I'M Sorry My Wife

I'M Sorry My Wife
Biarkan Saja Seperti Ini



"Gimana bang ada perkembangan?" tanya Baheer antusias


Azril menggeleng sebagai jawaban


"Kesalahan saya sama dia sudah banyak, biarkan saja seperti ini asal ia tetap berada di sisi saya"


"Dia memang ada di sisi abang, tapi bukan dalam genggaman abang" ujar Baheer yang membuat Azril tercengang


"Jangan nyerah dong bang, tapi perkembangan komunikasi sudah ada kan?" ujar Baheer yang berusaha menghibur, padahal Azril tercengang juga karena perkataannya yang terlalu jujur


"Ia hanya bicara seperlunya dan bertanya seperlunya tak ada basa basi, tak ada pelukan dan tak ada kecupan" ujar Azril merana, ia menelungkupkan kepalanya di atas meja


"Saya kalah sama bibi dan satpam di rumah dalam berkomunikasi dengannya"


"Bahkan tingkahnya sekarang aneh, dia mengejutkan saya dengan tingkah yang tak pernah ada sebelumnya"


"Tapi kalau dilihat-lihat ia lebih leluasa mengungkapkan ekspresinya, apalagi waktu mengundang teman-temannya, ia banyak tertawa dan bercanda, dia cukup populer"


"Abang tenang aja aku akan berusaha mencari cara lain" ujar Baheer menyemangati


"Apa saya harus memberikan ia uang 2 triliun baru ia akan kembali seperti dulu"


"Non Rara bukan orang seperti itu"


"Tapi dia menginginkannya"


"Mungkin hanya untuk jaga-jaga"


***


Rara berjalan dengan gaya anggunnya memasuki sebuah restoran sembari mendorong stroller baby, ia mengenakan sweater dipadukan dengan rok plisket, tak lupa hijab pashmina yang selalu menjulur ke dada


"Selamat datang di restoran kami" sapa salah satu pegawai


Rara melepaskan kacamata hitamnya guna menunjukkan siapa dirinya


"Non Rara silahkan sebelah sini" panduan dari pelayan yang hendak mengantarkan hingga ke lift


"Tunggu sebentar, saya mau memesan beberapa makanan" ujar Rara, pelayan itu memberikan buku menu pada Rara agar dapat memilih apa yang hendak dipilih


"Ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini" Rara menunjuk-nunjuk menu yang ia inginkan, inikah yang di katakan beberapa


"Tolong antarkan ke ruangan suami saya" pinta Rara


"Baik non"


"Terimakasih" ujar Rara ramah, ia berjalan menuju lift


Lift melesat hingga ke lantai paling atas


Ting


Pintu lift terbuka, Rara melangkahkan kakinya berjalan menuju sarang suaminya


"Permisi"


"Selamat pagi semua" sapa Rara pada berbagai karyawan di sana, ntah itu manager, bagian pemasaran, sekertaris dan lain-lain yang ia jumpai di sana


"Pagi non Rara"


"Pagi juga"


"Selamat pagi non"


"Iya selamat bekerja semua"


Rara membuka pintu ruangan Azril, sosok manusia itu kini tengah sibuk berkutat dengan dokumen serta sampel berbagai macam makanan pada piring yang berjejer rapi


Azril menoleh ke arah pintu, ia pikir siapa yang membuka pintu tanpa ketukan, ingin menegurnya namun ia urungkan karena ternyata itu bidadarinya sendiri


Senyuman lebar Azril lemparkan meski agak terkejut dengan kedatangan Rara, apakah istrinya sudah berdamai dengannya batinnya meronta


"Sayang ke sini kok gak ngabarin?" ujar Azril yang berjalan menghampiri Rara


Rara hanya diam saja tak menanggapi ucapan Azril, ia memilih duduk di sofa dengan tenang


"Ternyata belum" batin Azril


"Assalamualaikum bayi-bayi papah yang Sholeh dan Sholehah" sapa Azril pada kedua bayinya


Sepuluh menit berlalu, Azril masih sibuk berbicang dengan baby Ay dan melupakan pekerjaannya, sedangkan baby Av sudah terlelap dari tadi, mungkin ia jengah mendengar suara Azril


