
Alex memenuhi janjinya untuk mengantarkan Sandra menuju bandara, tetapi sejak pembicaraan tadi siang, lelaki itu bersikap dingin pada kekasihnya.
Mobil memasuki parkiran bandara, Alex masih saja diam, sehingga Sandra merasa tak nyaman dengan keadaan ini.
Saat Alex hendak keluar dari mobil, Sandra menahan tangannya, "Lex, kamu marah sama aku?"
"nggak,"Jawab lelaki itu singkat.
"kamu nggak mau cium aku dulu sebelum aku pergi?"
Alex mengurungkan niatnya lalu berbalik menghadap wanita disebelah kursi kemudi, ia memegang kedua sisi wajah kekasihnya, lalu mencium keningnya lembut, penuh kasih sayang hingga beberapa detik lamanya.
Sandra melongo, tak menyangka jika Alex hanya mencium keningnya saja, tumben sekali lelaki itu tak menciumnya dengan panas.
"kok kening doang, bibir nggak?"protesnya.
Alex kembali meraih kedua sisi wajah kekasihnya, namun hanya mengecup sekilas bibir itu, lalu melepaskan kedua tangannya.
Sandra melebarkan matanya tak percaya, lelaki yang biasanya tanpa diminta, mencuri ciuman darinya, sekarang bersikap malas-malasan padanya.
"Lex,"panggilnya.
Alex yang sudah siap keluar dari mobil kembali mengurungkan niatnya, ia menoleh ke arah wanita disebelahnya, "apa Sandra? Aku udah turuti mau kamu,"
Sandra menghela nafas, "lex, aku mintanya cium bukan kecup, bukankah kamu pernah kasih tau aku, perbedaan antara kecup dan cium? Kenapa kamu begini sih? kamu marah sama aku?"
"kalau aku marah, aku nggak akan antar kamu,"
Sandra terdiam, lalu melihat jam tangannya, masih ada waktu sekitar tiga puluh menit lagi hingga pesawat berangkat, terlintas dalam pikirannya, hal gila yang belum pernah ia lakukan bersama sang kekasih, tak lupa melihat keadaan sekeliling, mobil sport milik Fernando dengan kaca gelap, tentu tak terlihat dari luar apa yang mereka lakukan didalam.
Walau selama ini Alex selalu memintanya terlebih dahulu, tapi sekarang tak apa jika dirinya yang meminta dulu.
Sandra melepas seat belt, bangkit lalu duduk dipangkuan kekasihnya, lalu mencium bibir lelaki itu.
Alex yang belum siap, terkejut dengan tindakan tiba-tiba dari Sandra, saat ini wanita itu sedang mencium bibirnya dan memasukan lidahnya,
Tindakan yang seingatnya belum pernah dilakukan oleh kekasihnya, biasanya dirinya yang agresif, bisa dibilang sekarang ia tengah kebingungan, tapi tetap saja, ia membalas dan menyambut ciuman yang diberikan oleh wanita yang dicintainya itu.
Kedua bibir itu saling bertaut, mengecap dan bertukar saliva, tak peduli dengan keadaan diluar sana.
Tangan Alex tak bisa diam, ia meremas daging montok yang ada dibawah sana, miliknya langsung bereaksi hanya dengan hal seperti ini,
Sebuah gundukan dari celana formal itu menandakan jika Alex terbuai dan berhasrat untuk melakukan lebih dari sekadar beradu bibir.
Sandra melepaskan tautan bibirnya, ia menatap sejenak kekasihnya, lalu menautkan kembali bibir mereka, tak mau tinggal diam, ia mulai membuka kancing kemeja lelaki itu.
Alex melebarkan matanya, saat sadar jika jari-jari tangan milik kekasihnya, berusaha membuka kemeja hitamnya, ia melepaskan ciuman itu lalu menatap wanita yang duduk berhadapan di pangkuannya, "Sandra tunggu, kita lagi ada di parkiran, dan sebentar lagi pesawat akan berangkat,"
Sandra menunjukan jam tangannya, sekitar dua puluh menit lagi, pesawat akan berangkat, "masih ada waktu Alex, nggak usah khawatir, apa kamu akan membiarkan aku pergi dalam kondisi kamu yang seperti ini?"ujarnya sambil melirik sesuatu yang menggembung dibalik celana formal lelaki itu.
