
Melihat wanita yang dicintainya datang, Alex panik bukan kepalang, dirinya belum mandi, semalam baru saja minum alkohol ditemani Fernando yang baru datang dari Bali kemarin sore.
Pada sahabatnya itu Alex menceritakan tentang kekecewaan ketika mendapati penantiannya selama sepuluh tahun sia-sia, wanita yang ditunggunya telah menikah dan memiliki anak.
Alex mempercepat mandinya, menggosok gigi sampai bersih dan berkumur dengan mount wash.
Tak lupa menyemprotkan parfum favoritnya dan mengenakan pakaian formal tanpa jas hanya kemeja dan celana bahan berwarna hitam.
Ia mendengar pembicaraan antara sahabatnya dan Sasa-nya,
Dirinya ingat betul setelah melepas rindu berhari-hari lalu, ia yang kadung emosi mengusir wanita itu, namun setelahnya penyesalan membuatnya kembali ke kebiasaan lamanya,
Self harm, ia menyakiti diri sendiri, bukan dengan membuat tubuhnya terluka, tetapi ia bekerja mati-matian atau olahraga yang berlebihan tanpa mengisi tubuhnya dengan nutrisi cukup serta mengkonsumsi minuman beralkohol hingga tubuhnya tumbang dan berakhir dirawat di rumah sakit.
"Siapa yang ngusir?"tanya Alex baru saja keluar dari kamarnya.
Sandra yang tadinya hendak melangkah menuju ke pintu keluar, menghentikan langkahnya dan berbalik,
"kamu yang ngusir aku,"jawabnya.
"Harusnya kamu tau melebihi siapapun tentang kebiasaan aku, oh... Apa kamu lupa karena sudah lama dan ada lelaki lain yang mengisi hati kamu,"
Malas berdebat, Sandra memilih berbalik lagi dan berjalan menuju pintu, ia harus segera bekerja, ingat jika prioritasnya adalah putra semata wayangnya.
"Apa memang seperti ini, kamu selalu meninggalkan aku, tanpa berucap sepatah katapun?"tutur Alex menghentikan langkah cinta pertamanya.
Sandra berbalik lagi, "aku kan udah bilang, aku punya alasan, tapi nggak bisa aku jelaskan, ngerti nggak sih kamu, aku mau turun jam kerjaku sebentar lagi dimulai,"
"Atasan kamu memerintahkan untuk tetap tinggal, apa kamu tidak mau patuh? Apa kamu tidak membaca pasal yang ada di surat kontrak? Apa kamu mau dipecat tanpa pesangon sama sekali?"
Mendengar hal itu, membuat Sandra melebarkan matanya seraya menggeleng, ia sedang mengumpulkan uang untuk putranya bersekolah menengah pertama, belum lagi ada keinginan untuk hidup terpisah dengan suaminya, ia ingin putranya memiliki kamar yang layak.
Sebagai seorang ibu apapun akan ia lakukan untuk putranya, termasuk memohon pada ayah biologis bocah itu.
Sandra kembali duduk di sofa,
Fernando yang ada di sana hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kedua sejoli itu.
Alex mulai membuka bungkus Styrofoam yang berisi bubur ayam yang dibeli sahabatnya.
"sorry gue nggak tau bakal ketemu Lo sa, jadi lo makan gorengan aja tuh,"tunjuk Fernando pada bungkusan plastik transparan.
"Gue masih kenyang do, tadi gue sarapan bareng anak sama laki gue,"
Alex tersedak mendengar ucapan wanita itu, Sandra yang duduk diseberang nya segera memberikan minum.
"perasaan nggak pedes, kenapa pake acara keselek segala sih,"gerutu wanita itu.
"Alex keselek waktu denger Lo sarapan sama keluarga kecil nan bahagia,"cetus Fernando memanaskan suasana.
"bacot Lo Dodo,"maki Alex pada sahabatnya.
"Asal lo tau sa, Alex itu cinta mati sama lo, sampai sekarang dia nggak pernah pacaran selain sama elo,"
"diem lo Dodo, abisin makanan lo, terus cabut,"
Tak menjawab, Fernando memilih menghabiskan bubur miliknya, hanya beberapa menit saja, lelaki blasteran itu bangkit menuju dapur membuang wadah makanannya di sana.
"Sandra, gue saranin ati-ati kalau berdua sama Alex, bisa-bisa lo dibikin nggak bisa jalan,"
Alex mengumpat pada Fernando yang baru saja keluar dari tempat tinggalnya.
Ia segera menghabiskan makanannya.