Tok tok tok


"Masuk" teriak Rara


Pintu terbuka, para pelayan membawa sepuluh hidangan pesanan Rara tadi


"Apa ini?" tanya Azril heran


"Ini pesanan nona tuan" ujar pelayan tersebut


Azril menatap ke arah Rara, mata istrinya nampak berbinar-binar menyambut kedatangan hidangan-hidangan tersebut, ada spaghetti, sosis, cumi-cumi goreng, es krim, jus, desert, dan masih banyak menu hidangan lainnya


Dugaan Azril benar, Rara pasti tidak dapat menghabiskan semuanya namun ia ingin makan dengan berbagai hidangan, dan ujung-ujungnya ia membantu menghabiskan sisa makanan Rara


Kini tersangka sedang tertidur lelap di atas sofa sembari memegang perutnya, begitu pula dengan kedua bayinya


Azril tersenyum, ia mengambil jasnya untuk menutupi tubuh istrinya sebagian, bukannya melanjutkan pekerjaannya Azril malah merangkak ke sofa, mengubah posisi Rara kesamping dan memeluknya erat agar ia juga kebagian tempat untuk tidur


Owwweeeeekk


Owwweeeeekk


Rara terbangun kala mendengar tangisan bayinya


"Aaaaaaaa" teriak Rara, tanpa sadar ia mendorong tubuh Azril hingga terjatuh menggelinding ke bawah


Brukkkkkk


"Aduuhhhh" Azril terbangun dengan suara ringisan, menahan rasa nyeri di pinggang serta punggungnya, belum lagi kepalanya yang terbentur lantai


"Eeeehh mas maaf gak sengaja" Rara nampak panik, ia membantu Azril untuk bangun dan duduk di sofa, kemudian ia mengambil baby Av nampaknya ia kelaparan dan hendak meminum susu


"Aku pamit mau pulang, terimakasih atas makanannya" ujar Rara


"Mas anterin" tawar Azril, ternyata istrinya ke sini hanya numpang makan


"Gak usah mas, aku masih mau mampir ke suatu tempat"


"Kemana?"


"Lihat saja di notif hp kamu, nanti juga bakal tahu" ujar Rara


Azril hanya cengar-cengir mendengar jawaban dari Rara, pintar juga istrinya


Rara keluar ruangan dengan muka yang sudah di rombak, bukan muka bantal lagi sehabis bangun tidur


Mobil melaju menuju taman kota, ia berjalan-jalan santai di sana sembari menghirup udara segar dengan kedua bayinya


***


"Mas aku mau keluar" izin Rara, ia sudah cantik dengan stroller baby dalam genggamannya


"Mau kemana?"


"Lihat di notif hp kamu, pantengin terus biar tahu kemana aku pergi"


"Selalu begitu, setiap ditanya mau kemana, jawabannya selalu seperti itu" ujar Azril pada orang yang selalu setia dan menjadi kepercayaannya


"Tapi bener juga kan bang, lihat di notif hp abang" bela Baheer


"Ya meski memang bener tapi seenggaknya kasih tahu juga tujuannya mau kemana baru saya izinin"


"Kalau dia jawab mau kemana juga selalu abang izinin kan, untuk saat ini abang dan non Rara bukan dalam posisi tawar menawar, abang juga gak sanggup kan menolak keinginannya" ujar Baheer yang memang benar adanya, jika dulu Azril selalu posesif melarang Rara kemana-mana tanpa dirinya namun tidak untuk sekarang, ia selalu mengizinkan Rara pergi tanpanya, syukur-syukur Rara masih selalu meminta izin pada Azril itu berarti ia masih menghormati suaminya


"Emang sekarang non Rara pergi kemana lagi?" tanya Baheer


"Ke mall" ujar Azril, ia menunjukkan layar di hp nya


"Lama banget bang, masih stay di sana"


"Mungkin lagi borong"


"Bayi abang juga di ajak?"


Azril mengangguk "Dia tidak pernah meninggalkan bayinya sendiri di rumah, kecuali ada saya atau jika urgent dititipin ke rumah orang tuanya atau mertuanya" ujar Azril


"Ngeri juga berumah tangga" ujar Baheer bergidik ngeri


"Lebih ngeri orang jomblo kayak kamu"


"Ngeri apaan? malah enak punya waktu bebas"


"Ngeri di pertanyakan kejantanannya"


"Ck ck ck Abang udah ketularan tuan Dariel sekarang" decak Baheer


_______________


Jan lupa like comment and vote, terimakasih semua bagi para pembaca 🤗