
Rara pulang ke rumah tidak tanggung-tanggung, ia baru pulang menjelang maghrib
"Kenapa baru pulang jam segini, dari tadi mas telponin kok gak diangkat-angkat?" tanya Azril khawatir, gimana mau diangkat Rara saja mematikan hpnya, ia melihat di belakang Rara ada bibi tukang cuci piring yang membantu Rara membawa belanjaan yang cukup banyak
"Tumben beli banyak barang" batin Azril
"Kan aku dah bilang jangan ganggu aku" timpal Rara, ia mulai mengganti pakaiannya dan bergegas masuk kamar mandi, Azril juga ikut masuk ke dalam, karena ia harus melakukan suatu hal yang penting
Sudah beberapa hari ini Azril tidak berangkat ke kantor bahkan tak jarang ia mengabaikan panggilan Baheer yang menelpon hp milik uminya, karena waktu itu Azril sempat menelpon Baheer menggunakan no uminya, dan ia menyuruh Baheer menghubungi ia lewat no uminya
Azril tak ingin membeli hp baru, karena hp itu secouple dengan hp milik Rara yang dulu ia berikan, sekalian ia juga membeli hp baru untuk dirinya sendiri, cuma beda di warna saja
Sehabis mandi Rara dan Azril turun ke ruang makan, menemui keluarga nya untuk makan bersama, Azril melirik Rara terus menerus ia teringat kala di eksekusi tadi siang oleh papa mertuanya diruang kerja yang menurut ia angker, kata terakhir yang ia ingat adalah "Jika kamu tidak bisa menjaga Rara lebih baik kembalikan pada saya sekarang juga, saya tidak ingin suatu saat kamu mengembalikan ia dengan keadaan yang sudah hancur, jika kamu melakukan itu maka saya akan membuatmu lebih hancur darinya" ucapan itu terdengar tegas penuh penekanan, ya seorang ayah adalah cinta pertama anak perempuannya, jadi wajar jika papanya sangat menjaga Rara
Rara yang enggan beranjak ke kamar nya memilih duduk di sofa empuk sembari memencet tombol tv, mengubah channel menjadi Indosiar, biasanya jam segini acara suara hati istri yang tersakiti
"Sayang nonton apa?" tanya Azril yang ikut duduk di samping istrinya, wajah Rara nampak lebih fresh begitu pula tubuhnya nampak segar dan lebih cerah
Rara tak menanggapi ucapan suaminya, matanya fokus ke depan layar
Ntah apa yang Rara tonton, Azril hanya melihat seorang laki-laki yang tengah asyik makan bersama seorang perempuan dengan obrolan berat
"Ra mas ke atas bentar ya" izin Azril, ia bergegas menaiki tangga karena ingin membuang hajatnya
Drreettttt dreeetttt dreettt
Getaran hp di sofa membuat Rara terusik, hp itu bergetar berkali-kali meskipun tak ada yang mengangkatnya nampaknya si penelpon tidak pantang menyerah
Akhirnya Rara mengangkat telpon tersebut barangkali ada hal yang penting, yang ia tahu ini hp milik uminya, namun ntah mengapa bisa berada di tangan Azril
"Assalamualaikum bang" sapa orang di seberang sana, yang Rara yakini adalah suara Baheer, belum sempat Rara membalas Baheer sudah melanjutkan pembicaraannya
"Bang besok kita akan balik ke Jakarta, semua barang abang sudah saya kemasi, oh ya ini mbak Fera mau bicara sama abang sebentar"
"Assalamualaikum mas, Alhamdulillah aku dah sehat dan di perbolehkan untuk melakukan perjalanan jauh, jadi mas gak perlu khawatir" terdengar suara perempuan yang pernah Rara dengar di sebrang sana
"Udah keluar dari dua hari yang lalu sih"
"Aku cuma mau bilang makasih ya udah biayai rumah sakit aku dan menemani aku pasca operasi"
"Oh ya mas gak bilang ke ayah kan tentang kondisiku?" tanya Fera
"Mas, jangan bilang kamu ngasih tahu kondisi aku" selidik Fera kala tak mendengar jawaban dari seberang sana
"Awas kalau kamu bilang mas"
Suara wanita itu terdengar berbicara dengan santai dan sangat akrab
"Mas hallo mas"
"Mas masih di sana kan"
"Mas.....aku... bisakah kita seperti dulu lagi" suara wanita itu mulai melemah seperti sebuah bisikan kerinduan
Pranggggg
Ku menangis membayangkan betapa kejamnya dirimu atas diriku, Kau duakan cinta ini, Kau pergi bersamanya, Ku menangis melepaskan kepergian dirimu dari sisi hidupku, Harus selalu kau tahu, Akulah hati yang telah kau sakiti
Air mata Rara turun begitu saja, soundtrack dari tv mendukung suasana hati Rara yang sedang berguncang hebat
TamaT
(Ehh kok udah tamat aja)
(Ya nggak lah masak iya udah tamat, percaya aja)
_______________
Jan lupa like comment and vote, terimakasih semua bagi para pembaca 🤗
Ahh bosen lihat mereka berantem pisah rumah terus baikan tinggal bareng, berantem lagi pisah rumah baikan tinggal bareng lagi, gitu aja terus ampe bercucu and bercicit 😤
Mungkin solusinya memisahkan mereka berdua ke dua alam yang berbeda, ehh meninggoy dong, ya nggak lah ya masak iya meninggoy baru aja punya anak, mereka akan pisah alam di laut dan di darat, jadi siluman air dengan ekor yang cantik, so tunggu part selanjutnya ya sebulan lagi, sampai jumpa semuanya kita akan bertemu bulan depan, jangan kangen loh 👋👋👋