I'M Sorry My Wife

I'M Sorry My Wife
Resmi Menyandang Status Duda



***


Malam harinya Azril dan keluarganya sudah duduk rapi di ruang tamu dan di hadapan mereka terdapat keluarga Azizah, malam ini Azril akan mengucapkan talak kepada Azizah di hadapan kedua orang tuanya seakan-akan ia hendak mengembalikan Azizah pada walinya


Azril menatap Azizah dengan lekat siap tidak siap dia harus kehilangan cinta yang sudah lama ia perjuangkan, ingin sekali ia memeluk tubuh wanita itu untuk yang terakhir kalinya namun ia urungkan kala melihat Azizah yang seperti enggan ia sentuh, mungkin ia merasa jijik atas apa yang Azril lakukan


“Bismillahirahmanirahim”


“Saya talak kamu Azizah Ramadhani binti Masrur Husain dengan talak tiga” ujar Azril dengan suara yang gemetaran, perkataan Azril sukses membuat air mata Azizah mengalir dengan deras, pernikahan macam apa ini, baru sehari ia menjadi istrinya kini ia sudah menyandang status sebagai janda


“Rumah ini milik kamu zah, anggap saja ini sebagai mahar untukmu” ujar Azril yang langsung beranjak ke kamarnya untuk menarik kopernya di susul oleh abangnya


Kedua orang tua Azril masih berbincang dengan kedua orang tua Azizah di ruang tamu sedangkan Azizah sudah masuk ke kamar tamu dan menguncinya, lagi dan lagi dia menangis sejadi-jadinya di dalam kamar yang sunyi sendirian


Setelah melihat Azril dan Ammar yang membawa barang cukup banyak mereka semua berpamitan dan mengucapkan permohonan maaf untuk yang kesekian kalinya, terutama Azril bahkan tadi dia sempat berlutut di hadapan kedua mertuanya


Di dalam mobil Azril hanya terdiam sembari memandangi setiap jalan yang mereka lalui, nampak di wajahnya kesedihan yang mendalam, Ammar mengelus punggung adiknya pelan


“Dek kau tahu skenario Allah itu sangat indah bahkan lebih indah dari skenario yang kita rancang sendiri” ujar Ammar


“Apa abang merasa senang karena terhindar dari perjodohan” ujar Azril yang membuat Ammar tertegun, bagaimana bisa adiknya mengatakan hal seperti itu, mungkin karena ia merasa sedih akan perceraian yang ia alami


“Kau tidak tahu apapun dek, justru abang yang menyetujui perjodohan ini terlebih dahulu, andai saja kalau abang bisa menggantikan posisimu untuk menikahinya abang bakal lakuin itu” ujar Ammar kini giliran Azril yang tertegun dia langsung menghadap ke arah abangnya


“Apa abang jatuh cinta pada Rara?” tanya Azril


“Mungkin bisa di bilang seperti itu, tapi kini abang sadar bahwa dia bukanlah jodoh abang, lantas apa yang harus kita lakukan? tentu saja menerima semua takdir dari Allah, ingat manusia hanya bisa berencana namun itu semua hanya Allah yang menentukan” ujar Ammar sembari tersenyum ke arah adik kandung satu-satunya yang ia miliki


Azril yang mendengar ucapan abangnya pun ikut tersenyum, dalam keadaan apapun abangnya ini masih saja bisa tersenyum, dulu pernah abangnya mengalami kecelakan hingga kepalanya bocor dan masuk rumah sakit tapi di sela-sela itu dia masih sanggup tersenyum bahkan cekikikan dan berkata bahwa dirinya baik-baik saja


Beruntung itulah satu kata yang dapat mewakilkan perasaan Azril pada abangnya, iya dia sangat beruntung memiliki abang seperti sosok Ammar, dia merupakan sosok yang penyabar dan bahkan lebih mengutamakan kesenangan adiknya


Mobil telah memasuki kawasan pesantren, masih banyak santri yang berlalu lalang di sana karena ini masih pukul delapan lebih belum waktunya untuk istirahat, setelah mobil sampai di halaman rumah keluarga besarnya mereka semua turun dan di sambut oleh kakek serta nenek Azril dan Ammar yang merupakan pimpinan dari pondok yang telah berhasil ia kembangkan dengan susah payah


Mereka menyalami kakek dan nenek satu persatu, kakek dan neneknya sudah tahu apa yang di alami cucu mereka, mengenai acara yang akan diadakan di pesantren tentu saja tetap akan di laksanakan karena semua sudah di siapkan namun acara itu di ganti dengan akad nikah Azril dengan Rara


***


Beberapa mobil mewah memasuki kawasan pesantren siapa lagi kalau bukan keluarga Rara, semalam mereka semua sudah sepakat untuk melangsungkan pernikahan ini di pesantren milik keluarga mempelai pria yang kebetulan juga sudah di siapkan dari jauh-jauh hari tinggal memanggil penghulu saja, acara memang sederhana tidak semewah ketika Azril mengucapkan akad nikah dengan Azizah


Rara turun dari mobil dengan mengenakan kebaya berwarna putih dengan hijab yang menutupi seluruh rambutnya, mama Rara menggandeng tangan putri bungsunya wajahnya memang terlihat sangat cantik namun terlihat suram


Azril baru keluar dari rumah ia mengenakan baju putih senada dengan kebaya yang Rara pakai dengan peci yang berwarna putih pula, wajahnya yang tampan namun dingin itu justru lebih enak di pandang dari pada wajah yang menampakkan kesedihan bercampur amarah seperti layak nya kemarin


Azril enggan menatap wajah Rara amarah dan emosinya masih melekat di hatinya, Dariel dan Alfred yang berdiri di belakang Rara langsung melangkahkan kakinya ke depan untuk menghadapi Azril


“Jangan pernah menyakiti adik saya, baik raganya maupun batinnya” ujar Alfred tegas dan penuh penekanan


“Jika lo menikahi Rara hanya untuk menyakitinya lebih baik lo nikahin gue saja” ucap Dariel dingin


Semua orang yang ada di depan halaman rumah kakek Azril melongo mendengar perkataan Dariel yang terdengar dingin dan mengancam namun dengan kalimat yang ambigu


Alfred menyikut lengan Dariel namun yang di sikut malah cuek saja


“Tuan muda bukankah kemarin anda terobsesi dengan tuan Ammar lantas kenapa sekarang berubah jadi tuan Azril” ujar Lan pelan namun mampu di dengar oleh seluruh keluarga


“Kak apa kau seorang g*y? pantas saja kau tidak memiliki pacar dan selalu menempel pada kak Lan” tanya Rara yang miris melihat kakak keduanya


“Rara sayang bukan aku yang menempel pada Lan tapi dialah yang selalu menempel pada ku, laki-laki ataupun wanita semua tidak akan bisa menolak ketampanan ku” ujar Dariel bangga sembari merapikan rambutnya


“Loh kok saya, saya asisten pribadi tuan Alfred tentu saja saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan tuan Alfred” ujar Lan membela diri


“Oh kamu mau berpaling dariku?” ujar Dariel sinis, Lan hanya bisa memijat kepalanya mendengar perkataan Dariel


“Atha andai saja kamu memiliki seorang putri, mungkin sudah aku jodohkan dengan putraku yang otak kehidupannya hanya seperempat” ujar papa Rara tiba-tiba


“Yahh sayangnya aku tidak memiliki anak perempuan, tapi kamu bisa mencobanya dengan keponakanku barang kali kamu tertarik” ujar abi Azril cekikikan


_______________


Jan lupa like comment and vote, terimakasih semua bagi para pembaca 🤗