
Sandra kembali ke ruangan lamanya, bersebelahan dengan Jonas, tak ada kecanggungan lagi terutama dirinya yang awalnya bersikap ketus.
Meskipun Alex mengijinkan tapi lelaki itu memasang CCTV tepat diatas meja Sandra dan Jonas,
Sepertinya Alex tak mau memberi celah pada sepupunya untuk merayu kekasihnya,
Selain laporan dari anak buah Mami Belinda, ia juga mendapatkan pengakuan dari mulut Jonas sendiri, sepulangnya dirinya dari Amerika.
Sekertaris sekaligus sepupunya itu mengaku menyukai Sandra, dan berhasil mencium bibir wanita itu di club' malam.
Awalnya saat menerima laporan jika Jonas membawa wanita luar ke club' dan berciuman, Alex tak merasa curiga, tapi setelah sepupunya mengaku, seketika ia langsung menghajar Jonas hingga lebam-lebam bahkan ada sobekan di bibir, beruntung penghuni lantai enam mengetahuinya dan menyelamatkan lelaki yang berprofesi sebagai sekertaris itu, sehingga Jonas tak sampai berakhir di rumah sakit.
"Abang takut banget kehilangan Lo mbak? Sampai pasang cctv segala tepat diatas meja kita,"ucap Jonas tiba-tiba saat keduanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
"Lagian kamu nekat sih, aneh-aneh aja, kaya nggak ada cewek lain,"sahut Sandra tanpa melihat rekan disebelahnya.
Jonas meregangkan jari tangannya yang terasa pegal karena terlalu lama beradu dengan keyboard komputer, "emang bisa ya menahan munculnya rasa di hati, kan baru dengan mbak, aku Deket lawan jenis selain jab***, itu aja cuman buat menuntaskan hasrat doang, lagian salah sendiri mbak cantik, coba kalau mbak jelek nggak mungkin kan aku suka,"ungkapnya.
"udah deh nggak usah diungkit, hubungan kita udah baik-baik aja, jadi nggak usah mulai perang, atau kamu mau aku turun ke lantai dua,"
"pokoknya mbak, kalau Abang buat mbak kecewa, aku masih disini nungguin mbak,"
"wong edan,"maki Sandra pelan.
Pintu ruang kerja Alex terbuka, lelaki itu menatap tajam sepupunya, sedangkan yang ditatap hanya tersenyum mengejek,
Alex menghampiri Sandra yang sedang sibuk dengan komputer dihadapannya, lelaki itu menunduk lalu mencium pipi wanita yang dicintainya.
Tentu saja Sandra terkejut dengan tindakan Alex yang tiba-tiba, "kamu apa-apaan sih? Buat aku kaget aja, kalau ada yang lihat, kan nggak enak,"
Alex menunduk dan memegang kedua sisi wajah wanita itu, lalu mencium bibir dan memasukan lidahnya,
Sandra melebarkan matanya, ia terkejut lagi dengan tindakan Alex,
Semua yang dilakukan oleh Alex tak lepas dari penglihatan Jonas,
Alex melepas ciuman itu lalu menatap tajam sepupunya, seolah memberitahu dan menegaskan jika Sandra hanya miliknya,
Sementara Jonas menganga melihat perbuatan yang dilakukan atasannya itu, sungguh ia tak habis pikir,
Setelah itu Alex kembali ke ruangannya tanpa berkata apapun.
"Si Abang ngasih peringatan tuh mbak,"cetus Jonas sepeninggal Alex.
Sandra yang sedang melihat tampilannya di cermin kecil, memastikan bahwa lipstik yang dipakainya tidak berantakan, hanya menanggapi rekannya dengan lirikan sinis.
"biasa aja mbak lihatnya, gue cium nih,"
Sandra berdecak kesal, "Jo, sekali lagi kamu ngeledek aku, bisa aja kamu jadi samsak-nya Alex,"
Jonas yang seolah tak jera malah menggeser kursi beroda miliknya ke arah rekan disebelahnya, "biarin emangnya gue takut,..."
Belum sempat melanjutkan ucapannya, line telepon di mejanya berdering, siapa lagi kalau bukan sepupu sekaligus bosnya.
Jonas kembali ke mejanya dan mengangkat telponnya, raut wajah tegang terlihat dari wajah lelaki itu.
