How To Marry You ?

How To Marry You ?
lima puluh sembilan



Sejak itulah Sandra tinggal di rumah sahabatnya, walau sudah dilarang, namun sebagai orang yang menumpang secara gratis, ia tau diri untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga.


Menyapu, mengepel, mencuci baju bahkan memasak sarapan untuk Natasha,


Untuk berkomunikasi, Ia menggunakan ponsel lama Sahabatnya yang tidak terpakai dan memberinya nomor baru, selama ini diam-diam ia sering berkirim pesan dengan putranya.


Dari Xander, ia bisa tau, jika Alex sempat pingsan karena kepala belakangnya terluka,


Sandra cukup terkejut, ia menceritakan hal yang menimpa Alex pada Natasha, dan dari mulut sahabatnya ia jadi tau, jika Alex sempat mengalami depresi selama sebulan sepeninggal dirinya dulu.


Ada rasa bersalah menyeruak di hati Sandra, namun ia menepisnya, bagaimanapun itu bukan salahnya, toh memang ia harus meninggalkan Alex sebelas tahun yang lalu.


Ia harus mengikuti kedua orang tuanya pindah untuk merawat neneknya yang sakit.


Walau Sandra tidak meminta, tapi Xander menceritakan apapun yang dilihatnya tentang Alex.


Isakan tangis dan penyesalan lelaki itu di tengah malam, yang membuat Xander terbangun, juga tentang putranya yang dititipkan ke Tante Terry selama beberapa hari, karena Alex mengikuti Benedict dan Ayudia bulan madu ke Bali.


"Lo kok nggak ikut ke Bali? yang lain lagi pada ke sana loh,"tanya Sandra suatu malam, saat sahabatnya baru pulang kerja.


"dih ngapain, ogah... Mending gue nanganin pasien-pasien, lagian si Ben ada-ada aja, mau bulan madu temen-temennya yang brengsek malah diajak, Lo tau nggak , Rama, Oscar, Alex dan Nando itu pernah ada niat deketin Ayu, tapi malah jadinya sama Ben,"


"Alex juga pernah suka sama Ayu? Masa sih?"


"Ayu kan manis, udah gitu murah senyum, wajar banyak yang suka, cuman Ayu nya aja yang kelewat cuek,"


"Lo tenang aja, mereka cuman sebatas suka nggak sampai cinta, wajar bukan cowok suka jelalatan,"


"bener juga sih,"


Beberapa hari kemudian, Natasha menceritakan jika Ayudia kabur, semua orang sedang panik mencarinya, termasuk Alex.


Selang seminggu, Sandra juga mendapatkan kabar, jika Ayudia telah kembali bersama Anna, ibu kandung dari Benedict.


Malam itu, sepulang kerja, Natasha kembali menceritakan, jika Ayudia telah mengandung bayi kembar, sehingga dirinya baru mendapatkan bonus cukup besar dari sahabat sekaligus bosnya, tentu saja gadis itu tak henti-hentinya tersenyum senang.


"besok gue off, kita ke spa, gue bayarin, lumayan kan biar badan relaks,"ajak Natasha.


Sandra mengangguk antusias, sahabatnya yang satu ini memang tak pernah perhitungan dengannya sedari dulu.


Keesokan siangnya, keduanya menuju ke tempat spa langganan Natasha,


Sandra mengenakan topi dan kaca mata hitam untuk menyamarkan penampilannya, ia tak ingin orang suruhan Alex mengetahui keberadaannya.


Selalu seperti itu, setiap dirinya keluar rumah, ia masih butuh waktu untuk sendiri, bukan dengan Alex atau Ferdiansyah.


Sandra dan Natasha mendapatkan perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki, keduanya bersebelahan seraya membicarakan hal-hal random.


"Sa, kayaknya bentar lagi gue bakal ke US deh, tadi pagi Ben wa gue, suruh jadi dokter pribadinya Ayu selama di sana hingga lahiran, gimana menurut Lo?"tanya Natasha ketika keduanya sedang dipijit bersebelahan.


"Ya nggak gimana-gimana, Lo jalan aja, gue juga mau balik ke Semarang, mau nengok mas Ferdi,"


"maksud gue Lo tetep tinggal di rumah gue, Lo juga bisa pake mobil, dari pada kosong lama kan, lagian gue lama banget bakalannya, sekalian belajar lagi di sana,"


"entar deh kalau gue balik lagi kesini, gue juga nggak tau sampai kapan gue di sana?"