Alex menunduk, menyandarkan kepalanya ke pundak kekasihnya, tangannya masih merengkuh pinggang ramping wanita itu, ia sedang berfikir apa bisa ia melakukannya dengan cepat, ah... Tentu saja bisa, toh sudah kepalang tanggung, kepalanya juga pening.
Alex menatap sejenak wanita yang sangat dicintainya, ibu dari anak semata wayangnya, persetan tak ada pengaman di mobil, toh andai kekasihnya hamil, ia akan menikahinya.
Dengan tergesa-gesa tak sampai melepas semua, keduanya saling membantu membuka kain yang menempel,
Alex menyatukan tautan dibawah sana, awalnya perlahan namun karena berpacu dengan waktu, ia mempercepatnya.
Sambil terus bergerak, sesekali ia melihat pergelangan tangannya memastikan supaya kekasihnya tak terlambat memasuki pesawat.
Erangan kenikmatan keluar dari mulut keduanya, benar-benar gila, sensasi yang didapatkan ketika berhubungan intim di parkiran dan berpacu dengan waktu keberangkatan pesawat.
Alex yang biasanya akan mencapai puncaknya di menit ke lima belas, sekarang hanya dalam waktu lima menit harus menyelesaikannya.
"Lex, akhuu mauhhh samphaiiiii...."ucap Sandra terengah-engah.
Alex mengecup bibir kekasihnya, "bersama Sasa sayang...."
Dan sebuah semburan hangat dibawah sana menandakan jika keduanya telah mencapai puncaknya.
Masih terengah-engah, Alex kembali mencium kening kekasihnya dan mengucapkan terima kasih serta pernyataan cinta.
Sandra bangkit dan duduk di kursi sebelah kemudi, ia mengambil tisu basah dari Sling bag-nya untuk dirinya dan kekasihnya.
Tidak sampai dua menit keduanya kembali rapih dengan pakaian mereka masing-masing.
Walau keringat sisa percintaan masih terlihat jelas, sebelum keluar dari mobil, keduanya minum dari botol yang sama secara bergantian.
Alex mencium kembali kening kekasihnya sebelum keluar dari mobil, dan mengambil koper milik wanitanya.
Sedikit berlari mereka menuju tempat pemeriksaan tiket, pesawat akan berangkat sekitar tiga menit lagi dari jadwal.
"Kalau udah sampai kabari aku ya!"pesan Alex sambil memeluk erat kekasihnya.
Sandra mengangguk, "kamu baik-baik disini, sampai ketemu lagi,"
Keduanya berpisah lagi, selalu seperti ini dalam sebuah hubungan, apapun itu, tak selalu pasangan akan selalu bersama-sama.
Ada yang dipisahkan hanya beberapa jam, sehari, seminggu, sebulan bahkan bertahun-tahun.
Dan Alex benci dengan sebuah perpisahan, walau sebulan lagi, ia bisa berkumpul kembali dengan kekasihnya, tetapi tetap saja, bahkan baru lima menit, rasanya dirinya rindu pada wanita itu.
Alex tersenyum kecil, ketika memasuki mobil milik sahabatnya, aroma sisa percintaan masih terasa, wangi parfum milik kekasihnya bercampur dengan miliknya.
Beberapa tisu masih tercecer diberbagai tempat diantara jok depan, Karena terburu-buru, Sandra yang biasa rajin bersih-bersih tak sempat melakukannya.
Ini kali pertama mereka melakukan hubungan intim di mobil, sensasinya luar biasa, diluar ekspektasinya.
Mungkin jika mereka berkumpul kembali, ia akan meminta pada kekasihnya untuk melakukannya lagi di mobil miliknya sendiri.
Disisi lain, Sandra menjadi penumpang terakhir yang memasuki pesawat, tepat di samping pramugari yang menunggu penumpang, ada putranya berdiri, remaja itu sempat protes, tanpa menanggapi, ia menggandeng tangan putranya agar segera duduk supaya pesawat segera lepas landas.
Mereka menaiki pesawat ekonomi, bukan maksud apa-apa, hanya ingin mengajarkan pada Xander tentang hidup hemat, toh nyaman juga di kelas ekonomi.
"kemana aja sih Lo? lama banget,"Protes Sandra yang duduk didekat jendela.
Sandra hanya menanggapinya dengan senyuman,
Pengumuman dari Pramugari untuk memakai sabuk pengaman, menandakan jika pesawat segera lepas landas.