Sebelum Sandra kembali ke tempatnya, Alex sempat memberitahukan padanya tentang kelemahan Jonas, apalagi kalau bukan Tante Terry.
Selama ini perempuan paruh baya itu tidak tau jika putra semata wayangnya memiliki hobby bertandang ke club' malam dan bermain dengan wanita.
Tante Terry adalah penganut agama yang taat, sehingga sangat menentang keras kebiasaan melakukan perzinahan.
"Jangan membangunkan singa tidur, bebel sih,"ujar Sandra masih cekikikan.
"Diem Lo mbak, gue bilang Abang soal rahasia itu,"sahut Jonas kesal ditertawakan oleh rekannya.
Sandra menghentikan tawanya, "oke piss,"ujarnya sambil menunjukan kedua jarinya.
Keduanya kembali larut dalam pekerjaan masing-masing, hingga Alex mengajak Jonas untuk mendampinginya bertemu klien, lelaki itu berpesan jika nanti Chiko yang akan menjemput Xander dan membawanya ke sini.
Jam makan siang, Sandra memilih makan di kantin bersama Gita dan Arumi,
Seperti biasa Gita akan bergosip disela-sela mereka menikmati makan siang.
"Sa, gue denger berita tentang bos ganteng kita, berhubung Lo sekretarisnya boleh dong dibantu konfirmasinya,"ucap gadis yang masih melajang hingga sekarang.
"gosip apaan?"tanya Sandra sambil menikmati kuah soto yang jadi menu makan siangnya kali ini.
Gita yang duduk berseberangan dengan Sandra dan Arumi sedikit mendekat, "nyonya kemarin dinner romantis di resto Perancis,"bisiknya.
Sandra terdiam, justru Arumi yang penasaran, gadis termuda diantara mereka itu bertanya, "tau dari mana gi? Jangan ngadi-ngadi Lo, bos tau bisa kena sp Lo,"
Gita mengambil ponselnya, mengutak-atik lalu menunjukan pada kedua rekannya itu,
Dilayar ponsel Gita, memang terlihat jelas Celine sedang makan malam berdua dengan Alex, disalah satu restoran, Sandra tau tempat itu, ia dan putranya pernah beberapa kali diajak dinner oleh lelaki itu.
"lo dapet dari mana gi?"tanya Arumi lagi,
Gita kembali mengambil ponselnya, "kebetulan gue diajak sama sepupu gue makan disitu, wah dikit lagi kita bakal kondangan nih, walau sebenarnya gue rada nggak rela sih, kalian tau bukan bos ramah banget sementara nyonya judesnya amit-amit, kayak nggak cocok aja gitu,"
Sandra berusaha mengontrol dirinya, meski rasanya kesal, ia cemburu, teringat kemarin Alex memang ijin padanya tidak makan malam di rumah, dengan alasan akan makan malam diluar, ia tentu mengijinkan, ia pikir mungkin bertemu klien baru yang belum ia ketahui.
Sandra tak menyangka, jika Alex malah bersama Celine yang notabennya wanita yang sudah lama menyukai lelaki itu.
Sempat Celine marah padanya saat tau dirinya satu ruangan dengan Alex, wanita itu bahkan sempat menegurnya, saat itu ia beralasan jika bosnya tak ingin repot bolak-balik memanggilnya untuk urusan pekerjaan.
"Emang kalau makan malam gitu pasti bakal menuju jenjang pernikahan ya?"tanya Sandra tiba-tiba.
Wanita itu sedikit khawatir, apalagi Alex dan Celine memiliki keyakinan dan berasal dari suku yang sama.
"Ya bisa aja sih, pertama itu tempat dinner romantis, kedua gue lihat ada buket bunga di kursi sebelah nyonya dan ketiga mereka cocok bukan, satu cantik satunya ganteng,"
Ada yang membara tapi bukan arang, melainkan hati Sandra, ia cemburu sangat cemburu mendengar ucapan rekan kerjanya, selera makannya seketika hilang, ia mendorong mangkuk yang masih berisi setengah porsi soto.
Sandra bangkit, "gue udah kenyang, gue duluan ya!"ucapnya sambil berlalu meninggalkan kantin.
Wanita itu turun menuju lobby, ia menghubungi salah satu sahabatnya, dan menanyakan tentang keberadaan, ia mengajaknya bertemu.