"Terus Xander gimana kalau Lo tinggal lama?"


"Ada Tante Terry sama Jonas yang jagain, jadi nggak usah khawatir,"


Sandra berdehem, menyetujui permintaan sahabatnya.


"Terus mengenai rencana liburan ke Jepang, sepulang gue dari Amerika aja ya, bukan hanya tiket pesawat yang bakal gue tanggung, pokoknya Lo modal dengkul aja deh,"ujar Natasha.


"itu plus Xander nggak?"tanya Sandra memastikan.


"ya iyalah, sepaket sama keponakan kesayangan gue,"sahut Natasha tertawa.


Sehari sebelum keberangkatan ke Amerika, Xander mengiriminya pesan, menurut pesan yang dikirim putranya, Alex mengajaknya mengunjungi wahana bermain di Utara ibu kota, Xander juga mengiriminya foto kebersamaannya dengan papanya.


Sandra lega melihat keakraban yang terjalin diantara dua orang laki-laki berbeda usia itu.


Setelah memastikan mereka berangkat ke Amerika, Sandra bertandang ke rumah Tante Terry, ia meminjam mobil Natasha.


Sesampainya di sana, terlihat raut terkejut dari wajah perempuan paruh baya itu,


"Sasa kemana aja sih? Alex nyariin kamu,"tanya Terry padanya, perempuan itu juga memeluk dirinya.


"Sasa masih disini aja kok tante,"jawabnya tak enak, lalu menceritakan alasannya pergi dari Alex.


"Tante sih setuju dengan alasan kamu, keponakan Tante aja yang kelewat ngebet, maklum kamu itu cinta matinya, lalu apa rencana kamu selanjutnya, nggak mungkin dong, kamu menghilang terus,"


"Sasa mau pulang ke Semarang dulu Tante, bagaimanapun Sasa masih sah sebagai istrinya mas Ferdi, meskipun hanya sebentar, Sasa hanya ingin memastikan jika mas Ferdi cepat pulih dan setelah itu, Sasa mau melanjutkan gugatan cerai itu,"jelasnya panjang lebar.


Terry menggenggam kedua tangan kekasih keponakannya, "apapun Tante dukung, kalau perlu bantuan jangan sungkan ya!"


Sandra mengangguk dan mengucapkan terima kasih.


Tak lama Xander pulang bersama dengan Jonas, terlihat wajah terkejut dari rekan kerjanya.


Pertanyaan yang sama, tentang kemana perginya selama ini, Sandra menjelaskan alasan mengapa dirinya pergi dari Alex.


Sejak keduanya menjadi rekan kerja, mereka diam-diam dekat, hanya sebatas rekan tak lebih, tentu Jonas tau batasannya, meskipun Sandra adalah tipenya, tak mungkin ia mengkhianati kakak sepupunya sekaligus atasannya.


"Untung ada Xander dan kerjaan lagi banyak-banyaknya jadi Abang nggak keterusan depresi,"ujar Jonas.


"baguslah kalau gitu,"


"Terus abis ini gimana mbak? Kayaknya Abang lama di Amerika,"


"Mbak mau ke Semarang dulu mau memastikan kalau mas Ferdi udah sembuh dan aku bisa segera melanjutkan gugatan,"


"oke, kalau butuh bantuan, kasih tau aku mbak,"


Terry baru saja keluar dari dapur membawa nampan berisi minuman dan camilan.


Tadi saat kedatangan putra dan cucu keponakannya, Terry langsung bergegas membuatkan minuman untuk tamunya,


"terus saat pulang ke Semarang, apa kamu mau membawa Xander juga?"tanya Terry.


"sepertinya tidak Tante, maaf Sasa akan merepotkan Tante lagi,"


"Tante justru senang adanya Xander, rumah jadi rame, selama ini Jonas kan sibuk kerja dari pagi sampai malam, kalau ada Xander, Tante ada teman ngobrol,"


"makasih banyak ya Tante,"


Sandra menginap di rumah Terry malam itu, pagi harinya setelah mengantarkan putranya ke sekolah, ia langsung berangkat menuju Semarang.