Azril beruntung memiliki umi seperti itu yang sampai sekarang selalu saja perhatian terhadap anak-anaknya


“Ya sudah sekarang kamu istirahat dulu ya, umi tutup telponnya wassalaikumsalam” uminya mengucap salam


“Waalaikumsalam umi” Azril menjawab salam dari uminya


“Umi yang telpon mas?” tanya Azizah yang menaruh secangkir kopi di atas meja dia membuatkan minum untuk Azril


“Iya zah”


“Bang Ammar sudah sampai di rumah, sayang ya dia tidak menghadiri acara pernikahan kita” ujar Azril


Azizah tersenyum ke arah suaminya “Sudah jangan sedih besok lusa kan masih ada satu acara lagi di pondok”


“Iya zah” Azril menganggukkan kepalanya pelan


“Ayo ini kopinya di minum dulu” Azizah mengambil secangkir kopi tersebut dan memberikan kepada suaminya


“Terimakasih istriku” Azril menerimanya dan mulai menyeruput kopi tersebut


“Sama-sama suamiku, aku ke kamar dulu ya mas” izin Azizah


“Iya zah, hati-hati naik tangganya” ujar Azril


Azizah menduduki dirinya di atas kasur pikirannya kembali ia layangkan pada saat Azril melamarnya, bahkan sampai detik ini rasanya dia tidak menyangka bahwa seorang ustadz yang selalu ia kagumi kini telah menjadi teman sehidup semati nya


***


“Pada malam ini kami ingin melamar putri dari bapak dan ibu yang bernama Azizah Ramadhani untuk menjadi istri dari putra kami Muhammad Azril Atthallah” ucap abi Azril di hadapan seluruh keluarga besar mereka


“Malam ini saya Muhammad Azril Atthallah ingin mengungkapkan niat baik saya yang ingin melamar putri bapak yang bernama Azizah Ramadhani untuk menyempurnakan separuh agama saya, menjadikan dia seorang istri, pendamping hidup setia, teman hidup dunia dan akhirat, serta ibu dari anak-anak saya kelak” ucap Azril lantang dengan menggunakan mic dia berusaha menutupi kegugupannya


“Apa kamu dapat membahagiakan putri saya, tidak membuat dia bersedih dan tidak pernah menduakan dia?” tanya ayah Azizah


“Iya saya siap membahagiakan dia dan tidak akan pernah menduakan dia” ujar Azril dengan tegas


“Apa kamu mencintai putri saya?” tanya ayah Azizah lagi


“Iya saya sangat mencintai putri bapak” ucap Azril dengan sungguh-sungguh


“Baik kalau begitu saya akan menyerahkan semua jawaban kepada putri saya yang bersangkutan” ujar ayah Azizah yang membuat semua orang beralih menatap ke arah Azizah


Azizah tersenyum malu sembari menundukkan wajahnya kemudian dia mengangguk pelan dan berkata “Iya saya mau menjadi pendamping hidup mas Azril serta menjadi ibu dari anak-anak mas Azril kelak, Azizah mohon bimbingannya agar kita dapat meraih surga-Nya”


Azril tersenyum kemudian dia mengambil mic kemudian ia menepuk-nepuk pelan mic tersebut untuk mengecek apakah masih bekerja dengan baik


Dengarkanlah wanita pujaan ku


Malam ini akan ku sampaikan


Hasrat suci kepadamu dewi ku


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersunting mu


Tuk yang pertama


Dan terakhir


Jangan kau tolak dan bua ku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Dengarkanlah wanita impianku


Malam ini akan ku sampaikan


Janji suci satu untuk selamanya


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersunting mu


Tuk yang pertama


Dan terakhir


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Akulah yang terbaik untukmu


Oh oh oh oh oh


Azril bernyanyi dengan penuh penghayatan membuat semua orang terpaku menatapnya, begitu pula Azizah yang terharu mendengar suara merdu milik Azril, bagaimana dia tidak jatuh cinta dengan sosok yang kini menjadi calon suaminya itu selain taat akan agama dia juga memiliki suara yang indah apalagi ketika sedang membaca Al-Qur’an, ini pertama kalinya Azizah mendengar Azril bernyanyi sungguh ini membuat dia jatuh cinta lagi dan lagi


Lengkungan indah di bibir Azizah terus mengembang tiada henti, dia menatap keluarga intinya satu persatu mereka juga ikut tersenyum ke arah Azizah, ketika Azizah mengalihkan pandangannya ke arah Azril dia menoleh lagi ke arah keluarganya “Apa aku salah lihat” gumam Azizah yang menatap lagi satu persatu keluarga intinya


Setelah semua orang membaca doa untuk menutup acara lamaran makan malam pun telah tiba, acara lamaran ini diadakan di rumah Azizah dengan mengundang seluruh keluarga besar yang mereka miliki


_______________


Jan lupa like comment and vote, terimakasih semua bagi para pembaca 🤗