"Aku mau kamu menjadi sekertaris sekaligus assisten pribadi aku mulai akhir bulan ini,"ucap Alex ketika sudah menyelesaikan sarapannya.
" Lolita akan menikah dan resign karena mengikuti suaminya bekerja di Aussie, aku minta kamu yang jadi sekertaris aku, kamu akan mendapatkan fasilitas penunjang sebagai sekretaris, sama seperti Lolita,"
"bagaimana dengan gaji?"tanya Sandra memastikan.
"Berapa yang kamu minta?"tanya Alex balik.
"Berapa kamu gaji Lolita sebulan?"
"kalau soal gaji Lolita kamu bisa tanya Mega atau Celine, selain itu, aku akan memberikan bonus pribadi sesuai kecakapan kamu dalam berkerja,"
"Oke aku terima, tapi pasti akan ada rumor yang muncul, bagaimanapun aku tergolong karyawan baru, dan staf biasa,"
"Bukankah kamu sedang butuh uang? Ingat Sandra kesempatan ini datang cuman sekali,"
"Baiklah aku terima, bagaimana dengan pengganti ku di staf Administrasi?"
"aku akan memberitahu Mega soal itu,"
"Bagiamana dengan Celine?"
Alex mengernyit heran, "kenapa dengan Celine?"tanyanya.
"Dia menyukai kamu Alex, apa kamu tidak merasakannya? Bahkan setiap karyawati yang menyukai kamu, akan dengan halus disingkirkannya,"
"kamu cemburu?"
Sandra berdecak, "ayolah Alex, kita sedang membicarakan tentang pekerjaan, bersikaplah profesional,"
"aku tidak peduli, dia suka aku atau tidak, itu hak dia tidak ada urusannya dengan ku,"jawab Alex santai.
"Baiklah, ada beberapa hal yang aku minta, bersikaplah profesional dalam bekerja, tidak boleh mencampur adukan urusan pribadi, setiap jam makan siang, aku ijin menjemput putraku di sekolahnya, aku akan usahakan tidak terlambat, dan pulang bekerja jangan lebih dari jam tujuh malam,"
"kenapa kamu minta banyak? Siapa yang sebenarnya disini bosnya?"
"ayolah Alex, aku harus mengurus putraku sendiri, jadi aku mohon pengertian kamu,"pintanya.
"Lalu apa yang akan aku dapatkan?"
"Aku akan bekerja dengan giat, kamu tau aku termasuk orang yang pintar bukan?"
"Itu memang sudah seharusnya Sandra, itu kewajiban kamu, yang aku maksud, masalah jam makan siang yang kamu gunakan untuk kepentingan pribadi kamu, harusnya sekertaris itu mendampingi bosnya bertemu klien di jam makan siang, bagaimana dengan kamu?"
"kamu bisa bersama Jonas, sekertaris kamu yang lain,"
"Jonas bukan cuma mengurus tentang aku, harusnya kamu tau, kantor ini bukan hanya pengacara saja,"
"jadi apa mau kamu?"
"tidur denganku seminggu sekali, maka semua permintaan kamu tentang jam makan siang, tidak lembur lebih dari jam tujuh akan aku penuhi semuanya, dan apapun yang kamu mau akan aku penuhi, satu lagi jangan beralasan tentang suami kamu, apa kamu lupa beberapa hari yang lalu kamu melakukannya dengan suka rela,"
Wajah Sandra memerah malu, tapi disisi lain, ia membayangkan gaji yang akan diterimanya juga fasilitas mobil juga tempat tinggal yang pernah ia dengar dari Gita tentang enaknya menjadi Lolita dan Jonas sebagai sekertaris bos mereka.
Ia bisa membayangkannya bagaimana putranya akan senang jika diajak berjalan-jalan dengan mobil saat weekend, memiliki kamar yang nyaman juga uang untuk membeli mainan favorit putranya.
Toh selama ini suaminya tidak memberinya kepuasan biologis, mungkin tak apa jika hanya seminggu sekali, untuk menghibur dirinya sendiri.
Sandra sadar hal itu berdosa, tapi ia tidak munafik, ia butuh memenuhi kebutuhan batinnya.
"Oke aku terima tapi hanya seminggu sekali, dan dilakukan diluar jam kerja, aku minta rahasiakan ini dari siapapun termasuk sahabat kamu,"
"Oke tak masalah," Alex berdiri lalu menjulurkan tangannya, Sandra melakukan hal yang sama, keduanya berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan diantara mereka dimulai.